Lompat ke isi

Kabupaten Dairi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Dairi
Transkripsi bahasa daerah
  Surat Batakᯑᯤᯒᯪ
Lambang resmi Kabupaten Dairi
Peta
Peta
Kabupaten Dairi di Sumatra
Kabupaten Dairi
Kabupaten Dairi
Peta
Kabupaten Dairi di Indonesia
Kabupaten Dairi
Kabupaten Dairi
Kabupaten Dairi (Indonesia)
Koordinat: 2°52′00″N 98°14′00″E / 2.86667°N 98.23333°E / 2.86667; 98.23333
Negara Indonesia
ProvinsiSumatera Utara
Tanggal berdiri23 September 1964
Dasar hukumUU No. 15 Tahun 1964
Hari jadiOktober 1, 1947; 78 tahun lalu (1947-10-01)
Ibu kotaSidikalang
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 15
  • Kelurahan: 8
  • Desa: 161
Pemerintahan
  BupatiVickner Sinaga
  Wakil BupatiWahyu Daniel Sagala
  Sekretaris DaerahJonny Hutasoit (Pj.)
  Ketua DPRDSabam Sibarani
Luas
  Total1.927,8 km2 (744,3 sq mi)
Populasi
  Total329.341
  Kepadatan170/km2 (440/sq mi)
Demografi
  Agama
  • 15,66% Islam
  • 0,10% Buddha
  • 0,01% Hindu
  • 0,14% Lainnya[2]
  BahasaIndonesia (resmi), Batak (Batak Pakpak, Batak Toba, Batak Karo)
  IPMKenaikan 75,88 (2024)
 tinggi [3]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode pos
222XX
Kode BPS
1210 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon0627
Pelat kendaraanBB
Kode Kemendagri12.11 Suntingan nilai di Wikidata
APBDRp 1.220.990.000.000,- (2024)[4]
PADRp 87.040.000.000,- (2024)[4]
DAURp 650.948.740.000,- (2024)[5]
DAKRp 253.319.041.000,- (2024)[6]
Situs webwww.dairikab.go.id

Kabupaten Dairi (Surat Batak: ᯑᯤᯒᯪ) adalah sebuah kabupaten yang berada di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Ibu kota Kabupaten Dairi terletak di Kecamatan Sidikalang.[7][8] Tahun 2003, kabupaten ini dimekarkan menjadi dua kabupaten, yaitu Kabupaten Dairi sebagai kabupaten induk dan Kabupaten Pakpak Bharat sebagai hasil pemekaran, dengan dasar hukum Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2003, tanggal 25 Februari 2003.

Kabupaten Dairi merupakan salah satu dari 33 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sumatera Utara dengan luas wilayah 192.780 hektare, yaitu sekitar 2,69% dari luas Provinsi Sumatera Utara (7.160.000 hektare) yang terletak di sebelah barat laut. Geografi Kabupaten Dairi berada pada ketinggian rata-rata 700 hingga 1.250 meter di atas permukaan laut, dengan 15 kecamatan. Jumlah penduduk Kabupaten Dairi pertengahan tahun 2024 sebanyak 329.341 jiwa.[1] Kabupaten Dairi berbatasan langsung dengan Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Tenggara di Provinsi Aceh.

Salah satu ruas jalan di Kecamatan Sidikalang.

Pada Masa Agresi 1 Berdasarkan surat Residen Tapanuli Nomor 1256 tanggal 12 September 1947, maka ditetapkanlah Hatian Paulus Manurung sebagai Kepala Daerah Tk. II pertama di Kabupaten Dairi yang berkedudukan di Sidikalang, terhitung mulai tanggal 1 Oktober 1947 (catatan: hari bersejarah ini berdasarkan kesepakatan pemerintah dan masyarakat kelak dikukuhkan sebagai hari jadi Kabupaten Dairi, melalui Keputusan DPRD Kab. Dati II Dairi Nomor 4/K-DPRD/1997 tanggal 26 April 1977). Paulus Manurung adalah seorang ahli hukum dari Kota Medan, Ketua Pengadilan Tebing Tinggi, pendidik, merupakan bupati pertama Kabupaten Dairi.

Pada Masa Sesudah Tahun 1960

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Dairi didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1964 tentang Pembentukan Kabupaten Dairi, selanjutnya wilayahnya ditetapkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1964 tentang Wilayah Kecamatan di Kabupaten Dairi, yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Utara. Penjabat bupati kepala daerah Dairi pertama ditetapkan Rambio Muda Aritonang yang bertugas mempersiapkan pembentukan DPRD Dairi serta pemilihan bupati definitif.

