Kabupaten Minahasa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Minahasa
Sulawesi 1rightarrow blue.svg Sulawesi Utara
Lambang Kabupaten Minahasa
Lambang
Motto: 
I Jayat U Santi
Lokasi Sulawesi Utara Kabupaten Minahasa.svg
Kabupaten Minahasa berlokasi di Sulawesi
Kabupaten Minahasa
Kabupaten Minahasa
Kabupaten Minahasa berlokasi di Indonesia
Kabupaten Minahasa
Kabupaten Minahasa
Koordinat: 1°18′24″N 124°54′35″E / 1.3068°N 124.9096°E / 1.3068; 124.9096
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Utara
Tanggal peresmian-
Dasar hukum-
Hari jadi5 November 1428
Ibu kotaTondano
Pemerintahan
 • BupatiRoyke Octavian Roring
 • Wakil BupatiRobby Dondokambey
Luas
 • Total1.025,85 km2 (39,608 sq mi)
Populasi
 ((2019)[1])
 • Total342.110 jiwa
Demografi
 • AgamaKristen 93,40
- Protestan 85,14%
- Katolik 8,26%
Islam 6,56%
Hindu 0,5%
Buddha 0,02%[1][2]
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode telepon0431
Kode Kemendagri71.02 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan25
Jumlah kelurahan-
DAURp. 550.100.008.000.-(2013)[3]
Situs webminahasa.go.id

Kabupaten Minahasa adalah salah satu kabupaten di provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Tondano. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.025,85 km².

Pada 25 Februari 2003 Kabupaten Minahasa dimekarkan menjadi Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon berdasarkan UU No.10/2003.[4] Pada tanggal 18 Desember 2003 Kabupaten Minahasa dimekarkan lagi menjadi Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Minahasa Utara berdasarkan UU No. 33/2003.[5]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Berikut merupakan batas wilayah Kabupaten Minahasa:

Utara Kota Manado
Timur Kabupaten Minahasa Utara dan Laut Maluku
Selatan Kabupaten Minahasa Tenggara
Barat Laut Sulawesi dan Kabupaten Minahasa Selatan

Kota Tomohon secara keseluruhan berada di dalam batas wilayah Kabupaten Minahasa.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Minahasa Nomor 8 Tahun 1983, tanggal 5 November 1428 ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Minahasa. Tanggal ini bersifat simbolis karena hari dan bulan dari tanggal tersebut diambil dari hari dan bulan dari tanggal kelahiran tokoh Minahasa Sam Ratulangi. Sedangkan tahun 1428 melambangkan perkiraan tahun terjadinya pertemuan antara suku-suku Minahasa dalam perlawanan mereka terhadap Kerajaan Bolaang Mongondow. Karena bersifat perkiraan, angka-angka 1, 4, 2, dan 8 diambil dari dua peristiwa yaitu Peristiwa Merah Putih yang terjadi di Manado pada tanggal 14 Februari 1946 dan Kongres Pemuda Kedua yang menghasilkan Sumpah Pemuda yang diselenggarakan pada tahun 1928. Angka 14 diambil dari hari Peristiwa Merah Putih, sedangkan angka 28 diambil dari tahun diselenggarakannya Kongres Pemuda Kedua.[6]

Daerah Minahasa itu sendiri ditetapkan sebagai wilayah administratif dengan disertakan nama kabupaten berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965. Dengan undang-undang ini, wilayah-wilayah administratif Provinsi Sulawesi Utara yang dulunya bernama "Daerah Tingkat II" diganti dengan nama "Kabupaten" sehingga Daerah Tingkat II Minahasa menjadi Kabupaten Minahasa.[7]:158 Namun keberadaan daerah yang meliputi Kabupaten Minahasa saat ini sebagai sebuah wilayah administratif bisa dilihat jauh sebelum dikeluarkannya undang-undang tersebut dan sebelum terbentuknya negara Republik Indonesia.

