Kabupaten Nias Barat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kabupaten Nias Barat
Lambang kabupaten nias barat.jpg
Lambang Kabupaten Nias Baratkap


Lokasi Sumatera Utara Kabupaten Nias Barat.svg
Peta lokasi Kabupaten Nias Barat
Koordinat: -
Provinsi Sumatera Utara
Dasar hukum UU Nomor 46 Tahun 2008
Tanggal Peresmian 26 November 2008
Ibu kota Lahomi
Pemerintahan
 - Bupati Faduhusi Daeli S.Pd
 - DAU Rp. 251.631.634.000.-(2013)[1]
Luas 544,09 km2
Populasi
 - Total 81.807 jiwa (2010)
 - Kepadatan 150,36 jiwa/km2
Demografi
 - Suku bangsa Nias, Minangkabau, Batak, Batak Angkola, Bugis
 - Bahasa Nias
 - Zona waktu WIB
 - Kode area telepon -
Pembagian administratif
 - Kecamatan 8
 - Desa 105
Simbol khas daerah
 - Flora resmi -
 - Fauna resmi -

Kabupaten Nias Barat adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kabupaten ini diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto, pada 26 Mei 2009, sebagai salah satu hasil pemekaran dari Kabupaten Nias.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Nias Barat merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Nias berdasarkan UU Nomor 46 Tahun 2008.[2] Kabupaten ini terdiri dari 8 kecamatan dan 105 desa. Nias Barat menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) pada masa Bupati Nias Binahati B. Baeha dan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Mardiyanto meresmikan Nias Barat menjadi DOB, Selasa (26/05/2009), sekaligus melantik Faduhusi Daeli sebagai Penjabat Bupati (Pj) Nias Barat. Setelah 18 bulan Faduhusi Daeli mengundurkan diri sebagai Penjabat Bupati Nias Barat oleh karena menjadi calon bupati Nias Barat definitif. Roda pemerintahan, kemudian, dijalankan oleh Pelaksana Tugas Bupati Nias Barat Drs. Sudirman Waruwu.

Pada 2 Februari 2011 untuk pertama kalinya, Nias Barat melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada). Ada tiga pasangan calon, yakni: Faduhusi Daeli-Sinar Abdi Gulö (FASIA), Yupiter Gulö-Raradödö Daeli (PIRA), dan Adrianus Aroziduhu Gulö dan Hermit Hia (AARO’ÖHE). Pasangan calon yang terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nias Barat definitif adalah Adrianus Aroziduhu Gulö dan Hermit Hia. Mereka dilantik oleh Pelaksana Tugas Gubernur Sumatra Utara pada 13 April 2011.[3]

Daftar Bupati dan Wakil Bupati[sunting | sunting sumber]

Bupati Wakil Bupati Periode
Adrianus Aroziduhu Gulö, SH., MH Hermit Hia, S.Ip 13 April 2011-13 April 2016
Faduhusi Daeli, S.Pd Khenoki Waruwu 22 April-sekarang

Daftar Kecamatan[sunting | sunting sumber]

  1. Lahömi
  2. Lölöfitu Moi
  3. Mandrehe
  4. Mandrehe Barat
  5. Mandrehe Utara
  6. Moro'ö
  7. Sirombu
  8. Ulu Moro'ö

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kecamatan Tugala Oyo
Selatan Kecamatan Lölöwau
Barat Samudera Indonesia
Timur Kecamatan Botomuzöi, Kecamatan Gidö, Kecamatan Hili Serangkai, dan Kecamatan Ma'u

Potensi Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Potensi pariwisata di Kabupaten Nias Barat sangat besar terutama karena langsung berbatasan dengan Samudera Hindia di sebelah barat kabupaten ini. Nias Barat memiliki andalan pariwisata kepulauan yakni kepulauan Hinako yang terdiri atas delapan pulau-pulau kecil yang indah antara lain:

  1. Pulau Hinako
  2. Pulau Bögi
  3. Pulau Bawa
  4. Pulau Asu
  5. Pulau Imana
  6. Pulau Heruanga
  7. Pulau Hamutala
  8. Pulau Langu

Delapan pulau ini terletak di Kecamatan Sirombu Nias Barat. Pulau-pulau kecil ini memiliki pantai berpasir putih, terumbu karang, dan perkebunan kelapa masyarakat. Pulau Asu dan Pulau Bawa sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara untuk kegiatan surfing (berselancar) dan diving (penyelaman) karena memiliki ombak yang tinggi dan terumbu karang yang banyak. Pulau-pulau ini masih terjaga karena pada umumnya sangat minim penghuni bahkan ada yang tidak berpenghuni sama sekali seperti Pulau Hamutala, Pulau Heruanga dan Pulau Langu.

Daerah-daerah Otonomi yang Diresmikan pada Tanggal 26 Mei 2009[sunting | sunting sumber]

  1. Kabupaten Mesuji, di Lampung.
  2. Kabupaten Tulang Bawang Barat, di Lampung.
  3. Kabupaten Pringsewu, di Lampung.
  4. Kota Gunung Sitoli, di Sumatera Utara.
  5. Kabupaten Nias Utara, di Sumatera Utara.
  6. Kabupaten Nias Barat, di Sumatera Utara.
  7. Kabupaten Tambrauw, di Papua Barat.
  8. Kabupaten Pulau Morotai, di Maluku Utara.
  9. Kabupaten Intan Jaya, di Papua.
  10. Kabupaten Deiyai, di Papua.
  11. Kabupaten Sabu Raijua, di Nusa Tenggara Timur.
  12. Kota Tangerang Selatan, di Banten.

Referensi[sunting | sunting sumber]