Pada kesempatan pertama bupati kepala daerah Dairi terpilih dengan suara terbanyak adalah Mayor Raja Nembah Maha pada tanggal 2 Mei 1964. Sejak tahun 1999 sampai dengan 2009 Kabupaten Dairi dipimpin oleh Bupati Dr. Master Parulian Tumanggor dan selanjutnya digantikan oleh wakilnya, Kanjeng Raden Adipati (KRA) Johnny Sitohang Adinegoro. Kanjeng Raden Adipati (KRA) Johnny Sitohang Adinegoro dan Irwansyah Pasi, S.H. menjadi bupati dan wakil bupati Dairi periode 2009-2014.

Batas wilayah

[sunting | sunting sumber]
UtaraKabupaten Karo
TimurKabupaten Samosir dan Danau Toba
SelatanKabupaten Pakpak Bharat
BaratKabupaten Aceh Tenggara dan Kota Subulussalam (Provinsi Aceh)

Pemerintahan

[sunting | sunting sumber]

Bupati dan wakil bupati

[sunting | sunting sumber]
Kantor bupati Dairi.

Bupati Dairi adalah pemimpin tertinggi di lingkungan pemerintah Kabupaten Dairi. Bupati Dairi bertanggung jawab kepada Gubernur Sumatera Utara. Saat ini, bupati yang menjabat di Kabupaten Dairi adalah Vickner Sinaga dengan wakil bupati Wahyu Daniel Sagala.

Mereka menang pada Pemilihan umum Bupati Dairi 2018. Eddy Berutu merupakan bupati Dairi ke-20 setelah kabupaten ini didirikan. Sementara Jimmy Sihombing menjadi wakil bupati Dairi diusia yang masih muda, dilantik ketika ia masih berusia 27 tahun. Mereka dilantik oleh Gubernur Provinsi Sumatera Utara Edy Rahmayadi, pada 24 April 2019 di Kota Medan.[9]

Bupati Mulai jabatan Akhir jabatan Prd. Wakil Bupati
Vickner Sinaga Februari 20, 2025; 10 bulan lalu petahana 21
(2024)
Wahyu Daniel Sagala

Dewan perwakilan

[sunting | sunting sumber]
Kantor DPRD Kabupaten Dairi.

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Dairi dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[10] 2019–2024[11] 2024–2029
PKB 0 Kenaikan 1 Penurunan 0
Gerindra 4 Penurunan 3 Kenaikan 4
PDI-P 4 Kenaikan 5 Kenaikan 7
Golkar 11 Penurunan 9 Steady 9
NasDem 3 Kenaikan 4 Penurunan 3
PKS 1 Steady 1 Steady 1
Hanura 5 Penurunan 4 Penurunan 2
PAN 4 Penurunan 1 Penurunan 0
Demokrat 2 Kenaikan 5 Kenaikan 6
PSI (baru) 0 Kenaikan 2
Perindo (baru) 2 Penurunan 1
PKPI 1 Penurunan 0
Jumlah Anggota 35 Steady 35 Steady 35
Jumlah Partai 9 Kenaikan 10 Penurunan 9

Kecamatan

[sunting | sunting sumber]
Suasana jalanan di Kelurahan Sidiangkat, Kecamatan Sidikalang.
Pembagian kecamatan di Kabupaten Dairi.

Wilayah Kabupaten Dairi terbagi menjadi 15 kecamatan.[12] Nama-nama kecamatannya yaitu:[13]

Demografi

[sunting | sunting sumber]

Suku bangsa dan bahasa

[sunting | sunting sumber]
Gedung Nasional Djauli Manik berbentuk Sapo Jojong, rumah adat Batak Pakpak di Kecamatan Sidikalang.

Penduduk asli yang mendiami wilayah Kabupaten Dairi adalah suku Batak Pakpak. Dan suku lain umumnya adalah suku Batak Toba, Batak Karo, dan pendatang dari daerah lain seperti suku Jawa, Tionghoa, Aceh, Minangkabau dan lainnya. Bahasa yang digunakan selain bahasa nasional bahasa Indonesia adalah bahasa Batak Toba, Batak Pakpak, dan Batak Karo.

Suku Batak Pakpak terbagi menjadi 5 suak berdasarkan wilayah persebarannya. Kelima puak tersebut adalah:[14]

GKPPD Tinada, sebuah gereja Kristen Protestan berbahasa Batak Pakpak.

