Lompat ke isi

Kabupaten Puncak Jaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Puncak Jaya
Panorama ibukota Puncak Jaya di Mulia
Panorama ibukota Puncak Jaya di Mulia
Bendera Kabupaten Puncak Jaya
Lambang resmi Kabupaten Puncak Jaya
Motto: 
Yabu Eeruwok
Peta
Peta
Kabupaten Puncak Jaya di Maluku dan Papua
Kabupaten Puncak Jaya
Kabupaten Puncak Jaya
Peta
Kabupaten Puncak Jaya di Indonesia
Kabupaten Puncak Jaya
Kabupaten Puncak Jaya
Kabupaten Puncak Jaya (Indonesia)
Koordinat: 3°30′39″S 137°51′58″E / 3.5107°S 137.8661°E / -3.5107; 137.8661
Negara Indonesia
ProvinsiPapua Tengah
Tanggal berdiri4 Januari 2008
Dasar hukumUU No. 7 Tahun 2008
Ibu kotaMulia
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Distrik: 26
  • Kelurahan: 0
  • Kampung: 302
Pemerintahan
  BupatiYopi Murib (Pj.)
  Wakil Bupatilowong
  Sekretaris DaerahYubelina Enumbi (Pj.)
Luas
  Total5.986,2 km2 (2,311,3 sq mi)
Populasi
 (31 Desember 2024)[1]
  Total220.393
  Kepadatan37/km2 (95/sq mi)
Demografi
  Agama
  • 1,17% Islam
  • 0,01% Hindu/Buddha[1]
  IPMKenaikan 51,49 (2023)
 rendah [2]
Zona waktuUTC+09:00 (WIT)
Kode BPS
9411 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon-
Pelat kendaraanPA xxxx P*
Kode Kemendagri94.02 Suntingan nilai di Wikidata
DAURp 796.835.621.000,00- (2020)[3]
Situs webwww.puncakjayakab.go.id

Kabupaten Puncak Jaya adalah salah satu kabupaten yang berada di kawasan Pegunungan Tengah, Provinsi Papua Tengah, Indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Distrik Mulia. Nama Puncak Jaya diambil dari Gunung Jaya atau lebih dikenal sebagai Puncak Jaya. Pada tanggal 29 Oktober 2008 Kabupaten Puncak dimekarkan dari kabupaten ini.

Pada akhir tahun 2024, Kabupaten Puncak Jaya memiliki penduduk sebanyak 220.393 jiwa, dengan kepadatan penduduk 34 jiwa/km².[1][4] Secara adat, Kabupaten Puncak Jaya berada di wilayah adat La Pago.[5] Kabupaten ini merupakan salah satu dari 62 daerah tertinggal yang ada di Indonesia.[6]

Kabupaten Puncak Jaya dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor: 52 Tahun 1996 tentang Pembentukan Kabupaten Puncak Jaya, Paniai, Mimika dan Perubahan Nama dan Pemindahan Ibu Kota Kabupaten Daerah Tingkat II Paniai di Wilayah Provinsi Daerah TK I Irian Jaya. Selanjutnya diperkuat dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999 tentang tentang Pembentukan Provinsi Irian Jaya Tengah, Irian Jaya Barat, Kabupaten Paniai, Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak Jaya dan Kota Sorong.

Geografis

[sunting | sunting sumber]

Secara geografis Kabupaten Puncak Jaya berada pada posisi 137°26' – 138°21' bujur timur dan 2°58' – 3°55' lintang selatan.

Letak geografis Kabupaten Puncak Jaya berada di kawasan Pegunungan Tengah Provinsi Papua dengan ketinggian antara 500 s/d 4.500 M di atas permukaan laut. 95% Wilayah Kabupaten Puncak Jaya merupakan wilayah yang berbukit-bukit dan bergunung-gunung dengan struktur tanah yang berbatu-batu, dan hanya kurang lebih 5% yang merupakan dataran rendah yaitu Distrik Fawi dan Torere.

