Kabupaten Alor

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Koordinat: 8°13′09″S 124°31′10″E / 8.21917°S 124.51944°E / -8.21917; 124.51944

Kabupaten Alor
Lambang resmi Kabupaten Alor
Motto: 
Terwujudnya Masyarakat yang Sejahtera Beriman, Adil, Mandiri, Melalui Kepemerintahan yang Baik Dalam Kerekatan Hubungan Sosial Budaya dan Wawasan Lingkungan
Peta
Peta
Kabupaten Alor di Kepulauan Sunda Kecil
Kabupaten Alor
Kabupaten Alor
Peta
Kabupaten Alor di Indonesia
Kabupaten Alor
Kabupaten Alor
Kabupaten Alor (Indonesia)
Koordinat: 8°15′S 124°45′E / 8.25°S 124.75°E / -8.25; 124.75
Negara Indonesia
ProvinsiNusa Tenggara Timur
Tanggal berdiri9 Agustus 1956[1]
Dasar hukumUU Nomor 69 Tahun 1958[1]
Ibu kotaKalabahi
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
Pemerintahan
 • BupatiAmon Djobo
 • Wakil BupatiImran Duru
 • Sekretaris DaerahSoni Alelang[3]
 • Ketua DPRDEnny Anggrek[3]
Luas
 • Total2.928,88 km2 (1,130,85 sq mi)
Populasi
 • Total213.994
 • Kepadatan73/km2 (190/sq mi)
Demografi
 • AgamaKristen 74,80%
Protestan 71,71%
Katolik 3,09%
Islam 25,14%
Hindu 0,06%[5][6]
 • BahasaIndonesia, Alor
 • IPMKenaikan 61,37 (2021)
sedang[7]
Zona waktuUTC+08:00 (WITA)
Kode pos
85811-85881
Kode area telepon(+62)386
Pelat kendaraanDH xxxx F*
Kode Kemendagri53.05 Edit the value on Wikidata
APBDRp 1.120.798.236.134,-[8]
PADRp 57.578.228.000,-
DAURp 584.312.762.000,- (2021)[9]
Situs webwww.alorkab.go.id

Kabupaten Alor adalah sebuah kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ibu kota Alor berada di Kalabahi. Penduduk Alor berjumlah sekitar 213.994 jiwa (2021), sedangkan luasnya adalah 2.928,88 km².[4] Kabupaten ini berbentuk kepulauan dan dilintasi jalur pelayaran dagang internasional ke Samudera Pasifik. Pada tahun 2006, PAD kabupaten ini sebesar Rp. 13 miliar dengan laju pertumbuhan ekonomi 5,9% dan pendapatan per kapita Rp. 1.200.000,-[10]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Menurut cerita yang beredar di masyarakat Alor, kerajaan tertua di Kabupaten Alor adalah kerajaan Abui di pedalaman pegunungan Alor dan kerajaan Munaseli di ujung timur pulau Pantar. Suatu ketika, kedua kerajaan ini terlibat dalam sebuah Perang Magic. Mereka menggunakan kekuatan-kekuatan gaib untuk saling menghancurkan. Munaseli mengirim lebah ke Abui, sebaliknya Abui mengirim angin topan dan api ke Munaseli. Perang ini akhirnya dimenangkan oleh Munaseli. Konon, tengkorak raja Abui yang memimpin perang tersebut saat ini masih tersimpan dalam sebuah goa di Mataru. Kerajaan berikutnya yang didirikan adalah kerajaan Pandai yang terletak dekat kerajaan Munaseli dan Kerajaan Bunga Bali yang berpusat di Alor Besar. Munaseli dan Pandai yang bertetangga, akhirnya juga terlibat dalam sebuah perang yang menyebabkan Munaseli meminta bantuan kepada raja kerajaan Majapahit, mengingat sebelumnya telah kalah perang melawan Abui.[butuh rujukan]

