Garuda Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Garuda Indonesia
Garuda Indonesia Skyteam Logo.jpg
IATA
GA
ICAO
GIA
Kode panggil
Indonesia
Pendiri 26 Januari 1949 (sebagai KLM Interinsulair Bedrijf)
Mulai beroperasi 28 Desember 1949
Penghubung
Penghubung sekunder
Kota fokus
Program penumpang setia GarudaMiles
Lounge bandara
  • Garuda First Lounge
  • Emerald Sky Lounge
  • Garuda Executive Lounge
Aliansi SkyTeam
Anak perusahaan
Armada 137 (+174 pesanan)
Tujuan 125 (59 Domestik, 66 Internasional)
Slogan The Airline of Indonesia
Perusahaan induk Pemerintah Republik Indonesia
Kantor pusat Jakarta, Indonesia
Tokoh utama

[1]

Situs web www.garuda-indonesia.com

Garuda Indonesia (PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk; IDX: GIAA) adalah maskapai penerbangan nasional Indonesia. Garuda adalah nama burung tunggangan Dewa Wisnu dalam legenda pewayangan. Pada tahun 2007, maskapai ini bersama dengan maskapai Indonesia lainnya (termasuk anak perusahaan Garuda Indonesia, Citilink), dilarang terbang menuju Eropa karena kejadian yang menimpa pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan 200[2]. Setahun kemudian, maskapai ini menerima sertifikasi IATA Operational Safety Audit (IOSA) dari IATA yang menunjukkan Garuda Indonesia telah memenuhi standar keselamatan penerbangan Internasional[3]. Perbaikan layanan dan meningkatnya kualitas layanan maskapai membuat Garuda menjadi pemenang kategori "World's Most Improved Airline" dari Skytrax[4]. 1 Juni 2010 menjadi hari bersejarah bagi Garuda Indonesia, dimana pembukaan kembali rute Amsterdam dilaksanakan menggunakan Pesawat Airbus A330-200 dengan perhentian di Dubai. Pada bulan Juni 2012, Garuda Indonesia dengan klub sepak bola Liverpool FC, Inggris mengadakan perjanjian kerjasama dan kini merupakan sponsor global untuk Liverpool FC.[5]. Tahun 2013, Garuda Indonesia mendapat dua penghargaan dari Skytrax yaitu "World Best Economy Class" dan "World Best Economy Class Seat". Pada pertengahan tahun 2014, Garuda Indonesia mendapat penghargaan "World's Best Cabin Crew".

Pada tanggal 5 Maret 2014, Garuda Indonesia resmi bergabung dengan aliansi SkyTeam sebagai anggota ke-20 yang peresmiannya berlangsung di Denpasar, Bali[6]. Pada tanggal 30 Mei 2014, Garuda Indonesia melayani rute ke Amsterdam dengan nonstop menggunakan pesawat Boeing 777-300ER yang memiliki kabin terbaru dari semua armada. Pada tanggal 8 September 2014, Garuda Indonesia memperpanjang rute penerbangannya menuju London[7]. Pada tanggal 11 Desember 2014, bertepatan dengan mundurnya Dirut Garuda Indonesia saat itu, Emirsyah Satar. Garuda Indonesia mendapat Anugerah penghargaan sebagai maskapai berbintang 5 sedunia dan menjadi anggota dari 7 maskapai dunia yang mendapat penghargaan tersebut.

Daftar isi

Asal nama Garuda Indonesia[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 25 Desember 1949, wakil dari KLM yang juga teman Presiden Soekarno, Dr. Konijnenburg, menghadap dan melapor kepada presiden di Yogyakarta bahwa KLM Interinsulair Bedrijf akan diserahkan kepada pemerintah sesuai dengan hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) dan meminta kepada dia memberi nama bagi perusahaan tersebut karena pesawat yang akan membawanya dari Yogyakarta ke Jakarta nanti akan dicat sesuai nama itu.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Soekarno menjawab pertanyaan tersebut dengan mengutip satu baris dari sebuah sajak bahasa Belanda gubahan pujangga terkenal, Raden Mas Noto Soeroto di zaman kolonial yang berisi, Ik ben Garuda, Vishnoe's vogel, die zijn vleugels uitslaat hoog boven uw eilanden ("Aku adalah Garuda, burung milik Wisnu yang membentangkan sayapnya menjulang tinggi diatas kepulauanmu").

Maka pada tanggal 28 Desember 1949, penerbangan bersejarah menggunakan pesawat DC-3 dengan registrasi PK-DPD milik KLM Interinsulair terbang membawa Presiden Soekarno dari Yogyakarta ke Jakarta untuk menghadiri upacara pelantikannya sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan nama Garuda Indonesian Airways, yang diberikan oleh Presiden Soekarno kepada perusahaan penerbangan pertama ini.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Dekade 1920-1930-an: Perintis transportasi udara[sunting | sunting sumber]

Berhasilnya penerbangan pertama yang diawali oleh Wright Bersaudara pada Tahun 1903 di Kitty Hawk, Carolina Utara. Membuat para penerbang lain bermunculan dan mulai melakukan berbagai penjelajahan yang luar biasa seperti yang dilakukan oleh Charles Lindbergh yang melakukan penerbangan dari New York menuju Paris melintasi Samudera Atlantik yang dinilai sebagai salah satu pencapaian fantastis pada saat itu, tak hanya menggugah para masyarakat yang kelak menjadi penerbang yang ulung, tapi juga mendorong para negara penjajah untuk memanfaatkan daerah jajahannya dengan melengkapi teknologi yang baru saja diadakan ini, termasuk Belanda.

