Daerah Operasi VII Madiun

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Daerah Operasi VII Madiun
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PT Kereta Api Indonesia (Persero)
Daerah Operasi VII Madiun
Kantor Daop/Divre
Provinsi Jawa Timur
Kota Madiun
Kecamatan Manguharjo
Kelurahan Madiun Lor
Alamat Jalan Kompol Sunaryo
Kode pos 63122
Informasi lain
Singkatan Daop/Divre MN
Stasiun tertinggi +244 m (Garum & Talun)
Layanan Lihatlah di bawah.
Karakteristik jalur Sebagian besar lintas datar, namun berlatar belakang perbukitan
Batas kecepatan tertinggi yang diizinkan 60 s.d. 90 km/jam

Daerah Operasi VII Madiun atau disingkat dengan Daop VII MN atau Daop 7 Madiun adalah salah satu daerah operasi perkeretaapian Indonesia, di bawah lingkungan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang berada di bawah Direksi PT Kereta Api Indonesia dipimpin oleh seorang Vice President (VP) yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direksi PT Kereta Api Indonesia.

Daerah Operasi VII Madiun terbentang dari barat, yaitu Stasiun Walikukun, Ngawi sampai timur, yaitu Stasiun Curahmalang, Jombang ; dan sebelah selatan, yaitu Stasiun Blitar. Stasiun utama di Daop VII adalah Stasiun Madiun, Stasiun Nganjuk Stasiun Kertosono, Stasiun Jombang, Stasiun Kediri, Stasiun Tulungagung, dan Stasiun Blitar. Dipo Lokomotif di Daop VII adalah Dipo Lokomotif Madiun yang berada dalam kompleks Stasiun Madiun.

Di daerah operasi inilah terdapat pusat industri kereta api PT INKA dengan memanfaatkan eks-Balai Yasa Madiun yang merupakan pabrik kereta api satu-satunya di Indonesia, maupun Asia Tenggara.

Kereta api[sunting | sunting sumber]

Kereta api penumpang yang berada di bawah pengoperasian Daop VII Madiun adalah:

  1. Kereta api Krakatau, ekonomi AC plus jarak jauh relasi Stasiun Blitar s.d. Stasiun Merak dengan nomor KA 155-158
  2. Kereta api Brantas, ekonomi AC jarak jauh relasi Stasiun Blitar s.d. Stasiun Pasar Senen dengan nomor KA 175-176
  3. Kereta api Kahuripan, ekonomi AC jarak jauh relasi Stasiun Blitar s.d. Stasiun Kiaracondong dengan nomor KA 181-182
  4. Kereta api Madiun Tambahan, ekonomi AC jarak jauh tambahan relasi Stasiun Madiun s.d. Stasiun Pasar Senen dengan nomor KA PLB 7025-7026

Kereta Api Penumpang yang berada di bawah pengoperasian selain Daop VII Madiun adalah