Perjanjian dengan VOC[sunting | sunting sumber]

Penetapan hari jadi Kabupaten Minahasa berdasarkan bersatunya suku-suku Minahasa untuk melawan tekanan dari luar daerah. Tanggal lain yang juga menunjukkan terjadinya persatuan antara suku-suku Minahasa (atau mereka yang telah bersatu) adalah pada abad ke-17 di mana beberapa suku-suku Minahasa bergabung untuk menyepakati sebuah perjanjian persahabatan dengan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC atau Perusahaan Hindia Timur Belanda) dengan maksud yang sama untuk memerangi serangan dari daerah Bolaang. Perjanjian ini diadakan dengan gubernur VOC yang berkedudukan di Maluku yaitu Robertus Padtbrugge pada tanggal 10 Januari 1679 pada saat Padtbrugge berkunjung ke Minahasa. Terdapat 23 kepala walak (atau daerah tempat tinggal bersama) yang menyetujui perjanjian tersebut. Para kepala walak berasal dari Aris, Bantik, Kakas, Kakaskasen, Klabat, Klabat Atas, Langowan, Pasan (yang juga mewakili Pinosokan dan Ratahan), Remboken, Rumoong, Sarongsong, Tombariri, Tombasian, Tomohon, Tompaso, Tondano, Tonkimbut Atas, Tonkimbut Bawah, Tonsawang, dan Tonsea.[8]:24

Pendudukan Belanda[sunting | sunting sumber]

Penetapan daerah Kabupaten Minahasa saat ini sebagai wilayah administratif yang resmi terjadi pada zaman pendudukan Hindia Belanda di Indonesia yang menggantikan VOC. Wilayah Keresidenan Manado pada waktu itu mencakup seluruh kabupaten-kabupaten dan kota-kota di Minahasa Raya saat ini yaitu Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Minahasa Utara, Kota Bitung, Kota Manado, dan Kota Tomohon. Pada tahun 1856, walak-walak di daerah Minahasa diorganisasikan menjadi 26 distrik (tingkat wilayah administratif di antara kabupaten dan kecamatan). Pada akhir abad ke-19, jumlah distrik kemudian turun menjadi 18 yaitu Bantik, Kakaskasen, Kakas-Remboken, Kawangkoan, Langowan, Manado, Maumbi, Pasan Ratahan-Pinosakan, Rumoong, Sonder, Tombariri, Tombasian, Tomohon-Sarongsong, Tompaso, Tondano-Touliang, Tondano-Toulimambot, Tonsawang, dan Tonsea. Kemudian pada tahun 1908, jumlah turun menjadi 16 di mana Distrik Kakaskasen dihapuskan dan Distrik Rumoong dan Tombasian dijadikan satu. Jumlah distrik kemudian turun lagi menjadi tujuh pada tahun 1920, di mana distrik-distrik adalah Amurang, Kawangkoan, Manado, Ratahan, Tomohon, Tonsea, dan Toulour. Pada tahun 1927, Manado dan Tomohon digabungkan sehingga tinggal enam distrik: Amurang, Kawangkoan, Manado, Ratahan, Tonsea, dan Toulour. Susunan distrik-distrik seperti ini berlangsung sampai kedatangan dan pendudukan Jepang.[7]:127 Di bawah ke enam distrik-distrik ini ditetapkan wilayah administratif yang bernama onderdistrict (atau distrik bawahan) yang setingkat dengan kecamatan. Terdapat 16 distrik bawahan yaitu Airmadidi, Amurang, Eris, Kakas, Kauditan, Kawangkoan, Langowan, Manado Selatan, Manado Utara, Ratahan, Tatelu, Tenga, Tombariri, Tombatu, Tomohon, Tompaso, Tondano, dan Tumpaan.[9]:156

Untuk wilayah administratif di atas distrik, daerah Minahasa dalam Keresidenan Manado termasuk dalam Afdeling Manado yang dibentuk pada tahun 1911. Afdeling ini dibagi menjadi tiga onderafdeling yaitu Amurang, Manado, dan Tondano. Sebelum pembentukan Afdeling Manado, terdapat lima onderafdeling yang mencakup daerah Minahasa yaitu Amurang, Belang, Kema, Manado, dan Tondano. Pada tahun 1926, wilayah-wilayah onderafdeling dihapus.[7]:127

Pendudukan Jepang[sunting | sunting sumber]

Dalam tahun-tahun pendudukan Jepang, organisasi wilayah administratif tidak berubah banyak. Pada tahun 1942, jumlah distrik bertambah satu di mana Distrik Toulour dibagi menjadi Langowan dan Tondano. Pada tahun yang sama, Distrik Manado dibagi menjadi Manado dan Tomohon.[7]:132 Pada tahun 1943, perpisahan kota Manado dan daerah Minahasa lainnya mulai terlihat di mana daerah Minahasa dijadikan satu tanpa wilayah kota Manado dan diberi nama Minahasa-ken.[7]:134

Negara Republik Indonesia[sunting | sunting sumber]

