Kota Gorontalo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kota Gorontalo
Sulawesi 1rightarrow blue.svg Gorontalo
Pemandangan Kota Gorontalo
Pemandangan Kota Gorontalo
Lambang Kota Gorontalo
Lambang
Semboyan: "Adati hula-hula'a to Sara'a, Sara'a hula-hula'a to Kuru'ani" (Adat Bersendikan Syara', Syara' Bersendikan Kitabullah')
Kota Gorontalo berlokasi di Indonesia
Kota Gorontalo
Kota Gorontalo
Lokasi Kota Gorontalo di Pulau Sulawesi
Koordinat: 0°32′N 123°4′E / 0.533°N 123.067°E / 0.533; 123.067
Negara Indonesia
Hari jadi18 Maret 1728; 291 tahun lalu (1728-03-18) (Hari Jadi)
Dasar hukumUU Nomor 29 Tahun 1959
Koordinat00°28’17”–00°35’56” LU dan 122°59’44”–123°05’59” BT
Pemerintahan
 • Wali kotaMarten Taha
Penduduk (2018[1])
 • Total210.882 jiwa
Demografi
 • AgamaIslam 97.12%%
Kristen 1.98%
Katolik 0.49%
Buddha 0.22%
Hindu 0.16%
Konghucu 0.03%[2]
Kode telepon+62 435
Kecamatan9
Desa/kelurahan50 Kelurahan/Desa
Situs webhttp://www.gorontalokota.go.id/


Kota Gorontalo (dalam bahasa Gorontalo disebut Kota Hulontalo) merupakan ibu kota Provinsi Gorontalo, Indonesia. Kota Gorontalo merupakan kota terbesar dan terpadat penduduknya di wilayah Teluk Tomini, sehingga menjadikan Kota Gorontalo sebagai pusat ekonomi dan jasa, perdagangan, pendidikan, hingga pusat penyebaran agama Islam di Kawasan Indonesia Timur.[3]

Dalam catatan sejarah "Hikayat Gorontalo", Kota Gorontalo secara resmi terbentuk pada hari Kamis, 06 Syakban 1140 Hijriah (Kamis, 18 Maret 1728 M). Adapun pada tanggal 5 Desember tahun 2000, Kota Gorontalo secara resmi ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Gorontalo melalui UU Nomor 38 Tahun 2000.[4]

Kota ini memiliki luas wilayah 79,03 km² (0,65% dari luas Provinsi Gorontalo)[5] dan pada tahun 2018, Kota Gorontalo memiliki penduduk sebanyak 210.882 jiwa.[6]

Perkembangan Kota dan Julukannya[sunting | sunting sumber]

Kota Gorontalo merupakan salah satu kota tua di Sulawesi selain Kota Makassar dan Manado, serta merupakan kota terbesar di kawasan Teluk Tomini. Dalam catatan sejarah, Semenanjung Gorontalo secara umum dan Kota Gorontalo secara khusus merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam di Kawasan Indonesia Timur yaitu selain Ternate, dan Bone.

Pada perkembangannya, pengaruh besar Kota Gorontalo sebagai pusat pendidikan, jasa dan perdagangan pun dirasakan masyarakat luas mulai dari wilayah Bolaang Mongondow, Buol Toli-Toli, Luwuk Banggai, Donggala, Palu bahkan sampai ke Sulawesi Tenggara dan Timur Indonesia (Ambon, Maluku).[7]

Julukan Serambi Madinah[sunting | sunting sumber]

Jika Aceh terkenal dengan julukan "Serambi Mekah", maka Gorontalo terkenal dengan julukan "Serambi Madinah". Asal muasal mengenai julukan ini memiliki banyak versi, diantaranya adalah versi Buya Hamka[8] yaitu:

a. Gorontalo layaknya "Serambi Madinah" yang hiruk pikuk masyarakatnya ramai beribadah, memenuhi masjid-masjid, dan juga lantunan ayat suci terdengar menggema di setiap pelosok masjid.

b. Orang Gorontalo layaknya kaum Anshar (penduduk asli Madinah) yang begitu terbuka menerima Islam sebagai agama kerajaan-kerajaan di Gorontalo, serta begitu ramah menyambut para pendatang yang merantau atau hijrah ke Gorontalo. Para pendatang ini diantaranya berasal dari tanah Arab (Hadramaut), Melayu (Sumatera), Tiongkok (Cina), Minahasa (Sulawesi Utara), dan Bugis (Sulawesi Selatan).

