Stasiun Kertosono

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Kertosono
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun KTS.png
  • Singkatan: KTS
  • Nomor: 4031
Stasiun Kertosono 2019.jpg
Halaman depan Stasiun Kertosono tahun 2019
Lokasi
ProvinsiJawa Timur
KabupatenNganjuk
KecamatanKertosono
DesaBanaran
AlamatJalan Stasiun Kertosono
Koordinat7°35′32″S 112°06′02″E / 7.5921751°S 112.1005386°E / -7.5921751; 112.1005386Koordinat: 7°35′32″S 112°06′02″E / 7.5921751°S 112.1005386°E / -7.5921751; 112.1005386
Sejarah
Dibuka25 Juni 1881
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi VII Madiun
Kelas stasiun[1]Besar tipe B
Ketinggian+43 m
Letak[2]
LayananSemua perjalanan KA dari arah Surabaya ataupun Malang/Blitar dan dari arah Madiun
Pemesanan tiketSistem tiket online; melayani pemesanan langsung dan pengubahan/pembatalan keberangkatan di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass khusus keberangkatan KA jarak jauh/menengah.
Operasi
Stasiun sebelumnya   Layanan lokal/komuter   Stasiun berikutnya
Dhoho
Surabaya Kota–Kertosono–Blitar, p.p.
menuju Blitar
KRD Kertosono
Surabaya Kota–Kertosono, p.p.
Terminus
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur7
  • jalur 2: sepur lurus jalur ganda arah Madiun
  • jalur 3: sepur lurus jalur ganda arah Jombang-Surabaya
  • jalur 4: sepur lurus jalur tunggal dari dan ke arah Blitar-Malang-Bangil
Jumlah peron5 (satu peron sisi yang tinggi di tengah bangunan stasiun dan rendah di bagian ujungnya serta empat peron pulau yang rendah)
Tipe persinyalan
Fasilitas yang tersedia di stasiun ini:
LiveryPapanStasiun 2017.svg
Fasilitas parkir: Ya Area merokok: Ya
Toilet: Ya
Boarding pass: Ya, kecuali KA lokal menggunakan tiket thermal
Layanan pelanggan: Ya
Tempat ibadah: Ya
Ruang ibu menyusui: Ya


Stasiun Kertosono (KTS) (Hanacaraka:ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦏꦼꦂꦠꦱꦤ, Sêtasiyun Kertasana) merupakan stasiun kereta api kelas besar tipe B yang terletak di Banaran, Kertosono, Nganjuk. Stasiun yang terletak pada ketinggian +43 meter ini termasuk ke dalam Daerah Operasi VII Madiun dan merupakan stasiun yang letaknya paling timur di Kabupaten Nganjuk.

Meskipun hanya terletak di sebuah kecamatan yang penting di Nganjuk, bangunan stasiun ini lebih besar daripada Stasiun Nganjuk yang notabene berada di ibu kota kabupaten. Di sebelah barat daya stasiun ini terdapat sub dipo lokomotif.

Sekitar tahun 2013-2014, PT KAI sempat menerapkan kebijakan bahwa semua KA harus melintas langsung di stasiun ini untuk mensterilkan stasiun dan KA dari pengamen maupun pedagang asongan,[4] bahkan pada saat itu KA Rapih Dhoho harus memutar lokomotif di Stasiun Baron ataupun Sukomoro dan rute KRD Kertosono diperpendek hingga Stasiun Jombang saja. Namun, sejak berlakunya Grafik Perjalanan Kereta Api 1 April 2015 dan keadaan stasiun dipastikan telah benar-benar steril, stasiun ini kembali melayani naik dan turun penumpang, terbukti bahwa rute kedua KA tersebut telah dikembalikan seperti semula. Saat ini, seluruh perjalanan kereta api yang menuju Madiun, Kediri, maupun Surabaya melalui jalur selatan, pasti berhenti di stasiun ini.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Stasiun Kertosono telah ada bersamaan dengan pembangunan jalur kereta api Surabaya–Madiun–Solo oleh Staatsspoorwegen (SS). Stasiun ini dibuka bersamaan dengan pembukaan jalur kereta api Sembung–Kertosono pada tanggal 25 Juni 1881. Pada tanggal 1 Oktober tahun yang sama, segmen selanjutnya, Kertosono–Nganjuk telah selesai. Satu tahun berikutnya, pada tanggal 13 Agustus 1882, jalur yang mengarah ke Kediri juga sudah selesai.[5][6]