Batas Wilayah

[sunting | sunting sumber]

Secara Administratif Kabupaten Puncak Jaya memiliki batas-batas sebagai berikut:

  • Sebelah Utara: berbatasan dengan Kabupaten Mamberamo Raya;
  • Sebelah Timur: berbatasan dengan Distrik Karubaga Kabupaten Tolikara;
  • Sebelah Selatan: berbatasan dengan Distrik Agadugume Kabupaten Puncak, dan distrik Tiom Kabupaten Lanny Jaya;
  • Sebelah Barat: berbatasan dengan Distrik Sinak, Distrik Pogoma dan Distrik Doufo Kabupaten Puncak.

Luas wilayah

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Puncak Jaya 5.996,942 km² dengan jumlah penduduk 123.591 jiwa ditahun 2017,[4] dan sebanyak 218.880 jiwa ditahun 2020, yang sebagian besar tersebar dan bermukim di balik-balik gunung dan lembah dengan kondisi kehidupan yang serba terbatas.

Meskipun secara umum kawasan Kabupaten Puncak Jaya termasuk beriklim tropis seperti kebanyakan daerah lainnya di Provinsi Papua, namun kawasan ini memiliki pula beberapa kondisi yang spesifik lokal.

Menurut Badan Metereologi dan Geofisika, curah hujan di kawasan Kabupaten Puncak Jaya terjadi hampir sepanjang tahun dengan jumlah curah hujan setahun mencapai 3.935 mm. Jumlah hari hujan rata-rata pertahun 206 hari. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari yakni mencapai 456 mm, sedangkan curah hujan terendah terjadi pada bulan Nopember yakni mencapai 203 mm.

Suhu udara tertinggi 32 °C, suhu udara terendah 9 °C pada malam hari dan kelembaban udara rata-rata 83,7 %. Kabut sering terjadi pada pagi dan sore hari, sehingga sering menghambat/mengganggu lalu lintas penerbangan. Pada malam hari suhu udara cukup dingin. Di daerah pegunungan suhu udara mendekati titik beku.

Kecepatan angin rata-rata antara 1,0 – 2,4 knot/jam, penyinaran matahari antara 14,3 – 26,6, sedangkan kelembaban nisbi berkisar antara 75-85 %

Hidrologi

[sunting | sunting sumber]

Karaktaristik sungai di kabupaten Puncak Jaya pada umumnya bermuara ke Pantai Utara Pulau Papua, dengan sungai utama adalah bagian hilir Sungai Mamberamo (Roufear). Sungai-sungai di daerah ini pada umumnya kecil-kecil dengan kondisi air dangkal dan deras. Kondisi drainase wilayah pada umumnya cukup baik. Hal ini terlihat dari keadaan hanya sebagian kecil wilayah yang tergenang yaitu sebagian dari wilayah Distrik Fawi dan Torere.

Pemerintahan

[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati

[sunting | sunting sumber]
Bupati Puncak Jaya
Lambang daerah Kabupaten Puncak Jaya
Petahana
Yuni Wonda

sejak 17 Juni 2025
GelarYang Terhormat (formal)
Ditunjuk olehPemilihan umum langsung
Masa jabatan5 tahun, dapat diperpanjang sekali
Dibentuk2001
Pejabat pertamaElieser Renmaur
WakilWakil Bupati Puncak Jaya
Situs webSitus web resmi


Berikut ini adalah daftar Bupati Puncak Jaya sejak masih berbentuk kabupaten administratif hingga sekarang.

Bupati administratif

[sunting | sunting sumber]

Sebelum menjadi sebuah Kabupaten Puncak Jaya merupakan Kabupaten administratif dan merupakan bagian dari Kabupaten Puncak.

