Kota Sorong

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kota Sorong
Aerial sorong.jpg
Lambang resmi Kota Sorong
Lambang
Julukan: Kota Minyak
Semboyan: Setara - Bersahabat - Dinamis
Letak Sorong di Papua Barat
Letak Sorong di Papua Barat
Kota Sorong is located in Indonesia
Kota Sorong
Kota Sorong
Letak Sorong di Indonesia
Koordinat: 0°54′0″LU 131°51′0″BT / 0,9°LS 131,85°BT / -0.90000; 131.85000
Negara Indonesia
Provinsi Papua Barat
Ibukota Sorong
Pemerintahan
 • Wali kota Drs. Ec. Lambert Jitmau, MM
 • Wakil Wali kota dr. Hj. Pahimah Iskandar
 • Sekretaris Daerah Dra. Welly Tigtigweria
Luas
 • Total 1.105 km2 (427 sq mi)
Penduduk (2017[1])
 • Total 232.833
 • Kepadatan 173/km2 (450/sq mi)
Zona waktu WIT (UTC+9)
Situs web www.sorongkota.go.id [@pemkotsorong]sorongkota.bps.go.id

Kota Sorong adalah sebuah kota di Provinsi Papua Barat, Indonesia. Kota ini dikenal dengan sebutan Kota Minyak, di mana Nederlands Nieuw-Guinea Petroleum Maatschappij (NNGPM) mulai melakukan aktivitas pengeboran minyak bumi di Sorong sejak tahun 1935. Sorong adalah kota terbesar di Provinsi Papua Barat serta kota terbesar kedua di Papua Indonesia, setelah Kota Jayapura.

Kota Sorong sangatlah strategis karena merupakan pintu keluar masuk dan transit ke Provinsi Papua Barat. Kota Sorong juga merupakan kota industri, perdagangan dan jasa, karena Kota Sorong dikelilingi oleh kabupaten lain yang mempunyai sumber daya alam yang sangat potensial sehingga membuka peluang bagi investor dalam maupun luar negeri untuk menanamkan modalnya.

Asal nama[sunting | sunting sumber]

Nama Sorong berasal dari kata Soren. Soren dalam bahasa Biak Numfor yang berarti laut yang dalam dan bergelombang. Kata Soren digunakan pertama kali oleh suku Biak Numfor yang berlayar pada zaman dahulu dengan perahu-perahu layar dari satu pulau ke pulau lain hingga tiba dan menetap di Kepulauan Raja Ampat. Suku Biak Numfor inilah yang memberi nama "Daratan Maladum " (sekarang termasuk bagian dari wilayah Kota Sorong) dengan sebutan “Soren” yang kemudian dilafalkan oleh para pedagang Tionghoa, misionaris clad Eropa, Maluku dan Sangihe Talaud dengan sebutan Sorong.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Masa Kolonial Belanda[sunting | sunting sumber]

Sekitar tahun 1935, pada masa Hindia Belanda, Sorong didirikan sebagai base camp Bataafse Petroleum Maatschappij (BPM) sedangkan pusat pemerintahan didirikan di Pulau Doom.

Masa Pemerintahan Indonesia[sunting | sunting sumber]

Setelah penyerahan Irian Barat secara penuh oleh Penguasa Sementara PBB atau UNTEA (United Nations Temporary Executive Authority) kepada pemerintah Republik Indonesia, maka pada tahun 1965 berdasarkan berbagai pertimbangan kemudian diangkat seorang wakil Bupati Koordinator yang berkedudukan di Sorong, dengan tugas: 1. Mengkoordinir pelaksanaan tugas pemerintahan oleh Kepala Pemerintahan Setempat (KPS) Sorong, Raja Ampat, Teminabuan dan Ayamaru. 2. Mempersiapkan pemecahan Kota Irian Barat Bagian Barat menjadi 2 (dua) Kota.

