Jalur kereta api Solo Balapan–Kertosono

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Jalur kereta api Solo Balapan–Kertosono
COLLECTIE TROPENMUSEUM Spoorbrug bij Solo. TMnr 60005499.jpg
Jembatan Bengawan Solo, Jurug
Ikhtisar
JenisJalur lintas utama
SistemJalur kereta api rel berat
StatusBeroperasi
TerminusSolo Balapan
Kertosono
Stasiun24
Operasi
Dibuka1881–1884
PemilikDitjen KA, Kemenhub RI
OperatorPT Kereta Api Indonesia
Daerah Operasi VI Yogyakarta (Solo Balapan-Kedungbanteng)
Daerah Operasi VII Madiun (Walikukun-Kertosono)
Karakteristik lintasRel lintas datar
Data teknis
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasi60 s.d. 100 km/jam
Peta rute

KTA–PWS
SLO
Solo Balapan
GD–SLO
SK
Solo Jebres
BH-308
Jembatan Bengawan Solo Jurug
PL
Palur
KMR
Kemiri
GP
Grompol
MSR
Masaran
SR
Sragen
KRO
Kebonromo
KDB
Kedungbanteng
Daop 6 YK
Daop 7 MN
Jawa Tengah
Jawa Timur
WK
Walikukun
KG
Kedunggalar
NGW
Ngawi
GG
Geneng
Lanud Iswahyudi
MAG
Magetan
BH ?
Jembatan Bengawan Madiun
depot minyak Pertamina
MN
Madiun
MN–PO
BBD
Babadan
CRB
Caruban
SRD
Saradan
WLG
Wilangan
BGR
Bagor
NJ
Nganjuk
SKM
Sukomoro
BRN
Baron
KTS
Kertosono
BH 259
Jembatan Sungai Brantas Kertosono
KTS–BG
KTS–WO

Jalur kereta api Solo Balapan–Kertosono adalah ruas jalur kereta api lintas selatan Jawa yang menghubungkan Stasiun Solo Balapan dengan Stasiun Kertosono. Jalur ini merupakan bagian dari jalur selatan kereta api di Pulau Jawa, memiliki lintasan yang sejajar dengan jalan tol Solo–Ngawi dan jalan tol Ngawi–Kertosono yang saat ini sudah beroperasi.

Jalur ini merupakan jalur yang ramai dilintasi kereta eksekutif, bisnis, maupun ekonomi. Lintas Solo Balapan hingga perbatasan Sragen–Ngawi termasuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta, sedangkan petak antara perbatasan Sragen–Ngawi hingga Kertosono termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun. Jalur ini sepenuhnya berada di lintas datar, dengan sedikit kombinasi pemandangan hutan di sekitar Saradan, Madiun hingga memasuki Wilangan, Nganjuk.

Terhitung sejak 1 Desember 2019, dua stasiun di lintas ini (Stasiun Barat dan Stasiun Paron) masing-masing berganti nama menjadi Stasiun Magetan dan Stasiun Ngawi.[1][2][3]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pra-kemerdekaan[sunting | sunting sumber]

Jembatan Bengawan Madiun pada tahun 1880-an

Pada awal dasawarsa 1830-an, tepatnya setelah Perang Diponegoro, Kota Madiun dikuasai oleh pemerintah Hindia Belanda dan menjadi wilayah berstatus keresidenan dan menjadi tempat tinggal orang-orang Belanda dan Eropa lainnya terutama yang bekerja di bidang perkebunan dan perindustrian karena adanya pengembangan berbagai perkebunan dan pabrik di sekitar kota ini, seperti perkebunan tebu dengan pabrik gula, perkebunan teh, kopi, tembakau, dan lain-lain.[4]

Industri pertanian dan perkebunan semakin berkembang di wilayah Madiun. Untuk mendukung distribusi hasil bumi tersebut, diperlukan sistem transportasi terpadu—terutama pada sektor kereta api. Pada tahun 1873, Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan konsesi izin pembangunan jalur kereta api rute Surabaya–Solo dan Madiun–Ponorogo, begitu disebutkan dalam buku Spoorwegen op Java (1873). Pembangunannya dirintis oleh Staatsspoorwegen, perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda.[5]

