Kabupaten Humbang Hasundutan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Humbang Hasundutan
Humbahas
Transkripsi bahasa daerah
 • Batak Tobaᯂᯮᯔ᯲ᯅᯰ ᯂᯘᯮᯉ᯲ᯑᯮᯖᯉ᯲
Lembah Bakkara
Lambang resmi Kabupaten Humbang Hasundutan
Motto: 
Bona pasogit nauli
(Batak) Kampung halaman kita yang indah
Peta
Kabupaten Humbang Hasundutan is located in Sumatra
Kabupaten Humbang Hasundutan
Kabupaten Humbang Hasundutan
Peta
Kabupaten Humbang Hasundutan is located in Indonesia
Kabupaten Humbang Hasundutan
Kabupaten Humbang Hasundutan
Kabupaten Humbang Hasundutan (Indonesia)
Koordinat: 2°15′56″N 98°30′14″E / 2.26551°N 98.50376°E / 2.26551; 98.50376
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Utara
Tanggal berdiri28 Juli 2003
Dasar hukumUU No. 9 Tahun 2003
Ibu kotaDolok Sanggul
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
Pemerintahan
 • BupatiDosmar Banjarnahor, S.E.
 • Wakil BupatiOloan Paniaran Nababan, S.H., M.H.
 • Sekretaris DaerahDrs. Tonny Sihombing, M.IP.
 • Ketua DPRDRamses Lumbangaol, S.H.
Luas
 • Total2.502,71 km2 (966,30 sq mi)
Populasi
 • Total197.751
 • Kepadatan79,00/km2 (204,6/sq mi)
Demografi
 • AgamaKristen 96,88%
- Protestan 84,00%
- Katolik 12,88%
Islam 3,07%
Parmalim 0,04%
Buddha 0,01%[2][3]
 • BahasaBahasa Indonesia, Batak Toba (dominan)
 • IPMKenaikan 69,41 (2021)
sedang[4]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode area telepon0633
Pelat kendaraanBB xxxx D*
Kode Kemendagri12.16 Edit the value on Wikidata
DAURp 543.828.964.000,- (2020)[5]
Semboyan daerahHebat
Situs webwww.humbanghasundutankab.go.id

Humbang Hasundutan (disingkat Humbahas, surat Batak Toba: ᯂᯮᯔ᯲ᯅᯰ ᯂᯘᯮᯉ᯲ᯑᯮᯖᯉ᯲) adalah sebuah kabupaten di Sumatra Utara, Indonesia.[6][7] Dibentuk pada 28 Juli 2003, kabupaten ini mempunyai luas sebesar 2.335,33 km² dan beribu kotakan Dolok Sanggul. Kondisi fisik kabupaten ini berada pada ketinggian 330-2.075 meter dpl.

Menurut data tahun Sensus Penduduk 2010 penduduknya berjumlah 171.650 jiwa, dan diakhir tahun 2020, penduduknya berjumlah 197.751 jiwa.[1] Motto daerah kabupaten ini adalah Bona pasogit nauli yang dalam bahasa Batak Toba berarti "Kampung halaman kita yang indah". Kabupaten Humbang Hasundutan dipimpin oleh Bupati Dosmar Banjarnahor dan Oloan Paniaran Nababan sebagai wakil bupati.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Humbang Hasundutan merupakan salah satu kabupaten di wilayah Sumatra Utara. Kabupaten ini mempunyai luas wilayah sebesar 251.765,93 Ha yang terbagi kedalam 10 kecamatan. Secara geografis, kabupaten ini terletak antara 2°13'–2°28' Lintang Utara dan 98°10'–98°57' Bujur Timur.[8]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Gapura selamat datang di Kabupaten Humbang Hasundutan
Utara Kabupaten Samosir
Timur Kabupaten Tapanuli Utara
Selatan Kabupaten Tapanuli Tengah
Barat Kabupaten Pakpak Bharat

Topografi[sunting | sunting sumber]

