Kabupaten Maluku Tenggara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 2°46′S 106°20′E / 2.767°S 106.333°E / -2.767; 106.333

Kabupaten Maluku Tenggara
Lambang Kabupaten Maluku Tenggara
Lambang Kabupaten Maluku Tenggara


Moto: "Larwul Ngabal"



Locator map of Southeast Maluku Regency in Maluku.png
Peta lokasi Kabupaten Maluku Tenggara di Maluku
Koordinat:
Provinsi Maluku
Dasar hukum UU Nomor 60 Tahun 1958
Tanggal peresmian -
Ibu kota Langgur
Pemerintahan
-Bupati Drs. Hi Muhammad Taher Hanubun
-Wakil Bupati Ir. Petrus Beruatwarin, M.Si
APBD
-APBD -
-DAU Rp. 376.516.763.000.-(2013)[1]
Luas 1.031,81 km²
Populasi
-Total 123.437 jiwa (2012)
-Kepadatan -
Demografi
-Agama Katolik (44,18), Islam (28,93%), Kristen (26,37%), Hindu(0,36%), Kong Hu Cu (0,01%), Dan Lain-Lain (0,15%)
-Kode area telepon 0916
Pembagian administratif
-Kecamatan 11
-Kelurahan 189/2 (191)
Simbol khas daerah
Situs web www.malukutenggarakab.go.id

Kabupaten Maluku Tenggara adalah salah satu kabupaten di provinsi Maluku, Indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Langgur. Pada awalnya, ibu kota berada di Kota Tual, tetapi setelah resmi menjadi daerah otonom, ibu kota kabupaten pun dipindahkan ke Langgur. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Banda di utara dan timur, Laut Arafura di barat dan Samudera Hindia dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat di selatan

Geografis[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Maluku Tenggara menurut astronomi terletak antara: Lintang=5º-6'5º LS Bujur=131º-133'5º BT


Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Maluku Tenggara berbatasan dengan:

Utara Kota Tual
Timur Kabupaten Kepulauan Aru
Selatan Kabupaten Maluku Tenggara Barat dan Laut Arafura
Barat Laut Banda

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Bupati
1
Bitik Sutan Tjaniago
1952
1954
1
Aktin Pelupessy
(Penjabat)
1954
1955
2
A. R. Nukuhehe
2
3
Drs. H.
Pooru
3
4
Drs.
R. M. Sumijan
4
5
Gazpers
5
6
Drs.
D. C. Farfar
1967
1975
6
F. Nanlohi
1975
1976
7
Letkol Pol.
Damiri
1976
1981
7
8
Drs.
Ch. Rahanra
1981
1991
8
9
9
H.
Rahayaan
1991
2001
10
11
Rusdi Andi Aco
(Catetaker)
2001
2002
H.
Gani Wokanubun
(Catetaker)
2002
2003
In Rerri
(Catetaker)
2003
2003
10
100px Herman Koedoeboen
S.H., M.Si.
31 Oktober 2003
31 Oktober 2008
12
Lambertus E. Nuhuyanan
11
100px Anderias Rentanubun
31 Oktober 2008
31 Oktober 2013
13
[2]
Yunus Serang
31 Oktober 2013
31 Oktober 2018
14
[3]
12
Muhamad Taher Hanubun
31 Oktober 2018
31 Oktober 2023
15
[4]
Petrus Beruatwarin

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Maluku Tenggara terdiri atas 11 kecamatan, yang dibagi lagi atas 189 desa dan 2 kelurahan. Ibu kota kabupaten ini adalah Langgur. Berikut ini adalah daftar 11 kecamatan di Maluku Tenggara:[5]

  1. Hoat Sorbay
  2. Kei Kecil
  3. Kei Kecil Barat
  4. Kei Kecil Timur
  5. Kei Kecil Timur Selatan
  6. Kei Besar
  7. Kei Besar Selatan
  8. Kei Besar Selatan Barat
  9. Kei Besar Utara Barat
  10. Kei Besar Utara Timur
  11. Manyeuw


Demografi[sunting | sunting sumber]

Suku Bangsa yang menempati daerah ini adalah suku asli Kei, Tanimbar, Tionghoa, Bugis, Flobamora, Ambon, Papua, Minahasa, dan lain-lain. Agama yang dianut Masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara yakni Katolik (44,18%) Islam (28,93%), Kristen (26,37%), Hindu(0,36%), Kong Hu Cu (0,01%), dan lain-lain (0,15%). Masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara sangat toleransi, saling membantu dengan semangat Ain ni Ain dan juga Heterogen.

Sosial Budaya[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Maluku Tenggara mempunyai akar budaya dan adat istiadat yaitu filosofi adat hukum Larvul Ngabal. Nilai-nilai yang terkandung di dalam hukum Larvul Ngabal mampu memelihara ketertiban & hubungan keakraban antar penduduk, menanamkan rasa gotong royong ( Budaya Maren), serta memupuk kesadaran masyarakat untuk menjaga keharmonisan alam melalui sistem “Hawear” yang mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya alam secara bijak & berkelanjutan. Singkatnya, faktor budaya dan istiadat dapat diandalkan untuk menjaga keseimbangan lingkungan yang mendukung adanya suatu keadaan yang kondusif dan harmonis.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Maluku Tenggara memiliki banyak wisata yang patut dikunjungi Wisatawan dalam dan luar negeri, diantaranya adalah Pantai Ngurbloat (Pantai Pasir Panjang) yang memiliki luas -+3 kilometer dengan hamparan Pasir Putih Terhalus ke-2 di dunia, Pantai Ohoidertawun (Pantai yang mempunyai karakteristik tersendiri yakni pasang surut air laut yang sangat luas), Pantai Ngurtafur (Pantai Pasir yang menjorok ke depan seperti membagi lautan dan pada musim tertentu Anda akan melihat kawanan Burung Pelikan yang berkumpul di Pantai ini), dan juga pantai pasir putih lainnya.

Kabupaten Maluku Tenggara memiliki goa dengan air tawar yang sangat sejuk dengan visibilitas yang sangat jelas yakni Goa Hawang dengan kisah yang menarik dan juga wisata-wisata lainnya yang sayang untuk dilewatkan.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ Touwe, Mochtar (21 Agustus 2008). "Golkar Borong Kemenangan di Kandang PDIP". Tempo.co. Diakses tanggal 14 Maret 2019. 
  3. ^ "Rentanubun Kembali Pimpin Malra". Siwa Lima News. 1 November 2013. Diakses tanggal 1 November 2013. 
  4. ^ Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab. Maluku Tenggara (1 November 2018). "Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara Resmi dilantik". Pemkab. Maluku Tenggara. Diakses tanggal 14 Maret 2019. 
  5. ^ Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan

Pranala luar[sunting | sunting sumber]