Pada tahun 1969, dengan selesainya pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) maka perkembangan status dari Kota Administratif menjadi Kota Otonom ini tidak ada perubahan dalam pembagian wilayah dan keadaan sampai dengan akhir tahun 1972 adalah sebagai berikut:

  • Wilayah Pemerintahan Setempat Sorong dengan ibukota Sorong;
  • Wilayah Pemerintahan Setempat Raja Ampat dengan ibukota Sorong Doom;
  • Wilayah Pemerintahan Setempat Teminabuan dengan ibukota Teminabuan;
  • Wilayah Pemerintahan Setempat Ayamaru dengan ibu kota Ayamaru.

Pembagian wilayah di Sorong seperti tersebut di atas berlaku sampai tahun 1973 saat dilakukannya penghapusan wilayah-wilayah Kepala Daerah Setempat dan sejumlah distrik dan dibentuknya Pemerintahan Wilayah Kecamatan Tahap Pertama Tahun 1973-1974.

Kota Sorong pada mulanya merupakan salah satu kecamatan yang dijadikan pusat pemerintahan Kabupaten Sorong. Namun dalam perkembangannya telah mengalami perubahan sesuai Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 1996 tanggal 3 Juni 1996 menjadi Kota Administratif Sorong. Selanjutnya berdasarkan Undang-Undang no. 45 Tahun 1999 Kota Administratif Sorong ditingkatkan statusnya menjadi daerah otonom sebagai Kota Sorong

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara geografis, Kota Sorong berada pada koordinat 131°51' Bujur Timur dan 0° 54' Lintang Selatan.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Kota Sorong memiliki batas-batas sebagai berikut :

Utara Distrik Makbon dan Selat Dampier
Selatan Distrik Aimas dan Distrik Salawati
Barat Selat Dampier
Timur Distrik Makbon dan Selat Dampier

Luas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Luas wilayah Kota Sorong mencapai 1.105,00 km2, atau sekitar 1.13% dari total luas wilayah Papua Barat. Wilayah kota ini berada pada ketinggian 3 meter dari permukaan laut dan suhu udara minimum di Kota Sorong sekitar 23, 1 °C dan suhu udara maximum sekitar 33, 7 °C. Curah hujan tercatat 2.911 mm. Curah hujan cukup merata sepanjang tahun. Tidak terdapat bulan tanpa hujan, banyaknya hari hujan setiap bulan antara 9 - 27 hari. Kelembaban udara rata-rata tercatat 84 %.

Keadaan topografi Kota Sorong sangat bervariasi terdiri dari pegunungan, lereng, bukit-bukit dan sebagian adalah dataran rendah, sebelah timur di kelilingi hutan lebat yang merupakan hutan lindung dan hutan wisata.

Geologi[sunting | sunting sumber]

Keadaan geologi Kota Sorong terdapat hamparan galian golongan C seperti batu gunung, batu kaIi, sirtu, pasir, tanah uruk dan kerikil. Sedangkan jenis tanah yang terdapat di Kota Sorong adalah tanah latosal putih yang terdapat di pinggiran pantai Tanjung Kasuari dan tanah fudsolik merah kuning yang terdapat dihamparan seluruh kawasan Distrik Sorong Timur. Keadaan permukaan Kota Sorong yang terdiri dari gunung, buki-bukit dan dataran yang rendah yang ditandai dengan jurang, dan wilayah ini dialiri sungai-sungai sedang, kecil seperti sungai Rufei, sungai Klabala, sungai Duyung, sungai Remu, sungai Klagison, sungai Klawiki, sungai Klasaman dan sungai Klabtin.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan hasil Pencacahan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Kota Sorong (Angka Sementara) adalah 190.341 jiwa, yang terdiri atas 99.898 laki-laki dan 90.446 perempuan. Jumlah penduduk terbanyak di Distrik Sorong Utara sebanyak 44.774 jiwa dan jumlah penduduk terkecil berada di Distrik Sorong Kepulauan dengan Jumlah penduduk 9.710 jiwa.