Belanda dalam rangka memperkuat sistem penjajahannya, mereka memperkuat sistem perhubungan yang berpengaruh, dengan mendirikan perusahaan tranportasi udara yang bernama KNILM pada tanggal 24 Oktober 1928 dengan modal sebesar 5 juta Gulden yang dihimpun dari 32 perusahaan dan pengusaha besar. Kemudian, dana yang telah dikumpulkan ini digunakan untuk mendatangkan pesawat jenis Fokker VIII Trimotor yang berjumlah sebanyak 4 armada dari Belanda. Setelah menempuh perjalnaan yang rentang waktunya berbeda-beda, operasional pertama KNILM diresmikan pada tanggal 1 November 1928 oleh Gubernur Jenderal Belanda, De Graef yang disaksikan oleh H. Nieuwenhuis sebagai kepala KNILM, TH.J. De Bruyn sebagai kepala administrasi keuangan dan Behege sebagai kepala dinas teknik serta Meal De Jong sebagai handelszaken (Kepala Bagian Niaga) bersama warga Batavia di Bandara Cililitan. Setelah berkembang lama, maskapai ini mati akibat Perang Dunia 2 yang diakibatkan oleh invasi Jepang ke Asia Tenggara

Dekade 1940-1950-an: Awal pendirian, perjuangan, dan menjadi maskapai nasional[sunting | sunting sumber]

Setelah penerbangan KNILM bubar pada tahun 1940, Belanda kembali mendirikan maskapai lagi yang bernama KLM Interinsulair Bedrijf pada tanggal 1 Agustus 1947 yang bertujuan untuk kembali melayani daerah jajahannya dengan mengambil kembali pesawat sebanyak 20 armada ayng merupakan bekas pakai dari KNILM. Namun, tak lama kemudian pada tanggal 26 Januari 1949 KLM IIB diganti namanya menjadi Garuda Indonesia (Sehingga hari tersebut dijadikan sebagai hari jadi Garuda Indonesia), dimana maskapai bernama Indonesian Airways terbang dari Jogjakarta menuju Jakarta dengan pesawat yang bernama Seulawah atau Gunung Emas, yang diambil dari nama gunung terkenal di Aceh. Dana untuk membeli pesawat seharga 120.000 Dollar Malaya ini didapatkan dari sumbangan rakyat Aceh. Maskapai ini tetap mendukung Indonesia sampai revolusi terhadap Belanda berakhir. Garuda Indonesia mendapatkan konsesi monopoli penerbangan dari pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1950 dari KLM. Selain itu, Pemerintah Birma juga membantu mendirikan maskapai ini. Garuda Indonesia pada awalnya adalah hasil joint venture antara pemerintah Indonesia dengan KLM dengan kalkulasi pemerintah Indonesia memiliki 51% saham. Selama 10 tahun pertama, perusahaan ini dikelola oleh KLM. Tetapi karena paksaan nasionalis, KLM menjual sebagian dari sahamnya pada tahun 1953 ke Pemerintah Indonesia dan pada waktu yang bersamaan, maskapai ini memiliki 46 pesawat. Tahun 1956, Garuda Indonesia meresmikan pelayanan penerbangan haji menuju Mekkah dengan pesawat Convair CV-340.

Garuda Indonesia menyumbangkan sebuah pesawat DC-3 kepada pemerintah negara Birma untuk membalas budi bantuan mereka. Saat itu, Garuda Indonesia telah memiliki 27 pesawat terbang, staf terdidik, bandara, dan jadwal penerbangan. Kesiapan Garuda Indonesia ini membuat mereka berbeda dengan maskapai pionir lainnya di Asia.

Dekade 1960-1970-an: Perkembangan signifikan dan berekspansi[sunting | sunting sumber]

Convair 990 "Majapahit" Garuda Indonesian Airways di Bandar Udara Internasional Schiphol, Amsterdam pada tahun 1965.

Dekade ini merupakan dekade pembangunan sekaligus kemajuan untuk Garuda. Pada tahun 1961, Garuda mendatangkan pesawat turboprop Lockheed L-188C Electra, ketiga pesawat baru itu masuk dinas aktif pada bulan Januari 1961 dan diberi nama "Pulau Bali", "Candi Borobudur" dan "Danau Toba", yang merupakan nama tujuan wisata Indonesia yang paling dikenal di luar negeri, tahun 1963, Garuda membuka rute penerbangan menuju Tokyo dengan pesawat L-188 dengan perhentian di Hongkong, rute ini kemudian dikenal dengan nama "Emerald Route". Garuda memasuki era jet pada tahun 1964 dengan datangnya tiga pesawat baru Convair 990A yang diberi nama "Majapahit", "Pajajaran" dan "Sriwijaya", yang merupakan nama kerajaan kuno di Indonesia dan menjadikan Garuda Indonesia maskapai pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan pesawat jet subsonik. Saat itu, jet bermesin empat Convair 990 merupakan pesawat berteknologi canggih dan memiliki kecepatan tertinggi dibandingkan pesawat-pesawat lain yang sejenis, seperti Boeing 707 dan Douglas DC-8. Dengan pesawat ini pula Garuda membuka penerbangan antarbenua dari Jakarta ke Amsterdam melewati Medan, Bombay, Beirut dan Roma. Pada tahun 1966, Garuda kembali memperkuat armada jetnya dengan mendatangkan sebuah pesawat jet baru, yaitu Douglas DC-8. Sementara, pada akhir tahun 1960-an, Garuda membeli sejumlah pesawat turboprop baru seperti, Fokker F27. Pesawat ini datang secara bertahap mulai tahun 1969 hingga 1970 dari hasil penjualan beberapa pesawat berbadan lebar untuk memenuhi pasar domestik yang terus berkembang.