Dahulu, setelah menyeberangi Sungai Brantas, jalur kereta api bercabang dua: yang sebelah kiri mengarah ke Surabaya, sedangkan yang sebelah kanan mengarah ke Kediri-Blitar-Malang. Percabangan itu dikendalikan dari rumah sinyal yang berada persis di timurnya. Seiring perpindahan jenis persinyalan dari mekanik ke elektrik buatan Ansaldo STS, rumah sinyal tersebut sudah tidak pernah lagi digunakan. Jalur percabangan memang sengaja dibangun di seberang sungai agar SS tidak mengeluarkan biaya yang terlalu besar karena membangun dua buah jembatan. Percabangan ini dibuat simetris (huruf Y) sehingga percabangan tersebut dikenal dengan sebutan "Simetri Kertosono", meskipun letaknya sudah masuk wilayah Kabupaten Kediri.

Dahulu stasiun ini mempunyai rel percabangan yang menuju Pabrik Gula Lestari yang terletak di utara stasiun yang berjarak sekitar 5 km.[7] Sisa-sisa rel lori ini masih bisa dijumpai di sekitar jalan masuk menuju pintu depan Stasiun Kertosono.

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

KA Sri Tanjung memasuki Stasiun Kertosono. Perhatikan rumah sinyal barat di kanannya.


Awalnya stasiun ini memiliki tujuh jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus ditambah satu jalur yang terhubung dengan sub dipo tersebut, tetapi hanya jalur 1-5 yang sering digunakan. Setelah jalur ganda pada segmen lintas Jombang-Baron resmi dioperasikan per 30 Oktober 2019,[8][9] sepur lurus diubah menjadi jalur 2 dan 3 berturut-turut untuk arah Madiun dan arah Jombang-Surabaya. Wesel "Simetri Kertosono" kini sudah dibongkar dan digantikan dengan percabangan jalur tunggal yang berada dalam area emplasemen stasiun dengan menggunakan jalur 4 sebagai sepur lurusnya. Jembatan eksisting tersebut dibongkar digantikan dengan jembatan jalur ganda kembar yang berukuran lebih besar. Selain itu, sistem persinyalan yang lama (tipe Ansaldo) sudah digantikan dengan sinyal elektrik terbaru produksi PT Len Industri.

Sebagai stasiun besar, stasiun ini dahulu memiliki dua rumah sinyal. Rumah sinyal peninggalan SS di sisi barat terlebih dahulu dibongkar karena terkena dampak pembangunan jalur ganda segmen Kertosono–Madiun yang sedang dibangun, sedangkan sisi timurnya (timur "Simetri Kertosono") dibongkar tahun 2018 karena dampak pembangunan segmen Jombang–Kertosono.

Ke arah timur, terdapat dua viaduk: Jalan Ahmad Yani dan Nyawiji. Viaduk Nyawiji sendiri baru dibangun sehubungan dengan pembangunan jalur ganda tersebut.[10]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Kelas eksekutif[sunting | sunting sumber]

Kelas campuran[sunting | sunting sumber]

Kelas ekonomi AC premium[sunting | sunting sumber]

Jayakarta, tujuan Jakarta via Madiun-Solo-Yogyakarta-Purwokerto-Cirebon dan tujuan Surabaya via Jombang

Kelas ekonomi AC plus[sunting | sunting sumber]

Majapahit, tujuan Jakarta via Madiun-Solo-Semarang-Cirebon dan tujuan Malang via Blitar

Kelas ekonomi AC[sunting | sunting sumber]

Lokal ekonomi AC[sunting | sunting sumber]

Barang[sunting | sunting sumber]

Parcel ONS (over-night service), tujuan Surabaya dan tujuan:

Jadwal kereta api[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Kertosono per 1 Desember 2019 (sesuai Gapeka 2019).