Secara topografi, wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan memiliki sifat muka tanah bergelombang dan berbukit dengan ketinggian antara 330–2075 mdpl. Kemiringan tanah di wilayah ini terbagi menjadi tiga, yaitu datar dengan persentase 11% dari luas wilayah keseluruhan Kabupaten Humbang Hasundutan, landai dengan persentase 20% dari luas wilayah keseluruhan Kabupaten Humbang Hasundutan, dan miring/terjal sebesar 69% dari luas wilayah keseluruhan Kabupaten Humbang Hasundutan.[8]

Iklim[sunting | sunting sumber]

Data iklim Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 24.4
(75.9)
24.8
(76.6)
25.1
(77.2)
25.7
(78.3)
26.5
(79.7)
26.1
(79)
25.7
(78.3)
25.1
(77.2)
24.6
(76.3)
23.8
(74.8)
23.4
(74.1)
23.5
(74.3)
24.89
(76.81)
Rata-rata harian °C (°F) 20.1
(68.2)
20.3
(68.5)
20.5
(68.9)
20.6
(69.1)
20.5
(68.9)
20.7
(69.3)
20.2
(68.4)
20.1
(68.2)
19.7
(67.5)
18.8
(65.8)
18.8
(65.8)
19.6
(67.3)
19.99
(67.99)
Rata-rata terendah °C (°F) 14.5
(58.1)
14.8
(58.6)
15.1
(59.2)
15.5
(59.9)
15.4
(59.7)
15.4
(59.7)
15.3
(59.5)
14.9
(58.8)
14.3
(57.7)
13.9
(57)
13.4
(56.1)
13.6
(56.5)
14.68
(58.4)
Presipitasi mm (inci) 179
(7.05)
143
(5.63)
204
(8.03)
209
(8.23)
139
(5.47)
98
(3.86)
111
(4.37)
135
(5.31)
212
(8.35)
201
(7.91)
241
(9.49)
206
(8.11)
2.078
(81,81)
Rata-rata hari hujan 15 13 17 17 12 8 9 11 18 17 20 17 174
% kelembapan 82 82 83 83 82 81 79 80 81 83 84 84 82
Rata-rata sinar matahari bulanan 189 198 172 191 202 234 247 225 194 163 148 157 2.320
Sumber #1: Climate-Data.org[9]
Sumber #2: BMKG [10] & Weatherbase[11]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Bupati dan Wakil[sunting | sunting sumber]

Kantor Bupati Humbang Hasundutan

Bupati Humbang Hasundutan adalah pemimpin tertinggi di lingkungan pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan. Bupati Humbang Hasundutan bertanggungjawab kepada Gubernur provinsi Sumatra Utara. Saat ini, bupati atau kepala daerah yang menjabat di Kabupaten Humbang Hasundutan ialah Dosmar Banjarnahor, dengan wakil bupati Oloan Paniaran Nababan. Mereka menang pada Pemilihan umum Bupati Humbang Hasundutan 2020. Dosmar Banjarnahor merupakan bupati Humbang Hasundutan ke-2 setelah kabupaten ini didirikan, dan merupakan periode kedua baginya pada Pilkada 2020. Mereka dilantik oleh gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi, pada 26 Februari 2021 di Kota Medan.[12]

No Bupati Mulai jabatan Akhir jabatan Prd. Ket. Wakil Bupati
2 Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor.jpg Dosmar Banjarnahor 27 Februari 2021 petahana (2020) Periode 2 BUPATI WAKIL BUPATI 6.jpg Oloan Paniaran Nababan

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan dalam dua periode terakhir.[13][14]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
PKB 2 Penurunan 0
Gerindra 5 Penurunan 2
PDI-P 3 Kenaikan 7
Golkar 6 Penurunan 5
NasDem 3 Steady 3
Perindo (baru) 2
PSI (baru) 1
PAN 1 Penurunan 0
Hanura 3 Kenaikan 4
Demokrat 2 Penurunan 1
Jumlah Anggota 25 Steady 25
Jumlah Partai 8 Steady 8


Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Humbang Hasundutan terdiri dari 10 kecamatan, 1 kelurahan, dan 153 desa dengan luas wilayah mencapai 2.335,33 km² dan jumlah penduduk sekitar 195.111 jiwa (2017) dengan kepadatan penduduk 84 jiwa/km².[6][7]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Humbang Hasundutan, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Daftar
Desa/Kelurahan
12.16.03 Bakti Raja 7
12.16.06 Dolok Sanggul 1 27
12.16.05 Lintong Nihuta 22
12.16.08 Onan Ganjang 12
12.16.09 Pakkat 22
12.16.04 Paranginan 11
12.16.01 Parlilitan 20
12.16.02 Pollung 13
12.16.07 Sijama Polang 10
12.16.10 Tara Bintang 9
TOTAL 1 153
Pembagian Wilayah Kecamatan di Kabupaten Humbang Hasundutan

Kabupaten Humbang Hasundutan terdiri dari 10 kecamatan yaitu:

Kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar adalah Dolok Sanggul dengan 43.197 jiwa sedangkan jumlah penduduk terkecil berada di kecamatan Sijamapolang dengan 5.112 jiwa.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Suku Bangsa[sunting | sunting sumber]

Rumah Bolon, rumah adat suku Batak Toba.

Mayoritas penduduk kabupaten Humbang Hasundutan merupakan suku Batak Toba, sama halnya dengan kabupaten pemekaan Kabupaten Tapanuli Utara saat ini yakni Kabupaten Samosir dan Kabupaten Toba. Selain itu, ada sebagian kecil yang merupakan suku terdekat Batak Toba, yakni Batak Simalungun, Batak Karo, Batak Angkola dan Batak Pakpak. Ada pula sebagian kecil suku Aceh, Jawa, Minangkabau dan Indonesia, yang banyak terdapat di Dolok Sanggul, Tarabintang, dan Pakkat.

Agama[sunting | sunting sumber]

HKBP Doloksanggul, Humbang Hasundutan

Mayoritas penduduk kabupaten Humbang Hasundutan memeluk agama Kristen, sebagian besar beragama Islam, sebagian kecil Parmalim, dan Buddha. Suku asli di kabupaten Humbang Hasundutan yakni Batak Toba, umumnya memeluk agama Kristen Protestan dan sebagian memeluk Katolik, Islam dan kepercayaan asli suku Batak yaitu Parmalim. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri tahun 2021 mencatat bahwa pemeluk agama Kekristenan sebanyak 96,88%, dengan rincian Protestan 84,00% dan Katolik 12,88%. Sebagian lagi menganut agama Islam yakni 3,07%, kemudian kepercayaan Parmalim 0,04% dan sebagian kecil menganut agama Buddha yakni 0,01%.[2]

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Batak Toba yang merupakan suku asli dan dominan di Kabupaten Humbang Hasundutan, memengaruhi pada bahasa komunikasi yang digunakan dalam kehidupan bermasyarakat. Bahasa Batak Toba adalah Bahasa utama yang digunakan oleh penduduk Humbang Hasundutan, selain dari Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa resmi Indonesia.[15]

Aksara dasar (ina ni surat) dalam surat Batak merepresentasikan satu suku kata dengan vokal inheren /a/. Terdapat 19 aksara dasar yang dimiliki semua varian aksara Batak, sementara beberapa aksara dasar yang hanya digunakan pada varian tertentu. Bentuknya dapat dilihat sebagaimana berikut:[16]

Ina ni Surat
a ha ka ba pa na wa ga ja da ra ma ta sa ya nga la nya i u
Batak Toba A Ha Ka Ba Pa Na Wa
Wa
Ga Ja Da Ra Ma Ta
Ta
Sa Ya Nga La Nya I I

Bentuk-bentuk di atas merupakan bentuk yang digeneralisasi, tidak jarang suatu naskah menggunakan varian bentuk aksara atau tarikan garis yang sedikit berbeda jika dibandingkan dengan bahasa Batak lainnya, sesuai daerah asal dan media yang digunakan.[17]

Aksara i () dan u () hanya digunakan untuk suku kata terbuka, misal pada kata dan ina ᯤᯉ dan ulu ᯥᯞᯮ. Untuk suku kata tertutup yang diawali dengan bunyi i atau u, digunakanlah aksara a ( atau ) bersama diaktirik untuk masing-masing vokal, misal pada kata indung ᯀᯪᯉ᯲ᯑᯮᯰ dan umpama ᯀᯮᯔ᯲ᯇᯔ.[18]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Tari Tortor dengan penari wanita memakai pakaian tradisional Batak Toba.