Dekade 1970-1980-an: Berkembang maju dan mendunia[sunting | sunting sumber]

Boeing 747-200 Garuda Indonesia mendarat di Bandara Internasional Zurich pada bulan Mei 1985.
Douglas DC-10-30 Garuda Indonesia di Bandara Internasional Schiphol Amsterdam.

Dilanjutkan pada dekade 1970-1980-an. Wiweko Soepono Dirut Garuda Indonesia, melakukan program revitalisasi perusahaan yang mencakup perbaikan layanan, mengganti sistem manajemen, anti-KKN, memperbarui dan menambah armada serta menambah rute Domestik dan Internasional kemudian, beberapa pesawat di jual untuk menggarap pasar domestik dengan Fokker F-27 dan Fokker F-28 dan pada pertengahan 1970an, muncul dimana sebuah tren kenaikan jumlah penumpang yang naik pesawat dan tren tersebut tidak disia-siakan oleh Wiweko dalam rencananya yang bernama Buy now for tomorrow profit untuk membeli pesawat berbadan lebar dengan jarak jangkauan yang jauh dan penumpang yang banyak yaitu, Boeing B747-200 dan Douglas DC-10-30 yang di peruntukkan Garuda menerbangi rute baru di Benua Asia, Australia dan Eropa dan pada tahun 1982 Garuda Indonesia menjadi maskapai pengguna pertama Airbus A300B4-600 FFCC (Modifikasi kokpit dengan 2 awak). Memiliki inisiatif dan inovasi yang menarik di Garuda Indonesia, Wiweko yang menjabat menjadi Dirut selama 16 tahun berhasil membawa GIA menjadi maskapai terbesar ke 2 se Asia setelah Japan Airlines serta menjadi maskapai terbesar dan berpengaruh di belahan bumi bagian selatan.

Kemudian di tahun 1985, pimpinan GIA digantikan oleh R.A.J Lumenta. Kemudian, Ia melakukan re-branding terhadap maskapai dengan merubah nama dari Garuda Indonesian Airways menjadi Garuda Indonesia dan memindahkan pangkalan utama yang sebelumnya berada di Bandara Kemayoran dan Bandar Udara Halim Perdanakusuma dipindahkan ke Soekarno Hatta dan melakukan perbaikan sistem manajemen dan penambahan rute. Pada tahun 1985, Garuda Indonesia berhasil merintis penerbangan menuju Amerika Serikat dengan Douglas DC-10-30 bersama maskapai Continental Airlines dengan destinasi Los Angeles dan berhenti di Denpasar-Biak-Hawaii dengan menggunakan logo spesial gabungan dari Continental Airlines dan Garuda Indonesia.

Dekade 1990-2000-an: Kecelakaan beruntun, kesulitan ekonomi dan reputasi buruk[sunting | sunting sumber]

Boeing 747-400 Garuda Indonesia mendarat di Bandara Internasional Frankfurt.
McDonnell Douglas MD-11 Garuda Indonesia mendarat di Hawaii sebelum melanjutkan penerbangan ke Los Angeles pada dekade 1990-an.

Sepanjang dekade 1990, Garuda yang saat itu dipimpin oleh Wage Mulyono melakukan pembelian armada pesawat 9 unit McDonnell-Douglas MD-11 (datang tahun 1991 sebagai pengganti DC-10), Boeing 737 seri -300 , -400, dan -500 (datang tahun 1992, sebagai pengganti DC-9), serta Boeing 747-400 (datang tahun 1994, 2 dibeli langsung dari Boeing, 1 dibeli dari Varig) dan Airbus A330-300 (datang tahun 1996, pembeli pertama). Tetapi, pada masa ini Garuda mengalami dua musibah besar yang terjadi di dua tempat, yang pertama di Fukuoka, Jepang, dan satunya lagi terjadi di desa Sibolangit, Sumatera Utara. Musibah yang kedua ini ini menewaskan seluruh penumpangnya, disamping itu, maskapai ini sejak 1997 juga terkena imbas Krisis Finansial Asia yang juga membuat keuangan Indonesia menjadi lesu. Hal ini membuat Garuda harus memotong semua rute yang tidak menguntungkan, terutama rute jarak jauh menuju ke Eropa maupun Amerika (meski beberapa rute ke Eropa seperti Frankfurt, London dan Amsterdam sempat dibuka kembali, namun akhirnya kembali ditutup.). Disamping menutup rute jarak jauh yang tidak menguntungkan, maskapai ini juga mengembangkan rute domestik yang bisa membantu meningkatnya neraca keuangan, serta mengurangi jumlah pesawat dengan secara gradual memensiunkan dan menjual sisa-sisa armada Fokker F28, Airbus A300, dan MD-11 pada masa ini.

