Kabupaten Aceh Timur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kabupaten Aceh Timur
Lambang Kabupaten Aceh Timur.png
Lambang Kabupaten Aceh Timur
Moto: Udep Sare Mate Sjahid


Lokasi Aceh Kabupaten Aceh Timur.svg
Peta lokasi Kabupaten Aceh Timur
Koordinat: -
Provinsi Aceh
Dasar hukum -
Tanggal Peresmian -
Ibu kota Idi Rayeuk
Pemerintahan
 - Bupati Tgk. Hasballah M. Thaib
 - DAU Rp. 600.936.437.000.-(2013)[1]
Luas 6.040,60 km2
Populasi
 - Total 360.475 jiwa (2010)
 - Kepadatan 59,68 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0646
Pembagian administratif
 - Kelurahan 513
Simbol khas daerah
 - Situs web www.acehtimurkab.go.id

Koordinat: 4°37′LU 97°37′BT / 4,617°LU 97,617°BT / 4.617; 97.617

Kabupaten Aceh Timur adalah sebuah kabupaten yang berada di sisi timur Aceh, Indonesia. Kabupaten ini juga termasuk kabupaten kaya minyak selain Aceh Utara dan Aceh Tamiang. Kawasan ini juga termasuk basis Gerakan Aceh Merdeka sebelum diberlakukannya Darurat Militer sejak Mei 2003. Sebelum penerapan Darurat Militer ini, kawasan Aceh Timur termasuk kawasan hitam, terutama di kawasan Peureulak dan sekitarnya.

Pemindahan Ibukota[sunting | sunting sumber]

Sebelumnya ibukota Kabupaten Aceh Timur adalah Kota Langsa tetapi dengan disetujui UU No. 3 Tahun 2001, ibukota Kabupaten Aceh Timur dipindahkan ke Idi yang berpenduduk sekitar 34.282 jiwa (Sensus Penduduk Tahun 2010).

Profil Daerah Aceh Timur[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Aceh Timur Memiliki Luas wilayah sebesar 6.040,60 Km², secara administratif Kabupaten Aceh Timur terdiri dari 24 Kecamatan, 54 Mukim, 513 Desa / Gampong, 1 Kelurahan dan 1596 Dusun. Nama nama Kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Timur adalah Kecamatan Simpang Ulim, kecamatan Julok, Kecamatan Nurussalam, Kecamatan Darul Aman, Kecamatan Idi Rayeuk, Kecamatan Peureulak, Kecamatan Rantau Selamat, Kecamatan Birem Bayeun, Kecamatan Serba Jadi, Kecamatan Rantau Peureulak, Kecamatan Pante Bidari, Kecamatan Madat, Kecamatan Indra Makmur, Kecamatan Idi Tunong, Kecamatan Banda Alam, Kecamatan Peudawa, Kecamatan Peurelak Timur, Kecamatan Peureulak Barat, Kecamatan Sungai Raya, Kecamatan Simpang Jernih, Kecamatan Darul Ihsan, Kecamatan Peunaron, Kecamatan Idi Timur, dan Kecamatan Darul Falah.

Secara umum Kabupaten Aceh Timur merupakan dataran rendah, perbukitan, sebagian berawa-rawa dan hutan mangrove, dengan ketinggian berada 0–308 m di atas permukaan laut. Keadaan topografi daerah Kabupaten Aceh Timur dikelompokkan atas 4 kelas lereng yaitu : 0-2%, 2-15%, 5-40% dan > 40%. Dilihat dari penyebaran lereng tersebut yaitu memiliki kemiringan lereng >40% hanya sebesar 6,7% yaitu meliputi Kecamatan Birem Bayeun dan Serbajadi. Sedangkan wilayah yang memiliki kemiringan lereng 0-2%,2-15% dan 5-40% meliputi seluruh Kecamatan.

Komoditi unggulan Kabupaten Aceh Timur yaitu sektor pertanian dan jasa. Sektor pertanian komoditi unggulannya adalah sub sektor tanaman perkebunan dengan komoditi Kelapa Sawit, Kakao, Karet dan Kelapa Sub sektor pertanian komoditi yang diunggulkan berupa Jagung dan Ubi kayu, Pariwisatanya yaitu wisata alam, wisata adat dan budaya.

Sebagai penunjang kegiatan perekonomian, di Kabupaten ini Tersedia 1 Pelabuhan Industri, yaitu Pelabuhan Idi, Di kabupaten ini juga terdapat tiga jalan, yaitu jalan Negara, jalan Kabupaten dan jalan Provinsi. Panjang Jalan Provinsi adalah 89 km, panjang jalan Kabupaten adalah 1.100 km dan panjang jalan Negara adalah 102 km. Untuk industri tersedia 6 kawasan industri, yaitu Kawasan Industri UMKM Pisang Sale, Kawasan Industri Kelapa Terpadu, Kawasan Industri Pengolahan Rotan, Kawasan Industri Agro dan Perikanan, Kawasan Industri Kelapa Terpadu Timur (KITAT) dan Kawasan Industri Migas Pertambangan dan Energi yang didukung juga oleh fasilitas listrik dan telekomunikasi.

