Kekristenan di Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Kekristenan di Indonesia menurut catatan ensiklopedia dicatat jelas keberadaannya pada abad ke-10 dan ke-11.[1][2] Menurut sensus penduduk tahun 2010, 6,96% dari penduduk Indonesia adalah Protestan dan 2,91% beragama Katolik.[3] Dan data Kementerian Agama tahun 2018 mencatat 7,60% penduduk Indonesia beragama Kristen Protestan (20.246.267 jiwa), dan 3,12% beragama Katolik (8.325.339 jiwa) dari 266.534.836 jiwa.[4]

Wilayah-wilayah tradisional Kristen di Indonesia terkonsentrasi di Tanah Batak, Taneh Karo, Nias, Mentawai, pedalaman Kalimantan, Minahasa, Poso, Tana Toraja, Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Maluku dan Papua.

Dalam bahasa Indonesia, istilah "Kristen" diperuntukkan khusus untuk menyebut gereja reformis (Protestan)[5][butuh sumber yang lebih baik] Namun, sejarah kekristenan di Indonesia di sini juga mencakup sejarah Katolik di Indonesia.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Jemaat Kristen misionaris di Tana Toraja (foto 1935)

Agama Kristen pertama kali datang ke Indonesia pada abad ke-7. Melalui gereja Assiria (Gereja Timur) yakni berdiri di dua tempat yakni, Pancur (Sekarang wilayah dari Deli Serdang) dan Barus (Sekarang wilayah dari: Tapanuli Tengah) di Sumatra (645 M).

Sejarah kedatangan telah tercatat oleh ulama Syaikh Abu Salih al-Armini dalam bukunya dengan judul FIBA “Tadhakur Akhbar min al-Kana’is wa al-Adyar min Nawabin Mishri wa al-Iqta’aih” (Daftar berita pada gereja-gereja dan monastries di provinsi-provinsi Mesir dan sekitarnya). Daftar gereja-gereja dan monastries dari naskah asli dalam bahasa Arab dengan 114 halaman ini berisi berita tentang 707 gereja-gereja dan 181 monastries Kristen yang tersebar di sekitar Mesir, Nubia, Abysina, Afrika Barat, Spanyol, Arab dan India. Dalam bukunya (Abu Salih), tanah Indonesia masih dimasukkan dalam wilayah India (al-Hindah).[6].

Gereja Ortodoks adalah kelompok Kristen/Gereja pendatang yang menurut penelitian dari pakar-pakar sejarah dan arkeologi lama, pertama hadir dan datang ke Indonesia yang ditandai dengan/melalui kehadiran Gereja Nestorian yang merupakan corak gereja Asiria di daerah Fansur (Barus), di wilayah Mandailing, Sumatra Utara. Namun menurut A.J. Butler M.A., kata Fahsûr seharusnya ditulis Mansûr, yaitu sebuah negara pada zaman kuno yang terdapat di Barat Laut India, terletak di sekitar Sungai Indus. Mansur merupakan negara paling utama yang terkenal di antara orang-orang Arab dalam hal komoditas kamfer (al-kafur).[7]

Peta persebaran Katolik di Indonesia berdasarkan sensus tahun 2010

Katolik Roma pertama tiba pada tahun 1511 di tanah Aceh, yaitu dari Ordo Karmel, dan 1534 di kepulauan Maluku melalui orang Portugis yang dikirim untuk eksplorasi. Fransiskus Xaverius, misionaris Katolik Roma dan pendiri Ordo Yesuit bekerja di kepulauan Maluku pada tahun 1546 sampai tahun 1547.

Peta persebaran Kristen Protestan di Indonesia berdasarkan sensus tahun 2010

Protestanisme pertama kali diperkenalkan oleh Belanda pada abad keenam belas, sehingga terpengaruh pada ajaran Calvinisme dan Lutheran.