Bupati Administratif Puncak Jaya
No. Wali Kota Administratif Potret Partai Awal Akhir Masa jabatan Ref.
1   Ruben Ambrauw
Non Partai 8 Oktober 1996 28 April 2000 3 tahun, 203 hari
2   Philipus Andreas Coem
Non Partai 28 April 2000 10 Agustus 2001 1 tahun, 104 hari
Bupati Puncak Jaya
No. Bupati Potret Partai Awal Akhir Periode Masa jabatan Pemilihan umum Wakil Ref.
1   Elieser Renmaur
(?-2019)
Nonpartisipan 10 Agustus 2001 10 Agustus 2006 2001–2006 5 tahun, 0 hari 2001 Lukas Enembe [7]
2   Lukas Enembe
(1967-2023)
Demokrat 28 Juni 2007 28 Juni 2012 2007–2012 5 tahun, 0 hari 2007 Henok Ibo
3   Henok Ibo
(1952-2024)
Demokrat 7 Desember 2012 7 Desember 2017 2010–2015 5 tahun, 0 hari 2012 Yustus Wonda [8]
4 Yuni Wonda
(lahir 1975)
PDI-P 7 Desember 2017 7 Desember 2022 2017–2022 5 tahun, 0 hari 2017 Deinas Gelei [9]
17 Juni 2025 Petahana 2025-2030 245 hari 2024 Mus Kogoya

</onlyinclude>

Pengganti sementara

[sunting | sunting sumber]

Dalam tumpuk pemerintahan, seorang kepala daerah yang mengajukan diri untuk cuti atau berhenti sementara dari jabatannya kepada pemerintah pusat, maka Menteri Dalam Negeri menyiapkan penggantinya yang merupakan birokrat di pemerintah daerah atau bahkan wakil bupati, termasuk ketika posisi bupati berada dalam masa transisi.

Pejabat Potret Partai Awal Akhir Masa jabatan Bupati definitif Ref.
  Henok Ibo
(1952-2024)
(Pelaksana Tugas)
Nonpartisipan 10 Agustus 2006 4 November 2006 86 hari Transisi (2006)
  Frans Kristantus
(?-)
(Penjabat)
Nonpartisipan 4 November 2006 28 Juni 2007 236 hari Transisi (2006–2007)
  Tumiran
(?-)
(Penjabat)
Nonpartisipan 7 Desember 2022 17 Juni 2025 2 tahun, 222 hari Transisi (2022-2025)
Keterangan

    Lihat Pula

    [sunting | sunting sumber]

    Referensi

    [sunting | sunting sumber]
    1. 1 2 3 4 "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 15 April 2025.
    2. "[Metode Baru] Indeks Pembangunan Manusia (Umur Harapan Hidup Hasil Long Form SP2020) 2021-2023". www.papua.bps.go.id. Diakses tanggal 9 April 2024.
    3. "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 23 Februari 2021.
    4. 1 2 "Provinsi Papua Dalam Angka 2018". BPS Papua. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-02-19. Diakses tanggal 19 Februari 2019.
    5. "La Pago". Badan Penghubung Daerah Provinsi Papua (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2021-04-10. Diakses tanggal 2021-04-10.
    6. Administrator (14 Mei 2020). "Tak Satu pun Boleh Tercecer di Belakang". indonesia.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-04-12. Diakses tanggal 12 April 2021.
    7. "Jenasah Alm. Elieser Renmaur Dilepas Dengan Prosesi Pamong Praja Muda Dharma oleh Wali kota Jayapura". reportasepapua.com. 08-05-2019. Diakses tanggal 11-04-2021.
    8. "Pelantikan Bupati Dan Wakil Bupati Puncak Jaya". tni.mil.id. 12-12-2012. Diakses tanggal 10-04-2021.
    9. "Yuni Wonda - Deinas Geley Resmi Pimpin Puncak Jaya Hingga 2022". papua.go.id. Diakses tanggal 08-04-2021.