Pembangunan jalurnya dimulai dari Kertosono menuju Nganjuk yang diresmikan pada 1 Oktober 1881. Kemudian diikuti ruas Nganjuk menuju Madiun pada tanggal 1 Juli 1882, Madiun–Paron pada 2 Juli 1883, Paron–Sragen pada 1 Maret 1884, dan akhirnya terhubung sampai Solo Jebres dan Solo Balapan pada 24 Mei 1884.[6]

Penggandaan[sunting | sunting sumber]

Jalur ini ditingkatkan menjadi jalur rel ganda secara bertahap. Jalur ganda pertama yang pertama kali beroperasi yakni di lintas Palur–Kedungbanteng sejak 5 Maret 2019[7], kemudian lintas NganjukBaron sejak 14 Maret 2019.[8] Jalur ini sepenuhnya sudah berupa jalur ganda seiring pengoperasian jalur ganda di lintas Solo JebresSolo Balapan mulai 7 Oktober 2020.

Sehubungan dengan pembangunan jalur ganda, sebagian besar stasiun kereta api di lintas ini—kecuali stasiun Sragen, Madiun, Wilangan, Nganjuk, dan Kertosono—akan menggunakan bangunan baru yang akan menggantikan bangunan lama peninggalan SS. Beberapa bangunan stasiun yang lama—terutama di Daerah Operasi VII Madiun—dirobohkan setelah pengoperasian jalur ganda.[9]

Jalur terhubung[sunting | sunting sumber]

Jembatan Kali Sawur (BH 150) yang menjadi pembatas Daerah Operasi VII Madiun dengan Daerah Operasi VI Yogyakarta sekaligus perbatasan provinsi, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Karena cabang Madiun–Ponorogo tidak lagi dioperasikan, maka jalur kereta api Solo Balapan–Madiun dan jalur kereta api Madiun–Kertosono tergabung sehingga membentuk jalur kereta api Solo Balapan–Kertosono.

Lintas aktif[sunting | sunting sumber]

Lintas nonaktif[sunting | sunting sumber]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Kelas eksekutif[sunting | sunting sumber]

Kelas campuran[sunting | sunting sumber]

Kelas ekonomi premium[sunting | sunting sumber]

Jayakarta, tujuan Jakarta dan tujuan Surabaya via Purwokerto–Yogyakarta–Madiun–Jombang

Kelas ekonomi plus[sunting | sunting sumber]

Majapahit tujuan Jakarta dan tujuan Malang via Tegal–Semarang–Solo Jebres–Kertosono–Blitar

Kelas ekonomi[sunting | sunting sumber]

Barang[sunting | sunting sumber]

Daftar stasiun[sunting | sunting sumber]

