Komunitas Eden

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Komunitas Eden atau agama Salamullah adalah sebuah gerakan agama baru yang didirikan di Indonesia oleh seorang wanita Lia Eden (atau Lia Aminuddin) dan melanjutkan ajaran 3 Agama Samawi; Yudaisme, Kekristenan, dan Islam dan juga menyatukan dengan agama-agama besar lainnya termasuk agama Buddha, Jainisme, dan Hindu. Lia Eden kemudian mendirikan sebuah jemaat yang disebut "Salamullah" untuk menyebarluaskan ajarannya.[1]

Asal usul[sunting | sunting sumber]

Menurut Lia, perrtemuan ajaibnya yang pertama adalah sewaktu dia melihat sebuah bola bercahaya kuning berputar di udara dan lenyap sewaktu ia baru menghinggap di kepalanya. Perkara ini berlaku sewaktu dia sedang bersantai dengan abang mertuanya di serambi rumahnya di Senen, Jakarta Pusat, pada 1974. Menurutnya lagi, peristiwa ajaib yang telah menukarkan prinsip kehidupannya berlaku pada malam 27 Oktober 1995 semasa dia sedang bersolat. Pada masa itu, dia telah merasakan kehadiran pemimpin rohaninya, Habib al-Huda yang mendedahkan dirinya sebagai Jibril pada waktu itu. Selain menganggap dirinya sebagai penyebar wahyu Tuhan menerusi Jibril, dia juga merasakan dirinya memiliki kuasa untuk menyembuh. Dia juga mula mengarang lagu, syair dan juga buku sebanyak 232 halaman bertajuk, "Perkenankan Aku Menjelaskan Sebuah Takdir" yang didakwa ditulis dalam masa 29 hari.

Pada 1998, Lia memanggil dirinya Imam Mahdi, yang menurut kepercayaan yang lazim akan muncul di dunia sebelum hari kiamat untuk membawa keamanan dan keadilan di dunia. Selain itu, dia juga memanggilnya Bunda Maria, ibu kepada Yesus Kristus. Lia mengatakan bahawa anaknya, Ahmad Mukti, adalah Yesus Kristus. Namun dalam laman web rasminya, dia mengatakan dirinya sebagai "kawan Jibril" dan juga sebagai "jelmaan Tuhan di dunia".

Pemahaman yang dibawa oleh Lia ini berhasil mendapat kurang lebih 100 penganut pada awal diajarkannya. Penganut agama ini terdiri dari para pakar budaya, golongan cendekiawan, artis musik, drama dan juga pelajar. Mereka disebut sebagai pengikut Salamullah.

Pada bulan Desember 1997, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah melarang perkumpulan Salamullah ini karena ajarannya dianggap telah menyelewengkan kebenaran mengenai ajaran Islam. Kelompok ini lalu membalas balik dengan mengeluarkan "Undang-undang Jibril" (Gabriel's edict) yang mengutuk MUI karena menganggap MUI berlaku tidak adil dan telah menghakimi mereka dengan sewenang-wenang.

Kelompok Salamullah ini juga terkenal karena serangannya terhadap kepercayaan masyarakat Jawa, mengenai mitos Nyi Roro Kidul yang didewakan sebagai Ratu Laut Selatan. Pada tahun 2000, Salamullah ini diresmikan oleh pengikut-pengikutnya sebagai nama kelompok. Kelompok Salamullah mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi yang terakhir tetapi juga mempercayai bahwa pembawa kepercayaan yang lain seperti Buddha Gautama, Yesus Kristus, dan Kwan Im, dewi pembawa rahmat yang dipercaya orang Kong Hu Cu, akan muncul kembali di dunia.

Sejak 2003, kelompok Salamullah ini memegang kepercayaan bahwa setiap agama adalah benar. Kelompok yang diketuai Lia Eden ini yang kemudian berubah nama yang kini dikenal sebagai Kaum Eden.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Apologetics Index (2006). Eden Community/Salamullah/Lia Eden

Pranala luar[sunting | sunting sumber]