Sekitar awal tahun 1300-an, satu detasmen tentara bantuan kerajaan Majapahit tiba di Munaseli tetapi yang mereka temukan hanyalah puing-puing kerajaan Munaseli, sedangkan penduduknya telah melarikan diri ke berbagai tempat di Alor dan sekitarnya. Para tentara Majapahit ini akhirnya banyak yang memutuskan untuk menetap di Munaseli, sehingga tidak heran jika saat ini banyak orang Munaseli yang bertampang Jawa. Peristiwa pengiriman tentara Majapahit ke Munaseli inilah yang melatarbelakangi disebutnya Galiau (Pantar) dalam buku Negarakartagama karya Mpu Prapanca yang ditulisnya pada masa jaya kejayaan Majapahit (1367). Buku yang sama juga menyebut Galiau Watang Lema atau daerah-daerah pesisir pantai kepulauan. Galiau yang terdiri dari 5 kerajaan, yaitu Kui dan Bunga Bali di Alor serta Blagar, Pandai dan Baranua di Pantar. Aliansi 5 kerajaan di pesisir pantai ini diyakini memiliki hubungan dekat antara satu dengan lainnya, bahkan raja-raja mereka mengaku memiliki leluhur yang sama.

Pendiri ke 5 kerajaan daerah pantai tersebut adalah 5 putra Mau Wolang dari Majapahit dan mereka dibesarkan di Pandai. Yang tertua di antara mereka memerintah daerah tersebut. Mereka juga memiliki hubungan dagang, bahkan hubungan darah dengan aliansi serupa yang terbentang dari Solor sampai Lembata. Jalur perdagangan yang dibangun tidak hanya di antara mereka tetapi juga sampai ke Sulawesi, bahkan ada yang menyebutkan bahwa kepulauan kecil di Australia bagian utara adalah milik jalur perdagangan ini. Mungkin karena itulah beberapa waktu lalu sejumlah pemuda dari Alor Pantar melakukan pelayaran ke pulau Pasir di Australia bagian utara. Laporan pertama orang-orang asing tentang Alor bertanggal 8–25 Januari 1522 adalah Pigafetta, seorang penulis bersama awak armada Victoria sempat berlabuh di pantai Pureman, Kecamatan Alor Barat Daya. Ketika itu mereka dalam perjalanan pulang ke Eropa setelah berlayar keliling dunia dan setelah Magelhaen, pemimpin armada Victoria mati terbunuh di Philipina. Pigafetta juga menyebut Galiau dalam buku hariannya. Observasinya yang keliru adalah penduduk pulau Alor memiliki telinga lebar yang dapat dilipat untuk dijadikan bantal sewaktu tidur. Pigafetta jelas telah salah melihat payung tradisional orang Alor yang terbuat dari anyaman daun pandan. Payung ini dipakai untuk melindungi tubuh sewaktu hujan.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Alor secara geografis terletak di antara 125°48" -123°48" BT dan antara 8°6"-8°36" LS. Kabupaten ini berada di wilayah timur laut provinsi Nusa Tenggara Timur. Wilayah Kabupaten Alor terdiri atas sembilan pulau. Terdapat 3 pulau besar yang telah dihuni penduduk, yakni: Pulau Alor, Pulau Pantar, Pulau Pura dan kemudian ada enam pulau kecil, yaitu Pulau Tereweng, Pulau Ternate, Pulau Nuha Kepa, Pulau Buaya, Pulau Kangge dan Pulau Kura. Luas wilayah yang dimiliki Kabupaten Alor adalah 2.928,88 km².[11]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Sebagai daerah kepulauan paling timur Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Alor berbatasan dengan:

Utara Laut Flores
Timur Wilayah kabupaten Maluku Barat Daya[12]
Selatan Selat Ombai dan Timor Leste
Barat Selat Lomblen dan Kabupaten Lembata

Topografi[sunting | sunting sumber]

Jalan di daerah Maritaing.

Topografi Kabupaten Alor adalah merupakan konfigurasi wilayah daratan yang bergunung dan berbukit dengan iklim yang variatif sehingga cocok untuk pengembangan aneka komoditi pertanian, tanaman pangan, perkebunan, kehutanan dan peternakan. Keadaan topografi wilayah Kabupaten Alor adalah:

  • Kemiringan di atas 40 derajat: 64,25%
  • Kemiringan 15–40 derajat: 25,61%
  • Kemiringan 3–15 derajat: 8,69%
  • Kemiringan 0–3 derajat: 3,45%

