Kota Langsa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kota Langsa
Lambang Kota Langsa
Lambang Kota Langsa
Moto: "Terwujudnya Masyarakat yang Aman, Damai, Bermartabat, Maju, Sejahtera, dan Islami"
Gedung Balee Juang
Gedung Balee Juang
Lokasi Aceh Kota Langsa.svg
Peta lokasi Kota Langsa
Koordinat: 4°27′1.56″LU,97°56′10.97″BT
Provinsi Aceh
Hari jadi 17 Oktober 2001
Dasar hukum UU No. 3 Tahun 2001
Pemerintahan
 - Walikota Usman Abdullah
 - DAU Rp.381.240.982.000,-(2013)[1]
Luas 262,41 km²
Populasi
 - Total 148.945 [2]
 - Kepadatan 562
Demografi
 - Kode area telepon 0641
Pembagian administratif
 - Kecamatan 5
 - Kelurahan 66
Simbol khas daerah
 - Fauna resmi Elang
 - Situs web www.langsakota.go.id

Koordinat: 4°28′LU 97°58′BT / 4,467°LU 97,967°BT / 4.467; 97.967

Kota Langsa adalah salah satu kota di Aceh, Indonesia. Kota Langsa adalah kota yang menerapkan hukum Syariat Islam.

Kota Langsa berada kurang lebih 400 km dari kota Banda Aceh. Kota Langsa sebelumnya berstatus Kota Administratif sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 1991 tentang Pembentukan Kota Administratif Langsa. Kota Administratif Langsa diangkat statusnya menjadi Kota Langsa berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 tanggal 21 Juni 2001. Hari jadi Kota Langsa ditetapkan pada tanggal 17 Oktober 2001.

Kota Langsa terkenal sebagai kota pendidikan, kota perdagangan, kota kuliner/makanan, dan kota wisata.

Mayoritas Penduduk[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk Kota Langsa adalah suku Aceh, suku Melayu, suku Jawa, suku Tionghoa, dan suku Batak. Bahasa Aceh digunakan oleh mayoritas masyarakat Kota Langsa, namun bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa utama.

Agama Islam adalah agama mayoritas masyarakat Kota Langsa dan rakyat Aceh umumnya. Hukum Syariat Islam menjadi aturan dasar dalam kehidupan masyarakat Kota Langsa. Agama Kristen juga menjadi bagian dari populasi, sementara Buddha banyak diadopsi oleh komunitas warga Tionghoa (China). Kota Langsa merupakan kota yang kaya akan perbedaan etnis dan penduduk tetap hidup dalam damai serta memiliki toleransi beragama yang kuat. Lokasi Kota Langsa sangat dekat dengan Medan, ibu kota Provinsi Sumatera Utara, sehingga menempatkan Kota Langsa sebagai kota yang strategis dan ramai imigran.

Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Pada Pemilu Legislatif 2014, anggota DPRK Langsa berjumlah 25 orang dengan perwakilan 9 partai politik. Khusus untuk Provinsi Aceh yang berstatus Otonomi Khusus, ditambah dengan 3 partai politik lokal, yaitu Partai Aceh, Partai Damai Aceh, dan Partai Nasional Aceh. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Pemerintahan Aceh dan Nota Kesepahaman Helsinki 2005.

DPRK Langsa 2014-2019
Partai Lambang Partai Aceh
Partai Aceh
Lambang Partai Golkar
Partai Golkar
Lambang Partai Demokrat
Partai Demokrat
Lambang Partai Hanura
Partai Hanura
Lambang Partai NasDem
Partai NasDem
Lambang PKS
PKS
Lambang PDI-Perjuangan
PDI-Perjuangan
Lambang Partai Gerindra
Partai Gerindra
Lambang PAN
PAN
Total
Kursi 6 4 3 3 2 2 2 2 1 25
Pemandangan Masjid Raya Darul Falah Kota Langsa.
Pemandangan Kota Langsa dari atas menara Masjid Raya Darul Falah Kota Langsa.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Perguruan Tinggi

Akademi

  • Akademi Kebidanan Harapan Ibu
  • Akademi Keperawatan StiKes Cut Nyak Dhien
  • Akademi Keperawatan UMMI
  • Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bustanul Ulum Langsa
  • Akademi Kebidanan Bustanul Ulum
  • Akademi Keperawatan DepKes (Departemen Kesehatan)

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Rumah Sakit

  • Rumah Sakit Umum Daerah Kota Langsa
  • Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kota Langsa
  • Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Langsa
  • Rumah Sakit Umum UMMI Langsa

Puskesmas

  • Puskesmas Langsa Timur
  • Puskesmas Langsa Lama
  • Puskesmas Seuriget
  • Puskesmas Langsa Baro
  • Puskesmas Langsa Kota

Daftar Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Cuaca[sunting | sunting sumber]

Kota Langsa merupakan daerah tropis yang selalu dipengaruhi oleh angin musim, sehingga setiap tahun ada dua musim yang berbeda yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan dan musim kemarau biasanya terjadi secara acak sepanjang tahun.

