Kabupaten Aceh Tamiang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Aceh Tamiang)
Jump to navigation Jump to search

Koordinat: 4°14′N 97°58′E / 4.233°N 97.967°E / 4.233; 97.967

Kabupaten Aceh Tamiang
كابوڤاتين اچيه تميانڠ
Lambang Kabupaten Aceh Tamiang
Lambang Kabupaten Aceh Tamiang
كابوڤاتين اچيه تميانڠ


Moto: Kaseh pape setie mati



Lokasi Aceh Kabupaten Aceh Tamiang.svg
Peta lokasi Kabupaten Aceh Tamiang
كابوڤاتين اچيه تميانڠ di Aceh
Koordinat: 03°53-04°32' LU dan 97°44'- 98°18' BT
Provinsi Aceh
Dasar hukum UURI Nomor 4 Tahun 2002
Tanggal peresmian 10 April 2002
Ibu kota Karang Baru
Pemerintahan
-Bupati H.Hamdan Sati,ST[1]
-Wakil Bupati
APBD
-APBD Rp.1.175.611.272.018,-[2]
-PAD Rp. 141.815.373.710,-[2]
-DAU Rp. 532.641.693.000,-(2018)[2]
Luas 1.956,72 km² [3]
Populasi
-Total 287.733 jiwa 2017[3]
-Kepadatan 147 jiwa/km² (2017)
Demografi
-IPM 67,41 (2016)[1]
-Kode area telepon 0641
Pembagian administratif
-Kecamatan 12[3]
-Kelurahan -
-Desa 213 gampong[3]
Simbol khas daerah
Situs web www.acehtamiangkab.go.id
Kuala Paret, salah satu tujuan wisata alam di Aceh Tamiang

Kabupaten Aceh Tamiang (Melayu Jawi:كابوڤاتين اچيه تميانڠ) adalah salah satu kabupaten di Provinsi Aceh, Indonesia. Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Timur dan terletak di perbatasan Aceh-Sumatera Utara. Istilah "Tamiang" berasal dari kata Da Miang. Sejarah menunjukkan tentang eksistensi wilayah Tamiang seperti prasasti Sriwijaya, kemudian ada riwayat dari Tiongkok karya Wee Pei Shih yang mencatat keberadaan negeri Kan Pei Chiang (Tamiang), atau Tumihang dalam Kitab Nagarakretagama. Daerah ini juga dikenal dengan nama Bumi Muda Sedia, sesuai dengan nama Raja Muda Sedia yang memerintah wilayah ini selama 6 tahun (1330-1336). Raja ini mendapatkan Cap Sikureung dan hak Tumpang Gantung dari Sultan Aceh atas wilayah Karang dan Kejuruan Muda pada masa itu.

Kabupaten ini berada di jalur timur Sumatera yang strategis dan hanya berjarak lebih kurang 250 km dari Kota Medan sehingga akses serta harga barang di kawasan ini relatif lebih murah daripada daerah Aceh lainnya. Di samping itu, kawasan ini relatif lebih aman semasa GAM berjaya dahulu. Ketika seruan mogok oleh GAM diberlakukan di seluruh Aceh, hanya kawasan ini khususnya Kota Kuala Simpang yang aktivitas ekonominya tetap berjalan.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Foto Nama Wakil Mulai Jabatan Akhir Jabatan Keterangan
1. AbdulLatief-1stRegentofAcehTamiang.png Drs. H. Abdul Latief H. Awalluddin SH, SPN, MH. 2006 2012  
*   Anwar Ishak tidak ada 2012 2012 Pejabat Bupati
2. H.Hamdan Sati,ST petahana 2012 2017

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Demografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Aceh Tamiang merupakan pecahan dari Kabupaten Aceh Timur dan merupakan satu-satunya kawasan di Aceh yang banyak bermukim etnis Melayu (60%). Suku Jawa (20%) membentuk suku kedua terbesar di kabupaten tersebut. Selain kedua etnis tersebut, suku Aceh (15%) juga banyak dijumpai di kabupaten ini. Sementara di daerah hulu terdapat Suku Gayo dan Suku Alas. [4]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Aceh Tamiang merupakan kawasan kaya minyak dan gas, meski jumlahnya tidak sebesar Kabupaten Aceh Utara, dan kawasan ini juga merupakan salah satu pusat perkebunan kelapa sawit di Aceh. Di samping itu, Aceh Tamiang juga mengandalkan sektor angkutan karena posisinya yang strategis, dan angkutan air merupakan salah satu primadona alternatif karena kabupaten ini dialiri dua sungai besar yakni Sungai Tamiang (yang terpecah menjadi Simpang Kiri dan Simpang Kanan) dan Sungai Kaloy. Kabupaten Aceh Tamiang juga mengandalkan sektor pertanian, industri pengolahan dan perdagangan.

Kabupaten Aceh Tamiang memiliki beberapa tempat wisata yang hingga saat ini perlu penataan yang serius dan dikelola dengan baik. Air Terjun Tujuh Tingkat, Bendungan, Gua Walet, Pantai Seruway adalah beberapa contoh tempat wisata di Aceh Tamiang yang perlu mendapatkan perhatian untuk dapat dikelola menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah.

Tokoh Terkenal[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]