Jenis tanah di Kabupaten Alor temasuk Vulkanik muda sehingga kaya unsur hara dengan struktur tanah yang gembur dan subur. Solum tanah sedang sampai dalam, sehingga tanah lebih stabil dengan kemampuan menahan air tinggi dan dapat diusahakan berbagai jenis tanaman. Kondisi geografi Kabupaten Alor berkonfigurasi bergunung-gunung dan memberikan variasi iklim yang berbeda dan sangat menguntungkan bagi daerah dan rakyat dalam pengembangan tanaman produksi.[11]

Iklim[sunting | sunting sumber]

Seluruh wilayah Kabupaten Alor masuk dalam kategori iklim sabana tropis (Aw). Dalam jangka waktu setahun, durasi musim penghujan berlangsung relatif cukup singkat, yakni dari bulan Desember hingga bulan Maret, sedangkan musim kemarau mempunyai periode yang cukup panjang yakni ≥7 bulan. Oleh karena iklimnya yang cukup kering, periode hari hujan per satu bulannya biasanya ≤20 hari. Suhu udara di wilayah Kabupaten Alor berkisar antara 21°–33 °C dengan tingkat kelembapan nisbi sebesar ±74%.[13][14]


Data iklim Alor, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 31.3
(88.3)
31.2
(88.2)
31.6
(88.9)
32
(90)
31.9
(89.4)
31.3
(88.3)
30.7
(87.3)
30.9
(87.6)
31.6
(88.9)
32.6
(90.7)
33.2
(91.8)
32.4
(90.3)
31.73
(89.14)
Rata-rata harian °C (°F) 27.8
(82)
27.5
(81.5)
27.5
(81.5)
27.6
(81.7)
27.4
(81.3)
26.4
(79.5)
25.5
(77.9)
25.8
(78.4)
26.4
(79.5)
27.8
(82)
28.9
(84)
28.6
(83.5)
27.27
(81.07)
Rata-rata terendah °C (°F) 24.3
(75.7)
23.7
(74.7)
23.4
(74.1)
23.1
(73.6)
22.9
(73.2)
21.5
(70.7)
20.3
(68.5)
20.8
(69.4)
21.3
(70.3)
23
(73)
24.5
(76.1)
24.9
(76.8)
22.81
(73.01)
Curah hujan mm (inci) 283
(11.14)
253
(9.96)
194
(7.64)
134
(5.28)
95
(3.74)
53
(2.09)
52
(2.05)
32
(1.26)
37
(1.46)
54
(2.13)
137
(5.39)
234
(9.21)
1.558
(61,35)
Rata-rata hari hujan 19 18 15 10 7 4 3 2 2 5 11 17 113
% kelembapan 83 82 80 76 73 68 64 62 65 72 77 81 73.6
Rata-rata sinar matahari harian 5.3 6.3 6.9 8.1 7.9 8.4 9.2 9.6 9.6 8.9 7.7 6.2 7.84
Sumber #1: WeatherOnline[15]
Sumber #2: BMKG[16]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Bupati dan Wakil Bupati[sunting | sunting sumber]

Bupati adalah pimpinan tertinggi di pemerintahan Kabupaten Alor. Seorang bupati Alor akan bertanggung jawab atas wilayah tersebut kepada gubernur Nusa Tenggara Timur. Saat ini, bupati yang menjabat di Alor ialah Amon Djobo, dan didampingi wakil bupati yakni Imran Duru. Jabatan saat ini menjadi periode kedua bagi Amon dan Imran. Mereka menjadi pemenang dalam Pilkada 2013 dan Pilkada 2018. Untuk periode kedua, Amon dan Imran dilantik oleh gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat, pada 17 Maret 2019 di Kota Kupang, masa jabatan 2019-2024.[17]

No. Bupati Mulai jabatan Akhir jabatan Wakil Bupati Ket.
14 Amon Djobo Bupati Alor.png Drs. Amon Djobo 2014 2019 Imran Duru Wakil Bupati Alor.png Imran Duru
17 Maret 2019 2024 [17]

