Kabupaten Mappi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Mappi
Lambang Kabupaten Mappi.png
91.17.00 Papua Mappi.svg
Peta
Kabupaten Mappi di Indonesia
Kabupaten Mappi
Kabupaten Mappi
Peta
Kabupaten Mappi di Indonesia
Kabupaten Mappi
Kabupaten Mappi
Kabupaten Mappi (Indonesia)
Koordinat: 6°29′59″S 139°20′40″E / 6.49971°S 139.34441°E / -6.49971; 139.34441
Negara Indonesia
ProvinsiPapua Selatan
Tanggal berdiri25 Oktober 2002
Dasar hukumUU Nomor 26 Tahun 2002[1]
Ibu kotaKepi
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Distrik: 15
  • Kelurahan: 2
  • Kampung: 164
Pemerintahan
 • BupatiMichael Rooney Gomar
Luas
 • Total28.158 km2 (10,872 sq mi)
Populasi
 • Total108.285
 • Kepadatan3/km2 (8/sq mi)
Demografi
 • AgamaKristen 91,98%
- Katolik 71,61%
- Protestan 20,37%
Islam 7,63%
Hindu 0,04%
Buddha 0,02%
Lainnya 0,33%[3]
 • IPMKenaikan 58,70 (2021)
sedang[4]
Zona waktu[[UTC]]
Kode area telepon-
Pelat kendaraanPA xxxx T*
Kode Kemendagri91.17 Edit the value on Wikidata
DAURp 801.648.599.000.-(2020)[5]
Semboyan daerahUsubi Yohokuda - Tako Bayaman
Situs webwww.mappikab.go.id

Kabupaten Mappi adalah salah satu kabupaten di Provinsi Papua Selatan, Indonesia dengan Ibu kota kabupaten ini terletak di Kepi, distrik Obaa. Kabupaten ini memiliki penduduk pada tahun 2021 sebanyak 108.285 jiwa, dengan penduduk terbanyak di distrik atau kecamatan Obaa, dan paling sedikit di kecamatan Yakomi.[2][6]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Mappi memiliki luas wilayah mencapai 28.518 km2, terletak di antara 06º.28′ - 56º4′ LS dan 139º.2′ - 11º0′ BT. Terbagi menjadi 15 Distrik, 136 kampung, dan 1 kelurahan, dengan Kepi sebagai ibu kota kabupaten.[7] Sebagian besar wilayah Kabupaten Mappi merupakan dataran rendah yang memiliki ketinggian antara 0 – 100 m dpl. Sekurang-kurangnya ada 14 sungai yang biasa digunakan sebagai sarana transportasi atau penghubung antar distrik.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Secara geografis, wilayahnya berbatasan:[7]

Utara Distrik Atsy dan Distrik Suator , Kabupaten Asmat
Timur Distrik Okaba dan Distrik Kimam, Kabupaten Merauke
Selatan Distrik Kouh, Distrik Mandobo dan Distrik Jair Kabupaten Boven Digoel
Barat Distrik Pantai Kasuari dan Distrik Fayit, Kabupaten Asmat dan Laut Arafura

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kepala daerah[sunting | sunting sumber]

Bupati Mappi adalah pemimpin tertinggi di lingkungan pemerintah Kabupaten Mappi. Bupati Mappi bertanggungjawab kepada gubernur provinsi Papua atas wilayah Kabupaten Mappi. Saat ini, bupati atau kepala daerah yang menjabat di Mappi ialah Kristosimus Yohanes Agawemu, dengan wakil bupati, Jaya Ibnu Suud. Mereka menang pada Pemilihan umum Bupati Mappi 2017. Kristosimus Yohanes Agawemu merupakan bupati Mappi ke-3 yang dipilih secara resmi melalui pilkada. Kristosimus dan Jaya dilantik oleh gubernur Papua, Lukas Enembe, pada 22 Mei 2017 di Gedung Negara Papua, Jayapura.[8]

No Bupati Mulai jabatan Akhir jabatan Prd. Ket. Wakil Bupati
3 Michael Rooney Gomar 27 Mei 2022 petahana - Pj
([1])