Pada tahun 2021, jumlah penduduk Kabupaten Dairi sebanyak 318.616 jiwa. Berdasarkan agama yang dianut, mayoritas penduduk Kabupaten Dairi memeluk agama Kekristenan. Adapun persentasi penduduk Kabupaten Dairi menurut agama yang dianut adalah Kekristenan 84,09%, di mana Protestan 72,80% dan Katolik 11,29%. Sebagian lagi memeluk agama Islam 15,66%, kemudian Buddha 0,10%, Hindu 0,01% dan lainnya 0,14%.[2] Untuk rumah ibadah, terdapat 963 gereja Kristen Protestan, 147 gereja Kristen Katolik, 143 masjid, 1 wihara dan 1 pura.[2]

Salah satu produk kuliner paling terkenal dari Kabupaten Dairi adalah Kopi Sidikalang. Kopi Sidikalang sudah populer bagi pecinta kopi, baik masyarakat Indonesia bahkan dunia.[15] Data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Dairi 2021, luas perkebunan kopi di Kabupaten Dairi mencapai 13.190 hektar untuk tahun 2020. Penghasilan perkebunan kopi juga merupakan yang tertinggi dibanding perkebunan lainnya seperti karet, kakao, dan kelapa, dan tahun 2020 menghasil 10.188 ton.[2]

Pariwisata

[sunting | sunting sumber]

Objek wisata

[sunting | sunting sumber]
Miniatur Salib Golgota di Taman Wisata Iman Dairi.

Beberapa wisata yang ada di Kabupaten Dairi, di antaranya;[16]

  • Tugu Makam Raja Silahisabungan
  • Panorama Puncak Sidiangkat
  • Taman Wisata Iman Dairi
  • Wisata Letter Z
  • Aek Sipaulak Hosa
  • Hutan Wisata Lae Pondom
  • Pariwisata Pantai Silalahi: Rumah Tanggal, Tumaras, Sialaman
  • Panorama Lae Nauli
  • Air Terjun Lae Basbas
  • Danau di atas Gunung Kempawa
  • Panorama Gua Dalam/Panjang Kendet Liang
  • Air Terjun Lae Pendaroh
  • Benda Bersejarah Batu Aceh
  • Bangunan Jerro Pakpak
  • Panorama Kangkung
  • Uruk Simbelin
  • Mata Lae Bonian
  • Panorama Silumboyah
  • Bantun Kerbo

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2024" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 23 November 2024.
  2. 1 2 3 4 "Kabupaten Dairi Dalam Angka 2021". Badan Pusat Statistik Indonesia. hlm. 8, 156, 234. Diarsipkan dari asli (pdf) tanggal 2021-06-20. Diakses tanggal 23 September 2021.
  3. "Indeks Pembangunan Manusia (Umur Harapan Hidup Hasil Long Form SP2020), 2023-2024". www.bps.go.id. Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal 23 November 2024.
  4. 1 2 "Postur APBD Kabupaten Dairi Tahun 2024". djpk.kemenkeu.go.id. (2024). Diakses tanggal 23 November 2024.
  5. "Rincian Dana Transfer Umum T.A 2024 Menurut Provinsi/Kabupaten/Kota" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2024). Diakses tanggal 23 November 2024.
  6. "Buku Alokasi dan Rangkuman Kebijakan Transfer Ke Daerah T.A 2024 Provinsi Sumatera Utara". djpk.kemenkeu.go.id. (2024). hlm. 24. Diakses tanggal 23 November 2024.
  7. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Désémber 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  8. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  9. Tumanggor, Abdi (24 April 2019). "Sosok Wakil Bupati Dairi yang Baru Dilantik, Usia Masih 27 Tahun dan Lajang, Anak Raja Napogos". Tribunnews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-01-18. Diakses tanggal 16 Januari 2022.
  10. Perolehan Kursi DPRD Dairi Periode 2014-2019
  11. Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Dairi 2019-2024
  12. Sagala, S. D. D., dan Lumbangaol. W. R. (2022). Kabupaten Dairi Dalam Angka 2022. BPS Kabupaten Dairi. hlm. 23. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  13. Sagala, S. D. D., dkk, (2023). Kabupaten Dairi Dalam Angka 2023. BPS Kabupaten Dairi. hlm. 6. ISSN 2354-578X. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  14. Akhyar, Aqmarul (30 Juli 2020). Juang Naibaho (ed.). "TRIBUN-MEDAN-WIKI: Mengenal Suku Pakpak Asal Sumut". Tribunnews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-04-25. Diakses tanggal 23 September 2021.
  15. "Kopi Sidikalang dari Dairi, Primadonanya Kopi di Sumatera". visitdairi.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-06-15. Diakses tanggal 23 September 2021.
  16. "Visit Dairi". visitdairi.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-06-15. Diakses tanggal 23 September 2021.

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]