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Alor dalam dua periode terakhir.[18][19]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 1 Steady 1
  Gerindra 2 Kenaikan 3
  PDI-P 4 Steady 4
  Golkar 5 Penurunan 3
  NasDem 3 Kenaikan 4
  Berkarya (baru) 1
  PKS 3 Penurunan 1
  Perindo (baru) 2
  PPP 2 Steady 2
  PSI (baru) 1
  PAN 1 Steady 1
  Hanura 2 Steady 2
  Demokrat 3 Steady 3
  PBB 1 Steady 1
  PKPI 3 Penurunan 1
Jumlah Anggota 30 Steady 30
Jumlah Partai 12 Kenaikan 15

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Alor terdiri dari 17 Kecamatan, 17 Kelurahan, dan 158 Desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 209.974 jiwa dengan luas wilayah 2.864,60 km² dan sebaran penduduk 73 jiwa/km².[20][21]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Alor, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
53.05.02 Alor Barat Laut 1 18 Desa
Kelurahan
53.05.03 Alor Barat Daya 1 19 Desa
Kelurahan
53.05.04 Alor Selatan 1 13 Desa
Kelurahan
53.05.07 Alor Tengah Utara 14 Desa
53.05.05 Alor Timur 1 9 Desa
Kelurahan
53.05.08 Alor Timur Laut 8 Desa
53.05.10 Kabola 1 4 Desa
Kelurahan
53.05.15 Lembur 6 Desa
53.05.12 Mataru 7 Desa
53.05.06 Pantar 1 10 Desa
Kelurahan
53.05.09 Pantar Barat 7 Desa
53.05.17 Pantar Barat Laut 7 Desa
53.05.16 Pantar Tengah 10 Desa
53.05.14 Pantar Timur 11 Desa
53.05.11 Pulau Pura 1 5 Desa
Kelurahan
53.05.13 Pureman 4 Desa
53.05.01 Teluk Mutiara 10 6 Desa
Kelurahan
TOTAL 17 158

Demografi[sunting | sunting sumber]

Suku bangsa[sunting | sunting sumber]

Orang Abui, penduduk asli Alor, mengenakan pakaian adat

Pada sensus penduduk Indonesia tahun 2010, jumlah penduduk Alor sebanyak 190.026 jiwa. Sekitar 39.605 jiwa atau 20,84% tinggal di daerah perkotaan dan sebanyak 150.421 jiwa atau 79,16% berada di daerah pedesaan.[22] Sementara pada sensus 2020, jumlah penduduk Alor bertambah menjadi 211.872 jiwa. Jumlah penduduk paling banyak berada di kecamatan Teluk Mutiara dimana ibu kota kabupaten Kalabahi berada. Sementara jumlah penduduk paling sedikit berada di kecamatan Pureman.[23] Penduduk asli kabupaten Alor termasuk orang Abui, dan Alor.

Orang Abui disebut juga sebagai orang Gunung, sementara orang Abui lebih menyukai disebut Abui Laku. Mereka tinggal di daerah gunung dan pedalaman kabupaten Alor. Desa Takpala, yakni sebauh desa di Lembur Barat, kecamatan Alor Tengah Utara, Alor, dihuni oleh orang Abui, yang hidup secara tradisional tanpa aliran listrik. Takpala menjadi salah satu kawasan wisata cagar budaya di Alor.[24] Sebagian besar orang Abui bekerja sebagai petani, tanaman yang umum dikelola yakni jagung dan ubi.[25]

Agama[sunting | sunting sumber]

Sebelum masuknya agama-agama besar, penduduk Alor menganut paham animisme dan dinamisme. Mereka menyembah matahari (Larra/Lera), bulan (Wulang), sungai (Neda/dewa air), hutan (Addi/dewa hutan), dan laut (Hari/dewa laut). Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri hingga 30 Juni 2022, mayoritas penduduk kabupaten Alor adalah penganut agama Kristen sebanyak 74,80% di mana Protestan sebanyak 71,71% dan sebahagian Katolik sebanyak 3,09%. Sementara pemeluk agama Islam juga cukup banyak, sekitar 25,14%, dan selebihnya adalah pemeluk agama Hindu 0,06% dan Buddha, kurang dari 0,01%.[5]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Landasan Bandar Udara Mali Alor.