Selain itu, Gorontalo memiliki falsafah "Adati hula-hula'a to Sara'a, Sara'a hula-hula'a to Kuru'ani" yang dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan menjadi "Adat Bersendikan Syara', dan Syara' Bersendikan Kitabullah". Falsafah ini menjadi pandangan hidup masyarakat Gorontalo yang memadukan antara agama, adat istiadat dan alam sekitarnya.[9]

Asal Usul Nama Gorontalo[sunting | sunting sumber]

Menurut catatan "Hikayat Gorontalo", daerah yang selama ini kita kenal dengan istilah "Semenanjung Gorontalo" yang ada sekarang ini berasal dari sebuah pulau[10]. Lama-kelamaan, air laut di sekitar pulau itu pun surut dan pada akhirnya muncul tiga gunung, yang salah satunya adalah gunung Tilongkabila. Adapun sebuah lembah di sebelah selatan Gunung Tilongkabila tersebut dicatat dalam sejarah sebagai wilayah yang bernama Hulontalangi, sebuah lembah yang kemudian hari dikenal sebagai daerah Hulontalo atau Gorontalo, yang juga merupakan cikal bakal wilayah Kota Gorontalo.

Kata Gorontalo pada dasarnya berasal dari kata Hulontalo dalam bahasa Gorontalo. Hulontalo itu sendiri berasal dari kata dasar Hulontalangi, sebuah nama salah satu Kerajaan di Gorontalo. Selain itu, terdapat beberapa catatan sejarah mengenai asal muasal dari nama Gorontalo, diantaranya[11]:

a. Gorontalo berasal dari kata "Hulontalangi", yang bermakna "Lembah Mulia".

Hulontalangi berasal dari dua suku kata, yaitu "Huluntu" yang berarti "Lembah" dan "Langi" yang berarti "Mulia".

b. Gorontalo berasal dari kata "Hulontalangi", yang bermakna "Daratan yang Tergenang".

Kata "Hulontalangi" dalam penerjemahan lain berasal dari dua suku kata, yaitu "Huntu" yang berarti "Onggokan Tanah" atau "Daratan", dan "Langi-Langi" yang berarti "Tergenang". Maka kata "Hulontalangi" dapat pula diartikan sebagai "Daratan yang Tergenang Air" sesuai dengan cerita turun temurun masyarakat Gorontalo.

c. Gorontalo berasal dari kata "Huidu Totolu", yang bermakna "Tiga Gunung".

Jika ditelusuri sejarahnya, terdapat tiga gunung purba di semenanjung Gorontalo yaitu Gunung Malenggalila, Gunung Tilonggabila (berubah menjadi Tilongkabila) dan satu Gunung lagi yang tidak bernama.

d. Gorontalo berasal dari kata "Pogulatalo", yang bermakna "Tempat Menunggu".

Kata "Pogulatalo" lambat laun berubah dalam ucapan masyarakat menjadi "Hulatalo"

e. Gorontalo berasal dari kata "Hulontalo".

Namun, karena kesulitan dalam pengucapannya maka para penjajah Belanda menyebut "Hulontalo" menjadi "Gorontalo".

Sejarah Kerajaan Hulontalo[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kota Gorontalo sekarang merupakan perubahan dari wilayah Pohala'a Kerajaan Gorontalo. Kerajaan Gorontalo merupakan persekutuan dari 17 Linula (Kelompok Kerajaan kecil yang berorientasi pada ikatan genealogis (kekeluargaan/ikatan darah) serta ikatan teritoris di wilayah Hulontalo (Gorontalo).