Memasuki tahun 2000-an, maskapai ini membentuk anak perusahaan bernama Citilink yang menyediakan penerbangan berbiaya murah dari Surabaya ke kota-kota lain di Indonesia. Namun, Garuda masih saja bermasalah, selain masalah keuangan, juga diperburuk oleh beberapa peristiwa internasional (termasuk di Indonesia), seperti Serangan 11 September 2001 yang didasari pada motif Jihad ala Al-Qaeda, dilanjutkan dengan terjadinya Bom Bali I dan Bom Bali II, wabah SARS, serta meninggalnya aktivis HAM, Munir Said Thalib yang (diduga) diracuni oleh seseorang yang diyakininya "ingin mendiamkannya", serta Bencana Tsunami Aceh 26 Desember 2004. Selain itu, Garuda juga menghadapi masalah keselamatan penerbangan, terutama setelah peristiwa Garuda Indonesia Penerbangan 200, akibat hal ini, Uni Eropa memberi surat larangan terbang ke Eropa bagi semua maskapai Indonesia. Namun, setelah perbaikan besar-besaran, tahun 2010 maskapai ini diperbolehkan kembali terbang ke Eropa, setelah misi inspeksi oleh tim pimpinan Frederico Grandini yang bertugas untuk memastikan segala kemungkinan yang ada untuk memulai pembukaan kembali rute dengan merekomendasikan pembukaan rute Jakarta - Amsterdam.[8]. Pada masa awal 2000-an ini pula Garuda akhirnya memensiunkan armada DC-10 dan Boeing 747-200.

Slogan perusahaan[sunting | sunting sumber]

Slogan perusahaan Garuda Indonesia, didasarkan atas kewajiban Garuda untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara negara. Slogan terinspirasi dari frasa (penggabungan 2 kalimat) yang bertujuan agar mudah diingat khalayak umum dan memperkuat memori masyarakat terhadapa layanan yang diberikan oleh maskapai, bahkan beberapa slogan membuat perubahan yang drastis dalam penyampaiannya (seperti Pan American World Airways yang mengusung tema, You can't beat experience. Menjadi hal yang terkenal dan populer, karena slogan yang setara dengan kualitas yang ditawarkan). Berikut slogan Garuda Indonesia:

  • The Airlines of Indonesia (1992-1998, 2012-sekarang)
  • Kini Lebih Baik (1999-2002)
  • Wawasan Nusantara (2003-2004)
  • Nusantara Bangsa (2007-2008)
  • Garuda Indonesia Experience (2009-2011)

Direktur utama perusahaan[sunting | sunting sumber]

  • Dr. E. Konijnenburg (1950–1954)
  • Ir. Soetoto (1954–1959)
  • Marsekal Iskandar (1959–1961)
  • Partono (1961–1965)
  • Soedarmono (1965–1968)
  • Wiweko Soepono (1968–1984)
  • R.A.J.Lumenta (1984-1988)
  • Soeparno (1988–1992)
  • Wage Mulyono (1992–1995)
  • Soepandi (1995–1998)
  • Robby Djohan (1998–1999)
  • Abdul Gani (1999–2002)
  • Indra Setiawan (2002–2005)
  • Emirsyah Satar (2005–2014)
  • Muhammad Arif Wibowo (2014–sampai saat ini)

Rencana strategis maskapai[sunting | sunting sumber]

Rencana jangka panjang ini di desain pada masa restrukturisasi dan revitalisasi layanan maskapai Garuda Indonesia sejak Tahun 2009, dengan tujuan untuk menetapkan titik-titik penting pembangunan kualitas dan peningkatan layanan maskapai. Berikut Rencana strategis tersebut.

Masa kepemimpinan Direktur Utama Emirsyah Satar[sunting | sunting sumber]

Saat dibawah arahan Emirsyah Satar, maskapai melakukan berbagai restrukturisasi dan revitalisasi yang menyeluruh terhadapa seluruh aspek maskapai. Seperti:

Melaksanakan program Quantum Leap[sunting | sunting sumber]

Program 5 tahunan ini dirancang untuk memperbaiki sistem keuangan dan meningkatkan ketahanan keuangan maskapai yang berlanjut pada beberapa perkembangan signifikan yang telah ditetapkan oleh perusahaan, yaitu:

Melakukan refresh corporation identity[sunting | sunting sumber]

Garuda Indonesia seiring dengan program transformasi bisnis dan pengembangan pembangunan korporasi Quantum Leap, melakukan berbagai penyegaran ulang kembali Maskapai lewat seragam dan logo baru. Peresmian logo baru yang dilakukan pada tanggal 25 Juli 2009 yang juga bersamaan dengan dibukanya kantor baru Garuda Indonesia dikawasan Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta ini ikut menampilkan seragam baru yang merupakan hasil kerjasama tim perancang seragam awak kabin terbaru yang terdiri dari, Josephine Werratie Komara sebagai desainer pakaian, Irma Hadisurya sebagai penasihat warna dan Ted Sulistio sebagai desainer teknis pakaian serta Dianti Poetranto, mantan pramugari. Pelibatan berbagai kalangan yang dilakukan oleh maskapai bertujuan untuk memberikan konsep terbaru Garuda yang bernama Garuda Indonesia Experience yang terdiri dari 5 poin utama (Sight, Sound, Taste, Scent, Sound) yang mencerminkan hal terbaik dari Indonesia. Sementara itu, untuk logo yang didesain oleh Landor Associates, tidak terlalu banyak perubahan yang dibuat, tetapi justru gaya tulisan yang diubah sebgaai refleksi maskapai yang lebih modern, bersih dan bersinergi. Konsep sayap alam berwarna biru aqua, menjadi pilihan terbaik yang bertujuan untuk memberikan semangat profesionalisme dan kebersahabatan Indonesia, sebagai wujud perubahan maskapai ke arah lebih baik.