Setelah kemerdekaan Indonesia, daerah Minahasa pada awalnya termasuk ke dalam wilayah Provinsi Sulawesi tepatnya dalam sebuah keresidenan yang berkedudukan di Manado.[7]:153[10] Daerah Minahasa kemudian sempat termasuk dalam bagian wilayah Negara Indonesia Timur sebagai salah satu dari 13 wilayah administratifnya.[11] Pada tahun 1953, Manado ditetapkan sebagai Kota Besar dengan status Daerah Tingkat II (di mana provinsi adalah Daerah Tingkat I) dan dipisahkan dengan Minahasa. Ibukota wilayah Minahasa kemudian diganti dari Manado ke Tondano pada tahun 1959.[7]:157–158

Pada tahun 1960, Provinsi Sulawesi dibagi menjadi Provinsi Sulawesi Utara dan Provinsi Sulawesi Selatan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 1960. Nama kedua provinsi ini berubah berdasarkan Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1960, di mana Provinsi Sulawesi Utara berubah menjadi Provinsi Sulawesi Utara-Tengah. Daerah Minahasa sebagai Daerah Tingkat II termasuk dalam provinsi ini. Kemudian pada tahun 1964, Provinsi Sulawesi Utara-Tengah dibagi menjadi Provinsi Sulawesi Utara dan Provinsi Sulawesi Tengah berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1964. Daerah Tingkat II Minahasa dimasukkan ke dalam wilayah Provinsi Sulawesi Utara. Penggunaan nama kabupaten ditetapkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965, di mana Daerah Tingkat II Minahasa diubah menjadi Kabupaten Minahasa. Kemudian Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 merubah lagi nama Kabupaten Minahasa menjadi Kabupaten Daerah Tingkat II Minahasa.[7]:159 Daftar kecamatan di bawah Kabupaten Daerah Tingkat II Minahasa adalah Airmadidi, Belang, Bitung, Dimembe, Eris, Kakas, Kauditan, Kawangkoan, Kombi, Likupang, Modoinding, Motoling, Pineleng, Ratahan, Remboken, Sonder, Tareran, Tenga, Tombariri, Tombasian, Tombatu, Tomohon, Tompaso, Tompaso Baru, Tondano, Tumpaan, dan Wori.[7]:161–162

