Stasiun Kertosono

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Kertosono
K PD Kereta Api Indonesia

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun KTS.png
Stasiun Kertosono 2021.jpg
Tampak depan Stasiun Kertosono, 2021
LokasiJalan Stasiun Kertosono
Banaran, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur
Indonesia
Koordinat7°35′32″S 112°06′02″E / 7.5921751°S 112.1005386°E / -7.5921751; 112.1005386Koordinat: 7°35′32″S 112°06′02″E / 7.5921751°S 112.1005386°E / -7.5921751; 112.1005386
Ketinggian+44 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi VII Madiun
Letak dari pangkal
Jumlah peron5 (satu peron sisi yang tinggi di tengah bangunan stasiun dan rendah di bagian ujungnya serta empat peron pulau yang rendah)
Jumlah jalur7
  • jalur 2: sepur lurus jalur ganda arah Madiun
  • jalur 3: sepur lurus jalur ganda arah Jombang-Surabaya
  • jalur 4: sepur lurus jalur tunggal dari dan ke arah Blitar-Malang-Bangil
Konstruksi
ParkirYa
Informasi lain
Kode stasiun
  • KTS
  • 4031
[2]
KlasifikasiBesar tipe B[2]
Sejarah
Dibuka25 Juni 1881
Operasi layanan
Hampir semua perjalanan KA dari arah Surabaya ataupun Malang/Blitar dan dari arah Madiun, kecuali KA Sancaka
Stasiun sebelumnya Layanan lokal/komuter Stasiun berikutnya
Sembung Dhoho
Surabaya Kota–Kertosono–Blitar, p.p.
Papar
ke arah Blitar
Ekonomi Lokal
Surabaya Kota–Kertosono, p.p.
Terminus
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalan
Lokasi pada peta
Stasiun Kertosono is located in Kabupaten Nganjuk
Stasiun Kertosono
Stasiun Kertosono
Lokasi di Kabupaten Nganjuk
Stasiun Kertosono is located in Provinsi Jawa Timur
Stasiun Kertosono
Stasiun Kertosono
Stasiun Kertosono (Provinsi Jawa Timur)

Stasiun Kertosono (KTS) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe B yang terletak di Banaran, Kertosono, Nganjuk; termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun pada ketinggian +44 meter. Stasiun ini merupakan stasiun yang terletak paling timur sekaligus terbesar di Kabupaten Nganjuk.

Meskipun terletak di sebuah kecamatan yang penting di Nganjuk, bangunan stasiun ini lebih besar daripada Stasiun Nganjuk yang terletak di ibu kota kabupaten. Di sebelah barat daya stasiun ini terdapat Sub Depo Lokomotif Kertosono.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Potret udara Stasiun Kertosono yang kala itu dihancurkan tentara Belanda dalam rangkaian Agresi Militer Belanda II.

Pembangunan Stasiun Kertosono telah direncanakan bersamaan dengan pembangunan jalur kereta api lintas Surabaya–Madiun–Solo oleh Staatsspoorwegen (SS). Stasiun ini dibuka bersamaan dengan pembukaan jalur kereta api Sembung–Kertosono pada 25 Juni 1881. Pada 1 Oktober 1881, pembangunan jalur lintas Kertosono–Nganjuk telah selesai. Kemudian pada 13 Agustus 1882, jalur menuju Kediri telah selesai dibangun.[4][5]

Setelah menyeberangi Sungai Brantas dalam perjalanan ke arah timur, jalur kereta api bercabang dua: jalur ke arah timur menuju Surabaya dan ke arah selatan menuju Kediri hingga Malang—percabangan tersebut dikendalikan dari rumah sinyal yang terletak di sebelah timur sungai tersebut. Jalur percabangan sengaja dibangun di seberang sungai supaya SS tidak membangun dua buah jembatan yang mengeluarkan biaya yang terlalu besar—percabangan ini di kemudian hari dijuluki sebagai "Simetri Kertosono". Sejak dilakukan pergantian sistem persinyalan dari mekanik ke elektrik buatan Ansaldo STS, rumah sinyal di percabangan tersebut sudah tidak digunakan lagi.

Pada zaman Hindia Belanda, stasiun ini dihubungkan dengan Pabrik Gula Lestari melalui jalur lori sekitar 5 km untuk keperluan angkutan tebu dan gula.[6] Sisa jalur lori ini masih bisa dilihat di sekitar pintu depan stasiun ini.

Sekitar 2013–2014, PT KAI sempat menerapkan kebijakan bahwa semua KA harus melintas langsung di stasiun ini untuk membersihkan stasiun dan KA dari pengamen maupun pedagang asongan hingga kembali melayani penumpang sejak diberlakukan Grafik Perjalanan Kereta Api 2015 mulai 1 April 2015.[7]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

KA Sri Tanjung saat tiba di Stasiun Kertosono. Tampak rumah sinyal barat yang kini telah dibongkar (2011)

Stasiun Kertosono memiliki tujuh jalur kereta api ditambah satu jalur yang terhubung dengan subdepo lokomotif tersebut, tetapi hanya jalur 1–5 yang sering digunakan. Pada awalnya, hanya jalur 1 yang dijadikan sebagai sepur lurus. Setelah jalur ganda ruas JombangBaron dioperasikan sejak 30 Oktober 2019,[8][9] jalur 2 dan 3 dijadikan sebagai sepur lurus berturut-turut untuk arah Madiun dan arah JombangSurabaya.