Kedudukan Kerajaan Gorontalo mulanya berada di Kelurahan Hulawa, Kecamatan Telaga sekarang, tepatnya di pinggiran sungai Bolango. Menurut Penelitian, pada tahun 1024 H, kota Kerajaan ini kemudian dipindahkan ke Kelurahan Tuladenggi Kecamatan Dungingi. Kemudian dimasa Pemerintahan Sultan Botutihe kota Kerajaan ini dipindahkan lagi ke satu lokasi yang terletak antara dua kelurahan yaitu Kelurahan Biawao dan Kelurahan Limba B.Kerajaan Gorontalo merupakan salah satu dari lima daerah yang membentuk ikatan kekeluargaan yang disebut U Duluwo Limo Lo Pohala'a.

Pada tahun 1824 seluruh daerah U Duluwo Limo Lo Pohala'a berada di bawah kekusaan seorang asisten Residen. Kemudian tahun 1889 sistem pemerintahan kerajaan dialihkan ke pemerintahan langsung yang dikenal dengan istilah "Rechtatreeks Bestur". Pada tahun 1911 terjadi lagi perubahan dalam struktur pemerintahan dan daerah Kota Gorontalo berada di daerah Onder Afdeling Gorontalo. Selanjutnya pada tahun 1920 berubah lagi menjadi Distrik Gorontalo. Dan pada tahun 1922 Wilayah Kota Gorontalo ditetapkan menjadi daerah Afdeling Gorontalo.

Peristiwa Patriotik 23 Januari 1942[sunting | sunting sumber]

Kota Gorontalo menjadi tempat peristiwa Hari Patriotik 23 Januari 1942 yang dipelopori oleh Nani Wartabone. Perjuangan patriotik ini menjadi tonggak kemerdekaan bangsa Indonesia dan memberi imbas dan inspirasi bagi wilayah sekitar bahkan secara nasional. Pada waktu itu Nani Wartabone bersama dengan Kusno Danupoyo menggelar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Gorontalo dengan membacakan "Naskah Proklamasi" kemerdekaan Indonesia di Gorontalo. Tidak hanya itu, bendera merah putih pun berhasil dikibarkan, menandai berakhirnya kekuasaan penjajah Belanda di Gorontalo. Sejarah mencatat bahwa Gorontalo menjadi salah satu daerah yang berhasil merdeka dari penjajah, 3 tahun sebelum Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945.

Pembentukan Provinsi Gorontalo[sunting | sunting sumber]

Sebelum terbentuknya Provinsi Gorontalo, Kota Gorontalo merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi Utara. Gorontalo merupakan sebuah Kotapraja yang secara resmi berdiri sejak tanggal 20 Mei 1960, yang kemudian berubah menjadi Kotamadya Gorontalo pada tahun 1965. Nama Kotamadya Gorontalo ini tetap dipakai hingga pada tahun 1999. Selanjutnya, sejak diberlakukan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, di mana istilah Kotamadya sudah tidak dipakai lagi, digantikan dengan Kota, maka Gorontalo pun menyesuaikan namanya menjadi Kota Gorontalo hingga sekarang.

Pada saat perjuangan pembentukan Provinsi Gorontalo, daerah ini menjadi pusat perjuangan dan aktivitas pergerakan dari para tokoh-tokoh yang menginginkan Gorontalo lebih maju dan sejahtera, lepas dari Provinsi Sulawesi Utara. Perjuangan yang terus digelorakan sejak lama ini pun akhirnya berbuah manis ketika usulan Daerah Otonom Baru bagi Provinsi Gorontalo disetujui oleh pemerintah dan ditetapkan menjadi Undang-Undang. Melalui Undang-Undang pembentukan Provinsi Gorontalo ini pun kemudian menetapkan Kota Gorontalo sebagai ibukota Provinsi Gorontalo, menjadi pusat pemerintahan, ekonomi dan perdagangan terbesar di kawasan Teluk Tomini.

