Kekristenan di Irak

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Orang-orang Kristen Irak dianggap sebagai salah satu komunitas Kristen tertua yang ada di dunia. Sebagian besar berbahasa aram timur untuk etnis Kasdim, dengan jumlah yang jauh lebih kecil dari etnis Assyria, Armenia, Arab, Kurdi dan juga masih ada etnis Turcoman.

Di Irak, orang Kristen berjumlah sekitar 1.500.000 pada tahun 2003, yang mewakili lebih dari 5% dari populasi negara itu. Mereka berjumlah lebih dari 1,4 juta pada tahun 1987 atau 8% dari populasi.[1] Setelah Perang Irak, diperkirakan bahwa jumlah orang Kristen di Irak telah turun menjadi kurang dari 450.000 pada tahun 2013.[2]

Penduduk Kristen tinggal terutama di Baghdad, Basra, Mosul, Arbil dan Kirkuk dan di kota-kota Asyur dan daerah seperti Niniwe di utara.[3]

Komunitas Kristen[sunting | sunting sumber]

Perarakan saat Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus di Baghdad sekitar tahun 1920 yang dihadiri umat dari etnis Asiria maupun Armenia

Gereja-Gereja Ritus Suriah[sunting | sunting sumber]

Mayoritas umat Kristen Irak termasuk dalam cabang-cabang Kekristenan Suriah (yang mana kebanyakan dari etnis Asiria) pengguna Ritus Suriah Timur dan Ritus Suriah Barat:

Gereja-Gereja Ritus Armenia[sunting | sunting sumber]

Umat dari Gereja berikut ini merupakan etnis Armenia, dan menggunakan Ritus Armenia:

Gereja dan komunitas lain[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah daftar Gereja dan komunitas multi-etnis yang dikenal sebagai Melkite:

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kekristenan dibawa ke Irak pada abad pertama Masehi oleh Rasul Tomas dan Mar Addai (Tadeus dari Edessa) dan murid-muridnya Aggagi dan Mari. Tomas dan Tadeus merupakan salah satu dari keduabelas rasul Yesus;[4] walau ada anggapan bahwa Tadeus di sini adalah salah satu dari tujuh puluh murid Yesus, berbeda dengan Yudas Tadeus. Bahasa Aram Timur yang digunakan komunitas Kristen Kasdim diyakini menjadi salah satu yang tertua di dunia.

Orang-orang Kasdim mengadopsi Kristen pada abad pertama Masehi[5] dan Asyur menjadi pusat Ritus Timur Kristen dan literatur Suriah dari abad ke-1 Masehi sampai Abad Pertengahan. Pada abad-abad awal setelah penaklukan oleh Islam Arab, penduduk asli Asyur (dikenal sebagai Ashuriyun oleh orang Arab) sebagai sarjana dan dokter memainkan peran yang berpengaruh bagi Irak, namun, dari akhir abad ke-13 Masehi hingga saat ini, Kristen Assyria telah mengalami penganiayaan etnik dan agama, termasuk sejumlah pembantaian.[6] Irak Utara tetap didominasi etnis Kasdim, Bahasa Aram Timur dan Kristen bertahan sampai kehancuran Timurleng pada akhir abad ke-14. Gereja Timur Asiria berawal di tempat yang sekarang di Tenggara Turki dan Assuristan (Sassanid Asyur). Pada akhir abad ke-13 ada dua belas keuskupan Nestorian dalam jalur dari Peking ke Samarkand.

Ketika panglima perang Muslim abad ke-14 dari keturunan Turco-Mongol, Timur (Tamerlane), menaklukkan Persia, Mesopotamia dan Suriah, penduduk sipil dihancurkan. Timur yang memiliki 70.000 Kristen Assyria dipenggal di Tikrit, dan 90.000 lainnya di Baghdad.[7][8] Sebuah era baru dimulai pada abad ke-17 ketika Emir Afrasiyab dari Basra mengizinkan Portugis untuk membangun sebuah gereja di luar kota. Pada tahun kemerdekaan resmi Irak 1932, militer Irak melakukan pembantaian besar-besaran terhadap Asyur (Pembantaian Simele) yang telah didukung admistrasi kolonial Inggris sebelumnya.[5]

Pada tahun 1987, sensus di Irak terakhir tercatat sebanyak 1,4 juta orang Kristen.[9] Mereka ditoleransi di bawah rezim sekuler Saddam Hussein, yang bahkan membuat salah satu dari mereka, Tariq Aziz seabgai wakilnya. Namun penganiayaan oleh Saddam Hussein berlanjut melawan orang Kristen di tingkat etnis, budaya dan ras, karena sebagian besar adalah Mesopotamia Aram berbicara Etnis Asyur (alias Kasdim-Assyria).

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://www.irinnews.org/report.aspx?reportid=61897
  2. ^ "Christian areas hit by Baghdad bombs". BBC News. 25 December 2013. Diakses tanggal 25 December 2013. 
  3. ^ "Christian areas hit by Baghdad bombs". BBC News. 25 December 2013. Diakses tanggal 25 December 2013. 
  4. ^ Suha Rassam. Christianity in Iraq. Gracewing Publications. 
  5. ^ a b "Iraqi Christians' long history". BBC. 13 March 2008. Diakses tanggal 31 October 2010. 
  6. ^ Stourton, Edward (3 April 2010). "Iraqi Christians under fire". The Telegraph. Diakses tanggal 1 November 2010. 
  7. ^ "14th century annihilation of Iraq". Mertsahinoglu.com. Diakses tanggal 29 June 2011. 
  8. ^ NUPI – Centre for Russian Studies
  9. ^ "Christians live in fear of death squads". Irinnews.org. 19 October 2006. Diakses tanggal 29 June 2011. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]