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No. Nama Bupati Masa Jabatan
1 T.M. Daoedsjah 1945-1946
2 T. Radja Pidie 1946
3 T. Ali 1946
4 T. A. Hasan 1946-1948
5 Tgk. Maimoen Habsjah 1948-1952
6 Ibnu Saadan 1952
7 Zaini Bakri 1952-1953
8 T. Madja Purba 1953-1954
9 M. Kasim 1954-1955
10 Moenar Sastro Amidjojo 1955-1956
11 Kamaroesid 1956-1958
12 Tgk. Mohd. Daoed 1958-1959
13 T. Djohansjah 1959-1967
14 Muhammad Hasbi Usman 1967
15 Muhammad Nurdin 1967-1973
16 Drs. Ayub Yusuf 1973-1977
17 Drs. Zainuddin Mard 1977-1983
18 Drs. T. M. Bachrum 1983-1984
19 Drs. Zainuddin Mard 1984-1989
20 M. Noeh A.R. 1989-1994
21 Alauddin A.E. 1994-1999
22 Drs. Azman Usmanuddin, M.M. 1999-2006
23 Ir. Azwar A.B., M.Si. 2006-2007
24 Tgk. Muslim Hasballah 2007-2012
25 Tgk. Hasballah M Thaib 2012-sekarang

Pemekaran dan Sejarah Aceh Timur[sunting | sunting sumber]

Pemekaran

Sejak tahun 2000, Kabupaten Aceh Timur mengalami pemekaran yang ditujukan agar pembangunan kawasan itu merata. Daerah hasil pemekaran itu antara lain:

  • Kota Langsa yang pada awalnya pusat ibukota Kabupaten Aceh Timur kemudian berubah status menjadi Kota Administratif Langsa dan akhirnya menjadi Kota Langsa.
  • Kabupaten Aceh Tamiang yang mencakup 12 kecamatan.

Sejarah Aceh Timur

Daratan Aceh Timur telah didiami manusia sejak Zaman Batu Pertengahan (Zaman Mesolitikum). Hal ini didasarkan kepada hasil penelitian yang dilakukan oleh DR. H. Kupper yang menyebutkan bahwa telah dijumpai perkakas yang terbuat dari batu bergosok sebelah yang digunakan oleh manusia tersebut pada penggalian dikawasan antara Kuta Binjai dan Alue Ie Mirah ± 15 Km dari Kota Idi.
Zaman Batu Muda (Neolitikum) di Asia Tenggara diperkirakan sekitar 1.000 tahun sebelum Masehi. Pada saat itu muncul Bangsa Proto Malay (Melayu Tua) yang menyebar ke berbagai penjuru termasuk Aceh Timur dan Aceh Utara. Kebudayaan mereka lebih maju dibandingkan dengan bangsa sebelumnya, mereka telah memasak makanan dan bercocok tanam.
Kemudian sekitar 300 tahun menjelang Masehi muncul Bangsa Deutoro Malay (Melayu Baru) dengan kebudayaan yang lebih maju. Kedatangan mereka di Aceh membuat sebagian Bangsa Proto Malay (Melayu Tua) yang tidak mau berassimilasi mengungsi ke pedalaman. Menurut para ahli sejarah sisa-sisa Bangsa Proto Malay ini adalah nenek moyangnya orang Gayo, Batak, Nias dan Toraja.
Manakala perjalanan laut telah maju pesat, berdatangan pula ke Aceh para pedagang Parsia, Gujarat (India), China dan Eropah untuk berdagang dan mencari pohon Pohon Peureulak untuk dijadikan kapal. Setelah agama Islam berkembang di jazirah Arab diutus pula para pendakwah ke timur untuk menyebarkan agama Islam. Mereka ada yang mendarat di Peureulak dan menetap disana. Pada hari Selasa 1 Muharram 225 H (840 M) diproklamirkan berdiri nya Kerajaan Islam Peureulak dengan dinobatkannya Sayed Maulana Abdul Aziz Syah (840-864M) sebagai raja pertama, dengan ibukota kerajaan bernama Bandar Khalifah. Ibnu Bathuthah dan Marcopolo pernah berkunjung ke Peureulak dan menulis dalam catatannya bahwa negeri itu telah maju pesat di bawah pemerintahan seorang raja yang taat beragama. Masyarakatnya telah menganut agama Islam meskipun masih ada yang menganut paham animisme dan sangat primitif.[butuh rujukan]

Tokoh dari Aceh Timur[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kabupaten Aceh Utara, Selat Malaka
Selatan Kota Langsa, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Gayo Lues
Barat Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah
Timur Selat Malaka, Kota Langsa

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15.