Sebelum terbentuknya Provinsi Gorontalo, Kota Gorontalo merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi Utara. Gorontalo merupakan sebuah Kotapraja yang secara resmi berdiri sejak tanggal 20 Mei 1960, yang kemudian berubah menjadi Kotamadya Gorontalo pada tahun 1965. Nama Kotamadya Gorontalo ini tetap dipakai hingga pada tahun 1999. Selanjutnya, sejak diberlakukan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, di mana istilah Kotamadya sudah tidak dipakai lagi, digantikan dengan Kota, maka Gorontalo pun menyesuaikan namanya menjadi Kota Gorontalo hingga sekarang.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Peta Kota Gorontalo di masa dulu

Secara geografis, Kota Gorontalo terletak antara 00° 28’ 17” – 00° 35’ 56” LU dan 122° 59’ 44” – 123° 05’ 59” BT.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah Kota Gorontalo adalah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Bone Bolango
Timur Kabupaten Bone Bolango
Selatan Teluk Tomini
Barat Kabupaten Gorontalo

Kota ini merupakan dataran rendah dengan ketinggian 0–500 m di atas permukaan laut dengan curah hujan rata–rata 129 mm per bulan dan suhu rata-rata 26,5 °C Kota Gorontalo menempati satu lembang yang sangat luas yang membentang hingga di wilayah Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo. Wilayah pinggiran pantainya berupa perbukitan yang tersusun dari batuan Karst termasuk yang berbatasan dengan pantai yang berada di Teluk Tomini. Daerah ini sangat rawan banjir, nyaris pintu air keluar adalah muara Sungai Bone. Muara ini adalah pertemuan air dari sungai Bone dan sungai Bolango sebelum menyatu dengan air laut. Di muara ini juga terdapat pulau (delta) yang mulai membesar dan ditumbuhi aneka tanaman termasuk kelapa. Setiap hari dari kedua sungai ini mengalir air bersih yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagian dataran dimanfaatkan untuk bertanam padi karena air mengalir sepanjang tahun. Di beberapa daerah terdapat kantong-kantong air yang ditumbuhi tanaman Tumbango.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Wali Kota[sunting | sunting sumber]

No Wali Kota Administratif Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Wakil Wali Kota Ket.
1
R. Atje Slamet
1961
1963
2
Taki Niode
1963
1971
3
Jusuf Bilondatu
1971
1978
4
H. A. Nusi
1978
1983
5
A. H. Nadjamudin
1983
1988
6
Jusuf Dalie
1988
1993
7
Achmad Arbie
1993
1997
8
Medi Botutihe
1998
2008
9
Adhan Dambea, 2017.jpg Adhan Dambea
2008
2013
Weni Liputo
(Penjabat)
11 Juni 2013
3 Juni 2014
[12]
10
Marten Taha.jpg Marten Taha
3 Juni 2014
Petahana
Budi Doku
[13]


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Gorontalo

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Sebelum tahun 2011 kota Gorontalo terdiri dari enam kecamatan, yaitu:

  1. Kota Selatan,
  2. Kota Utara,
  3. Kota Barat,
  4. Kota Timur,
  5. Kota Tengah, dan
  6. Dungingi.

lalu terjadi pemekaran wilayah pada Maret 2011, menjadi 9 kecamatan, yaitu:

  1. Kota Selatan,
  2. Kota Utara,
  3. Kota Barat,
  4. Kota Timur,
  5. Kota Tengah,
  6. Dungingi,
  7. Dumbo Raya,
  8. Hulonthalangi, dan
  9. Sipatana.

Kelurahan[sunting | sunting sumber]