Pada tahun 1960-an akibat anti-Komunis dan anti-Konfusianisme banyak pengikut Komunis dari kalangan orang Tionghoa dan sebagian suku Jawa Kejawen mengklaim diri sebagai orang Kristen, akan tetapi banyak bangsa Tionghoa yang akhirnya menerima agama Kristen dan sekarang mayoritas kalangan muda bangsa Tionghoa adalah umat Kristen. Sedangkan pemeluk Kristen di kalangan suku Jawa ada diantara mayoritas umat Islam, baik di Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. Agama Kristen merupakan agama dengan populasi terbesar kedua di Indonesia sehingga meskipun Indonesia merupakan negara dengan mayoritas beragama Islam, hak warga negara yang beragama Kristen berkedudukan sama dengan warga negara yang beragama Islam (berbeda dengan beberapa negara seperti Malaysia, beberapa negara Arab) dan negara lainnya. Di provinsi Papua dan Sulawesi Utara, Protestan merupakan agama mayoritas, sedangkan di Nusa Tenggara Timur Katolik merupakan agama mayoritas. Jumlah populasi orang Kristen juga ditemukan di sekitar danau Toba dan Kepulauan Nias di Sumatra Utara, pedalaman Kalimantan, pedalaman Tana Toraja dan sebagian wilayah di provinsi Maluku. Protestan di Indonesia terdiri dari berbagai denominasi, yaitu Huria Kristen Batak Protestan, Gereja Pantekosta di Indonesia, Gereja Tiberias Indonesia/Gereja Bethel Indonesia, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Gereja Yesus Sejati, Mennonit, Gereja Metodis, Gereja Baptis, Gereja Kristen Protestan Simalungun, dan denominasi lainnya.

Kekristenan Berdasarkan Provinsi[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah data umat Kristen di Indonesia, berdasarkan data dari Kementerian Agama tahun 2018.

[4]

Pulau Provinsi Ibu kota Populasi
(2018)
Protestan
(%)
Katolik
(%)
Total
(%)
Keterangan
Sumatra  Aceh Banda Aceh 5.253.512 1,22 0,10 1,32 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat Suku Pakpak yang tinggal di wilayah Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam dan keturunan Tionghoa
Kepulauan Nusa Tenggara  Bali Denpasar 4.236.983 1,56 0,79 2,35 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat asal Nusa Tenggara Timur dan keturunan Tionghoa
Jawa  Banten Serang 10.868.810 2,64 1,24 3,88 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat keturunan Tionghoa, Batak dan Indonesia Timur
Sumatra  Bengkulu Bengkulu 2.001.578 1,65 0,41 2,06 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat keturunan Tionghoa dan Batak
Sulawesi  Gorontalo Gorontalo 1.181.531 1,48 0,09 1,57 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat suku Minahasa dari provinsi tetangga Sulawesi Utara
Jawa  DKI Jakarta Jakarta Pusat 11.011.862 8,58 3,92 12,50 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat keturunan Tionghoa, Batak dan Indonesia Timur
Sumatra  Jambi Jambi 3.491.764 3,25 0,57 3,82 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat keturunan Tionghoa, Batak dan NTT
Jawa  Jawa Barat Bandung 45.632.714 1,83 0,64 2,47 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat keturunan Tionghoa, Batak dan Indonesia Timur
Jawa  Jawa Tengah Semarang 36.614.603 1,65 0,98 2,63 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat keturunan Tionghoa, minoritas Suku Jawa setempat, masyarakat asal Batak dan Indonesia Timur
Jawa  Jawa Timur Surabaya 40.706.075 1,69 0,68 2,37 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat keturunan Tionghoa, minoritas Suku Jawa setempat, masyarakat asal Batak dan Indonesia Timur
Kalimantan  Kalimantan Barat Pontianak 5.427.075 11,50 22,17 33,67 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat Suku Dayak, keturunan Tionghoa, Batak dan NTT
Kalimantan  Kalimantan Selatan Banjarmasin 4.042.565 1,33 0,53 1,86 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat keturunan Tionghoa, Suku Dayak, Batak dan NTT
Kalimantan  Kalimantan Tengah Palangka Raya 2.577.215 16,67 3,16 19,83 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat Suku Dayak, Batak dan NTT serta keturunan Tionghoa
Kalimantan  Kalimantan Timur Samarinda 3.612.106 7,63 4,34 11,97 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat Suku Dayak, keturunan Tionghoa, Batak, NTT, Toraja dan Minahasa
Kalimantan  Kalimantan Utara Tanjung Selor 654.949 20,37 5,95 26,32 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat Suku Dayak, keturunan Tionghoa, Batak, NTT, Toraja dan Minahasa
Sumatra  Kepulauan Bangka Belitung Pangkalpinang 1.394.483 2,09 1,35 3,44 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat keturunan Tionghoa, Batak dan NTT
Sumatra  Kepulauan Riau Tanjungpinang 1.961.388 11,97 2,43 14,40 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat keturunan Tionghoa, Batak dan NTT
Sumatra  Lampung Bandar Lampung 9.044.962 1,43 0,92 2,35 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat keturunan Tionghoa dan Batak
Kepulauan Maluku  Maluku Ambon 1.854.229 39,33 6,83 46,16 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat suku Ambon, Kei, Buru, transmigran NTT dan keturunan Tionghoa
Kepulauan Maluku  Maluku Utara Sofifi 1.314.849 24,53 0,49 25,02 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat suku Galela di pulau Halmahera, serta transmigran NTT dan keturunan Tionghoa
Kepulauan Nusa Tenggara  Nusa Tenggara Barat Mataram 5.287.577 0,26 0,19 0,45 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat asal provinsi tetangga Nusa Tenggara Timur
Kepulauan Nusa Tenggara  Nusa Tenggara Timur Kupang 5.120.061 36,17 53,56 89,73 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat suku Flores, Timor, Atoni, Lamahot, Rote dan Manggarai
Papua  Papua Jayapura 4.346.593 69,02 15,40 84,42 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat suku Amungme, Arfak, Asmat, Dani, Damal, Yali dan suku-suku lainnya asal Toraja, Minahasa, NTT, Batak dan Maluku
Papua  Papua Barat Manokwari 871.510 54,12 7,63 61,75 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat suku Biak, Arfak, Irarutu dan suku-suku lainnya asal Toraja, Minahasa dan Maluku
Sumatra  Riau Pekanbaru 6.149.692 9,46 1,03 10,49 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat keturunan Tionghoa, Batak dan NTT
Sulawesi  Sulawesi Barat Mamuju 1.316.812 14,78 1,13 15,91 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat suku Toraja, keturunan Tionghoa dan transmigran NTT
Sulawesi  Sulawesi Selatan Makassar 9.117.380 7,68 1,69 9,37 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat suku Toraja, keturunan Tionghoa dan transmigran NTT
Sulawesi  Sulawesi Tengah Palu 2.969.475 16,57 0,89 17,46 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat suku Pamona, Minahasa, keturunan Tionghoa dan transmigran NTT
Sulawesi  Sulawesi Tenggara Kendari 2.632.939 1,71 0,61 2,32 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat suku Toraja, transmigran NTT dan keturunan Tionghoa
Sulawesi  Sulawesi Utara Manado 2.751.038 63,27 4,42 67,69 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat suku Minahasa, Sangir dan keturunan Tionghoa
Sumatra  Sumatra Barat Padang 5.542.994 1,46 0,84 2,30 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat suku Mentawai yang tinggal di kepulauan Mentawai, serta keturunan Tionghoa dan Batak
Sumatra  Sumatra Selatan Palembang 8.267.779 0,97 0,60 1,57 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat keturunan Tionghoa, Batak dan NTT
Sumatra  Sumatra Utara Medan 14.908.036 27,28 4,34 31,62 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat suku Batak Toba, Karo, Pakpak, Simalungun, Nias dan sebagian keturunan Tionghoa
Jawa  Yogyakarta Yogyakarta 3.645.487 2,44 4,58 7,02 Pemeluk Kristen kebanyakannya adalah masyarakat keturunan Tionghoa, minoritas Suku Jawa setempat, masyarakat asal Batak dan Indonesia Timur
 Indonesia DKI Jakarta 266.534.836
(2018)
20.246.267
(7,60)
8.325.339
(3,12)
28.571.606
(10,72)

