Kabupaten Dairi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Koordinat: 2°53′N 98°15′E / 2.883°N 98.250°E / 2.883; 98.250

Kabupaten Dairi
ᯂᯅᯮᯇᯗᯩᯉ᯲ ᯑᯤᯒᯪ
Lambang Kabupaten Dairi.png
Lambang Kabupaten Dairi
ᯂᯅᯮᯇᯗᯩᯉ᯲ ᯑᯤᯒᯪ



Lokasi Sumatera Utara Kabupaten Dairi.svg
Peta lokasi Kabupaten Dairi
ᯂᯅᯮᯇᯗᯩᯉ᯲ ᯑᯤᯒᯪ di Sumatera Utara
Koordinat:
Provinsi Sumatera Utara
Dasar hukum UU No. 15 Tahun 1964
Tanggal peresmian 23 September 1964
Ibu kota Sidikalang
Pemerintahan
-Bupati KRA Johnny Sitohang Adinegoro / Irwansyah Pasi
APBD
-DAU Rp. 512.477.041.000.-(2013)[1]
Luas 1.927,8 km2 [2]
Populasi
-Total 280.610 jiwa (2016)[3]
-Kepadatan 145,56 jiwa/km2
Demografi
-Agama Kristen Protestan 72.90%
Islam 15.80%
Katolik 11.33%
Buddha 0.10%
Aliran Kepercayaan 0.01%[4]
-Kode area telepon 0627
Pembagian administratif
-Kecamatan 15
-Kelurahan 124
Simbol khas daerah
Situs web www.dairikab.go.id

Kabupaten Dairi adalah sebuah kabupaten di provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Ibu kotanya ialah Sidikalang.

Kabupaten ini kemudian dimekarkan menjadi dua kabupaten, yaitu Kabupaten Dairi sebagai kabupaten induk dan Kabupaten Pakpak Bharat dengan dasar hukum Undang Undang Nomor 9 Tahun 2003 Tentang Pembentukan Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Pakpak Bharat dan Kabupaten Humbang Hasundutan yang dikeluarkan pada tanggal 25 Februari 2003.

Kabupaten Dairi merupakan salah satu dari 33 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sumatera Utara dengan luas wilayah 192.780 hektare, yaitu sekitar 2,69% dari luas Provinsi Sumatera Utara (7.160.000 hektare) yang terletak di sebelah barat laut Provinsi Sumatera Utara. Pada umumnya Kabupaten Dairi berada pada ketinggian rata-rata 700 s.d. 1.250 m di atas permukaan laut, dengan 15 kecamatan. Jumlah penduduk Kabupaten Dairi akhir tahun 2004 adalah sebanyak 271.521 jiwa dengan banyaknya rumah tangga sebesar 59.197. Penyebaran penduduk tersebut tidak merata di 14 kecamatan definitif.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada Masa Agresi 1 Berdasarkan surat Residen Tapanuli Nomor 1256 tanggal 12 September 1947, maka ditetapkanlah PAULUS MANURUNG sebagai Kepala Daerah Tk. II pertama di Kabupaten Dairi yang berkedudukan di Sidikalang, terhitung mulai tanggal 1 Oktober 1947 (catatan : hari bersejarah ini berdasarkan kesepakatan pemerintah dan masyarakat kelak dikukuhkan sebagai hari jadi Kabupaten Dairi, melalui Keputusan DPRD Kab. Dati II Dairi Nomor 4/K-DPRD/1997 tanggal 26 April 1977) Dengan demikian, PAULUS MANURUNG (HATIAN PAULUS MANURUNG), seorang Ahli Hukum dari Medan, Ketua Pengadilan Tebing Tinggi, Pendidik, merupakan Bupati Pertama Kabupaten Dairi.