Kesembilan kecamatan tersebut terdiri atas 50 kelurahan, 459 RW dan 1.302 RT. Penduduk kota pada tahun 2010 adalah 180.127 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk 2.718 jiwa/km². Adapun data lengkap 9 kecamatan dan 50 kelurahan tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Dumbo Raya, terdiri atas 5 kelurahan, yaitu: (1) Botu; (2) Bugis; (3) Leato Selatan; (4) Leato Utara; dan (5) Talumolo.
  2. Dungingi, terdiri atas 5 kelurahan, yaitu: (1) Huangobotu; (2) Libuo; (3) Tomulabutao; (4) Tomulabutao Selatan; dan (5) Tuladenggi.
  3. Hulonthalangi, terdiri atas 5 kelurahan, yaitu: (1) Donggala; (2) Pohe; (3) Siendeng; (4) Tanjung Kramat; dan (5) Tenda.
  4. Kota Barat, terdiri atas 7 kelurahan, yaitu: (1) Buladu; (2) Buliide; (3) Dembe I; (4) Lekobalo; (5) Molosipat W; (6) Pilolodaa; dan (7) Tenilo.
  5. Kota Selatan, terdiri atas 5 kelurahan, yaitu: (1) Biawao; (2) Biawu; (3) Limba B; (4) Limba U I ; dan (5) Limba U II.
  6. Kota Tengah, terdiri atas 6 kelurahan, yaitu: (1) Dulalowo; (2) Dulalowo Timur; (3) Liluwo; (4) Paguyaman; (5) Pulubala; dan (6) Wumialo.
  7. Kota Timur, terdiri atas 6 kelurahan, yaitu: (1) Heledulaa; (2) Heledulaa Selatan; (3) Ipilo; (4) Moodu; (5) Padebuolo; dan (6) Tamalate.
  8. Kota Utara, terdiri atas 6 kelurahan, yaitu: (1) Dembe II; (2) Dembe Jaya; (3) Dulomo; (4) Dulomo Selatan; (5) Wongkaditi; dan (6) Wongkaditi Barat.
  9. Sipatana, terdiri atas 5 kelurahan, yaitu: (1) Bulotadaa; (2) Bulotadaa Timur; (3) Molosipat U; (4) Tanggikiki; dan (5) Tapa.

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Pertumbuhan ekonomi tahun 2002 mencapai 6,59%, sementara PDRB harga konstan tahun 2002 sebesar 246.604,30 juta rupiah dan pendapatan per kapita sebesar Rp. 3.795.931,44,- Aktivitas perekonomian penduduk lebih banyak bergerak di bidang jasa sehingga sektor ini menyumbangkan kontribusi terbesar untuk pembentukan PDRB yang disusul sektor-sektor lainnya.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Di Kota Gorontalo terdapat fasilitas pendidikan baik dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi baik yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Disamping itu Pemerintah Kota Gorontalo mulai tahun 2008 menyediakan Bus Sekolah Gratis untuk para siswa mulai sekolah dasar sampai dengan SMU untuk mensukseskan program pemerintah ayo sekolah. Sampai saat ini bus sekolah ini masih difungsikan dengan benar dan sangat membantu bagi transportasi pelajar.

Perguruan tinggi yang ada di Kota Gorontalo:

  1. Universitas Negeri Gorontalo
  2. Universitas Ichsan Gorontalo
  3. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo
  4. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Bina Taruna Gorontalo
  5. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ichsan Gorontalo
  6. Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bina Taruna Gorontalo
  7. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STIMIK) Ichsan Gorontalo
  8. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bina Mandiri Gorontalo
  9. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen dan Bisnis (STIMB) Gorontalo
  10. Akademi Komputer Mall Cendekia
  11. Akademi Sekretaris Manajemen Indonesia (ASMI) Bina Taruna Gorontalo
  12. Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo
  13. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bakti Nusantara Gorontalo
  14. Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka Gorontalo
  15. Universitas Gorontalo (Kampus II)
  16. Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Rumah Sakit yang besar di Kota Gorontalo adalah Rumah Sakit Aloei Saboe yang hingga kini masih rumah sakit terbesar di kawasan Teluk Tomini. Masalah kesehatan yang pernah muncul adalah Busung Lapar dan Kaki Gajah. Khusus Kaki Gajah, daerah ini memang banyak terdapat tempat-tempat yang berair seperti rawa-rawa sehingga nyamuk banyak bersarang di sini. Kasus terakhir yang ditangani adalah penderita Kaki Gajah yang berada di kelurahan Liluwo yang rumah penderitanya di depan rumah Medi Botutihe, Wali kota Gorontalo.