Melakukan Penawaran Publik Perdana[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 11 Februari 2011, Garuda Indonesia secara resmi menjadi perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kode emiten saham GIAA. Susunan kepemilikan Garuda secara drastis berubah dengan struktur seperti berikut

  • Pemerintah Republik Indonesia (69,14%)
  • Investor Domestik (24,34%)
  • Investor Internasional (6,12%)
  • Karyawan (0,4%)

Sementara itu, berdasarkan rasio harga beli dengan standar mahal-murah. Garuda Indonesia memang memiliki rasio harga beli saham yang lebih mahal (26 kali) dibanding maskapai Asia Tenggara lainnya, seperti Singapore Airlines (14,06 kali), Malaysia Airlines (7,06) dan Air Asia (9,71 kali) serta China Southern (13,54 kali). Hal ini menjadi daya potensi kemampuan maskapai untuk meningkatkan aspek yang sifatnya direct point to passanger.

Masuk Aliansi Skyteam[sunting | sunting sumber]

Garuda Indonesia pada pertengahan tahun 2010, mengutarakan keinginannya untuk masuk kedalam salah satu dari 3 aliansi besar dunia. Hal ini membuat Garuda menjadikan aliansi sebagai langkah penting untuk mempersiapkan kehadirannya di kancah Internasional sekaligus pondasi dasar agar memeiliki konektivitas yang luas dan menjangkau seluruh bagian didunia, yang akhirnya memeutuskan untuk bergabung dengan Skyteam. Persyaratan yang harus dipenuhi untuk masuk salah satunya adalah, registrasi IOSA, akses penumpang ke Lounge, mempunyai pengakuan dari berbagai institusi yang memiliki kapabilitas yang melakukan penilaian pada kinerja maskapai. Garuda Indoensia, secara resmi telah bergabung dengan Aliansi Skyteam pada tanggal 5 Maret 2014.

Ekspansi Internasional[sunting | sunting sumber]

Garuda Indonesia setelah melakuakn berbagai penyesuaian secara manajerial, finansial dan operasional akhirnya, Garuda kembali melangkah ke program ekspansi Internasional yang diawali dengan pembukaan rute menuju Amsterdam yang dilakukan secara bersamaan oleh maskapai seperti diatas tadi, dengan bermodalkan Airbus A330-200, maskapai lama kelamaan mendpaat peminat yang lumayan tinggi akhirnya memutuskan untuk mulai meningkatkan frekuensi terbang menuju ke beberapa daerah, terutama Jepang, Australia dan Singapura. Disamping itu,maskapai juga mendatangkan armada Boeing 777-300ER terbaru untuk memenuhi keempat daerah pasar yang terus berkembang tersebut.

Masa kepemimpinan Direktur Utama Arif Wibowo[sunting | sunting sumber]

Ekspansi rute[sunting | sunting sumber]

Saat ini, maskapai dibawah arahan Arif Wibowo, mulai menggencarkan rencana ekspansinya. Terutama, di berbagai kota di benua biru selain Amsterdam dan London dengan dibukanya beberapa pilihan yang akan direncanakan akan dibuka yaitu, Frankfurt dan Paris[9], Warsawa[10] dan Port Moresby.[11]

Restrukturisasi keuangan[sunting | sunting sumber]

Di samping pelaksanaan ekspansi, Garuda Indonesia juga melakukan semacam restrukturisasi yang sejenis seperti sebelumnya, tetapi memiliki cakupan yang kecil yang bernama Quick Wins[12] yang bertujuan untuk meningkatkan potensi keuntungan dalam pengembangan rute yang ada dengan menggencarkan frekuensi penerbangan ke daerah yang memiliki peminat dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, melakukan restrukturisasi pengeluaran biaya tanpa mengurangi kualitas yang ada dan melakukan berbagai strategi yang tepat dalam rangka untuk mengurangi kerugian yang dialami sebelumnya. Diwujudkannya kontrak kerjasama antar bank bersama maskapai dalam hal Cross Currency Swap (Kerjasama yang berintikan pada perlindungan nilai tukar antar kurs uang)[13] dan Cash Management (Kerjasama yang berdasar pada tata kelola keuangan yang dibantu oleh pihak terkontrak)[14] menjadi jaminan maskapai penerbangan terhadap terjaganya ekuitas keuangan maskapai yang terus bertambah seiring dengan berkurangnya pengeluaran yang tidak perlu sebagai dampak dari efisiensi operasional perusahaan.

