Stasiun Baron

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Baron

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun BRN.png
  • Singkatan: BRN
  • Nomor: 4029
Stasiun Baron 2020 2.jpg
Bangunan baru Stasiun Baron pada tahun 2020
LokasiNasional 17 di {{Rute/Kode daerah Jalan Raya Baron/Raya Kertosono-Nganjuk
Kedungrejo, Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur
Indonesia
Ketinggian+46 m
OperatorDaerah Operasi VII Madiun
Letak dari pangkalkm 103+810 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan[1]
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama agak tinggi)
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Informasi lain
KlasifikasiIII/kecil[2]
Layanan
Hanya untuk persusulan antarkereta api.
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalan
Lokasi pada peta
Stasiun Baron berlokasi di Indonesia
Stasiun Baron
Stasiun Baron
Lokasi di Indonesia

Stasiun Baron (BRN) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Kedungrejo, Tanjunganom, Nganjuk; pada ketinggian +46 meter; termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun. Stasiun ini terletak di Jalan Raya NganjukKertosono, di barat perlintasan sebidang. Walaupun dinamakan "Baron", stasiun ini tidak berada di wilayah Baron, Nganjuk, melainkan berada di utara wilayah tersebut.

Dahulu ke arah barat, sebelum Stasiun Sukomoro, terdapat Perhentian Ngrajek yang telah lama dinonaktifkan.[3] Tidak diketahui kapan perhentian tersebut ditutup.

Saat ini, tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini selain untuk persusulan antarkereta api.

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Bangunan lama Stasiun Baron yang telah dirobohkan, 2009

Pada awalnya, Stasiun Baron memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 yang lama merupakan sepur lurus serta satu sepur badug di sisi timur bangunan lama. Setelah pengoperasian jalur ganda menuju Stasiun Nganjuk dilakukan sejak 14 Maret 2019[4] dan kemudian menuju Stasiun Jombang sejak 30 Oktober 2019,[5] jumlah jalur bertambah menjadi empat. Jalur 1 yang lama diubah menjadi jalur 2 yang baru sebagai sepur lurus arah Madiun, jalur 2 yang lama diubah menjadi jalur 3 yang baru sebagai sepur lurus arah Kertosono. Selain itu, sistem persinyalan diubah dari sistem mekanik menjadi sistem persinyalan elektrik. Karena terkena dampak pembangunan jalur 1 yang baru di bekas sepur badug lama, bangunan lama peninggalan Staatsspoorwegen dirobohkan dan digantikan dengan bangunan baru yang lebih besar.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Bangunan baru[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Officieele Reisgids der Spoor en Tramwegen en Aansluitende Automobieldiensten op Java en Madoera. Staatsspoor en Tramwegen Particuliere Spoor en Tramweg-Maatschappijen. 1935. 
  4. ^ Bagus, Rahadian (2019-03-14). "Jalur Ganda Baron-Nganjuk Mulai Beroperasi, Beberapa KA Alami Keterlambatan". TribunMadura.com. Diakses tanggal 2020-05-13. 
  5. ^ Setiawan, Kodrat (2019-10-30). "Jalur Ganda Kereta Jombang-Baron Siap Beroperasi Hari ini". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-30. 
Stasiun sebelumnya DJKA Kemenhub Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Sukomoro
ke arah Solo Balapan
Solo Balapan–Kertosono Kertosono
Terminus

Koordinat: 7°36′10″S 112°02′20″E / 7.6028151°S 112.0388854°E / -7.6028151; 112.0388854