Rumah sakit yang ada di Kota Gorontalo:

  1. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Aloei Saboe
  2. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Otanaha
  3. Rumah Sakit Islam Gorontalo
  4. Rumah Sakit Bersalin Siti Khadidjah
  5. Rumah Sakit Bersalin Bunda
Peta Gorontalo.jpg

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

  1. Sungai Bone / Bune Dutulalio
  2. Gunung Tilongkabila / Huidu Tilongkabila
  3. Danau Limboto / Bulalo Limutu (Kabubaten Gorontalo)
  4. Bundaran Tugu Saronde
  5. Bundaran Perlimaan Telaga
  6. Jembatan Talumolo II
  7. Jembatan Jodoh
  8. Masjid Jami Baiturrahim

Objek Wisata[sunting | sunting sumber]

  1. Monumen Nani Wartabone
  2. Telapak Kaki Lahilote
  3. Kolam Ranang Lahilote
  4. Rumah Adat Dulohupa
  5. Pantai Indah Pohe
  6. Tangga Dua Ribu
  7. Benteng Otanaha
  8. Pemandian Bak Potanga
  9. Makam Kramat Du Panggola
  10. Makam Kramat Ta'Jailoyibuo
  11. Makam Aulia Raja Ilato
  12. Makam Aulia Male Ta'Ilayabe
  13. Puncak Botu
  14. Taman Damay
  15. Rumah Adat Bandayo Poboide

Hotel Berbintang[sunting | sunting sumber]

  1. Amaris Hotel
  2. Eljie Hotel
  3. Grand Q Hotel
  4. Hotel Citra
  5. Hotel Paradise
  6. Hotel Wisata
  7. Hotel Yulia
  8. Imperial Hotel
  9. Maqna Hotel
  10. New Melati Hotel
  11. New Rachmat Hotel
  12. Sumber Ria Hotel
  13. TC Damhil
  14. Milinov Boutique Hotel
  15. Horison Hotel

Wisata Kuliner[sunting | sunting sumber]

  1. Binthe Biluhuta/Milu Siram (Makanan Tradisional/Makanan Khas)
  2. Nasi Milu / Nasi Campur
  3. Nasi Kuning
  4. Poki-poki Sambal/santan
  5. Milu Tongkol dan Gohu
  6. Nike / Perkedel
  7. Kue Pia Saronde
  8. Kopi Pinogu

Sosial Budaya[sunting | sunting sumber]

Fasilitas Olahraga[sunting | sunting sumber]

  1. Gelanggang Remaja/ Stadion Merdeka Nani Wartbone
  2. Lapangan Taruna Remaja

Falsafah Hidup[sunting | sunting sumber]

  1. Adat bersendikan Syara', Syara' bersendikan kitabullah
  2. Olohiyo Butuhiyo Landingio Polangiyo (yang rajin dapat rejeki/penghasilan yang malas tidak dapat rejeki/tidak dapat apa-apa)
  3. Bumi dipijak disitulah langit dijunjung

Alat Musik Tradisional[sunting | sunting sumber]

  1. Polopalo
  2. Gambusi

Kerajinan Tangan[sunting | sunting sumber]

  1. Karawo / Kerawang
  2. Batik Gorontalo
  3. Kupia Keranjang
  4. Dungobongo sejenis atap dari daun kelapa
  5. Tehilo/Pitate sejenis dinding permanen tipis
  6. Tiohu sejenis tikar anyaman

Tradisi[sunting | sunting sumber]

  1. Walima / Dikili (Maulid Nabi)
  2. Malam Tumbilotohe

Senjata Tradisional[sunting | sunting sumber]

  1. Sabele (sejenis parang)
  2. Bitu'o (sejenis keris)
  3. Wamilo (sejenis peda)
  4. Travalla
  5. Klewang

Tarian Adat[sunting | sunting sumber]

  1. Tari Dana - Dana
  2. Tari Saronde
  3. Tari Langga
  4. Tari Tulude
  5. Tari Elengge
  6. Tari Mopohuloo / Modepito
  7. Tari Tanam Padi
  8. Tari Sabe

Pakaian Adat[sunting | sunting sumber]

  1. Biliu dan Mukuta

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Darat[sunting | sunting sumber]

Terdapat berbagai macam jenis transportasi darat di Kota Gorontalo yakni bentor, bendi, angkutan kota, dan Bus Way Hulondhalangi. Namun dari beberapa moda transportasi tersebut, bentor yang paling mendominasi.[14]

  1. Terminal 42 Andalas
  2. Terminal Dungingi

Laut[sunting | sunting sumber]

Di Kota Gorontalo terdapat Pelabuhan Laut Gorontalo dan Pelabuhan Penyeberangan/Fery.