  1. Kereta Api Gajayana, Eksekutif jarak jauh relasi Stasiun Malang s.d. Stasiun Gambir dengan nomor KA 41-42 Operator Daop 8 Surabaya
  2. Kereta Api Bima, Eksekutif jarak jauh relasi Stasiun Malang s.d. Stasiun Gambir dengan nomor KA 43-46 Operator Daop 1 Jakarta
  3. Kereta Api Argo Wilis, Eksekutif jarak jauh relasi Stasiun Surabaya Gubeng s.d. Stasiun Bandung Hall dengan nomor KA 5-6 Operator Daop 2 Bandung
  4. Kereta Api Bangunkarta, Eksekutif jarak jauh relasi Stasiun Surabaya Gubeng s.d. Stasiun Gambir dengan nomor KA 55-56 Operator Daop 8 Surabaya
  5. Kereta Api Turangga, Eksekutif jarak jauh relasi Stasiun Surabaya Gubeng s.d. Stasiun Bandung Hall dengan nomor 49-50 Operator Daop 8 Surabaya
  6. Kereta Api Malioboro Ekspres, Eksekutif dan Ekonomi AC jarak menengah relasi Stasiun Malang s.d. Stasiun Yogyakarta dengan nomor KA 93-96 Operator Daop 6 Yogyakarta
  7. Kereta Api Malabar, Eksekutif, Bisnis, Ekonomi AC jarak jauh relasi Stasiun Malang s.d. Stasiun Bandung dengan nomor KA 91-92 Operator Daop 2 Bandung
  8. Kereta Api Mutiara Selatan, Eksekutif dan Bisnis jarak jauh relasi Stasiun Malang s.d. Stasiun Bandung dengan nomor KA 111-114 Operator Daop 2 Bandung
  9. Kereta Api Sancaka, Eksekutif dan Bisnis Jarak Menengah relasi Stasiun Surabaya Gubeng s.d. Stasiun Yogyakarta dengan nomor KA 83-86 Operator Daop 8 Surabaya dan Daop 6 Yogyakarta
  10. Kereta Api Ranggajati, Eksekutif dan Bisnis Jarak Jauh relasi Stasiun Jember s.d. Stasiun Cirebon dengan nomor KA 101-104 Operator Daop 3 Cirebon
  11. Kereta Api Majapahit, Ekonomi AC jarak jauh relasi Stasiun Malang s.d. Stasiun Pasar Senen dengan nomor KA 141-142 Operator Daop 8 Surabaya
  12. Kereta Api Matarmaja, Ekonomi AC jarak jauh relasi Stasiun Malang s.d.Stasiun Pasar Senen dengan nomor KA 171-172 Operator Daop 8 Surabaya
  13. Kereta Api Gayabaru, Ekonomi AC jarak jauh relasi Stasiun Surabaya Gubeng s.d.Stasiun Pasar Senen dengan nomor KA 173-174 Operator Daop 1 Jakarta
  14. Kereta Api Pasundan, ekonomi AC jarak jauh relasi Stasiun Surabaya Gubeng s.d. Stasiun Kiaracondong dengan nomor KA 179-180 Operator Daop 8 Surabaya
  15. Kereta Api Logawa, Ekonomi AC jarak jauh relasi Stasiun Jember s.d. Stasiun Purwokerto dengan nomor KA 187-190 Operator Daop 5 Purwokerto
  16. Kereta Api Sri Tanjung, Ekonomi AC jarak jauh relasi Stasiun Banyuwangi Baru s.d. Stasiun Lempuyangan dengan nomor KA 193-196 Operator Daop 9 Jember
  17. Kereta Api Lokal Kertosono, Ekonomi AC Lokal relasi Stasiun Kertosono s.d Stasiun Surabaya Kota dengan nomor KA 447-450 Operator Daop 8 Surabaya
  18. Kereta Api Rapih Dhoho, ekonomi AC lokal relasi Stasiun Surabaya Gubeng-Stasiun Blitar via Stasiun Kertosono dengan nomor KA 411-426 Operator Daop 8 Surabaya
  19. Kereta Api Penataran, ekonomi AC lokal relasi Stasiun Surabaya Gubeng-Stasiun Blitar via Stasiun Kertosono dengan nomor KA 429-438 Operator Daop 8 Surabaya.

Lintas Operasi[sunting | sunting sumber]

Lintas tak beroperasi[sunting | sunting sumber]

Bengkel dan sarana perawatan[sunting | sunting sumber]

Dipo Lokomotif Madiun (MN)[sunting | sunting sumber]

Terletak di Jalan Yos Sudarso. 69, Madiun, satu kompleks dengan Stasiun Madiun dan berdekatan dengan pabrik PT Industri Kereta Api Madiun (INKA). Dipo ini merupakan dipo lokomotif yang sering disinggahi lokomotif tamu dari Daop lain maupun yang telah selesai pembuatannya dari pabrik Inka.

Dipo Kereta dan Mekanik Madiun[sunting | sunting sumber]

Terletak satu kompleks dengan Stasiun Madiun, tepatnya di sebelah timur stasiun dan selatan pintu keluar KALUR rel dari pabrik INKA.

Subdipo Lokomotif dan Kereta Kertosono (KTS)[sunting | sunting sumber]

Terletak di sebelah selatan Stasiun Kertosono. Subdipo ini dulunya pernah menyimpan lokomotif dan rangkaian KA Bangunkarta sebelum KA tersebut diperpanjang rutenya hingga Surabaya, namun saat ini hanya menyimpan lokomotif dan rangkaian KRD Kertosono, ditambah lok posko/cadangan saja.

Subdipo Lokomotif dan Kereta Kediri (KD)[sunting | sunting sumber]

Terletak di sebelah tenggara Stasiun Kediri. Subdipo ini dulunya pernah menyimpan lokomotif dan rangkaian KA Krakatau KA Kahuripan dan KA Brantas sebelum KA tersebut diperpanjang rutenya hingga Blitar.

Subdipo Lokomotif dan Kereta Blitar (BL)[sunting | sunting sumber]

Terletak di sebelah selatan Stasiun Blitar. Gunanya untuk menyimpan lokomotif dan melayani perawatan rangkaian KA Krakatau, Kahuripan, Brantas, Kereta api Penataran dan Rapih Dhoho. Saat ini bangunan dipo yang dibangun saat zaman Belanda tersebut sedang direnovasi untuk digunakan kembali.

Daftar stasiun[sunting | sunting sumber]

Berturut-turut nama, singkatan, dan ketinggian dari permukaan air laut (dpl).

Keterangan:

  • Stasiun utama (besar/kelas I) ialah stasiun yang tertulis tebal miring
  • Stasiun menengah (kelas II) ialah stasiun yang tertulis tebal.
  • Stasiun kecil (kelas III) ialah stasiun yang tertulis normal.
  • Stasiun tak beroperasi ialah stasiun yang tertulis miring tanpa kode stasiun.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]