Bandara[sunting | sunting sumber]

Bandara Mali memiliki panjang landasan/arah/PCN: 1.600 x 30 m /03-21/ 22 FCZU. Tergolong kelas IV/A dengan kemampuan bisa untuk mendarat jenis Pesawat C-212, ATR 42, Fokker-50 dan memiliki terminal domestik seluas 600 m2 , Perusahaan penerbangan yang melayani Kupang-Alor-Kupang adalah TransNusa Aviation Mandiri dgn jenis Pesawat Fokker-50 & ATR 42-600.[26] Bandara ini berada di kecamatan Kabola, dan sejak tahun 2020, pesawat jenis Boeing bisa mendarat di bandara Mali, sehingga panjang landasan menjadi 1.850 m.[27]

Pelabuhan[sunting | sunting sumber]

Pelabuhan Baranusa memiliki panjang dermaga dengan panjang 64 meter.[28] Selain Baranusa, terdapat juga pelabuhan laut di Kalabahi dan Maritaing, dalam TA. 2011 dibangun pula pelabuhan duliono di Kota Kalabahi. Sementara untuk pelabuhan Penyeberangan terdapat di Kalabahi yang dikelola oleh UPT Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Dan dalam TA. 2011 dibangun pula pelabuhan pelabuhan penyeberangan di Pulau Pantar yanitu di Baranusa berdampingan dengan pelabuhan laut yang eksis (Dishub Prov. NTT)

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Desa tradisional Takpala, Alor

Wisata budaya[sunting | sunting sumber]

Desa tradisional Takpala terletak di desa Lembur Barat, kecamatan Alor Tengah Utara, Alor. Kampung Takpala dihunia oleh orang Abui, yang masih hidup secara tradisional.[29]

Wisata pantai[sunting | sunting sumber]

Secara geografis, kabupaten Alor berada di pulau tersendiri dengan dua pulau utama, yakni pulau Alor dan Pantar, dan sebagian besar penduduknya berada di Pulau Alor. Dan hal ini memengaruhi potensi pariwisata di kawasan ini, wisata laut atau pantai menjadi salah satu wisata yang mudah ditemukan di kabupaten Alor. Salah satu pantai yang ada di Alor ialah pantai Deere. Pantai Deere dikenal juga sebagai pantai Pasir Putih, kondisi air laut lebih tenang, berlokasi sekitar 15 km dari Kalabahi. Selain Deere, pantai lain yang ada di Alor yakni pantai Maimol, pantai Mali, pantai Batu Putih, pantai Sabanjar, pantai Ling'Al, dan beberapa wisata pantai lainnya.[30]

Kuliner[sunting | sunting sumber]

Kuliner khas Alor adalah kue rambut, kenari, jagung bose dan jagung titi. Kue rambut bentuknya mirip gumpalan rambut dan orang Alor biasanya disajikan bersama dengan kopi atau teh. Kudapan ini terbuat dari adonan tepung tapioka, tepung beras, air gulan pohon lontar, dan gula pasir, kemudian semua bahan dicampur. Cetakan berbahan kaleng yang dasarnya dilubangi seperti saringan lalu diteteskan ke wajan yang telah diisi minyak panas. Adonan dibentuk seperti kerucut dengan melipatnya kemudian digoreng.