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas 16, 21 SurabayaSolo
Segmen Solo JebresModjo Sragen
Diresmikan pada tanggal 24 Mei 1884
oleh Staatsspoorwegen Oosterlijnen
Termasuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta
3130 Solo Balapan SLO Jalan Wolter Monginsidi 112, Kestalan, Banjarsari, Surakarta km 262+720 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan
km 107+914 lintas Semarang Tawang-Brumbung-Gundih-Solo Balapan-Solo Jebres/Yogyakarta
+93 m Beroperasi Stasiun Solo Balapan 2019.jpg
3151 Solo Jebres SK Jalan Ledoksari 1, Purwadiningratan, Jebres, Surakarta km 260+634 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan
km 110+000 lintas Semarang Tawang-Brumbung-Gundih-Solo Balapan-Solo Jebres
+97 m Beroperasi Stasiun Solo Jebres 2019.jpg
BH 308
Jembatan Bengawan Solo Jurug
4001 Palur PL Dagen, Jaten, Karanganyar km 256+484 +93 m Beroperasi Stasiun Palur 2019.jpg
4002 Kemiri KMR Kemiri, Kebakkramat, Karanganyar km 251+670 +98 m Beroperasi Stasiun Kemiri 2019.jpg
4003 Grompol GP Kaliwuluh, Kebakkramat, Karanganyar km 246+408 +87 m Tidak beroperasi Stasiun Grompol pasca dibongkar 2020.jpg
4004 Masaran MSR Masaran, Masaran, Sragen km 242+740 +93 m Beroperasi Stasiun Masaran 2020.jpg
Segmen Modjo Sragen–Paron
Diresmikan pada tanggal 1 Maret 1884
4005 Sragen SR Jalan Salak 1, Sragen Kulon, Sragen, Sragen km 233+761 +86 m Beroperasi Stasiun Sragen 2020.jpg
4006 Kebonromo KRO Ngarum, Ngrampal, Sragen km 228+552 +86 m Beroperasi Stasiun Kebonromo 2020.jpg
4007 Kedungbanteng KDB Gondang, Gondang, Sragen km 222+492 +85 m Beroperasi Stasiun Kedungbanteng 2020.jpg
BH 150
Jembatan Kali Sawur
Perbatasan Provinsi Jawa Tengah
Perbatasan Provinsi Jawa Timur
Termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun
4008 Walikukun WK Jalan Stasiun Walikukun, Walikukun, Widodaren, Ngawi km 210+197 +74 m Beroperasi Stasiun Walikukun 2020.jpg
4009 Kedunggalar KG Kedunggalar, Kedunggalar, Ngawi km 200+871 +75 m Beroperasi Stasiun Kedunggalar Juli 2020.jpg
Segmen Paron–Madiun
Diresmikan pada tanggal 2 Juli 1883
4011 Ngawi
d.h. Paron
NGW Jalan Raya Paron, Gelung, Paron, Ngawi km 191+707 +56 m Beroperasi Stasiun Ngawi 2019.jpg
4012 Geneng GG Tepas, Geneng, Ngawi km 184+344 +53 m Beroperasi Stasiun Geneng 2 2019.jpg
4013 Magetan
d.h. Barat
MAG Jalan Stasiun Barat, Karangsono, Barat, Magetan km 176+332 +70 m Beroperasi Stasiun Magetan 2019.jpg
Semawur SMW Tidak beroperasi
Jembatan Bengawan Madiun
Segmen Madiun–Nganjuk
Diresmikan pada tanggal 1 Juli 1882
4020 Madiun MN Jalan Kompol Sunaryo 6A, Madiun Lor, Manguharjo, Madiun km 165+783 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan
km 0+000 lintas Madiun-Ponorogo-Slahung
+63 m Beroperasi Stasiun Madiun 2020.jpg
4021 Babadan BBD Dimong, Madiun, Madiun km 157+889 +63 m Beroperasi New Babadan railway station.jpg
4022 Caruban CRB Jalan Stasiun Caruban, Krajan, Mejayan, Madiun km 149+569 +74 m Beroperasi Stasiun Caruban Baru 2.jpg
4023 Saradan SRD Sugihwaras, Saradan, Madiun km 141+063 +107 m Beroperasi Stasiun Saradan 2019.jpg
4024 Wilangan WLG Wilangan, Wilangan, Nganjuk km 132+265 +96 m Tidak beroperasi Stasiun Wilangan 2020.jpg
4025 Bagor BGR Nasional 17 di {{Rute/Kode daerah Jalan Raya Bagor, Paron, Bagor, Nganjuk km 125+230 +58 m Beroperasi Stasiun Bagor 2019.jpg
Segmen Nganjuk–Kertosono
Diresmikan pada tanggal 1 Oktober 1881
4026 Nganjuk NJ Nasional 17 di {{Rute/Kode daerah Jalan Panglima Besar Soedirman, Mangundikaran, Nganjuk, Nganjuk km 118+842 +56 m Beroperasi Stasiun Nganjuk 2019.jpg
4027 Sukomoro SKM Nasional 17 di {{Rute/Kode daerah Jalan Raya Sukomoro, Sukomoro, Sukomoro, Nganjuk km 114+445 +50 m Beroperasi Stasiun Sukomoro 2019 1.jpg
Ngrajek NJK Tidak beroperasi
4029 Baron BRN Nasional 17 di {{Rute/Kode daerah Jalan Raya Baron, Kedungrejo, Tanjunganom, Nganjuk km 103+810 +46 m Beroperasi Stasiun Baron 2020 2.jpg
4031 Kertosono KTS Jalan Stasiun Kertosono, Banaran, Kertosono, Nganjuk km 96+888 lintas SurabayaKertosonoMadiunSolo Balapan
km 215+479 lintas BangilBlitarKertosono
+43 m Beroperasi Stasiun Kertosono 2019.jpg

Keterangan:

  • Stasiun yang ditulis tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang ditulis biasa merupakan stasiun kelas II/menengah, III/kecil, dan halte.
  • Stasiun yang ditulis tebal miring merupakan stasiun kelas besar atau kelas I yang nonaktif.
  • Stasiun yang ditulis miring merupakan halte atau stasiun kecil yang nonaktif.