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Partai Politik Jumlah Kursi pada Periode
2004-2009 2009-2014 2014-2019 2019-2024
  PDP (baru) 2
  PMB (baru) 1
  PNBK 1 Kenaikan 2
  PDS 0 Kenaikan 1
  Sarikat 2 Penurunan 0
  PPD 2 Steady 2
  Pelopor 1 Steady 1
  PKB 0 Steady 0 Kenaikan 1 Kenaikan 2
  Gerindra (baru) 1 Kenaikan 2 Kenaikan 2
  PDI-P 2 Steady 2 Steady 2 Kenaikan 3
  Golkar 7 Penurunan 3 Kenaikan 4 Penurunan 1
  NasDem (baru) 3 Steady 3
  Garuda (baru) 2
  PKS 0 Kenaikan 1 Steady 1 Penurunan 0
  Perindo (baru) 3
  PPP 0 Steady 0 Kenaikan 2 Steady 2
  PAN 3 Penurunan 2 Penurunan 1 Kenaikan 2
  Hanura (baru) 0 Kenaikan 4 Penurunan 2
  Demokrat 0 Kenaikan 2 Kenaikan 3 Penurunan 1
  PBB 0 Steady 0 Kenaikan 2 Steady 2
  PKPI 2 Penurunan 0 Steady 0 Steady 0
Jumlah Anggota 20 Steady 20 Kenaikan 25 Steady 25
Jumlah Partai 8 Kenaikan 12 Penurunan 11 Kenaikan 12


Distrik[sunting | sunting sumber]

Distrik atau kecamatan yang ada di Kabupaten Mappi adalah:

Demografi[sunting | sunting sumber]

Suasana di Kampung Senggo, tahun 2016

Kabupaten Mappi masuk ke dalam wilayah adat Anim Ha. Penduduk kabupaten Mappi terdiri dari suku asli dan pendatang. Pada tahun 2015, Orang Asli Papua di Mappi sebanyak 81.089 jiwa atau 88,26% dari 91.876 jiwa penduduk, dan 11,74% lainnya adalah pendatang. Salah satu suku asli di Mappi, yakni suku Koroway-Kombay, masih tinggal di rumah pohon, yang jumlah sekitar 504 kepala keluarga (kk).[9]

Sementara berdasarkan agama yang dianut, mayoritas penduduk Mappi menganut agama Kekristenan. Adapun banyaknya penduduk Mappi menurut agama yang dianut yakni Kekristenan sebanyak 91,98%, dengan rincian Katolik 71,61% dan Protestan 20,37%. Kemudian penduduk yang beragama Islam sebanyak 7,63%dan sebagian kecil menganut agama Hindu yakni 0,04% dan Buddha sebanyak 0,02%.[3] Sarana rumah ibadah yang terdapat di Mappi yakni 128 gereja Katolik, 106 gereja Protestan, 16 masjid dan 1 pura.[2]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Kegiatan ekonomi daerah ini tidak terlepas dari kebiasaan masyarakat yang sejak dulu suka berburu, berkebun dan hidup berpindah-pindah. Potensi ekonomi yang nyata bagi masyarakat adalah mencari kayu gaharu sampai ke pedalaman hutan. Kayu gaharu dari Distrik Assue terkenal karena kualitasnya. Potensi gaharu terpusat di Distrik Assue, Senggo, Citak Matak sampai di Kabupaten Asmat. Sumber daya hutan yang bisa diambil manfaatnya selain kayu gaharu adalah kulit gambir dan kayu-kayu jenis uli, meranti, linggua dan bus.

Hasil laut dan perairan daratan juga menjadi pilihan penduduk. Secara umum, lapangan pekerjaan yang berperan besar terhadap kehidupan penduduk Mappi adalah sektor kehutanan dan perikanan. Penduduk daerah ini dominan memakan sagu. Yang banyak diupayakan penduduk adalah menanam umbi-umbian, jagung, kacang tanah, dan kacang hijau. Kopi, karet dan kelapa merupakan komoditas yang juga ditanam penduduk. Selain tiga komoditas tersebut, perkebunan di Mappi juga ditanami jambu mete, kakao, cengkih, kapuk.

Potensi Daerah[sunting | sunting sumber]

Selain itu, ada potensi terpendam yang dimiliki Mappi. Diperkirakan daerah ini menyimpan potensi minyak bumi yang tersebar di Distrik Citak Mitak dan bauksit di Distrik Obaa dan sekitarnya.

