Kabupaten Deiyai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kabupaten Deiyai
Lambang Kabupaten Deiyai.jpg

Lambang Kabupaten Deiyai
Moto: Dou Gaii Ekowaii


Peta Deiyai
Peta lokasi Kabupaten Deiyai
Koordinat:
Provinsi Papua
Dasar hukum UU RI Tahun 2008 Nomor 55
Tanggal Peresmian 26 November 2008
Ibu kota Tigi
Pemerintahan
 - Bupati Dance Takimai
 - DAU Rp. 336.371.266.000.-(2013)[1]
Luas 537,39
Populasi
 - Total 38.301 jiwa (2007)
 - Kepadatan 71
Demografi
Pembagian administratif
 - Kecamatan 5
 - Kelurahan 31
Simbol khas daerah
 - Situs web deiyaikab.go.id
Peta Adminsitrasi Deyei
Peta Infrastruktur Kabupaten Deiyai (2012).gif
Pemandangan daerah Deiyai dari udara
Peta Kabupaten Deiyai

Kabupaten Deiyai adalah salah satu kabupaten di Provinsi Papua, Indonesia. Dulunya pernah menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Paniai. Kabupaten ini diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto, pada 29 Oktober 2008. Dasar hukum pembentukan kabupaten ini adalah Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 55. Pusat pemerintahan berada di Tigi.

Administrasi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Deiyai mempunyai beberapa Badan, antara lain:

  • Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
  • Badan Kepegawaian Daerah
  • Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana

Kabupaten Deiyai mempunyai beberapa Kantor, antara lain:

  • Kantor Lingkungan Hidup
  • Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan masyarakat
  • Kantor Satuan Polisi Pamongpraja
  • DPRD
  • Kantor Bupati dan Wakil Bupati
  • Inspektorat daerah

Kabupaten Deiya mempunyai beberapa Dinas, antara lain:

  • Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga
  • Dinas Kesehatan dan Sosial
  • Dinas Pekerjaan Umum
  • Dinas Perhubungan Pariwisata Komunikasi dan Informasi
  • Dinas Kependudukan, Catatan sipil, Tenaga kerja dan Transmigrasi
  • Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah
  • Dinas Pertanian Perkebunan Kehutanan Peternakan dan Perikanan
  • Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Unit Kecil Menengah

Kabupaten Deiyai mempunyai beberapa Sekretariat, antara lain:

  • Sekretariat Daerah
  • Sekretariat DPRD

Kampung/desa per distrik[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Deiyai dibentuk dari bekas sebagian wilayah Kabupaten Paniai, yaitu:

No. Distrik Desa/Kampung
1 Bowobado Kopai I, Kopai II, Woge
2 Kapiraya Komauto
3 Tigi Bomou, Bomou II, Okomokebo, Waghete I, Waghete II, Ugiya, Yaba
4 Tigi Barat Ayate, Deemago, Digibagata, Diyai, Jinidoba, Onago, Piyakadimi, Tenedagi, Wagomani, Widi Mey, Widuwakiya, Yenudoba, Gakokebo
5 Tigi Timur Daakebo, Damabagata, Edagotadi, Dagokebo, Kokobaya, Watiyai, Bagou

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Yatamo
Selatan Mimika Barat, Mimika Timur
Barat Kamu Selatan, Kamu Timur
Timur Paniai Timur

Letak Geografis Dan Topografis[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Deiyai merupakan kabupaten baru yang dimekarkan dari Kabupaten Induk Paniai, diresmikan sebagai kabupaten baru dengan diberlakukan Undang-Undang No.55 tahun 2008. Kabupaten Deiyai secara geografis terletak pada 40 02 42,12 Lintang Selatan dan 1360 16 48,32" Bujur Timur diketinggian 1700 meter di atas permukaan laut.

Kabupaten yang wilayahnya mengelilingi Danau Tigi ini ber-ibukota di Distrik Tigi. Bupatinya sekarang berkantor di kota Waghete, yang masuk wilayah Distrik Tigi. Kantor Bupati baru selesai dibangun pada 2010, dibangun di atas tanah seluas 500 x 300 meter persegi, yang dibeli dari masyarakat setempat. Kota Waghete terletak dipinggir danau purba yang berada di Provinsi Papua, yakni danau Tigi, wilayah Tigi merupakan satuan lembah dengan kemiringan 0-15%, sedangkan kota Waghete sendiri secara keseluruhan kondisi topografi wilayahnya cukup barvariasai yaitu antara 0 s/d 45% ketinggian >45% terlihat disekitar area rencana pengembangan bandara disekitar wilayah tengah dan utara, ketinggian relatif datar 0-15% terlihat dibagian selatan, utara, dan terutama disekitar danau Tigi.