Kuliner Jagung bose diolah dari jagung berbiji putih, kemudian direndam di air kapur sirih. Kulit arinya dibuang lalu bulir jagung dijemur, lalu direbus hingga matang kemudian disiram santan. Bubur jagung ini biasanya sebagai pengganti nasi, dan dapat dihidangkan bersama ikan bakar. Sementara kuliner jagung titi, diolah dari jagung yang sudah dipipil bijinya, kemudian disangrai dalam kuali. Berikutnya ditumbuk perlahan atau dititi dengan batu hingga pipih. Biasanya jagung titi ini dihidangkan bersama kenari.[31][32]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF). www.otda.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 12 Juli 2019. Diakses tanggal 7 Desember 2021. 
  2. ^ a b c d "Permendagri no.137 tahun 2017". 27 Desember 2017. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-09-19. Diakses tanggal 12 Juni 2018. 
  3. ^ a b "Enny Anggrek Pertanyakan, Kenapa Memo Ketua DPRD Alor Bocor". wartaalor.com. 28 Juli 2022. Diakses tanggal 5 Desember 2022. 
  4. ^ a b "Kabupaten Alor Dalam Angka 2022" (pdf). www.alorkab.bps.go.id. BPS Kabupaten Alor. hlm. 7, 40, 99. Diakses tanggal 5 Desember 2022. 
  5. ^ a b "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2022" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 5 Desember 2022. 
  6. ^ "Jumlah Pemeluk Agama Di Kabupaten Alor". alorkab.go.id. Diakses tanggal 20 Mei 2021. 
  7. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diakses tanggal 7 Desember 2021. 
  8. ^ "APBD 2018 ringkasan update 04 Mei 2018". 2018-05-04. Diakses tanggal 2018-07-06. 
  9. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2021" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2021). hlm. 8. Diakses tanggal 7 Desember 2021. 
  10. ^ The Jakarta Post edisi 22 Oktober 2007[pranala nonaktif permanen], diakses 22 Oktober 2007
  11. ^ a b "Profil Kabupaten Alor" (PDF). Diakses tanggal 18 September 2020. 
  12. ^ Sumber: Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2008
  13. ^ "Iklim Kabupaten Alor". Diakses tanggal 12 Agustus 2020. 
  14. ^ "Kondisi Iklim Alor". Diakses tanggal 12 Agustus 2020. 
  15. ^ "KALABAHI, INDONESIA". WeatherOnline. Diakses tanggal 13 Agustus 2020. 
  16. ^ "Buletin Prakiraan Musim Hujan 2022-2023 Provinsi NTT – Normal Curah Hujan Kabupaten Alor Zona Musim 475 & 476 periode 1991-2020". BMKG – Stasiun Klimatologi Lasiana Kupang. September 2022. hlm. 22. Diakses tanggal 23 September 2022. 
  17. ^ a b Kaha, Kornelis (17 Maret 2019). Sujatmiko, Edy, ed. "Gubernur NTT Lantik Bupati - Wakil Bupati Alor". www.antaranews.com. Diakses tanggal 5 Desember 2022. 
  18. ^ Perolehan Kursi DPRD Alor 2014-2019
  19. ^ Perolehan Kursi DPRD Alor 2019-2024
  20. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  21. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  22. ^ "Penduduk Menurut Umur Tunggal, Daerah Perkotaan/Perdesaan, dan Jenis Kelamin Kabupaten Alor". sp2010.bps.go.id. Diakses tanggal 5 Desember 2022. 
  23. ^ "Jumlah Penduduk Kabupaten Alor, Menurut Kecamatan Berdasarkan Hasil Sensus Penduduk". Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal 5 Desember 2022. 
  24. ^ Istiqomatul Hayati, ed. (10 Oktober 2022). "Suku Abui Daya Pikat Kabupaten Alor". travel.tempo.co. Diakses tanggal 5 Desember 2022. 
  25. ^ Samaria Simangunsong, Wasti (28 Agustus 2022). "5 Fakta Suku Abui di Alor NTT, Hidup Tanpa Listrik". kompas.com. Diakses tanggal 5 Desember 2022. 
  26. ^ "Alor Island Airport". Diakses tanggal 5 Desember 2022. 
  27. ^ Lewanmeru, Oby (13 Mei 2019). "Tahun 2020, Bandara Mali Alor Bisa Didarati Pesawat Boeing". kupang.tribunnews.com. Diakses tanggal 5 Desember 2022. 
  28. ^ Praditya, Ilyas Istianur (2 Oktober 2015). Melani, Agustina, ed. "Perkuat Tol Laut, NTT Punya Pelabuhan Penyeberangan Baru". Liputan6.com. Diakses tanggal 6 Juni 2021. 
  29. ^ Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Alor. "Kampung Tradisional Takpala". Alorkab.go.id. Diakses tanggal 20 Mei 2022. 
  30. ^ Sarimata, Arya (7 Mei 2019). "5 Pantai Indah di Pulau Alor NTT". www.idntimes.com. Diakses tanggal 5 Desember 2022. 
  31. ^ (Indonesia) "Alor: Dicumbu Keindahan Alam dan Budaya yang Mempesona di Timur Flores~Kuliner". Diarsipkan dari versi asli (html) tanggal 2012-07-11. Diakses tanggal 2012-12-7. 
  32. ^ (Indonesia) "Alor: Dicumbu Keindahan Alam dan Budaya yang Mempesona di Timur Flores" (html). Diakses tanggal 2012-12-7. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]