Udara[sunting | sunting sumber]

Untuk melayani akses transportasi udara dari dan ke Kota Gorontalo dapat melalui Bandar Udara Jalaludin yang terletak 30 Km dari pusat Kota Gorontalo. Saat ini Bandara tersebut dapat didarati oleh pesawat jenis Airbus A330, Fokker-28, Fokker-100, Boeing 737 dan Boeing 777-200. Perusahaan-perusahaan penerbangan yang melayani rute penerbangan ini antara lain Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air dan Sriwijaya Air.

Tokoh[sunting | sunting sumber]

Kota ini adalah tempat kelahiran Hans Bague Jassin, sastrawan Indonesia yang cukup terkenal. Selain sastrawan Hans Bague Jassin, pahlawan/tentara perintis Nani Wartabone juga lahir di daerah agropolitan ini.

Pers & Media[sunting | sunting sumber]

Televisi[sunting | sunting sumber]

Radio[sunting | sunting sumber]

  • SBCFM 88,4 Mhz
  • Kosmonita 87,6 FM
  • Kharisma 90,0 FM
  • Nada 90,8 FM
  • Radio S.A (Sultan Amai) 91.6 FM
  • RRI Pro 2 92,4 FM
  • Sajadah 93.2 FM
  • Be 94.3 FM
  • Ceriya 95.9 FM
  • RRI Pro 3 JKT Pusat 96.7 FM
  • GoRadio 97,5 FM
  • S.K (swara karya) 99.1 FM
  • Suara R.H (Rakyat Hulondhalo) 99.9 FM
  • Selebes 101 FM
  • RRI Pro 1 101,8 FM
  • Poliyama 103,0 FM
  • Memora Gorontalo 104.2 FM
  • Cek 107.7 FM

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Kota Gorontalo Dalam Angka 2018"
  2. ^ "Kota Gorontalo Dalam Angka 2018"
  3. ^ Utomo, Bambang Budi, author., Atlas sejarah Indonesia: masa Islam, ISBN 9789791827843, OCLC 897834066, diakses tanggal 2019-06-17
  4. ^ Apriyanto, Joni, 1968- (2012). Sejarah Gorontalo modern: dari hegemoni kolonial ke provinsi. Ombak. ISBN 9786027544048. OCLC 799025481
  5. ^ www.gorontaloprov.go.id/Kondisi Geografis Provinsi Gorontalo
  6. ^ "Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo". gorontalo.bps.go.id. Diakses tanggal 2019-06-17.
  7. ^ PANTO, I.P., 2014. Diaspora Etnis Cina di Kota Gorontalo(Doctoral dissertation, Universitas Negeri Gorontalo)
  8. ^ Botutihe, M., 2003. Gorontalo, Serambi Madinah. Jakarta: PT Media Otda.
  9. ^ Ishak, Ajub, author. Mentari serambi Madinah Gorontalo. ISBN 9789771502708. OCLC 1084530811. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  10. ^ Badudu, J.S., 1975. Morfologi kata kerja bahasa Gorontalo (Doctoral dissertation, FIB-UI).
  11. ^ Badudu, Y., 1982. Morfologi Bahasa Gorontalo. Djambatan.
  12. ^ "Gamawan Tunjuk Weni Liputo jadi Penjabat Wako Gorontalo". Berita Kemendagri & Jawa Pos. 11 Juni 2013. Diakses tanggal 8 Januari 2018. 
  13. ^ Mano, Debby Hariyanti Mano (2 Juni 2014). Masrafi, Laode, ed. "Wali Kota Gorontalo Akhirnya Dilantik". Antara News. Diakses tanggal 8 Januari 2018. 
  14. ^ http://www.gorontalofamily.org/bidang-perhubungan.html Gorontalo Family Portal

Pranala luar[sunting | sunting sumber]