Kota Banda Aceh

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Banda Aceh)
Lompat ke: navigasi, cari
Kota Banda Aceh
كوتا باندا اچيه
Sumatera 1rightarrow blue.svg Aceh
Masjid Raya Baiturrahman
Masjid Raya Baiturrahman
Lambang Kota Banda Acehكوتا باندا اچيه
Lambang
Semboyan: Saboeh Pakat Tabangun Banda
Lokasi Kota Banda Acehكوتا باندا اچيه di Pulau Sumatera
Lokasi Kota Banda Aceh
كوتا باندا اچيه di Pulau Sumatera
Kota Banda Acehكوتا باندا اچيه berlokasi di Indonesia
Kota Banda Acehكوتا باندا اچيه
Kota Banda Aceh
كوتا باندا اچيه
Letak Kota Banda Aceh di Indonesia
Koordinat: 5°33′LU 95°19′BT / 5,55°LU 95,317°BT / 5.550; 95.317
Negara  Indonesia
Hari jadi 22 April 1205
Pemerintahan
 • Wali kota Illiza Sa'aduddin Djamal
Populasi (2009)356.983 [1]
 • Total jiwa
Zona waktu WIB (UTC+7)
Kode telepon +62 651
Kecamatan 9
Desa/kelurahan 73/17
Situs web www.bandaacehkota.go.id

Kota Banda Aceh (Jawoë: كوتا باندا اچيه) adalah salah satu kota yang berada di Aceh dan menjadi ibukota Provinsi Aceh, Indonesia. Sebagai pusat pemerintahan, Banda Aceh menjadi pusat kegiatan ekonomi, politik, sosial dan budaya. Kota Banda Aceh juga merupakan kota yang berlandaskan Islam yang paling tua di Asia Tenggara, di mana Kota Banda Aceh merupakan ibu kota dari Kesultanan Aceh.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Lukisan Kota Banda Aceh pada masa Kesultanan Aceh dari arah laut oleh François Valentijn (1724-1726)

Banda Aceh sebagai ibu kota Kesultanan Aceh Darussalam berdiri pada abad ke-14. Kesultanan Aceh Darussalam dibangun di atas puing-puing kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha yang pernah ada sebelumnya, seperti Kerajaan Indra Purba, Kerajaan Indra Purwa, Kerajaan Indra Patra, dan Kerajaan Indrapura (Indrapuri). Dari batu nisan Sultan Firman Syah, salah seorang sultan yang pernah memerintah Kesultanan Aceh, didapat keterangan bahwa Kesultanan Aceh beribukota di Kutaraja (Banda Aceh). (H. Mohammad Said a, 1981:157).

Kemunculan Kesultanan Aceh Darussalam yang beribukota di Banda Aceh tidak lepas dari eksistensi Kerajaan Islam Lamuri. Pada akhir abad ke-15, dengan terjalinnya suatu hubungan baik dengan kerajaan tetangganya, maka pusat singgasana Kerajaan Lamuri dipindahkan ke Meukuta Alam.[2] Lokasi istana Meukuta Alam berada di wilayah Banda Aceh.

Sultan Ali Mughayat Syah memerintah Kesultanan Aceh Darussalam yang beribukota di Banda Aceh, hanya selama 10 tahun. Menurut prasasti yang ditemukan dari batu nisan Sultan Ali Mughayat Syah, pemimpin pertama Kesultanan Aceh Darussalam ini meninggal dunia pada 12 Dzulhijah Tahun 936 Hijriah atau bertepatan dengan tanggal 7 Agustus 1530 Masehi. Kendati masa pemerintahan Sultan Mughayat Syah relatif singkat, namun ia berhasil membangun Banda Aceh sebagai pusat peradaban Islam di Asia Tenggara. Pada masa ini, Banda Aceh telah berevolusi menjadi salah satu kota pusat pertahanan yang ikut mengamankan jalur perdagangan maritim dan lalu lintas jemaah haji dari perompakan yang dilakukan armada Portugis.

Pada masa Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh tumbuh kembali sebagai pusat perdagangan maritim, khususnya untuk komoditas lada yang saat itu sangat tinggi permintaannya dari Eropa. Iskandar Muda menjadikan Banda Aceh sebagai taman dunia, yang dimulai dari komplek istana. Komplek istana Kesultanan Aceh juga dinamai Darud Dunya (Taman Dunia).