Perbandingan laki-laki dan perempuan atau sex ratio di Kota Sorong adalah sebesar 110,45 persen. Dari enam distrik yang ada di Kota Sorong, angka Sex Ratio tertinggi berada di Distrik Sorong Timur yaitu sebesar 114,97 persen.

Laju pertumbuhan penduduk Kota Sorong sebesar 7,02 persen per tahun. Distrik yang laju pertumbuhan penduduknya tertinggi adalah Distrik sorong Timur yakni 14,07 persen dan yang terendah adalah Distrik Sorong Kepulauan yakni sebesar 3,54 persen.

Dengan Luas wilayah 1.105 km² yang didiami penduduk 190.341 jiwa, maka rata-rata tingkat kepadatan penduduk Kota Sorong adalah sebesar 91 jiwa/km2. Kecamatan yang paling tinggi tingkat kepadatannya adalah Distrik Sorong Manoi yakni sebesar 313 jiwa/km², sedangkan yang paling terendah Distrik Sorong Kepulauan yakni 49 jiwa/km².

Agama[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan data BPS kota Sorong tahun 2017, menunjukkan bahwa persentase agama penduduk kota Sorong adalah Kristen Protestan 77.50%, Katolik 10.72%, Islam 10.69%, Budha 0.80% dan Hindu 0.29%.[2]

Agama di Kota Sorong (2017)
Agama Persen
Kristen Protestan
  
77.50%
Katolik
  
10.72%
Islam
  
10.69%
Budha
  
0.80%
Hindu
  
0.29%

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Secara administratif, Kota Sorong terdiri dari 10 distrik (setingkat dengan kecamatan), yaitu Sorong, Sorong Barat, Sorong Kepulauan, Sorong Timur, Sorong Utara, Sorong Manoi, Sorong Kota, Malaimsimsa, Klaurung dan Maladom Mes. Kemudian dibagi lagi atas 41 kelurahan yang tersebar pada masing-masing distrik tersebut.

Daftar Wali Kota[sunting | sunting sumber]

Wali Kota Sorong
LOGO-KOTA-SORONG.jpg
Petahana
Lambert Jitmau

Sejak 30 Agustus 2017
Menjabat selama 5 tahun
Pemegang pertama Jonathan Annes Jumame
Dibentuk 1999
No Wali Kota Administratif Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Wali Kota
1
Jonathan Annes Jumame
1996
1999
1
No Wali Kota Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Wali Kota
Jonathan Annes Jumame
12 Oktober 1999
2001
1
2001
2006
2
Tidak diketahui
2006
2007
(1)
Jonathan Annes Jumame
11 Juni 2007
11 Juni 2012
3
[3][4]
Baesara Wael
2
Lambert Jitmau
11 Juni 2012
11 Juni 2017
4
[5]
Pahimah Iskandar
Welly Tigtigweria
(Pelaksana tugas)
11 Juni 2017
30 Agustus 2017
[6]
(2)
Lambert Jitmau
30 Agustus 2017
Petahana
5
[7]
Pahimah Iskandar
Pelaksana tugas Wali Kota

Berikut pelaksana tugas Wali Kota yang menggantikan sementara tugas Wali Kota karena Non-Aktif atau cuti kampanye