    Dewan Perwakilan

    [sunting | sunting sumber]

    DPRD Puncak Jaya beranggotakan 30 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali. Anggota DPRD Puncak Jaya yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 11 November 2019 oleh Ketua Pengadilan Negeri Nabire, Erenst Jannes Ulaen, di Gedung DPRD Puncak Jaya, Kota Mulia.[1] Komposisi anggota DPRD Puncak Jaya periode 2019-2024 terdiri dari 8 partai politik di mana PDI Perjuangan adalah partai politik pemilik kursi terbanyak setelah berhasil meraih 9 kursi, kemudian disusul oleh Partai Gerindra yang meraih 5 kursi dan Partai NasDem yang meraih 4 kursi. Berikut ini adalah komposisi anggota DPR Kabupaten Puncak Jaya dalam tiga periode terakhir.

    Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
    2014–2019[2] 2019–2024[3][4] 2024–2029
    PKB 1 Kenaikan 2 Steady 2
    Gerindra 2 Kenaikan 5 Steady 5
    PDI-P 2 Kenaikan 9 Penurunan 4
    Golkar 2 Steady 2 Kenaikan 3
    NasDem 2 Kenaikan 4 Kenaikan 5
    PKS 2 Penurunan 0 Kenaikan 1
    PKN (baru) 1
    Hanura 2 Penurunan 0 Kenaikan 2
    PAN 1 Kenaikan 3 Penurunan 2
    PBB 1 Penurunan 0 Kenaikan 1
    Demokrat 8 Penurunan 3 Penurunan 0
    Perindo (baru) 0 Kenaikan 3
    PPP 5 Penurunan 0 Steady 0
    Ummat (baru) 1
    Berkarya (baru) 2
    PKPI 2 Penurunan 0
    Jumlah Anggota 30 Steady 30 Steady 30
    Jumlah Partai 12 Penurunan 8 Kenaikan 12

    Kecamatan/Distrik

    [sunting | sunting sumber]

    Kabupaten Puncak Jaya terdiri atas 26 distrik, 3 kelurahan, dan 302 kampung dengan luas wilayah 5.996,942 km² dan jumlah penduduk 117.047 jiwa (2017). Kode Wilayah Kabupaten Puncak Jaya adalah 94.02.[5][6][7]

    Kode Wilayah Nama Distrik Ibu kota Jumlah Daftar
    Kelurahan Kampung
    94.02.01 Mulia Wuyukwi 2 9
    94.02.02 Ilu Wurak 1 20
    94.02.03 Fawi Fawi - 9
    94.02.04 Mewoluk Mewoluk - 8
    94.02.05 Yamo Yamo - 14
    94.02.06 Nume Nume - 13
    94.02.07 Torere Gubugani - 13
    94.02.08 Tingginambut Tingginambut - 22
    94.02.09 Pagaleme Pagaleme - 5
    94.02.10 Gurage Yarmukum - 11
    94.02.11 Irimuli Wondenggobak - 9
    94.02.12 Muara Muara - 8
    94.02.13 Ilamburawi Ilamburawi - 5
    94.02.14 Yambi Yambi - 9
    94.02.15 Lumo Lumo - 9
    94.02.16 Molanikime Tiolome - 5
    94.02.17 Dokome Dokome - 9
    94.02.18 Kalome Kalome - 16
    94.02.19 Wanwi Wonwi - 17
    94.02.20 Yamoneri Yamoneri - 16
    94.02.21 Waegi Anggutare - 19
    94.02.22 Nioga Nioga - 11
    94.02.23 Gubume Gubume - 17
    94.02.24 Taganombak Guna - 10
    94.02.25 Dagai Dagai - 10
    94.02.26 Kiyage Kiyage - 8
    Total 3 302

    Demografi

    [sunting | sunting sumber]

    Penduduk kabupaten Puncak Jaya terdiri atas suku-suku asli yang mendiami kawasan pegunungan tengah yang terdiri dari:

    Pemukiman penduduk pada umumnya terletak di lembah dan lereng perbukitan pada ketinggian antara 500 – 2400 m di atas permukaan laut dengan distribusi penduduk yang tidak merapa. Mata pencaharian penduduk kabupaten Puncak Jaya utamanya adalah pertanian, peternakan, dan Kerajinan tangan.