Pada masa agresi Belanda yang kedua, terjadi evakuasi besar-besaran pasukan Aceh keluar dari Banda Aceh yang kemudian dirayakan oleh Van Swieten dengan memproklamasikan jatuhnya kesultanan Aceh dan mengubah nama Banda Aceh menjadi Kuta Raja. Setelah masuk dalam pangkuan Pemerintah Republik Indonesia baru sejak 28 Desember 1962 nama kota ini kembali diganti menjadi Banda Aceh berdasarkan Keputusan Menteri Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah bertanggal 9 Mei 1963 No. Des 52/1/43-43

Pada tanggal 26 Desember 2004, kota ini dilanda gelombang pasang tsunami yang diakibatkan oleh gempa 9,2 Skala Richter di Samudera Indonesia. Bencana ini menelan ratusan ribu jiwa penduduk dan menghancurkan lebih dari 60% bangunan kota ini. Berdasarkan data statistik yang dikeluarkan Pemerintah Kota Banda Aceh, jumlah penduduk Kota Banda Aceh hingga akhir Mei 2012 adalah sebesar 248.727 jiwa.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Letak astronomis Banda Aceh adalah 05°16'15"–05°36'16" Lintang Utara dan 95°16'15"–95°22'35" Bujur Timur dengan tinggi rata-rata 0,80 meter di atas permukaan laut.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Kota Banda Aceh berbatas dengan Selat Malaka di sebelah utara; Kabupaten Aceh Besar di sebelah timur dan selatan; dan Samudera Hindia di sebelah barat.

Iklim[sunting | sunting sumber]

Data iklim Banda Aceh
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata harian °C (°F) 27.01
(80.62)
26.88
(80.38)
27.02
(80.64)
27.30
(81.14)
27.89
(82.2)
27.99
(82.38)
27.76
(81.97)
27.76
(81.97)
27.12
(80.82)
26.72
(80.1)
26.54
(79.77)
26.86
(80.35)
27.238
(81.028)
Presipitasi mm (inci) 256
(10.08)
114
(4.49)
117
(4.61)
139
(5.47)
143
(5.63)
84
(3.31)
95
(3.74)
90
(3.54)
161
(6.34)
200
(7.87)
225
(8.86)
321
(12.64)
1.945
(76,57)
Rata-rata hari hujan 8.5 5.9 7.8 8.8 12.4 10.3 9.2 10.6 12.5 15.5 14.3 12.7 128.5
Sumber: [3]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Pada 2001, Dana Alokasi Umum untuk Banda Aceh adalah sebesar Rp. 137,95 miliar.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kota Banda Aceh terdiri dari 9 kecamatan, 17 mukim, 70 desa dan 20 kelurahan. Wali kota Banda Aceh yang sekarang adalah Illiza Sa'aduddin Djamal.[4] Ia diangkat menjadi wali kota pada tahun 2014 melalui Surat Keputusan No. 131.11 - 1644 Tahun 2014.[5]

Pembagian administratif[sunting | sunting sumber]

Pembagian Wilayah Kecamatan di Kota Banda Aceh

Semula hanya ada 4 kecamatan di Kota Banda Aceh yaitu Meuraksa, Baiturrahman, Kuta Alam dan Syiah Kuala. Kota Banda Aceh kemudian dikembangkan lagi menjadi 9 kecamatan baru dan 1 kecamatan baru yang akan digabung dari Kabupaten Aceh Besar, yaitu:

  1. Baiturrahman
  2. Banda Raya
  3. Jaya Baru
  4. Kuta Alam
  5. Kuta Raja
  6. Lueng Bata
  7. Meuraksa
  8. Syiah Kuala
  9. Ulee Kareng
  10. Darul Imarah

Daftar Walikota Banda Aceh[sunting | sunting sumber]

No. Foto Nama Menjabat sejak Menjabat hingga Keterangan
1
01 T. Ali Basyah.jpg Teuku Ali Basyah
1957
1959
Bernama Wali Kota Kuta Raja
2.
02 T. Oesman Yacoub.jpg Teuku Oesman Yacoub
1959
1967
Pada 1962, berubah nama menjadi Wali Kota Banda Aceh
3
03 T. Mohd. Syah.jpg T. Mohd. Syah
1967
1968
 