No Wali Kota Administratif Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wali Kota Definitif
Welly Tigtigweria
6 November 2016
7 November 2016
4
[8]
Lambert Jitmau
Jaconias Sawaki
7 November 2016
12 Februari 2017
[9]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Kota Sorong Dalam Angka 2017"
  2. ^ "Kota Sorong Dalam Angka 2017"
  3. ^ "Profil Entitas Kota Sorong". Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesi Perwakilan Provinsi Papua Barat. Diakses tanggal 4 Januari 2018. 
  4. ^ "Pembukaan Pameran Anggrek Dan Tanaman Hias Kota Sorong Tahun 2011". Tentara Nasional Indonesia. Pusat Penerangan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia. 26 Oktober 2011. Diakses tanggal 4 Januari 2018. 
  5. ^ "Gubernur Papua Barat Lantik Walikota & Wakil Walikota Sorong". Koran Fakta. 11 Juni 2012. Diakses tanggal 4 Januari 2018. 
  6. ^ "Sertijab Walikota dan Wakil Walikota Sorong Periode 2012-2017 Kepada Sekda". MCW News. 11 Juni 2017. Diakses tanggal 4 Januari 2018. 
  7. ^ Ermansyah, Dedi (31 Agustus 2017). "Hari Ini, Lambert Jitmau Mulai Bertugas sebagai Wali Kota Sorong". Akurat. Diakses tanggal 4 Januari 2018. 
  8. ^ "Walikota Serahkan Jabatan Kepada Pejabat Pelaksana Harian". Pemerintah Kota Sorong. 6 November 2016. Diakses tanggal 4 Januari 2018. 
  9. ^ "Jaconias Sawaki, SE, MM Resmi Dilantik Menjadi Pelaksana Tugas Walikota Sorong". Pemerintah Kota Sorong. 7 November 2016. Diakses tanggal 4 Januari 2018. 

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan/Distrik[sunting | sunting sumber]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Komoditi unggulan Kota Sorong yaitu sektor pertanian, Perkebunan dan jasa. Sub sektor perkebunan komoditi yang diunggulkan berupa Kakao, Kelapa dan cengkeh. Pariwisatanya yaitu wisata alam, wisata adat dan budaya.

Sebagai penunjang kegiatan perekonomian, di provinsi ini tersedia 1 pelabuhan, yaitu Pelabuhan Sorong (Port of Sorong) dan 1 bandar udara, yaitu Bandar Udara Domine Eduard Osok. Sebelum adanya Bandar Udara Domine Eduard Osok, Kota Sorong menggunakan Bandar Udara Jeffman di Pulau Jeffman. Untuk mencapai bandar udara tersebut penumpang pesawat terbang menggunakan angkutan kapal dari Kota Sorong. Saat ini bandar udara tersebut sudah tidak digunakan lagi.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Sorong dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2012 nilainya telah mencapai sekitar 4.206.112,83 juta rupiah atau mengalami peningkatan sebesar 14,43 persen dibandingkan tahun 2011. Besar kecilnya perkembangan PDRB Kota Sorong berpengaruh terhadap besar kecilnya sumbangan PDRB Kota Sorong terhadap pembentukan PDRB Provinsi Papua Barat.

sumber : sorongkota.bps.go.id

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Sektor industri pengolahan merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi terbesar dalam pembangunan perekonomian Kota Sorong. Kota Sorong terkenal sebagai salah satu kota dengan peninggalan sejarah bekas perusahaan minyak milik Belanda Heritage Nederlands Nieuw-Guinea Petroleum Maatschappij (NNGPM). Beberapa kawasan wisata lainnya adalah taman rekreasi pantai Tanjung Kasuari dengan pesona pasir putihnya, termasuk kawasan pantai pada Pulau Raam, Pulau Soop, Pulau Item dan Pulau Doom.

Fasilitas wisata lainnya adalah taman rekreasi pantai Tanjung Kasuari dengan pesona pasir putihnya, Pulau Raam, Pulau Soop dan Pulau Doom yang terkenal dengan pantainya yang indah. Juga pulau Dofior yang terdapat Tugu Selamat Datang di Kota Sorong dengan menggunakan bahasa Moi (suku asli di Kota Sorong) yang ramah dan bersahabat menyambut pengunjung yang datang di Kota Sorong. Juga tembok Dofior yang terkenal dengan pemandangan panorama laut dan keindahan alam menjelang senja.

Kota Kembar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]