Stasiun Tasikmalaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Tasikmalaya
Kereta Api Indonesia

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun TSM.png
Stasiun Tasikmalaya.jpg
Tampak depan Stasiun Tasikmalaya, 2019
Nama lainStasiun Tasik
LokasiJalan Stasiun Tasikmalaya No. 8
Lengkongsari, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46111
Indonesia
Koordinat7°19′20″S 108°13′25″E / 7.3222178°S 108.2237327°E / -7.3222178; 108.2237327Koordinat: 7°19′20″S 108°13′25″E / 7.3222178°S 108.2237327°E / -7.3222178; 108.2237327
Ketinggian+349 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi II Bandung
Letak dari pangkalkm 270+193 lintas BogorBandung
BanjarKutoarjoYogyakarta[1]
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama agak rendah)
Jumlah jalur7 (jalur 2: sepur lurus)
Konstruksi
Fasilitas sepeda?
Akses difabel?
Informasi lain
Kode stasiun
  • TSM
  • 1630
[2]
KlasifikasiBesar tipe C[2]
Sejarah
Dibuka16 September 1893
Operasi layanan
Argo Wilis, Turangga, Malabar, Mutiara Selatan, Lodaya, Pangandaran, Kahuripan, Pasundan (reguler & tambahan), Kutojaya Selatan, Serayu, dan Parcel ONS Selatan
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Cetak tiket mandiri Musala Toilet Area merokok Pertokoan/area komersial 
Tipe persinyalanElektrik tipe Westinghouse Rail Systems' Train Radio and Advanced Control (Westrace)[3]
Diagram lintasan stasiun
ke Indihiang
Jl. Letkol Komir Kartaman
ke Awipari
Lokasi pada peta

Stasiun Tasikmalaya (TSM) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe C yang terletak di kelurahan Lengkongsari, kecamatan Tawang, kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Stasiun yang terletak pada ketinggian +349 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung. Semua kereta api yang melewati jalur KroyaBandung pasti berhenti di stasiun ini dan stasiun Tasikmalaya menjadi penghubung utama antara wilayah Priangan Timur dan Jabodetabek, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Staatsspoorwegen terus menanamkan pengaruhnya di Bumi Parahyangan sepanjang dekade 1890-an. Jalur kereta api lintas Padalarang–Yogyakarta dibangun untuk memperlancar transportasi masyarakat—memiliki karakteristik jalur berkelok-kelok melewati pegunungan dengan medan yang ekstrem. Pada 16 September 1893, jalur kereta api ruas Cibatu–Tasikmalaya selesai dibangun, dan dilanjutkan dengan pembangunan jalur kereta api menuju Banjar yang selesai pada 1 November 1894.[4][5]

Dari stasiun ini pernah dibangun percabangan menuju Singaparna yang diresmikan pada tanggal 1 Juli 1911, tetapi saat ini sudah tidak aktif.[6]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Stasiun ini memiliki tujuh jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus dan menggunakan sistem persinyalan elektrik produksi Westinghouse Rail Systems.[3]

Tampak depan bangunan utama stasiun ini sangat berbeda dengan bangunan stasiun khas Staatspoorwegen lainnya—kemungkinan sudah mengalami pengembangan—yaitu adanya elemen atap pelana dengan tambahan atap tumpang tiga terbuat dari kayu.[7]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Kelas eksekutif[sunting | sunting sumber]

Kelas campuran[sunting | sunting sumber]

Kelas ekonomi[sunting | sunting sumber]

Barang[sunting | sunting sumber]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ a b Susanti, D.M. (Januari 2008). Kajian atas Pengelolaan Pengetahuan dalam Pengoperasian Teknologi Persinyalan Kereta Api (Studi Kasus Daop 2 Bandung) (S2). Program Magister Studi Pembangunan, Sekolah Arsitektur, Pengembangan, dan Perencanaan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung. 
  4. ^ Nusantara., Tim Telaga Bakti; Indonesia., Asosiasi Perkeretaapian (1997). Sejarah perkeretaapian Indonesia (edisi ke-Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980. 
  5. ^ Staatsspoorwegen (1920–1931). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1920-1931. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  6. ^ Reitsma, S. A. (1912). De wegen in de Preanger. G. Kolff. 
  7. ^ Dewi (21 April 2015). "Stasiun Kereta Api Kota Tasikmalaya". BPCB Banten. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud RI. Diakses tanggal 9 Februari 2019. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs web resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Indihiang
ke arah Padalarang
Padalarang–Kasugihan Awipari
ke arah Kasugihan
Terminus Tasikmalaya–Singaparna Tasikmalaya Alun-alun
ke arah Singaparna