  • KA Reguler
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
174 Malioboro Ekspres Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 00.10 00.13
254 Jayakarta Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi AC Premium 00.59 01.02
110 Singasari Blitar (BL) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 01.44 01.47
118 Brantas Eksekutif & Ekonomi AC 02.17 02.20
80 Bangunkarta Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif Satwa 02.33 02.36
72/73 Bima Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Malang Kotabaru (ML) 04.28 04.31
482 Ekonomi Lokal/KRD Kertosono Surabaya Kota (SB) Lokal Ekonomi AC - 04.45
76 Gajayana Malang Kotabaru (ML) Eksekutif Satwa & Luxury 05.29 05.32
78 Turangga Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif Satwa 05.44 05.47
295 Pasundan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi AC 06.38 06.41
431/440 Dhoho Surabaya Kota (SB) Lokal Ekonomi AC 06.52 07.20
439/442 Blitar (BL) 07.32 08.00
108 Malabar Malang Kotabaru (ML) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi AC 07.45 07.48
1 Argo Wilis Jakarta Gambir (GMR) via Bandung Hall (BD) Eksekutif Argo 08.10 08.12
179 Sancaka Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 09.01 09.04
104/105 Mutiara Selatan Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Malang Kotabaru (ML) 09.09 09.12
109 Singasari Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 09.21 09.25
252 Majapahit Malang Kotabaru (ML) Ekonomi AC Plus 09.42 09.46
180 Sancaka Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 09.59 10.02
122/119 Ranggajati Cirebon Kejaksan (CN) Eksekutif & Bisnis 10.42 10.56
302/303 Sri Tanjung Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) Ekonomi AC 11.15 11.18
481 Ekonomi Lokal/KRD Kertosono Kertosono (KTS) Lokal Ekonomi AC 11.22 -
172 Malioboro Ekspres Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 11.28 11.31
294 Kahuripan Blitar (BL) Ekonomi AC 11.49 11.56
171 Malioboro Ekspres Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 11.54 11.58
441/434 Dhoho Blitar (BL) Lokal Ekonomi AC 12.02 12.45
300/297 Logawa Purwokerto (PWT) Bisnis & Ekonomi AC 12.14 12.29
291 Matarmaja Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) Ekonomi AC 12.43 12.47
298/299 Logawa Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Jember (JR) Bisnis & Ekonomi AC 12.53 12.56
111 Gaya Baru Malam Selatan Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 13.04 13.08
433/442 Dhoho Surabaya Kota (SB) Lokal Ekonomi AC 13.13 13.40
120/121 Ranggajati Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Jember (JR) Eksekutif & Bisnis 13.46 13.52
117 Brantas Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) Eksekutif & Ekonomi AC 13.50 13.54
484 Ekonomi Lokal/KRD Kertosono Surabaya Kota (SB) Lokal Ekonomi AC - 14.40
443/436 Dhoho Blitar (BL) 14.48 15.15
304/301 Sri Tanjung Yogyakarta Lempuyangan (LPN) Ekonomi AC 15.03 15.23
253 Jayakarta Jakarta Kota (JAKK) Ekonomi AC Premium 15.41 15.44
435/444 Dhoho Surabaya Kota (SB) Lokal Ekonomi AC 15.53 16.20
75 Gajayana Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif Satwa & Luxury 16.50 16.53
128 Anjasmoro Jombang (JG) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 17.15 17.18
79 Bangunkarta Jakarta Gambir (GMR) via Semarang Tawang (SMT) Eksekutif Satwa 17.20 17.23
77 Turangga Jakarta Gambir (GMR) via Bandung Hall (BD) 17.49 17.52
74/71 Bima Jakarta Gambir (GMR) 18.21 18.24
293 Kahuripan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi AC 18.41 18.45
181 Sancaka Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 19.17 19.21
107 Malabar Jakarta Pasar Senen (PSE) via Bandung Hall (BD) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi AC 19.30 19.43
2 Argo Wilis Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif Argo 19.39 19.41
437/446 Dhoho Surabaya Kota (SB) Lokal Ekonomi AC 19.48 20.17
126/123 Wijayakusuma Cilacap (CP) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 19.57 20.20
445/438 Dhoho Blitar (BL) Lokal Ekonomi AC 20.13 20.34
182 Sancaka Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 20.41 20.44
106/103 Mutiara Selatan Jakarta Gambir (GMR) via Bandung Hall (BD) 21.03 21.06
127 Anjasmoro Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 21.56 21.59
251 Majapahit Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) Ekonomi AC Plus 22.22 22.28
124/125 Wijayakusuma Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 22.26 22.30
296 Pasundan Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi AC 23.14 23.18
292 Matarmaja Malang Kotabaru (ML) 23.29 23.35
173 Malioboro Ekspres Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 23.33 23.38
483 Ekonomi Lokal/KRD Kertosono Kertosono (KTS) Lokal Ekonomi AC 23.44 -
112 Gaya Baru Malam Selatan Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 23.52 23.56
  • KA Tambahan (beroperasi pada masa lebaran dan natal-tahun baru; terkadang juga pada hari libur nasional atau akhir pekan tertentu)
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
7016 Brantas Tambahan Blitar (BL) Bisnis & Ekonomi AC Plus 02.53 02.57
7019 Pasundan Tambahan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi AC 07.46 07.48
215F Sancaka Fakultatif Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 09.38 09.44
7015 Brantas Tambahan Jakarta Pasar Senen (PSE)

via Semarang Tawang (SMT)