4
04 T. Ibrahim.jpg T. Ibrahim
1968
1970
(2)
02 T. Oesman Yacoub.jpg Teuku Oesman Yacoub
1970
1973
5
05 Drs. Zein Hasjmy Ec.jpg Drs.
Zein Hasjmy
Ec
1973
1978
6
06 Drs. Djakfar Ahmad MA.jpg Drs.
Djakfar Ahmad
M.A
1978
1983
7
07 Drs. Baharuddin Yahya.jpg Drs.
Baharuddin Yahya
1983
1998
1988
1993
8
08 Drs. Said Hussain Al-Haj.jpg Drs.
Said Hussain Al-Haj
1993
1998
09 Drs. Muhammad Y.jpg Drs.
Muhammad Y
1998
1998
Pelaksana Tugas Walikotamadya
9
10 Drs. Zulkarnain.jpg Drs.
Zulkarnain
1998
2003
11 Drs. H. Syarifuddin Latif.jpg Drs. H.
Syarifuddin Latief
2003
26 Desember 2004
Pejabat Walikota
Meninggal dunia akibat Tsunami Aceh
13 Ir. Mawardy Nurdin, M.Eng, Sc.jpg Ir.
Mawardy Nurdin
M.Eng, Sc
8 Februari 2005
1 April 2006
Pejabat Walikota
12 Drs. Razali Yussuf.jpg Drs.
Razali Yussuf
1 April 2006
19 Februari 2007
Pejabat Walikota
10
13 Ir. Mawardy Nurdin, M.Eng, Sc.jpg Ir.
Mawardy Nurdin
M.Eng, Sc
19 Februari 2007
19 Februari 2012
T. Saifuddin TA.jpg Drs.
T. Saifuddin TA
M.Si
19 Februari 2012
4 Juli 2012
Pj Walikota
(10)
13 Ir. Mawardy Nurdin, M.Eng, Sc.jpg Ir.
Mawardy Nurdin
M.Eng, Sc
4 Juli 2012
8 Februari 2014
Meninggal dunia sebelum akhir masa jabatan
Foto Resmi Illiza Sa'aduddin Djamal.jpg Hj.
Illiza Sa'aduddin Djamal
S.E
17 Februari 2014
16 Juni 2014
Pelaksana Harian Wali Kota
11
16 Juni 2014
Petahana


Media massa[sunting | sunting sumber]

Radio[sunting | sunting sumber]

Kota Banda Aceh juga memiliki beberapa terdiri dari 23-stasiun radio bersiaran lokal seperti:

Nama Frekuensi
Radio Republik Indonesia (RRI Banda Aceh Pro-1) FM 97.7
Radio Republik Indonesia (RRI Banda Aceh Pro-2) FM 92.6
Radio Republik Indonesia (RRI Banda Aceh Pro-3) FM 88.6
Radio Republik Indonesia (RRI Banda Aceh Pro-4) FM 87.8
Binkara FM FM 89.4
Serambi FM FM 90.2
Seulaweut FM FM 91.0
Three FM FM 94.5
Meugah FM FM 95.3
A-Radio FM FM 96.1
Radio Sindo Trijaya Banda Aceh (Sindo Trijaya FM) FM 96.9
Baiturrahman FM FM 98.5
Toss FM FM 99.3
P-Radio FM FM 100.3
Radio Elshinta FM Banda Aceh (Elshinta Radio) FM 100.9
Kontiki FM FM 101.2
Antero FM FM 102.0
OZ Radio FM FM 102.8
Djati FM FM 103.6
Flamboyant FM FM 105.2
Nikoya FM FM 106.0
Radio Rumoh PMI FM FM 107.0
Radio Rodja FM FM 107.7

Televisi[sunting | sunting sumber]

Di Banda Aceh terdapat beberapa stasiun televisi (siaran nasional & siaran lokal), seperti Analog dan Digital

Analog (PAL):