Di tahun-tahun berikut, Kabupaten Minahasa mengalami beberapa perubahan dengan pembentukan wilayah-wilayah administatif baru dari wilayah Kabupaten Minahasa. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1975, Kota Administratif Bitung diresmikan sebagai wilayah terpisah dari Kabupaten Minahasa. Pada 25 Februari 2003, Kabupaten Minahasa dimekarkan menjadi Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, dan Kota Tomohon berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2003. Kemudian pada tanggal 18 Desember 2003, Kabupaten Minahasa dimekarkan lagi menjadi Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Minahasa Utara berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2005.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No. Foto Nama Mulai Jabatan Akhir Jabatan Wakil Bupati Keterangan
1 No image.svg Dirk August Theodorus Gerungan 20 Maret 1948 17 Desember 1949
2 No image.svg Jan Piet Mongula 17 Desember 1949 20 Januari 1950 Penjabat bupati
3 No image.svg Dr.
Peils Maurits Tangkilisan
MPA.
20 Januari 1950 17 Agustus 1951
4 No image.svg Robert S. Kindangen 17 Agustus 1951 1 November 1951 Penjabat bupati
5 No image.svg Drs.
Hendrik Reingardt Ticoalu
1 November 1951 6 Agustus 1953
6 No image.svg Hein Constantijn Mantiri 6 Agustus 1953 15 Desember 1953 Penjabat bupati
No image.svg Jan Piet Mongula 15 Desember 1953 9 Juni 1954
No image.svg Dr.
Peils Maurits Tangkilisan
MPA.
9 Juni 1954 1 Juli 1954 Penjabat bupati
7 No image.svg Albert Robert Warouw 1 Juli 1954 24 Desember 1956
8 No image.svg Laurens Frits Saerang 24 Desember 1956 16 Juni 1958
9 Bert Supit.jpg Bert Supit 16 Juni 1958 23 September 1958 [12]
10 No image.svg Estevanus Kandou 23 September 1958 16 Oktober 1961 [13]:178
No image.svg Drs.
Hendrik Reingardt Ticoalu
16 Oktober 1961 20 November 1961 Penjabat bupati[13]
11 No image.svg Letkol.
Frits Sumampouw
20 November 1961 21 Juni 1965 [13]
No image.svg Jan Piet Mongula 21 Juni 1965 12 April 1966 Penjabat bupati[13]
12 No image.svg J.H. Rumambi 12 April 1966 25 April 1966 Penjabat bupati[13]
No image.svg Letkol.
Frits Sumampouw
25 April 1966 5 November 1969 [14]:168[15]:10
13 No image.svg Adolf Albert Pelealu 5 November 1969 26 Juli 1970 Penjabat bupati[14]:168[15]:10
14 No image.svg Letkol.
H. Kourow
26 Juli 1970 20 September 1973 [14]:168[15]:10
15 No image.svg J.F. Lumentut 20 September 1973 10 April 1974 Penjabat bupati[14]:168[15]:10
10 April 1974 2 Februari 1978
16 No image.svg Drs.
Jan Rolos
2 Februari 1978 3 Oktober 1978 Penjabat bupati[15]:10
17 No image.svg Brigjen.
Willy Ghayus Alexander Lasut
3 Oktober 1978 7 Desember 1978 Penjabat bupati[15]:10
18 No image.svg Letkol.
Bern Gustav Lapian
B.A.
7 Desember 1978 3 Juni 1981 [15]:10
No image.svg Drs.
Jan Rolos
3 Juni 1981 20 Desember 1982 Penjabat bupati
19 No image.svg Alex Lambertus Lelengboto 20 Desember 1982 21 Desember 1987 [16]
20 No image.svg Johan Otto Bolang 21 Desember 1987 21 Desember 1992
21 Desember 1992 21 Januari 1993 Penjabat bupati
21 No image.svg Drs.
Karel Lasut Senduk
21 Januari 1993 21 Januari 1998
21 Januari 1998 21 Februari 1998 Penjabat bupati
22 No image.svg Drs.
Dolfie Tanor
21 Februari 1998 17 Maret 2003 Drs.
Boy Simon Tangkawarouw
M.Sc.
[17]
23 Bupati Minahasa Vreeke Runtu.jpg Drs.
Stefanus Vreeke Runtu
17 Maret 2003 17 Maret 2008 Letkol. (Purn)
Rull Kuron
17 Maret 2008 17 Maret 2013 Drs.
Jantje Wowiling Sajow
M.Si.
24 Bupati Minahasa Jantje Sajow.jpg Drs.
Jantje Wowiling Sajow
M.Si.
17 Maret 2013 17 Maret 2018 Ivan S.J. Sarundajang [18]
No image.svg Drs.
Royke Herkules Mewoh
17 Maret 2018 25 September 2018 Penjabat bupati[19]
25 Bupati Minahasa Royke Roring.jpeg Ir.
Royke Octavian Roring
M.Si.
25 September 2018 Petahana Robby Dondokambey
S.Si.
[20]

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
Logo Gerindra.svg Gerindra 5 2
LOGO- PDIP.svg PDI Perjuangan 11 17
GolkarLogo.png Partai Golkar 9 6
Partai NasDem.svg Partai NasDem 3 Steady 3
PartaiPerindo.png Perindo (baru) 2
Logo Hanura.svg Hanura 1 Steady 1
Democratic Party (Indonesia).svg Demokrat 5 4
Lambang PKPI PKPI 1 0
Jumlah Anggota 35 Steady 35
Jumlah Partai 7 Steady 7

Berikut adalah komposisi fraksi DPRD periode 2019–2024:[21]

No. Fraksi Partai Ketua Jumlah Kursi
1 Fraksi PDIP/Gerindra LOGO- PDIP.svg PDI-P
Logo Gerindra.svg Gerindra
James Rawung 19
2 Fraksi Golkar GolkarLogo.png Golkar Imanuel Manus 6
3 Fraksi Demokrat Democratic Party (Indonesia).svg Demokrat Debi Kaseger 4
4 Fraksi NasDem Partai NasDem.svg NasDem Johan Watung 3
5 Fraksi Maesa (Perindo/Hanura) PartaiPerindo.png Perindo
Logo Hanura.svg Hanura
Maya Waleleng 3
Jumlah 35
Nomor Ketua Wakil Ketua Periode Keterangan
1 James Rawung Careig Naicel Runtu, S.IP.
Ventje Mawuntu
2014 – 2018 [22]
Ivonne Andries
Ventje Mawuntu
2018 – 2019 [23]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Minahasa

Kabupaten Minahasa terdiri dari 25 kecamatan, yaitu:

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Minahasa memiliki satu Universitas Negeri, yaitu Universitas Negeri Manado (UNIMA), Kampus Biru Tounsaru Tondano Selatan dan satu Sekolah Tinggi Swasta, yaitu Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng. Kecuali di Kota Tondano di mana terdapat 8 Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), di beberapa kota dan kecamatan terdapat rata-rata dua hingga tiga SLTA saja. juga SLA (Sekolah Lanjutan Advent) yang sangat terkenal dengan Hari Sabat di dalam kitab suci yang satu-satunya sekolah Lanjutan Advent

Seni dan Olah Raga[sunting | sunting sumber]

Seniman terkenal seperti JE. Tatengkeng, M.R. Dajoh, Yessy Wenas, Maya Rumantir, Chintya Maramis dan Angel Karamoy. Dalam bidang seni diadakannya kontes putra putri Se-Minahasa Waraney dan Wulan Minahasa. Klub Sepak Bola daerah ini bernama Persmin atau PERSMIN MINAHASA. Para pemain sepak bola yang terkenal asal Minahasa seperti Ronny Pangemanan dan Yopie Lumoindong (Tondano) di PSM Makassar dan sebagainya.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Kabupaten Minahasa Dalam Angka 2020". www.minahasakab.bps.go.id. Diakses tanggal 23 April 2020. 
  2. ^ "Kabupaten Minahasa Dalam Angka 2016"
  3. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  4. ^ (Indonesia) UU Kab Minahasa Selatan
  5. ^ (Indonesia) UU Kabupaten Minahasa Utara
  6. ^ Talumewo, Bodewyn (2013-02-27). "Sejarah Penetapan Hari Jadi Minahasa". Berita Manado. Diakses tanggal 2020-06-03. 
  7. ^ a b c d e f g h i Sejarah Daerah Sulawesi Utara. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1977. 
  8. ^ Leirissa, R. Z. (1997). Minahasa di Awal Perang Kemerdekaan Indonesia. Sinar Harapan. 
  9. ^ Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Sulawesi Utara. Jakarta: Pusat Penelitian Sejarah dan Budaya, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1978. 
  10. ^ "Mengenal Provinsi Sulut". Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-02-09. Diakses tanggal 2020-06-03. 
  11. ^ Harvey, Barbara S. (1977). Permesta: Half a Rebellion [Permesta: Setengah Pemberontakan] (dalam bahasa Inggris). Ithaca: Cornell Modern Indonesia Project, Southeast Asia Program, Cornell University. hlm. 25. 
  12. ^ "Bert Supit, Bupati Minahasa Meninggal Dunia". beritamanado.com. 24 Maret 2013. Diakses tanggal 24 Desember 2016. 
  13. ^ a b c d e Wenas, Jessy (2007). Sejarah dan kebudayaan Minahasa. Manado: Institut Seni Budaya Sulawesi Utara. 
  14. ^ a b c d Sejarah Daerah Sulawesi Utara. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Pusat Penelitian Sejarah dan Budaya, Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah. 1982. 
  15. ^ a b c d e f g Suwondo, Bambang (1978). Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Sulawesi Utara. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 
  16. ^ "Sejarah Penetapan Hari Jadi Minahasa". beritamanado.com. 27 Februari 2013. Diakses tanggal 25 April 2018. 
  17. ^ "Mantan Bupati Minahasa, Drs Dolfie Tanor Tutup Usia". hariankomentar.com. Diakses tanggal 24 Desember 2016. 
  18. ^ "Jantje Sajow, Dari Guru ke Kursi Bupati Minahasa". seputarsulut.com. 13 Mei 2013. Diakses tanggal 24 Desember 2016. 
  19. ^ "Royke Mewoh Penjabat Bupati Minahasa". manado.antaranews.com. 18 Maret 2018. Diakses tanggal 22 April 2018. 
  20. ^ "Resmi Dilantik, Roring Bersama Dondokambey Siap Jalankan Amanah Rakyat Minahasa". manado.antaranews.com. 26 September 2018. Diakses tanggal 26 September 2018. 
  21. ^ "Anak Buah Mega-Prabowo Kompak di Minahasa". Manado Post. 20 September 2019. Diakses tanggal 28 September 2019. 
  22. ^ Berita Kawanua, 2 Oktober 2014, Pimpinan DPRD Minahasa Ditetapkan, dikunjungi pada 9 Juni 2020.
  23. ^ Tribun News, 26 Juni 2018, Ivonne Jabat Wakil Ketua DPRD Minahasa, dikunjungi pada 9 Juni 2020.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]