Pada Masa Sesudah Tahun 1960 : Kabupaten Dairi didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1964 tentang Pembentukan Kabupaten Dairi, selanjutnya wilayahnya ditetapkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1964 tentang Wilayah Kecamatan di Kabupaten Dairi, yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Utara. Penjabat Bupati Kepala Daerah Dairi pertama ditetapkan Rambio Muda Aritonang yang bertugas mempersiapkan pembentukan DPRD Dairi serta pemilihan Bupati definitif. Pada kesempatan pertama Bupati Kepala Daerah Dairi terpilih dengan suara terbanyak adalah MAYOR RAJA NEMBAH MAHA pada tanggal 2 Mei 1964. Sejak tahun 1999 sampai dengan 2009 Kabupaten Dairi dipimpin oleh Bupati Dr. MASTER PARULIAN TUMANGGER dan pada akhirnya digantikan oleh wakilnya, Kanjeng Raden Adipati (KRA) Johnny Sitohang Adinegoro. Kanjeng Raden Adipati (KRA) Johnny Sitohang Adinegoro dan Irwansyah Pasi, S.H. menjadi Bupati dan Wakil Bupati Dairi periode 2009-2014.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kabupaten Karo
Selatan Kabupaten Pakpak Bharat
Barat Kabupaten Aceh Tenggara (Provinsi Aceh)
Timur Kabupaten Samosir

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Bupati
1
Paulus Manurung
1947
1949
2
Gading Barklomeus Pinem
1949
1949
3
RKM Maha
1949
1949
4
Jonathan Ompu Tording Sitohang
1949
1955
5
Nasip Nasution
1955
1956
6
Djauli Manik
1956
1963
7
Rambio Muda Aritonang
1964
1964
8
Mayor
Raja Nembah Maha
1964
1966
9
Drs.
Parluhutan Simanjuntak
1967
1967
10
Letkol
R Soemardi
1967
1968
11
AV Siahaan
1968
1974
12
Letkol Pol.
VI Silalahi
1974
1979
13
Drs.
Mulatua Pardede
1979
1984
14
Drs.
Tumpak Manurung
1984
1989
15
Poltak Panggabean
S.H.
1989
1989
16
Drs.
John Peternus Asal Silalahi
1989
1993
Drs. H.
Zakaria Yahya Lafau
(Pelaksana Harian)
Oktober 1993
Maret 1994
17
Drs.
Sabam Isodorus Sihotang
Maret 1994
Maret 1999
18
BUPATI DAIRI Master Parulian Tumanggor.JPG dr.
Master Parulian Tumanggor
Maret 1999
19 April 2004
19 April 2004
19 April 2009
Johnny Sitohang Adinegoro
19
Johnysitohang-regentofdairi.png KRA
Johnny Sitohang Adinegoro
20 April 2009
20 April 2014
Irwansyah Pasi
20 April 2014
Petahana

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Dairi

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Pembagian Wilayah Kecamatan di Kabupaten Dairi

Kabupaten Dairi terdiri dari 15 kecamatan yaitu:

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Objek Wisata[sunting | sunting sumber]

  • Panorama Pantai Danau Toba
  • Panorama Puncak Sidiangkat
  • Hutan Wisata Lae Pondom
  • Pariwisata Pantai Silalahi : Rumah Tanggal, Tumaras, Sialaman
  • Rumah Adat Pakpak
  • Panorama Lae Nauli
  • Air Terjun Lae Basbas
  • Danau Di atas Gunung Kempawa
  • Panorama Letter "S" dan Taman Iman Wisata Sitinjo
  • Panorama Gua Dalam/ Panjang Kendet Liang
  • Air Terjun Lae Pendaroh
  • Benda Bersejarah Batu Aceh
  • Bangunan Jerro Pakpak
  • Panorama Kangkung
  • Uruk Sembelin
  • Mata Lae Bonian
  • Panorama Silemboyah
  • Batu Kerbo

(Sumber : Kabupaten Dairi dalam Angka Tahun 2007/ BPS Kabupaten Dairi Tahun 2007)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ Luas Kabupaten Dairi
  3. ^ "Kabupaten Dairi Dalam Angka 2017" (PDF). Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal November 18, 2017. 
  4. ^ "Kabupaten Dairi Dalam Angka 2017" (PDF). Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal November 18, 2017. 

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]