    Potensi Alam

    [sunting | sunting sumber]

    Kabupaten Puncak Jaya memiliki Potensi alam yang sangat besar mulai dari potensi yang berupa hasil-hasil hutan, hasil tambang, kekayaan flora dan fauna maupun keindahan alam.

    Potensi Hutan

    [sunting | sunting sumber]

    Luas hutan Kabupaten Puncak Jaya sekitar 1.453,20 ha dengan potensi hasil hutan yang bisa diandalkan terutama di wilayah dataran rendah (Fawi dan Torere) antara lain, kayu Merbau, kayu Matoa, kayu Bakau, kayu gaharu, rotan, dan hasil hutan lainnya.

    Kekayaan flora dan fauna

    [sunting | sunting sumber]

    Di Kawasan Kabupaten Puncak Jaya terdapat aneka vegetasi seperti berbagai jenis anggrek, memiliki 20.000 – 25.000 jenis tanaman kayu, terdapat 350 jenis burung, 101 jenis mamalia, 150 jenis serangga serta 329 jenis reptilia dan amphibi.

    Khusus vegetasi jenis Anggrek, Kabupaten Puncak Jaya pernah berprestasi dengan menjadi duta Provinsi Papua dalam pameran Anggrek Tingkat Nasional Pada Tahun 2003.

    Keindahan alam

    [sunting | sunting sumber]

    Kabupaten Puncak Jaya selain menghadirkan alam yang terkesan ganas karena berbukit-bukit bahkan bergunung-gunung, sesungguhnya di dalamnya terdapat keindahan alam yang memiliki potensi yang sangat besar di bidang pariwisata. Karena Keindahan alam yang ada di Kabupaten Puncak Jaya maka Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya kini mengembangkan Kota Mulia Sebagai Wisata Gunung.

    Potensi tambang

    [sunting | sunting sumber]

    Tembaga dan Aluminium, sebagaimana hasil survei di wilayah Distrik fawi dan tidak menutup kemungkinan tersebar hampir diseluruh Distrik Kabupaten Puncak Jaya. Emas, seperti yang terlihat di Distrik Yamo dan Mewoluk. Batubara, yang sementara akan dilakukan survei tahap awal di Distrik Fawi. Dan Bahan galian golongan c, seperti batu, pasir dan kerikil.

    Referensi

    [sunting | sunting sumber]
    1. Yoga, ed. (11-11-2019). "Kapolres Puncak Jaya Hadiri Pelaksanaan Pelantikan Anggota DPRD Puncak Jaya Periode Tahun 2019 – 2024". TRIBRATA NEWS. Diakses tanggal 25-03-2020. ; [pranala nonaktif permanen]
    2. "Kabupaten Puncak Jaya Dalam Angka 2018". BPS Kabupaten Puncak Jaya. 10-10-2018. Diakses tanggal 15-06/2020.
    3. "Info Pemilu 2019". KPU RI. Diakses tanggal 25-03-2020.
    4. "30 Anggota DPRD Kabupaten Puncak Jaya Dilantik". Ceposonline.com. 11-11-2019. Diakses tanggal 25-03-2020.
    5. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-09-19. Diakses tanggal 5 Desember 2018.
    6. "Statistik Potensi Desa Propinsi Papua 2018". BPS Provinsi Papua. Diakses tanggal 27 Februari 2019.
    7. "Kabupaten Puncak Jaya Dalam Angka 2018". BPS Kabupaten Puncak Jaya. Diakses tanggal 4 Maret 2019.

    Pranala luar

    [sunting | sunting sumber]