Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Dolok Sanggul
(Peta Lokasi) Kecamatan Doloksanggul, Humbang Hasundutan.svg
Peta lokasi Kecamatan Dolok Sanggul
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Utara
KabupatenHumbang Hasundutan
Pemerintahan
 • CamatKartini Sinambela, S.Sos[1]
Populasi
 • Total52.361 jiwa
 • Kepadatan235/km2 (610/sq mi)
Kode pos
22457
Kode Kemendagri12.16.06 Edit the value on Wikidata
Luas222,40 km²
Desa/kelurahan1 kelurahan
27 desa
Situs webdoloksanggul.humbanghasundutankab.go.id

Dolok Sanggul (Doloksanggul) adalah sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Humbang Hasundutan, provinsi Sumatra Utara, Indonesia. Kecamatan Dolok Sanggul juga merupakan ibu kota dari kabupaten Humbang Hasundutan. Dengan luas wilayah 222,40 km² terdiri dari 1 kelurahan dan 27 desa. Secara administrasi, Doloksanggul tercatat dalam satu suku kata saja, tidak dipisah Dolok Sanggul.

Kecamatan ini terletak di dataran tinggi dengan udara dingin. Doloksanggul juga menjadi sentra perekonomian dan perdagangan di Kabupaten Humbang Hasundutan. Juga menjadi pusat kegiatan keagamaan Kristen, terutama gereja HKBP Distrik III Humbang. Salah satu makanan khas Dolok Sanggul adalah daging kuda.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Mayoritas suku yang ada di masyarakat Dolok Sanggul adalah Batak, dan hampir seluruh warganya adalah etnik Batak Toba yang memakai sistem Marga sebagai nama keluarga.[3]. Marga yang mayoritas di Dolok Sanggul adalah Simamora, Purba, Lumban Gaol, Lumban Raja, Simanullang, Marbun, Nababan, Sianturi, Sihite, Sihotang, Sihombing, dan Situmorang. Pekerjaan yang banyak digeluti warga Dolok Sanggul kebanyakan bertani dan masih sangat kental adat Batak yang masih tampak di tiap sudut kehidupan warga.

Tahun 2021, jumlah kecamatan Dolok Sanggul sebanyak 52.361 jiwa, dengan kepadatan 235 jiwa/km². Kemudian, persentasi penduduk kecamatan Dolok Sanggul berdasarkan agama yang dianut yakni Kekristenan 96,48% dimana Protestan 89,71% dan Katolik 6,77%. Sebagian lagi beragama Islam yang kebanyakan pendatang yakni 3,50% dan yang menganut Buddha 0,02%.[2][4]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Pertumbuhan ekonomi hanya mengandalkan pertanian. Pertanian yang paling berkembang terdapat di desa Siborboron, Kecamatan Sijamapolang yang tepatnya diperbatasan antara Kecamatan Doloksanggul dan Onan Ganjang. Jenis tanaman yang dikembangkan disana kebanyakan holtikultura seperti cabai, tomat, sayur mayur dan lain lain, sedangkan tanaman tua yaitu jeruk dan kopi.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Dolok Sanggul, www.doloksanggul.humbanghasundutankab.go.id, 25 Agustus 2021
  2. ^ a b "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 25 Agustus 2021. 
  3. ^ Bakkara dan Pesona si Raja Batak, www.pariwisatasumut.net, 25 Agustus 2021
  4. ^ Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Humbang Hasundutan, www.sp2010.bps.go.id, 25 Agustus 2021