Penyesuaian rute dan armada[sunting | sunting sumber]

Kemudian, setelah melakukan berbagai penguatan sistem keuangan manajemen. Garuda Indonesia melakukan rilis sukuk sebesar US$ 500 Juta Dolar[15] untuk membiayai pemesanan pesawat Airbus A350, Boeing 737 MAX 8 dan Boeing 787-9 dengan jumlah masing masing sebanyak 30 armada dengan keterangan pesanan pasti dan pesanan pilihan lewat Letter of Intent (LoI) yang bertujuan untuk mengadakan kerjasama pengadaan armada yang disebut tadi. Pemesanan ini dilakukan menyeimbangkan pasar Garuda Indonesia yang hanya berfokus pada layanan penuh. Airbus A330 diandalkan oleh maskapai sebagai modal untuk bersaing dengan maskapai LCC seperti, Indonesia AirAsia X dan Lion Air yang konfigurasinya akan dijadikan kelas ekonomi total dengan jarak operasional menengah-jauh.

Sementara itu, untuk pendalaman yang lebih teknis. Arif Wibowo dalam wawancaranya disela-sela acara AGM (Annual Grand Meeting) IATA di Miami 9 Juni 2015 yang lalu, terkait rencana kedepan setelah melakukan pembelian pesawat terbaru itu, Garuda akan melakukan penyesuaian pesawat dan rute, terutama 6 armada Boeing 777-300ER versi 3 kelas yang ada. Garuda Indonesia optimistis rute yang akan dibuka oleh Garuda, terutama ke Eropa akan membuat persaingan lebih ngeri-ngeri sedap, karena Garuda akan menghadirkan pesawat berkonfigurasi 3 kelas tersebut dalam rute jarak jauh secara nonstop tanpa transit (Hal ini berlainan dengan 3 maskapai Eropa {Air France, KLM dan Lufthansa} yang membuka rute ke Indonesia, semuanya menggunakan transit di Kuala Lumpur dan Singapura). Sehingga hal ini memungkinkan Garuda Indonesia untuk bersaing lebih tinggi, karena Garuda akan hadir diantara mereka dengan rute nonstop tanpa transit, yang tentunya akan membuat persaingan yang ketat, terutama dalam rute yang pasarnya terus berkembang. Selain itu, Garuda Indonesia akan melakukan rotasi terhadap pesawat yang ada dengan menggunakan 4 armada Boeing 777-300ER versi 2 kelas menuju Saudi Arabia, rendahnya peminat First Class di dalam rute tersebut menjadi alasan atas pengalihan untuk persiapan pembukaan rute menuju Eropa. Serta Armada Airbus A330-300 akan diretrofit oleh perusahaan untuk memenuhi penerbangan charter dan reguler dari Surabaya, Makassar dan Medan menuju Jeddah dengan mengubah konfigurasi 2 kelas menjadi satu kelas dengan jumlah kursi sebanyak 360 kursi.

Garuda Indonesia secara keseluruhan dalam rencana ekspansi Internasionalnya (meski baru diatas kertas), dinilai lumayan realistis dengan keadaan yang ada saat ini. Walau beberapa rencana dinilai agak membahayakan maskapai, sangat menarik melihat perkembangan Garuda Indonesia kedepannya. Berikut Langkah lebih lanjut maskapai dalam mewujudkan rencana ekspansi Internasional yang telah dibahas :

Tetapi, hal yang paling jelas tersebut dalam langkah Garuda adalah, membuka kembali jaringan Internasional yang sudah lama ditutup.[16]

Unit pelatihan terpadu & unit bisnis strategis[sunting | sunting sumber]

Seiring dengan berlakunya Quantum Leap dan Quick Wins, Garuda Indonesia mendirikan beberapa UBS dan menggaet beberapa usaha strategis untuk mendukung operasional, seperti[17]:

  • PT Abacus Distribution Systems Indonesia[18]
  • PT Aero Systems Indonesia[19]

Dan berikut beberapa Unit Bisnis Strategis yang Garuda Indonesia bawahi:

  • Garuda Indonesia Training Center[20]
  • Garuda Indonesia Cargo[21]
  • Garuda Sentra Medika[22]

Kerjasama dengan Liverpool FC[sunting | sunting sumber]

Poster Garuda Indonesia dengan Liverpool FC

Pada bulan Juli 2012, Garuda Indonesia menandatangani perjanjian sponsorship selama 3 tahun dengan klub Liga Inggris Liverpool FC. Persetujuan tersebut memberi Garuda hak sebagai Official Partner Liverpool Football Club (Mitra Resmi Liverpool FC) dan Official Global Airline Partner of Liverpool Football Club (Mitra Maskapai Penerbangan Global Resmi Liverpool FC). Tambahannya, selama musim kompetisi 2012-2013, setiap pertandingan kandang Liverpool di Anfield, akan diputar video iklan Garuda berdurasi 6 menit.Kerjasama dengan Liverpool ini akan memberikan Garuda Indonesia media exposure untuk meningkatkan brand awareness di pasar internasional secara lebih efektif dengan manfaat yang lebih maksimal, mengingat brand Garuda Indonesia akan mendapatkan frekuensi penayangan yang lebih tinggi dengan durasi tayang lebih lama. Pada tahun 2013, Liverpool melakukan tur Asia dengan salah satu negara tujuannya adalah Indonesia. Melalui kunjungan tour tersebut, diharapkan kunjungan ini akan meningkatkan kualitas persepakbolaan di Indonesia.[23]

Garuda Indonesia Experience[sunting | sunting sumber]

Program penumpang setia[sunting | sunting sumber]

GarudaMiles[sunting | sunting sumber]

Merupakan program maskapai bagi para penumpang yang setia menggunakan Garuda. Penumpang maskapai bisa mendapatkan Miles setiap melakukan penerbangan yang dilakukan bersama Garuda bersama partner yang akumulasinya dapat ditukarkan menjadi Award Ticket yang memberi setiap penumpang kesempatan untuk mencoba destinasi favorit atau Upgrade Awards penumpang dari kelas ekonomi ke bisnis pada penerbangan pilihan Anda.