Wilayah di Kabupaten Mappi belum berkembang merata. Infrastruktur yang ada umumnya jalan tanah yang dikeraskan, belum diaspal karena kesulitan memperoleh batu dan pasir. Distrik yang memiliki fasilitas perkotaan cukup memadai baru di Edera dengan ibu kota Bade. Wilayah Bade merupakan kota pelabuhan dengan fasilitas seperti pusat perdagangan, penginapan, jalan-jalan beraspal, saluran listrik dan telepon. Kepi, sebagai ibu kota kabupaten yang terletak di Distrik Obaa memiliki lapangan udara yang dapat didarati pesawat jenis Twin Otter sehingga menjadi pilihan moda transportasi untuk melayani kebutuhan perjalanan dari dan ke Kabupaten Mappi.[10]

Hambatan Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Hambatan yang terjadi dalam bepergian di Kabupaten Mappi antara lain:

Kendala Transportasi[sunting | sunting sumber]

Perjalanan ke Kabupaten Mappi sementara hanya mengandalkan transportasi udara dari Kabupaten Merauke dengan menggunakan Pesawat jenis Twin Otter Musamus milik Pemda Merauke dengan lama perjalanan kurang lebih 2 jam. Perjalanan udara sangat tergantung dengan cuaca, sehingga jadwal pesawat tidak bisa dipastikan.

Sedang perjalanan melalui darat hanya bisa ditempuh dengan menggunakan sepeda motor dengan kondisi jalan tanah yang berlumpur dan harus menyeberangi 2 sungai, dengan lama perjalanan yang 12 jam. Sarana jalan aspal baru terdapat di ibu kota kabupaten Kepi sampai dengan rencara ibu kota baru di Waemiaman. Sedang untuk menuju distrik-distrik baru berupa jalan tanah. Jarak antar distrik yang cukup jauh sebagaimana halnya di wilayah lain di Papua juga merupakan kendala tersendiri dalam proses pemeriksaan

Kendala Komunikasi[sunting | sunting sumber]

Komunikasi telepon sementara hanya mencover wilayah ibu kota kabupaten Kepi.[10]

Kendala Sarana Hidup[sunting | sunting sumber]

Listrik PLN hanya melayani selama 6 jam, yaitu jam 18 sampai dengan 12 malam. Sebagai daerah tadah hujan, ketersediaan air untuk sehari-hari di Mappi tergantug kondisi musim. Wilayah yang cukup sulit ditempuh mengakibatkan juga harga-harga kebutuhan hidup di Mappi cukup mahal. Dalam hal konsumsi konsumsi daging adalah daging rusa dan tidak tersedia daging sapi.

Kendala SDM[sunting | sunting sumber]

Sebagai kabupaten baru yang merupakan pecahan dari Kabupaten Merauke pada tahun 1997, Kabupaten Mappi masih memiliki keterbatasan sumber daya manusia untuk mengelola keuangan daerah, sehingga masih terdapat pejabat yang tidak mengerti dengan tugasnya dalam pengelolaan keuangan daerah.[11]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF). www.otda.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2019-07-12. Diakses tanggal 23 Februari 2020. 
  2. ^ a b c "Kabupaten Mappi Dalam Angka 2021" (pdf). www.mappikab.bps.go.id. hlm. 66, 161. Diakses tanggal 22 Februari 2022. 
  3. ^ a b "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Mappi". www.sp2010.bps.go.id. Diakses tanggal 23 Februari 2020. 
  4. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diakses tanggal 1 Desember 2021. 
  5. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 19 September 2021. 
  6. ^ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 19 September 2021. 
  7. ^ a b Profil Kabupaten Mappi - Web Site Resmi
  8. ^ "Gubernur Papua Lantik Bupati Lanny Jaya, Nduga, Mappi, Sarmi, dan Wali Kota Jayapura". www.nabire.net. 22 Mei 2017. Diakses tanggal 22 Februari 2022. 
  9. ^ "Kabupaten Mappi". Diakses tanggal 22 Februari 2022. 
  10. ^ a b Sekilas Kepi, Kabupaten Mappi Papua Diarsipkan 2014-08-12 di Wayback Machine. radarmerauke.com
  11. ^ "Profily Kabupaten Mappi". 20 November 2011. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]