Bisnis & Ekonomi AC Plus 10.09 10.12
7017 Matarmaja Tambahan Ekonomi AC 10.39 10.45
92F Gajayana Fakultatif Malang Kotabaru (ML) Eksekutif Satwa 12.10 12.16
216F Sancaka Fakultatif Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 21.41 21.44
7018 Matarmaja Tambahan Malang Kotabaru (ML) Ekonomi AC 22.14 22.24
7020 Pasundan Tambahan Surabaya Gubeng (SGU) 22.44 22.47
91F Gajayana Fakultatif Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif Satwa 22.59 23.02

Insiden[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 29 Oktober 2006, pukul 06.50, kereta makan kereta api Gajayana terbakar akibat arus pendek di Stasiun Kertosono. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini namun mengakibatkan beberapa perjalanan kereta api mengalami hambatan.[11]
  • Pada tanggal 28 Agustus 2008, sebuah rangkaian kereta api ketel anjlok tepat di Jembatan Sungai Brantas, 900 meter dari Stasiun Kertosono. Peristiwa ini mengakibatkan sejumlah perjalanan KA terganggu akibat rusaknya rel di jembatan itu.[12]
  • Pada tanggal 24 Desember 2008, sebuah lokomotif CC203 21 (kini CC203 98 09) menabrak kereta penolong yang sedang parkir di Stasiun Kertosono. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi mengakibatkan rel sepanjang 2 meter patah, as roda lokomotif putus dan kaca kereta penolong pecah.[13]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia". Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  4. ^ "Dilarang Berjualan, Pedagang Asongan Ricuh dengan Petugas PT KA". Detik.com. 5 Juli 2013. Diakses tanggal 24 Juli 2017. 
  5. ^ Staatsspoorwegen Ned. Indië (1896). Statistiek van het vervoer op de spoorwegen en tramwegen met machinale beweegkracht in Nederlandsch-Indië. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  6. ^ Pincoffs, L. dkk. (1873). Spoorwegen op Java. Rotterdam: Commissie voor de Spoorwegen op Java. 
  7. ^ Negara, Fadjrin Kurnia@Kementerian Badan Usaha Milik. "Sempat Vakum 2 Tahun, Stasiun Kertosono Kembali Beroperasi Sejak 2015". Kementerian BUMN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-08-07. 
  8. ^ Media, Kompas Cyber. "Jalur Ganda Kereta Api Jombang - Baron Nganjuk Siap Dioperasikan Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-12-10. 
  9. ^ antaranews.com (2019-10-30). "KAI siap operasikan jalur ganda Jombang-Baron". Antara News. Diakses tanggal 2019-12-10. 
  10. ^ Nganjuk, Humas Polres. "Bupati Nganjuk Resmikan Terowongan Nyawiji , Kapolsek Kertosono Turun Langsung Pimpin Giat Pengamanan" (dalam bahasa english). Diakses tanggal 2019-08-07. 
  11. ^ Sumirat, Dadang (29 Oktober 2006). "Gerbong Restorasi KA Gajayana Terbakar". liputan6.com. Diakses tanggal 24 September 2017. 
  12. ^ Bambang (30 Agustus 2008). "KA Tangki Berhasil Dievakuasi Dari Jembatan Kertosono". Antaranews.com. Diakses tanggal 24 September 2017. 
  13. ^ Maksum, Dwidjo U. (24 Desember 2008). "Lokomotif Hantam Kereta Penolong di Stasiun Kertosono". Tempo.co. Diakses tanggal 24 September 2017. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api tahun 2019

Stasiun sebelumnya   Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg Lintas Kereta Api Indonesia Logo of the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia.svg   Stasiun berikutnya
Solo Balapan–KertosonoTerminus
Kertosono–Wonokromo
menuju Wonokromo
Kertosono–Bangil
menuju Bangil