Referensi: [10][11][12]


Percabangan menuju Lanud Iswahyudi[sunting | sunting sumber]

Percabangan nonaktif ini—mulai Stasiun Magetan hingga Lanud Iswahyudi—dibangun pada tahun 1939-1940 oleh Staatsspoorwegen (SS), bersamaan dengan dibangunnya Lanud Iswahyudi.[13] Jalur ini memiliki panjang kurang lebih 5 km—berdampingan maupun bersilangan dengan jalur lori tebu PG Purwodadi—yang dikhususkan untuk mengangkut avtur atau bahan bakar pesawat yang dipasok oleh Pertamina menuju Landasan Udara Iswahyudi. Seiring dengan berjalannya waktu dan berkembangnya moda transportasi darat roda karet, Pertamina lebih memilih mendistribusikan avtur dengan menggunakan truk karena dinilai lebih praktis dan efisien, sehingga jalur ini resmi ditutup tahun 2004.[14]

Percabangan menuju Depo Pertamina Madiun[sunting | sunting sumber]

Percabangan ini dahulu merupakan percabangan menuju Pabrik Gula Rejo Agung dengan panjang lintasan kurang lebih 1,2 kilometer yang digunakan untuk mengangkut tetes tebu dari dalam pabrik gula dengan ditarik oleh lokomotif uap D52. Namun, jalur ini diperpendek dengan panjang kurang lebih 800 m untuk menghubungkan Stasiun Madiun dengan Depo Pertamina (Terminal BBM) Madiun. Jalur ini tepat berada di depan PT INKA dan bersebelahan dengan Jalan Yos Sudarso. Jalur ini dikhususkan untuk mengangkut kereta ketel BBM menuju Terminal BBM Madiun.[15]

Untuk keperluan langsiran kereta api ketel, dijalankan lokomotif CC201, CC203, dan CC206. Jalur ini merupakan jalur kereta api pinggir jalan raya yang masih aktif selain ruas Purwosari–Solo Kota.[16]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ redaksiSKI (2019-07-18). "Rencana Per 1 Desember 2019 Nama Stasiun Barat diganti Menjadi Stasiun Magetan". Suara Kumandang. Diakses tanggal 2019-11-02. 
  2. ^ didik (2018-03-02). "Nama Stasiun Paron Mau Diganti ? Dewan Ngawi Meradang". siagaindonesia.com. Diakses tanggal 2019-07-29. 
  3. ^ admin. "Realisasi Perubahan Nama Stasiun Paron | Radar Madiun" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-07-29. 
  4. ^ P., Tjondronegoro, Sediono M.; Gunawan., Wiradi,; Indonesia., Yayasan Obor (2008). Dua abad penguasaan tanah : pola penguasaan tanah pertanian di Jawa dari masa ke masa (edisi ke-Ed. rev). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. ISBN 9794616850. OCLC 271789216. 
  5. ^ Pincoffs, L. dkk. (1873). Spoorwegen op Java. Rotterdam: Commissie voor de Spoorwegen op Java. 
  6. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  7. ^ Isnanto, Bayu. Ardi. "Jalur Ganda Stasiun Palur-Kedungbanteng Resmi Beroperasi". detiknews. Diakses tanggal 2019-03-06. 
  8. ^ Harianto, Sugeng. "Uji Beban Laik dan Aman, Jalur Ganda Daop 7 Madiun Siap Beroperasi". detiknews. Diakses tanggal 2019-12-02. 
  9. ^ "Kemenhub Bangun Tiga Stasiun Kereta Api". Jawa Pos. 26 September 2017. 
  10. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  11. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  12. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
  13. ^ "Lanud Iswahjudi atau Bandara Iswahjudi". LintasMagetan.com. Diakses tanggal 22 Oktober 2017. 
  14. ^ "Arsip diskusi Semboyan35.com mengenai jalur ke Bandara Iswahjudi". Diakses tanggal 22 Oktober 2017. 
  15. ^ "Haduh, Nasib Rel Bengkong Sebentar Lagi Tinggal Kenangan". Solopos.com. 5 Februari 2015. Diakses tanggal 23 Oktober 2017. 
  16. ^ Majalah KA Edisi September 2014

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Peta rute:

KML is not from Wikidata