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Adolf Heuken. Ensiklopedi Gereja (2005)
  2. ^ Adolf Heuken, "Chapter One: Christianity in Pre-Colonial Indonesia", dalam A History of Christianity in Indonesia, Jan Aritonang and Karel Steenbrink (Editor), hlm. 3-7, Leiden/Boston: Brill, 2008, ISBN 978-90-04-17026-1
  3. ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut". Sensus Penduduk 2010. Jakarta, Indonesia: Badan Pusat Statistik. 15 May 2010. Diakses tanggal 20 Nov 2011. Religion is belief in Almighty God that must be possessed by every human being. Religion can be divided into Muslim, Christian, Catholic, Hindu, Buddhist, Hu Khong Chu, and Other Religion.  Moslem 207176162 (87.18%), Christian 16528513 (6.96), Catholic 6907873 (2.91), Hindu 4012116 (1.69), Buddhist 1703254 (0.72), Khong Hu Chu 117091 (0.05), Other 299617 (0.13), Not Stated 139582 (0.06), Not Asked 757118 (0.32), Total 237641326
  4. ^ a b "Statistik Umat Menurut Agama di Indonesia". Kementerian Agama Republik Indonesia. 15 Mei 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 September 2020. Diakses tanggal 13 Februari 2021. 
  5. ^ Denys Lombard, "Nusa Jawa: Batas-batas pembaratan", Jakarta, 1996, h. 268
  6. ^ "Profil Gereja di Indonesia : Gereja Asiria". Tim PPGI. Diakses tanggal 2011-08-22. 
  7. ^ Lihat B.T.A. Evetts, MA (ed.), The Churches … hlm. 300M