Huta Gurgur, Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Huta Gurgur
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Utara
KabupatenHumbang Hasundutan
KecamatanDolok Sanggul
Kodepos
22457
Kode Kemendagri12.16.06.2024 Edit the value on Wikidata
Luas... km2
Jumlah penduduk2247 jiwa, 475 kk
Kepadatan... jiwa/km2

Huta Gurgur merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatra Utara, Indonesia. Desa ini adalah kampungnya Marga Simanullang yang saat ini dihuni oleh tigapuluhan marga. Selain Marga Simanullang disebut Boru Huta. Berpenduduk 2247 jiwa dan 475 kepala keluarga.

Desa ini terbilang luas, memanjang mulai dari Aek Sibundong, berbatas Desa Silagalaga dan Parik Sinomba di sebelah Selatan sampai Tombak (Hutan) Sangkalan, berbatas Desa Sampean) di sebelah Utara; Berbatas Matiti dan Sosor Tambok di sebalah Barat dan Aek Nauli (Kecamatan Pollung) sebelah Timur. Di sebelah Utara terbentang hutan yang di dalamnya adalah pohon Kemenyan. Di sebelah Selatan terbentang sawah tadah hujan.

Desa Hutagurgur berjarak sekitar 6 kilometer dari Simpang Empat Doloksanggul, Ibu kota Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).

Nama-Nama Dusun[sunting | sunting sumber]

Desa ini terdiri dari empat lingkungan dan 43 huta, lumban atau sosor (dusun) yakni:

Lingkungan I: Lumban Hasahatan, Sampang Maruhur, Lumban Taho, Rianiate, Lumban Raja Naualu, Lumban Manik, Lumban Barita, Lumban Najagar, Hapoltahan Tua, Lumban Sipallat, Pangambean, Lumban Gorat, Kompleks SD Inspres

Lingkungan II: Lumban Siantar, Lumban Julu, Sosor Gadong, Lumban Satu, Lumban Parapat, Lumban Nainggolan, Lumban Purba, Lumban Tongatonga, Lumban Hinohal

Lingkungan III: Lumban Sonang, Lumban Patar, Janji Martahan, Pangambatan, Lumban Dolok, Lambas Maria, Lumban Parsinaran, Lumban Lontung, Lumban Sampe Buhit, Lumban Tahi, Parmonangan, Lumban Nionggung, Lumban Matio

Lingkungan IV: Sitiotio, Hutanagugun, Lumban Simual, Perumahan Bukit Gurgur, Perumnas Gurgur Indah, Sigaranggarang.

Tempat Ibadah dan Sekolah[sunting | sunting sumber]

Terdapat lima gereja yakni HKBP Resort Immanuel Hutagurgur, GKPI Hutagurgur, Pentakosta, GKLI Sigaranggarang dan GBI Sitinggirtinggir. Juga ada satu Mushola. Ada dua Sekolah Dasar yakni SDN dan SD Inpres. Sekolah Dasar Negeri yang berada di komplek (godung) HKBP dibangun atas swadaya masyarakat yang kemudian dinegerikan. SMP terdekat (3 km) adalah SMP Si Raja Oloan yang kemudian menjadi SMKN 1 di Matiti. Juga ada SMN2 Doloksanggul di Matiti berjarak 2–3 km dari Desa Hutagurgur.

Kerukunan beragama terbina dengan baik di desa ini. Kendati umat Islam hanya dua keluarga di desa ini, tetapi jika malam takbiran tiba, sebagai pertanda hari kemenangan setelah satu bulan berpuasa, selalu ramai, karena pesertanya bukan hanya umat beragama Islam.

Pertanian[sunting | sunting sumber]

Umumnya masyarakatnya hidup dari pertanian. Hasil pertanian yang paling terkenal dari desa ini adalah haminjon (kemenyan). Desa ini memiliki hutan kemenyan terluas di kecamatan Dolok Sanggul, yang luasnya memanjang sampai perbatasan Sampean dan Sosor Tambok dan Aek Nauli. Dulu, Sampean termasuk Desa Hutagurgur, kini sudah menjadi Desa tersendiri. Namun, penduduk Sampean, umumnya berasal dari Huta Gurgur, berbaur dengan penduduk Pulo Godang dan Pusuk, Kecamatan Parlilitan. Selain kemenyan, juga ada kopi, padi dan tanaman-tanaman plawija. Petani kemenyan umumnya adalah kaum pria. Selain karena pohon kemenyan hanya tumbuh baik di dalam hutan, juga karena harus memanjat untuk memelihara (mangguris) dan mengambil getahnya. Biasanya kaum pria bermalam di sopo dalam hutan. Hari Senin pagi berangkat membawa bekal. Biasanya berkumpul 3-7 orang dalam satu sopo. Hari Kamis sore mereka kembali membawa kemenyan, karena besoknya, Jumat, adalah hari pekan di Dolok Sanggul.