Nabire, Nabire

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Nabire
Negara Indonesia
ProvinsiPapua
KabupatenNabire
Pemerintahan
 • Kepala distrikPetrus Rumere
Populasi
 • Total101.645 jiwa
 • Kepadatan800,35/km2 (2,072,9/sq mi)
Kode Kemendagri91.04.01 Edit the value on Wikidata
Luas127,00 km²
Kampung/kelurahan3 kampung
9 kelurahan

Nabire adalah sebuah distrik sekaligus ibu kota Kabupaten Nabire, provinsi Papua, Indonesia. Distrik Nabire memiliki luas wilayah 127,00 km² dengan jumlah penduduk pada tahun 2020 sekitar 101.645 jiwa, dan kepadatan penduduk 80,35 jiwa/km².[1][2] Sementara ibukota distrik Nabire, berada di kelurahan Karang Mulia.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya distrik Nabire adalah sebagai berikut:

Utara Samudera Pasifik
Timur Teluk Cendrawasih
Selatan Selat Numamuram (Distrik Teluk Duairi)
Barat Teluk Wondama

Pemerintahan Distrik Nabire memiliki 13 (tiga belas) kelurahan, terdiri dari 9 Kelurahan dan 10 Kampung berkategori swasembada dan 3 kampung swakarya. Dari 13 kelurahan kampung tersebut terdiri dari 32 rukun warga, 202 rukun tetangga dan 3 dusun.[2]

Demografi[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik mencatat adanya keberagaman warga distrik Nabire berdasarkan agama yang dianut. Adapun persentasi agama yang dianut di distrik Nabire yakni pemeluk agama Kekristenan sebanyak 61,45%, dimana Protestan 48,65% dan Katolik 12,80%. Kemudian sebagian besar lainnya beragama Islam yakni 38,20%, dan sebagian lagi memeluk agama Hindu 0,21% dan Budha 0,14%.[1][3] Sementara sarana rumah ibadah, terdapat 130 buah gereja Protestan, kemudian 24 gedung Masjid dan 21 Musholah, kemudian 3 gedung gereja Katolik dan 1 gedung Pura.[2]

Peristiwa[sunting | sunting sumber]

Pada hari Minggu tanggal 14 Juli 2013, kota Nabire menjadi sorotan media nasional[4] dan internasional[5] akibat peristiwa Tragedi Tinju Berdarah yang terjadi di Gedung Olahraga Kota Lama. Menurut Polda Papua, 17 orang meninggal, 38 orang alami luka-luka. Sedangkan pelaku kericuhan masih diselidiki.[6]

Pada tanggal 20 Desember 2017, presiden Joko Widodo datang meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Nabire 20 MW dan PLTMG Jayapura 50 MW di Kelurahan Kali Bobo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, setelah meninjau lokasi lahan baru Bandar Udara Douw Aturure, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua.[7]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]