Mayoritas penduduk Humbang Hasundutan adalah petani. Komoditas pertanian terbesar adalah kopi dengan luas panen 9.246 Ha dan produksi 6.461 ton (Humbahas Dalam Angka 2007). Perkebunan kopi terdiri dari 48.45% luas lahan pertanian dan perkebunan.Selain kopi, kabupaten ini juga kaya dengan kemenyan. Dengan luas panen 5.235 Ha menghasilkan 1.278 ton. Luas lahan kemenyan mencapai 23,16%. Komoditas lainnya adalah karet, kulit manis, kemikir, coklat, kelapa sawit, aren, kelapa, tebu, jahe, cengkih, dan andaliman.

Pertanian[sunting | sunting sumber]

Komoditas pertanian andalan penduduk adalah cabe dengan luas panen 612 Ha menghasilkan 3.086 ton (Humbahas Dalam Angka 2007). Tanaman cabe mencapai 39,97% lahan pertanian. Selain cabe penduduk juga bertanam andaliman, kubis, tomat, kentang, sawi, wortel dan bawang merah.

Kehutanan[sunting | sunting sumber]

Di bidang kehutanan, kabupaten Humbang Hasundutan memiliki lahan 159.392 Ha hutan terdiri dari hutan produksi 84.540 Ha; hutan lindung 74.852 Ha. Kawasan hutan terbesar berada di kecamatan Parlilitan yakni 38,58% dari hutan yang ada di kabupaten ini.

Pembangkit listrik[sunting | sunting sumber]

Potensi ekonomi lain di kabupaten Humbang Hasundutan adalah pembangkit listrik. Terdapat 10 lokasi air terjun yang dapat dimanfaatkan menjadi pembangkit listrik. Air terjun dengan ketinggian jatuh tertinggi adalah Aek Sipang dengan ketinggian 125 meter. Berikutnya adalah Sipulak (75 m), Sisira (75 m), Simarhilang (50 m), dan lain-lain. Sebanyak 4 air terjun ini berada di satu desa yakni Sijarango (Janjimatogu), kecamatan Pakkat.

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Kabupaten Humbang Hasundutan Dalam Angka 2021" (pdf). www.humbanghasundutankab.bps.go.id. hlm. 8, 59. Diakses tanggal 16 Juni 2021. 
  2. ^ a b "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 16 Juni 2021. 
  3. ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Humbang Hasundutan". www.sp2810.bps.do.id. Diakses tanggal 20 Mei 2020. 
  4. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diakses tanggal 29 Desember 2021. 
  5. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 16 Juni 2021. 
  6. ^ a b "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  7. ^ a b "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  8. ^ a b "Profil Kabupaten Humbang Hasundutan" (PDF). 
  9. ^ "Dolok Sanggul, Sumatera Utara, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 16 September 2020. 
  10. ^ "Curah Hujan Kabupaten Humhas – ZOM 11 dan 13" (PDF). BMKG. hlm. 56. Diakses tanggal 16 September 2021. 
  11. ^ "Humbang Hasundutan, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 16 September 2020. 
  12. ^ "Bupati dan Wakil Bupati Humbahas Dilantik Gubernur Sumatera Utara". www.jayaposnews.com. 26 Februari 2021. Diakses tanggal 15 Januari 2022. 
  13. ^ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan Periode 2014-2019
  14. ^ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan 2019-2024
  15. ^ Dongoran, Tumpal. H, dkk (Februari 1997). "Fonologi Bahasa Angkola" (PDF). labbineka.kemdikbud.go.id. hlm. 1–6. Diakses tanggal 23 September 2021. 
  16. ^ Everson, Michael; Kozok, Uli (07-10-2008). "Proposal for encoding the Batak script in the UCS" (PDF). ISO/IEC JTC1/SC2/WG2. Unicode (N3320R). Diakses tanggal 25 Oktober 2021. 
  17. ^ Kozok 2009.
  18. ^ Kozok 1999, hlm. 109.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]