Sebagai anggota GarudaMiles, penumpang juga dapat menikmati banyak keuntungan dan keistimewaan eksklusif, seperti: check-in khusus di Bandara keberangkatan, peningkatan kuota bagasi dan prioritas bagasi serta prioritas waktu tunggu untuk reservasi tiket tentunya, akses untuk lounge Garuda Indonesia, dan penawaran menarik dari partner Garuda Indonesia di seluruh dunia.[24]

Layanan sebelum penerbangan[sunting | sunting sumber]

First Class Lounge[sunting | sunting sumber]

Lounge yang terbaru ini merupakan bentuk perwujudan Garuda Indonesia untuk meningkatkan kualitas pengalaman para penumpang maskapai yang ingin merasakan kenikmatan First Class setelah ditiadakan selama 28 tahun, kini telah dikembalikan untuk memberikan kesan "segala layanan yang dilakukan merupakan yang terbaik dari segala aspek yang ada di Indonesia". Lounge ini memiliki berbagai fasilitas yang berkelas dunia kualitasnya seperti, hidangan selamat datang yang terdiri dari minuman dan makanan, Wi-fi dan Spa selagi menunggu penerbangan dengan dibantu oleh First Class Assistant

Disamping itu, penumpang juga dapat menikmati ketenangan anda sambil tidur dengan duduk di kursi panjang yang terletak di quiet room dan jika Anda bersama sekeluarga, juga terdapat ruang keluarga. Garuda Indonesia sejak awal telah meneliti dan meniti setiap detail telah dirancang khusus untuk memberi kenyamanan penumpang. Apabila Anda ingin melakukan hal lain, tersedia berbagai bahan bacaan, perpustakaan kecil, ruangan merokok, pantry, ruang sholat (Mushola), ruang perawatan bayi, dan toilet. Setelah menikmati kenyamanan First Class Lounge, Anda tentunya akan diantar menuju pesawat dengan keistimewaan menggunakan layanan prioritas pada saat boarding atau pada saat transfer dan transit sebagai bentuk layanan Garuda Indonesia First Class.[25]

Business Class Lounge[sunting | sunting sumber]

Berlanjut di Lounge yang kedua, dalam Lounge Business Class terdapat beberapa gerai khusus dan fasilitas penunjang para penumpang seperti business center, wireless internet connection, refreshing area, reflexology machine, shower, nursery room dan ruang beribadah. Selain fasilitas, amskapai juga menyediakan menu makanan dan minuman untuk dinikmati oleh para penumpang. Setiap minggu, maskapai selalu menyajikan menu yang berbeda untuk mempromosikan berbagai variasi makanan Indonesia yang beraneka macam. Tidak hanya itu saja, maskapai untuk membuat penumpang lebih nyaman dalam menunggu dengan melengkapi gerai mini bar. Saat ini, Garuda Indonesia memiliki dua Executive Lounge yang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Ngurah Rai, Executive Lounge berlaku untuk penumpang kelas Executive Class, anggota GFF Platinum dan anggota GFF Gold.[26]

Layanan dalam penerbangan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2010, Garuda dalam rencana Quantum Leap yang salah satunya bertujuan untuk melakukan re-branding, mulai melakukan perbaikan layanan dalam kursi pesawat selama penerbangan jarak jauh maupun dekat dengan mendatangkan pesawat baru berkursikan nyaman nan empuk dan di lengkapi fasilitas AVOD serta colokan listrik dalam memberikan kenyamanan dalam penerbangan untuk menyamakan kualitas fasilitas kursi dalam penerbangan dengan maskapai internasional kelas dunia seperti Emirates, Etihad Airways dan Qatar Airways. Garuda juga memperkenalkan kursi baru dalam memberi kenyamanan penumpang dalam pesawat.

Kelas utama/first class[sunting | sunting sumber]

Pada pesawat Boeing 777-300ER, tersedia 8 kursi kelas utama dengan konfigurasi 1-2-1. Kabin kelas utama memiliki fasilitas yang mewah seperti:[27]

  • Sliding door disetiap suite.
  • Kursi ergonomis yang dirancang secara optimal, dengan luas 82 inci dan lebar 22 inci yang dapat diubah menjadi tempat tidur datar (180°) dan dilengkapi dengan matras, selimut, bantal, dan lengkap dengan ottoman.
  • Meja yang bisa digunakan untuk menikmati hidangan menu yang disajikan.
  • Seat control dengan panel layar sentuh untuk kemudahan penggunaan.
  • Pembatas untuk suite pada lini tengah yang dapat disesuaikan untuk mempermudah percakapan dengan penumpang suite yang berada di sebelahnya.
  • In-flight entertainment dengan 23.5 inci touch screen LCD, dilengkapi dengan remote control dan headphone kedap suara.
  • Lemari penyimpanan pribadi.
  • Lampu baca pribadi.