Kanal Signal Frekuensi Nama Jaringan Nama Perusahaan Pemilik Status Negara
22 479.250 MHz UHF ANTV PT Cakrawala Andalas Televisi Visi Media Asia Nasional  Indonesia
24 495.250 MHz Kompas TV Aceh Kompas TV PT Televisi Antero Nusantara
PT Gramedia Media Nusantara
Kompas Gramedia Berjaringan
26 511.250 MHz Global TV PT Global Informasi Bermutu Media Nusantara Citra Nasional
28 527.250 MHz RCTI PT Rajawali Citra Televisi Indonesia
30 543.250 MHz Trans TV PT Televisi Transformasi Indonesia Trans Media
32 559.250 MHz Metro TV PT Media Televisi Indonesia Media Group
34 575.250 MHz MNCTV PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia Media Nusantara Citra
36 591.250 MHz TVRI Nasional TVRI Lembaga Penyiaran Publik TVRI Pemerintah Indonesia
TVRI Aceh Pemerintah Aceh Lokal
40 623.250 MHz iNews TV Aceh iNews TV N/A
PT Sun Network Televisi
Media Nusantara Citra Berjaringan
42 639.250 MHz Trans7 PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh Trans Media Nasional
44 655.250 MHz tvOne PT Lativi Media Karya Visi Media Asia
46 671.250 MHz SCTV PT Surya Citra Televisi Surya Citra Media
48 687.250 MHz Aceh TV Indonesia Network PT Aceh Media Televisi Kelompok Media Bali Post Lokal
52 719.250 MHz Sultan TV BeritaSatu PT Sultan Jaya Visual
PT First Media News
BeritaSatu Media Holdings Berjaringan
60 783.250 MHz NET. PT Net Mediatama Indonesia Indika Group Nasional
62 799.250 MHz O Channel PT Omni Intivision Surya Citra Media

Digital (DVB-T2/MPEG-4)

Kanal Signal Frekuensi Slot Pemilik Negara
27 522.05 MHz UHF TVRI 1 (Nasional) (27.1)
TVRI 2 (Aceh) (27.2)
Pemerintah Indonesia  Indonesia
31 554.05 MHz SCTV (31.1)
Test 2 (31.2)
Test 3 (31.3)
Surya Citra Media
35 586.05 MHz MetroTV (35.1) Media Group
39 618.05 MHz Trans TV HD (39.1)
Trans7 HD (39.2)
Trans Media
45 666.05 MHz TV3 (45.1)
IMT Televisi (45.2)
Inspira TV (45.3)
Koetaraja TV (45.4)
Sinar Mas Group

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Kota Banda Aceh sebagai ibu kota dari Kesultanan Aceh Darussalam yang dahulunya merupakan salah satu dari lima Kerajaan Islam terbesar di dunia menyimpan berbagai situs peninggalan sejarah dari berbagai masa, mulai dari masa Kesultanan, masa Kolonial Belanda, masa bergabung dalam bingkai NKRI, masa konflik hingga tsunami. Berbagai situs objek wisata tersebut antara lain adalah Masjid Raya Baiturrahman, Komplek Taman Ghairah, Museum Sejarah Aceh, Museum Tsunami Aceh, Makam Sultan Iskandar Muda dan berbagai macam situs peninggalan sejarah lainnya terdapat di berbagai sudut kota Islam tertua di Asia Tenggara ini.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Kota kembar[sunting | sunting sumber]

  1. Bendera Uzbekistan Samarkand, Uzbekistan[6]
  2. Bendera Belanda Apeldoorn, Belanda[7][8]
  3. Bendera Yaman Sana'a, Yaman

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ acehprov.go.id Jumlah Penduduk
  2. ^ Rusdi Sufi & Agus Budi Wibowo a, 2006:72-73
  3. ^ "Banda Aceh, Indonesia - Solar energy and surface meteorology". August 2011. 
  4. ^ "Pemerintah Kota Banda Aceh". bandaacehkota.go.id. Diakses tanggal 30 September 2015. 
  5. ^ "Profil Walikota Banda Aceh". bandaacehkota.go.id. Diakses tanggal 30 September 2015. 
  6. ^ "Banda Aceh - Samarkand". 
  7. ^ "Dutch - Indonesian sister cities". 
  8. ^ "Sister Cities". 

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]

Lihat Juga[sunting | sunting sumber]