Kabupaten Labuhanbatu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Labuhanbatu
Transkripsi bahasa daerah
 • Abjad Jawiلابهان بتو
Tugu Simpang Enam Rantau Prapat
Tugu Simpang Enam Rantau Prapat
Lambang resmi Kabupaten Labuhanbatu
Motto: 
Ika bina en pabolo
Itu dibangun, itu diperbaiki
Peta
Kabupaten Labuhanbatu is located in Sumatra
Kabupaten Labuhanbatu
Kabupaten Labuhanbatu
Peta
Kabupaten Labuhanbatu is located in Indonesia
Kabupaten Labuhanbatu
Kabupaten Labuhanbatu
Kabupaten Labuhanbatu (Indonesia)
Koordinat: 2°16′00″N 100°06′00″E / 2.26667°N 100.1°E / 2.26667; 100.1
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Utara
Hari jadi17 Oktober 1945
Ibu kotaRantau Prapat
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 9
  • Kelurahan: 23
  • Desa: 75
Pemerintahan
 • BupatiErik Adtrada Ritonga
 • Wakil BupatiEllya Rosa Siregar
 • Sekretaris DaerahIr. M. Yusuf Siagian, M.MA
 • Ketua DPRDMeika Riyanti Siregar
Luas
 • Total2.561,38 km2 (988,95 sq mi)
Populasi
 • Total499.982
 • Kepadatan195/km2 (510/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 82,92%%
Kristen 15,11%
- Protestan 13,95%
- Katolik 1,16%
Budha 1,60%
Hindu 0,01%
Lainnya 0,36%[3]
 • BahasaIndonesia
 • IPMKenaikan 72,09 (2021)
tinggi[4]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode pos
21411 - 21473
Kode area telepon0624
Pelat kendaraanBK xxxx Y
Kode Kemendagri12.10 Edit the value on Wikidata
DAURp 722.758.550.000,- (2020)[5]
Situs webwww.labuhanbatukab.go.id

Labuhanbatu (abjad Jawi: لابهان بتو) adalah salah satu kabupaten yang berada di provinsi Sumatra Utara, Indonesia.[6][7] Ibu kota kabupaten ini terletak di Rantau Prapat. Pada tahun 2021, penduduk kabupaten Labuhanbatu berjumlah 499.982 jiwa, dengan kepadatan 195 jiwa/km2.[2]

Kabupaten Labuhanbatu terkenal dengan hasil perkebunan kelapa sawit dan karet. Kabupaten Labuhanbatu mempunyai kedudukan yang cukup strategis, yaitu berada pada jalur lintas timur Sumatra dan berada pada persimpangan menuju provinsi Sumatra Barat dan Riau, yang menghubungkan pusat-pusat perkembangan wilayah di Sumatra dan Jawa serta mempunyai akses yang memadai ke luar negeri karena berbatasan langsung dengan Selat Malaka. Dua Kesultanan besar pernah berdiri di sini, yakni Kesultanan Bilah yang beribu kota di Negeri Lama dan Kesultanan Panai yang beribu kota di Labuhan Bilik.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Pada mulanya luas kabupaten ini adalah 9.223,18 km² atau setara dengan 12,87% dari luas Wilayah Provinsi Sumatra Utara. Sebagai Kabupaten terluas kedua setelah Kabupaten Tapanuli Selatan, sedangkan jumlah penduduknya sebanyak 1.431.605 jiwa pada tahun 2007. Kabupaten Labuhanbatu terletak pada koordinat 10 260 – 20 110 Lintang Utara dan 910 010 – 950 530 Bujur timur. Dengan dibentuknya Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan Kabupaten Labuhanbatu Utara, maka luas kabupaten ini menjadi 2.561,38 km² dan penduduknya sebanyak 493.899 jiwa pada tahun 2020.[2] Pada tahun 2003 Kabupaten ini menjadi salah satu daerah kabupaten/kota dengan ekonomi terbaik se-indonesia.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Selat Malaka
Timur Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan Kabupaten Rokan Hilir (Riau)
Selatan Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan Kabupaten Padang Lawas Utara
Barat Kabupaten Labuhanbatu Utara

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kepala daerah[sunting | sunting sumber]

Bupati menjadi pemimpin tertinggi di lingkungan pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu. Bupati Labuhanbatu bertanggungjawab kepada gubernur provinsi Sumatra Utara atas wilayah Labuhanbatu. Saat ini, bupati atau kepala daerah yang menjabat di Kabupaten Labuhanbatu ialah Erik Adtrada Ritonga, didampingi wakil bupati Ellya Rosa Siregar. Mereka menang pada Pemilihan umum Bupati Labuhanbatu 2020. Erik menjadi bupati definitif Kabupaten Labuhanbatu yang ke-20. Erik dan Ellya dilantik oleh gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi, pada 13 September 2021 di Kota Medan, untuk periode jabatan 2021-2024.[8]

No Bupati Mulai jabatan Akhir jabatan Prd. Wakil Bupati
20 Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga.jpg Erik Adtrada Ritonga 13 September 2021 2024 (2020) Ellya Rosa Siregar

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu dalam dua periode terakhir.[9][10]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
PKB 3 Penurunan 1
Gerindra 4 Kenaikan 6
PDI-P 6 Penurunan 4
Golkar 5 Kenaikan 10
NasDem 3 Kenaikan 4
Berkarya (baru) 1
PKS 1 Penurunan 0
Perindo (baru) 4
PPP 5 Penurunan 3
PAN 3 Kenaikan 4
Hanura 5 Steady 5
Demokrat 6 Penurunan 0
PBB 2 Kenaikan 3
PKPI 2 Penurunan 0
Jumlah Anggota 45 Steady 45
Jumlah Partai 12 Penurunan 11


Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Pembagian Wilayah Kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu
Suanasa jalan raya di Labuhanbatu

Pada mulanya, jumlah kecamatan di kabupaten ini adalah 22 kecamatan. Dengan dibentuknya Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan, maka jumlah kecamatan di kabupaten ini menjadi 9 kecamatan. Berikut nama-nama kecamatan tersebut:

Pemekaran 2008[sunting | sunting sumber]

Sejak 24 Juni 2008, jumlah kecamatan di kabupaten Labuhanbatu berkurang dengan adanya pemekaran dari kabupaten ini, yaitu melalui pembentukan Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Kabupaten Labuhanbatu Utara[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Labuhanbatu Selatan[sunting | sunting sumber]

Demografi[sunting | sunting sumber]

Suku bangsa[sunting | sunting sumber]

Pangeran Panai di istananya pada masa Hindia Belanda

Penduduk kabupaten Labuhanbatu memiliki latar belakang suku bangsa yang berbeda-beda, yang didominasi oleh suku Batak dan Jawa. Meski demikian, nilai budaya Melayu sebagai suku bangsa asli di Labuhanbatu masih menjadi bagian penting dalam masyarakat Labuhanbatu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dari hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010, sebanyak 44,43% penduduk Labuhanbatu berasal dari suku Batak. Suku Batak dalam Sensus 2010 di Labuhanbatu termasuk Batak Angkola, Mandailing, Toba, dan beberapa dari Pakpak dan Karo.[11]

Kemudian, penduduk dari suku Jawa sebanyak 40,51%. Penduduk dari suku Melayu sebanyak 8,18% yang kebanyakan berada di kecamatan Panai Tengah, Panai Hilir, Panai Hulu dan Bilah Hilir. Berbagai kegiatan suku Melayu juga diadakan di Labuhanbatu, untuk menjaga dan melestarikan budaya Melayu di Labuhanbatu.[12] Kemudian penduduk dari suku Minangkabau sebanyak 0,96%, kemudian Aceh sebanyak 0,25%. Suku lain sebanyak 5,67%, termasuk Tionghoa, Nias, dan lainnya.[11]

Agama[sunting | sunting sumber]

Masjid Al Ikhlas terletak di dalam kompleks Asrama Haji Rantau Prapat


Selain suku bangsa yang berbeda-beda, keyakinan dan agama yang dianut masyarakat Labuhanbatu juga beragam. Dari hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010, sebagian besar penduduk Labuhanbatu menganut agama Islam. Penduduk yang menganut agama Islam sebanyak 82,92%, umumnya dianut warga Melayu, Minangkabau, Aceh, Mandailing, dan Angkola. Sementara penduduk yang menganut agama Kristen yakni 15,11%, dimana Protestan sebanyak 13,95% dan Katolik sebanyak 1,16%.[3] Agama Kristen kebanyakan dianut warga Batak Toba, Karo, Simalungun, Nias, dan sebagian Tionghoa, Angkola dan Mandailing.

Penduduk yang menganut agama Buddha sebanyak 1,60%, umumnya adalah warga Tionghoa yang kebanyakan berada di kecamatan Rantau Utara. Kemudian, sebagian kecil menganut agama Hindu yakni 0,01% dan lainnya sebanyak 0,36%.[3] Untuk sarana rumah ibadah di Kabupaten Labuhanbatu hingga tahun 2021, terdapat 553 masjid, 265 musala, 226 gereja Protestan, 34 gereja Katolik dan 12 vihara.[2]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Saat ini di kabupaten Labuhan batu memiliki setidaknya 239 Sekolah Dasar, 33 Sekolah Menengah Pertama dan 15 Sekolah Menengah Atas yang semuanya berstatus negeri menurut BPS kabupaten ini. serta 3 perguruan tinggi swasta:

Universitas Labuhan Batu (ULB)

• Universitas Islam Labuhanbatu (UNISLA)

• Universitas Al – Washliyah Labuhanbatu (UNIVA)

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Laut[sunting | sunting sumber]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Objek wisata[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2008 menyatakan bahwa luas wilayah Kabupaten Labuhanbatu Selatan mengurangi luas wilayah Kabupaten Labuhanbatu". ww1.legalitas.org. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-06-09. Diakses tanggal 2020-06-09. 
  2. ^ a b c d "Kabupaten Labuhanbatu Dalam Angka 2022" (pdf). www.labuhanbatukab.bps.go.id. hlm. 6, 59, 148. Diakses tanggal 17 Maret 2022. 
  3. ^ a b c "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Labuhan Batu". www.sp2010.bps.go.id. BPS. Diakses tanggal 18 Juni 2020. 
  4. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diakses tanggal 1 Desember 2021. 
  5. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 15 April 2021. 
  6. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Désémber 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  7. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  8. ^ Jaya, Mustaqim Indra (13 September 2021). "Akhirnya, Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu Dilantik Edy Rahmayadi Singgung Duit APBD". www.medan.tribunnews.com. Diakses tanggal 17 Maret 2022. 
  9. ^ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Labuhanbatu Periode 2014-2019
  10. ^ "Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Labuhanbatu 2019-2024". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-01-10. Diakses tanggal 2020-05-18. 
  11. ^ a b "Kabupaten Labuhanbatu Dalam Angka 2018" (pdf). northsumatrainvest.id. 2018. hlm. 64. Diakses tanggal 17 Maret 2022. 
  12. ^ "Sekdakab Ahmad Muflih: Melayu adalah Penduduk Asli Labuhanbatu". labuhanbatukab.go.id. Diakses tanggal 17 Maret 2022. 

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]