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan hasil pencacahan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Kabupaten Deiyai sementara adalah 62.998 orang, yang terdiri atas 31.843 orang laki-laki dan 31.115 penduduk perempuan. Dari hasil Sensus Penduduk sebesar 42,03 persen penduduk Deiyai tinggal di daerah Tigi Barat, hal ini mengindikasikan penyebaran penduduk Deiyai paling banyak ada di daerah tersebut. Dari lima distrik yang ada di Kabupaten Deiyai, Distrik Kapiraya yang memiliki penduduk paling sedikit, hal ini tampak dari kecilnya persentase penduduk yang mendiami, yakni hanya sekitar 5,90 persen. Tigi Barat, Tigi dan Tigi Timur adalah tiga distrik dengan urutan teratas yang memiliki jumlah penduduk terbanyak, masingmasing berjumlah 26.476 orang, 14.620 orang dan 10.592 orang. Distrik Kapiraya yang merupakan distrik paling sedikit penduduknya dan hanya memiliki 5,9 persen penduduk Deiyai yaitu sebanyak 3.714 orang. Perbandingan laki-laki dan perempuan atau sex ratio di Kabupaten Deiyai adalah sebesar 102 persen. Dari lima distrik yang ada di kabupaten Deiyai, dua di antaranya memiliki sex ratio di atas 100 dan sisanya memiliki sex ratio di bawah 100. Sex ratio paling besar adalah Distrik Bowobado yaitu sebesar 129,90 persen. Dari hasil SP2010 diketahui laju pertumbuhan penduduk adalah sebesar 12 persen per tahun. Dengan luas wilayah 518,04 km2 dan didiami 62.998 orang maka rata-rata tingkat kepadatan penduduk Deiyai adalah sebesar 122 jiwa/km2. Distrik yang paling tinggi tingkat kepadatannya adalah distrik Kapiraya yakni sebanyak 230 jiwa/km2.

Kabupaten Deiyai merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Paniai. Setelah mekar dari Paniai, luas wilayah Kabupaten Deiyai adalah 518,04 km2. Tigi Barat merupakan wilayah terluas di Kabupaten Deiyai dengan luas 193,43 km2, sedangkan Distrik Kapiraya merupakan wilayah terkecil yang ada di Kabupaten Deiyai dengan luas tidak lebih dari 16,12 km2. Dari hasil pelaksanaan SP2010 tercatat jumlah penduduk Kabupaten Deiyai adalah 62.998 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 122 jiwa/km2. Distrik Kapiraya merupakan wilayah yang memiliki tingkat kepadatan tertinggi yaitu 230 jiwa/km2 sedangkan Distrik Tigi Timur merupakan distrik dengan tingkat kepadatan penduduk terendah yaitu sebesar 87 jiwa/km2.

Danau Tigi[sunting | sunting sumber]

Danau tigi berada di Kabupaten Deiyai, Papua. Danau ini terletak 1.700 meter di atas permukaan laut dan memiliki kedalaman hingga 150 meter. Danau ini beriklim pegunungan yang sangat dingin. Danau tigi memiliki wisata alam yang luar biasa, suasana yang sejuk dan menyegarkan, hamparan air yang jernih, serta pemandangan yang memesona di bawah kaki gunung deiyai.

Di tengah Danau Tigi terdapat Pulau Duamo. Tempat wisata yang sangat menarik perhatian bagi wisatawan. Sehingga banyak wisatawan lokal berkunjung di Pulau Duamo itu. Sayangnya, danau tersebut hingga kini tidak ada pengungjung dari wisatan regional maupun manca negara.

Akses ke Danau Tigi[sunting | sunting sumber]

Akses ke Danau Tigi, dapat memulai perjalanan dari Kota Nabire. Dari Kota Nabire, tersedia dua jalur menuju kawasan Danau Tigi. Pertama, menggunakan jalur darat dengan menyewa mobil untuk melintasi medan jalan yang terjal dan berkelok-kelok. Kedua, mengambil jalur udara dengan menumpang pesawat AMA, MAF, Trigana dan Merpati, yang bisa mendarat di wilayah dataran tinggi dengan karakteristik landasan dari tanah.

Daerah-daerah otonomi yang diresmikan pada tanggal yang sama[sunting | sunting sumber]

  1. Kabupaten Mesuji di Lampung.
  2. Kabupaten Tulang Bawang Barat di Lampung.
  3. Kabupaten Pringsewu di Lampung.
  4. Kota Gunung Sitoli di Sumatera Utara.
  5. Kabupaten Nias Utara di Sumatera Utara.
  6. Kabupaten Nias Barat di Sumatera Utara.
  7. Kabupaten Tambrauw di Papua Barat.
  8. Kabupaten Pulau Morotai di Maluku Utara.
  9. Kabupaten Intan Jaya di Papua.
  10. Kabupaten Deiyai di Papua.
  11. Kabupaten Sabu Raijua di Nusa Tenggara Timur.
  12. Kota Tangerang Selatan di Banten.

Mulai Pemekaran Daerah awal 2017[sunting | sunting sumber]

Tigi merupakan ibukota Kabupaten Deiyai akan dinaikkan menjadi kotamadya.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15.