Meskipun perubahan cuaca sering, curah hujan rata-rata per tahun berkisar dari 1500 mm sampai 3000 mm, sedangkan suhu udara rata-rata berkisar antara 28°-32°C dan kelembaban relatif rata-rata 75 %.

Tempat Wisata di Kota Langsa[sunting | sunting sumber]

  1. Lapangan Merdeka Kota Langsa. Terletak di pusat Kota Langsa. Lapangan ini biasa dipakai untuk acara-acara dan kegiatan sosial. Lapangan ini adalah Ruang Terbuka Hijau utama Kota Langsa. Setiap hari ramai warga menghabiskan waktu di tempat ini. Ciri khas Lapangan Merdeka Kota Langsa ini dan mungkin satu-satunya di Indonesia adalah di sekeliling lapangan ini terdapat banyak Pohon Pinus yang tumbuh sangat besar dan menjulang sangat tinggi. Keindahan pohon-pohon Pinus besar di Lapangan Merdeka Kota Langsa ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Kota Langsa serta bagi para wisatawan yang mengunjungi kota ini. Dan pohon-pohon pinus besar seperti ini juga banyak dijumpai di seputaran pusat Kota Langsa.
  2. Taman Bambu Runcing. Taman ini terletak tak berjauhan dari Lapangan Merdeka Kota Langsa. Taman dengan konsep central park atau "taman di tengah kota" ini ramai dikunjungi karena ada nilai sejarah kemerdekaan di sini. Salah satu karakteristik taman ini adalah, adanya Tugu Bambu Runcing yang berdiri megah di tengah taman. Diperkaya juga dengan plakat "Udep Saree Matee Syahid" dan "Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang Menghargai Jasa Pahlawannya" serta plakat gambar perjuangan Rakyat Aceh mengusir penjajah. Plakat ini terletak di tembok belakang Bambu Runcing.
  3. Hutan Lindung Kota Langsa. Berlokasi di Jalan Perumnas, Desa Paya Bujok Seulemak, Langsa Baro. Hutan Lindung ini adalah kawasan wisata dengan konsep Ruang Terbuka Hijau yang juga berfungsi sebagai paru-paru Kota Langsa. Memiliki luas sekitar 10 hektare. Pengunjung bisa merasakan sejuknya suasana alam serta melihat keindahan dan keasrian flora fauna di Hutan Lindung ini. Di Hutan Lindung ini terdapat sekitar 300 jenis tanaman dan puluhan binatang. Pohon damar, pohon merbau merupakan salah satu tumbuhan yang bisa dilihat di sini. Bila beruntung, pengunjung juga bisa menyaksikan bunga bangkai yang sedang mekar. Tapi ini hanya terjadi setahun sekali, biasanya pada November atau Desember. Itupun hanya berlangsung sekitar 4 hari. Koleksi binatangnya juga lumayan banyak. Ada buaya, rusa, ular, musang, kera, landak, dan aneka jenis burung. Kegiatan yang paling digemari, terutama bagi anak-anak yaitu memberi makan rusa. Cukup membeli makanannya berupa wortel yang sudah dirajang, pengunjung pun bisa memberi makan rusa-rusa tersebut.
  4. Hutan Mangrove. Kawasan Hutan Mangrove yang terletak di kilometer 10 Kuala Langsa, adalah tempat favorit untuk menikmati wisata alam mangrove bersama keluarga. Berada di lokasi alami di antara rimbunan pohon bakau atau mangrove yang membentang luas di atas lahan rawa pesisir Kuala Langsa. Ada jalan setapak sepanjang 500 meter berliku-liku dengan konstruksi beton yang kokoh, sehingga pengunjung bisa masuk ke dalam hutan mangrove dengan sangat nyaman. Pengunjung bisa merasakan sensasi dan sejuknya suasana hutan mangrove yang mungkin tidak bisa didapatkan di kota lain di Aceh.
  5. Jalan Cut Nyak Dhien. Merupakan sentra wisata kuliner Kota Langsa. Ada banyak sajian makanan yang ditawarkan di sini, menjelang sore dan malam hari. Menu istimewa adalah, Mie Aceh, sate daging, martabak, es krim, aneka makanan tradisional, aneka western food seperti burger dan pizza, dan jajanan lainnya dengan harga yang sangat terjangkau. Khusus untuk kuliner asli Kota Langsa yaitu Sop Sumsum tidak terdapat di tempat ini, Sop Sumsum hanya bisa dinikmati di restoran-restoran yang ada di Kota Langsa.
  6. Gedung Balee Juang. Terletak di jantung Kota Langsa. Merupakan gedung peninggalan kolonial Belanda. Arsitektur ala Belanda masih sangat jelas terdapat pada gedung ini. Gedung ini telah ada sejak tahun 1920, yang ketika itu bernama Het Kantoorgebouw Der Atjehsche Handel-Maatschappij Te Langsar, gedung semacam ini hanya ada di Aceh saja ketika itu yaitu di Kuta Raja dan di Kota Langsa. Di depan gedung ini, ada kantor pos yang sama-sama bercirikan arsitektur Belanda.
  7. Pelabuhan Kuala Langsa. Pelabuhan ini adalah satu-satunya pelabuhan yang menghubungkan Kota Langsa dengan luar negeri. Dahulu pelabuhan ini ramai akan aktivitas kapal transportasi dari Kota Langsa menuju ke luar negeri dan sebaliknya. Aktivitas di pelabuhan ini sehari-hari adalah kapal bongkar muat barang antara Kota Langsa dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Serta aktivitas kapal bongkar muat barang di antaranya dengan negara Malaysia, Penang, Thailand, India, dan Singapura. Juga masih banyak aktivitas yang bisa dilakukan di Pelabuhan Kuala Langsa. Seperti memancing, berenang, bersantai dengan keluarga dan melihat perahu-perahu nelayan yang lalu lalang. Di pelabuhan ini juga banyak dijumpai pedagang yang menjual aneka makanan dan minuman, seperti bakso, jagung rebus, es krim, mie Aceh, es kelapa muda dan lain sebagainya. Para penjualnya sebagian besar berasal dari desa setempat. Pada hari Sabtu 23 Februari 2013, pelayaran perdana Kota Langsa - Penang kembali diresmikan setelah sempat vakum pada masa konflik dahulu.[3] Ini bentuk komitmen pemerintah Aceh untuk menjadikan Pelabuhan Kuala Langsa menjadi pelabuhan internasional yang terkenal.
  8. Ujong Pusong. Atau desa Pusong. Adalah pedesaan unik dan langka di mana penduduk sehari-hari berpencaharian mayoritas nelayan. Nuansa desa Pusong sangat unik mengingat Pusong ini terletak di tengah laut yang berbentuk daratan pantai. Ujong Pusong adalah salah satu tempat kunjungan wisata yang masih terus dikembangkan, melihat penduduknya yang relijius dan bersahabat didukung oleh adanya beberapa sarana dan prasarana seperti masjid, dan air bersih.
  9. Pulau Teulaga Tujoh. Pulau Teulaga Tujoh adalah pulau kecil yang berada tak jauh dari Pusong. Tempat ini sangat indah dan unik serta langka karena tidak ada satupun orang yang bermukim di sini karena beberapa sebab. Salah satunya adalah karena tempat ini diyakini masyarakat adalah tempat keramat. Pulau Teulaga Tujoh adalah pulau yang belum tersentuh dan masih alami dengan pantai, hutan yang hijau dan dengan hunian binatang di antaranya kera dan burung yang ramah menyambut kedatangan pengunjung. Pulau ini sangat cocok menjadi tempat penelitian dan rekreasi alam.
  10. Kawasan Toko Belakang. Merupakan kawasan Pecinan atau biasa disebut dalam bahasa Inggris, China Town. Kawasan ini dulunya merupakan kawasan komunitas warga Tionghoa yang besar. Sampai sekarang beberapa bangunan asli milik warga Tionghoa masih bisa dilihat, namun seiring perkembangan zaman, sebagian bangunan ini dihancurkan dan dibangun bangunan yang lebih modern. Ada beberapa makanan khas China di tempat ini, seperti kwetiau, pangsit, cap cay, dan lain-lain. Terdapat juga satu bangunan pabrik kecap asin tertua di tempat ini.
  11. Langsa Town Square (LATOS). LATOS merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Kota Langsa. LATOS terletak di pusat pasar Kota Langsa. Gedung LATOS terdiri dari 3 lantai dengan 400 unit toko, dan memiliki beragam fasilitas menarik.