Pada saat pembangunan jalur ganda, dilakukan perubahan diagram lintasan stasiun ini dengan membuat percabangan menuju Kediri di dalam area emplasemen, menggunakan jalur 4 sebagai sepur lurus sehingga wesel "Simetri Kertosono" dibongkar. Selain itu, rumah sinyal peninggalan SS di barat stasiun maupun di timur Sungai Brantas dibongkar, mengganti jembatan lama dengan jembatan jalur dwiganda yang berukuran lebih besar, serta sistem persinyalan elektrik tipe Ansaldo digantikan dengan sistem terbaru produksi PT Len Industri.

Ke arah timur, terdapat dua viaduk: Jalan Ahmad Yani dan Nyawiji. Viaduk Nyawiji baru dibangun saat pembangunan jalur ganda tersebut.[10]

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada 29 Oktober 2006, pukul 06.50, kereta makan pada kereta api Gajayana terbakar akibat arus pendek di Stasiun Kertosono. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, tetapi insiden ini mengakibatkan beberapa perjalanan kereta api mengalami hambatan.[11]

Pada 28 Agustus 2008, sebuah rangkaian kereta api ketel anjlok tepat di Jembatan Sungai Brantas, 900 meter dari Stasiun Kertosono. Peristiwa ini mengakibatkan sejumlah perjalanan KA terganggu akibat rusaknya rel di jembatan itu.[12]

Pada 24 Desember 2008, sebuah lokomotif CC203 21 (kini CC203 98 09) menabrak kereta penolong yang sedang parkir di Stasiun Kertosono. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi insiden ini mengakibatkan rel sepanjang 2 meter patah, as roda lokomotif putus, dan kaca kereta penolong pecah.[13]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Antarkota[sunting | sunting sumber]

Kelas eksekutif[sunting | sunting sumber]
Kelas campuran[sunting | sunting sumber]
Kelas ekonomi premium[sunting | sunting sumber]

Jayakarta, tujuan Jakarta via Madiun-Solo-Yogyakarta-Purwokerto-Cirebon dan tujuan Surabaya via Jombang

Kelas ekonomi plus[sunting | sunting sumber]

Majapahit, tujuan Jakarta via Madiun-Solo-Semarang-Cirebon dan tujuan Malang via Blitar

Kelas ekonomi[sunting | sunting sumber]

Lokal[sunting | sunting sumber]

Barang[sunting | sunting sumber]

Parcel ONS (over-night service), tujuan:

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  4. ^ Staatsspoorwegen Ned. Indië (1896). Statistiek van het vervoer op de spoorwegen en tramwegen met machinale beweegkracht in Nederlandsch-Indië. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  5. ^ Pincoffs, L. dkk. (1873). Spoorwegen op Java. Rotterdam: Commissie voor de Spoorwegen op Java. 
  6. ^ Negara, Fadjrin Kurnia@Kementerian Badan Usaha Milik. "Sempat Vakum 2 Tahun, Stasiun Kertosono Kembali Beroperasi Sejak 2015". Kementerian BUMN (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-08-07. Diakses tanggal 2019-08-07. 
  7. ^ "Dilarang Berjualan, Pedagang Asongan Ricuh dengan Petugas PT KA". Detik.com. 5 Juli 2013. Diakses tanggal 24 Juli 2017. 
  8. ^ Media, Kompas Cyber. "Jalur Ganda Kereta Api Jombang - Baron Nganjuk Siap Dioperasikan". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-12-10. 
  9. ^ Chusna, Asmaul (2019-10-30). "KAI siap operasikan jalur ganda Jombang-Baron". Antara News. Diakses tanggal 2019-12-10. 
  10. ^ Nganjuk, Humas Polres. "Bupati Nganjuk Resmikan Terowongan Nyawiji , Kapolsek Kertosono Turun Langsung Pimpin Giat Pengamanan" (dalam bahasa english). Diakses tanggal 2019-08-07. 
  11. ^ Sumirat, Dadang (29 Oktober 2006). "Gerbong Restorasi KA Gajayana Terbakar". liputan6.com. Diakses tanggal 24 September 2017. 
  12. ^ Bambang (30 Agustus 2008). "KA Tangki Berhasil Dievakuasi Dari Jembatan Kertosono". Antaranews.com. Diakses tanggal 24 September 2017. 
  13. ^ Maksum, Dwidjo U. (24 Desember 2008). "Lokomotif Hantam Kereta Penolong di Stasiun Kertosono". Tempo.co. Diakses tanggal 24 September 2017. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Baron
ke arah Solo Balapan
Solo Balapan–Kertosono Terminus
Terminus Kertosono–Wonokromo Sembung (Jombang)
ke arah Wonokromo
Kertosono–Bangil Purwoasri
ke arah Bangil