Stasiun Sukomoro

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Sukomoro

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun SKM.png
  • Singkatan: SKM
  • Nomor: 4027
Stasiun Sukomoro 2019 1.jpg
Bangunan baru Stasiun Sukomoro, 2019
LokasiNasional 17 di {{Rute/Kode daerah Jalan Raya Sukomoro/Raya Kertosono-Nganjuk
Sukomoro, Sukomoro, Nganjuk, Jawa Timur 64481
Indonesia
Ketinggian+50 m
OperatorDaerah Operasi VII Madiun
Letak dari pangkalkm 114+445 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan[1]
Jumlah peron3 (satu peron sisi yang dan dua peron pulau yang sama-sama agak tinggi; tidak ada peron pulau di antara jalur 2 dan 3)
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Informasi lain
KlasifikasiIII/kecil[2]
Layanan
Hanya untuk persusulan antarkereta api
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalan
Lokasi pada peta
Stasiun Sukomoro berlokasi di Indonesia
Stasiun Sukomoro
Stasiun Sukomoro
Lokasi di Indonesia

Stasiun Sukomoro (SKM) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Sukomoro, Sukomoro, Nganjuk; pada ketinggian +50 meter; termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun. Stasiun ini terletak di Jalan Raya KertosonoNganjuk, berjarak sekitar 200 m ke arah barat daya dari Pasar Sukomoro.

Stasiun ini awalnya memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda ruas BaronNganjuk dioperasikan sejak 14 Maret 2019[3], jumlah jalur bertambah menjadi empat. Jalur 2 dijadikan sebagai sepur lurus arah Madiun, sedangkan jalur 3 dijadikan sebagai sepur lurus arah Kertosono, Pada saat pembangunan jalur ganda, dilakukan penambahan jalur 4 di sisi selatan stasiun sebagai sepur belok baru, perpanjangan emplasemen stasiun ke arah barat, dan penambahan satu sepur badug baru yang bercabang dari sisi barat jalur 1. Selain itu, sistem persinyalan diubah dari sistem mekanik menjadi sistem persinyalan elektrik. Bangunan lama peninggalan Staatsspoorwegen sudah dirobohkan dan digantikan dengan bangunan baru yang lebih besar. Dahulu ke arah timur, sebelum Stasiun Baron, terdapat Perhentian Ngrajek yang sudah lama nonaktif. tidak diketahui kapan Perhentian tersebut telah ditutup.

Saat ini, tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini selain untuk persusulan antarkereta api.

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada 4 Mei 2002 pukul 17.30, KA Logawa tergelincir sejauh 200 meter di timur Stasiun Sukomoro yang diakibatkan adanya bantalan rel yang aus. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi mengakibatkan kemacetan di sepanjang jalur selatan.[4]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Bangunan lama[sunting | sunting sumber]

Bangunan baru[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Bagus, Rahadian (2019-03-14). "Jalur Ganda Baron-Nganjuk Mulai Beroperasi, Beberapa KA Alami Keterlambatan". TribunMadura.com. Diakses tanggal 2020-05-13. 
  4. ^ KA Logawa Anjlok, Jalur Selatan Macet 9 Jam
Stasiun sebelumnya DJKA Kemenhub Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Nganjuk
ke arah Solo Balapan
Solo Balapan–Kertosono Baron
ke arah Kertosono

Koordinat: 7°36′09″S 111°56′33″E / 7.6025705°S 111.9425243°E / -7.6025705; 111.9425243