Tempat Ibadah di Kota Langsa[sunting | sunting sumber]

  • Masjid Raya Darul Falah Kota Langsa, masjid terbesar yang berlokasi di jantung kota dengan fasilitas besar yang dapat menampung jamaah untuk melakukan ibadah. Terdapat banyak masjid yang tersebar di penjuru kota. Mayoritas penduduk di Kota Langsa beragama Islam, tidak sulit untuk menemukan masjid khususnya di Kota Langsa umumnya di Aceh.
  • Masjid tertua yang dimiliki Kota Langsa adalah Masjid Istiqamah, yang berdiri kukuh di kecamatan Langsa Kota tepatnya di desa Gampong Teungoh.
  • Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).
  • Vihara Buddha Kota Langsa, berlokasi di pusat pasar tradisional Kota Langsa, vihara ini sangat indah dengan balutan cat warna merah yang mencirikan warna khas komunitas Tionghoa.

Tokoh dari Kota Langsa[sunting | sunting sumber]

Prestasi Kota Langsa[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 22 Juli 2016, Kota Langsa memperoleh penghargaan Adipura Buana.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Kota Langsa mempunyai luas wilayah 262,41 KM2, yang terletak pada posisi antara 04° 24’ 35,68’’ – 04° 33’ 47,03” Lintang Utara dan 97° 53’ 14,59’’ – 98° 04’ 42,16’’ Bujur Timur, dengan ketinggian antara 0 – 25 m di atas permukaan laut serta mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut.

Utara Selat Malaka
Selatan Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang
Barat Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur
Timur Selat Malaka

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]