Kelas bisnis/executive class[sunting | sunting sumber]

Terdapat beberapa fasilitas dari Executive Class, yaitu:

  • Flat-Bed seats yang memiliki ruang kaki 74" dan dapat disandarkan hingga 180 derajat dan dilengkapi dengan sandaran tangan 11 inci.
  • Layar sentuh LCD dengan AVOD di setiap kursi,
  • Colokan listrik di setiap kursi dan lampu baca pribadi.

Pesawat Boeing 747-400 dan Boeing 737 masih menggunakan kursi eksekutif lama. Boeing 747–400 memiliki ruang kaki 46"-48" dengan panjang kursi 16". Sementara di Boeing 737, termasuk seri -300, -400, -500, dan seri -800 terbaru memiliki ruang kaki 41" hingga 44" dengan panjang 19". Di beberapa pesawat, tersedia TV di setiap kursi.

Kelas ekonomi/economy class[sunting | sunting sumber]

Tersedia di semua pesawat. Ruang kaki terdiri dari 30" hingga 35" tergantung jenis pesawat, dengan panjang kursi 17". Pesawat Airbus A330-200, Airbus A330-300 dan Boeing 737-800 NG memiliki kursi kelas ekonomi yang lebih baru yang menawarkan layar sentuh LCD 9-inci dengan AVOD.

Makanan dan minuman ditawarkan tergantung lamanya penerbangan. Anggur dan bir juga ditawarkan dalam penerbangan internasional.

Pelayanan imigrasi dalam penerbangan[sunting | sunting sumber]

Garuda juga menawarkan Immigration on Board (IoB) yang merupakan hasil kerjasama dari Dirjen Keimigrasian dan Kemenkumham yang bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan nilai tambah maskapai bagi penumpang dan Garuda juga memberlakukan IoB ini di beberapa tujuan Garuda, yaitu:[28]

  • Bandara Internasional Pudong (PVG), Shanghai – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta
  • Bandara Internasional Incheon (ICN) Seoul – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta
  • Bandara Internasional Sydney (SYD), Sydney – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta
  • Bandara Internasional Sydney (SYD), Sydney – Bandara Internasional Ngurah Rai (DPS), Denpasar
  • Bandara Internasional Narita (NRT), Tokyo – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta
  • Bandara Internasional Narita (NRT), Tokyo – Bandara Internasional Ngurah Rai (DPS), Denpasar
  • Bandara Internasional Kansai (KIX), Osaka - Ngurah Rai International Airport (DPS), Denpasar

Penghargaan maskapai[sunting | sunting sumber]

Terdapat beberapa penghargaan yang diberikan kepada Garuda Indonesia antara lain, yaitu:

  • Four Star Rated Airlines (Skytrax Rating Awards 2010).[29]
  • World's Most Improved Airlines (Skytrax Awards 2010).[30]
  • Asia's Leading Airlines Services Quality (CAPA Awards 2010).
  • Best International Airlines (Roy Morgan Survey in January, February & July 2012).
  • The World's Best Regional Airline (Skytrax Awards 2012).
  • ASEAN Premium Airlines (Frost& Sullivan Survey 2012).[31]
  • Best Asia & Australasia Airlines (Passanger Choice Awards 2013).[32]
  • World Best Airline Food on Long Haul Flight & Top 5 Airline Food on Short Haul Flight (Asia Pacific Airline Food Awards 2013).[33]
  • The World's Best Economy Class & Best Economy Class Airline Seat (Skytrax Awards 2013).[34]
  • World's Best Cabin Crew (Skytrax Awards 2014).[35]
  • Five Star Airlines (Skytrax Rating Awards 2014).[36]
  • World's Best Cabin Crew (Skytrax Awards 2015).[37]

Diharapkan dengan di raihnya penghargaan tersebut, Garuda Indonesia sebagai maskapai terbesar nasional dan kebanggaan Indonesia bisa memberikan pelayanan yang lebih di dalam penerbangan.

Kerjasama aliansi, code share agreement & destinasi[sunting | sunting sumber]

Garuda Indonesia menawarkan penerbangan ke Australia, Asia Tenggara, Asia Timur dan Eropa serta Timur Tengah. Garuda Indonesia melayani 125 kota tujuan (domestik dan internasional) di 28 negara di 4 benua besar dunia termasuk juga 70 tujuan internasional melalui codeshare agreement dengan maskapai berikut (maskapai bertanda * adalah anggota aliansi Skyteam):

Garuda Indonesia juga bekerja sama dengan anak perusahaan Etihad Airways yang berkiprah dalam otobus, yaitu Etihad Bus Services yang melayani rute antara Abu Dhabi-Dubai.

Garuda Explore dan Garuda Explore Jet[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2013, Garuda Indonesia mendirikan sub-brand baru yang bernama Explore. Sub-brand ini didirikan atas rencana pemerintah untuk meningkatkan konektivitas antar kota di Indonesia melalui penerbangan dengan jangkauan rute didaerah terpencil, Garuda mengambil tempat dipangkalan maskapai yang terletak di 5 Kota selain Jakarta seperti, Medan, Balikpapan, Makassar, Denpasar dan Surabaya dengan armada yang terdiri dari ATR 72-600 dan CRJ 1000 NexGen.

Garuda Indonesia dan Skyteam[sunting | sunting sumber]

Pada pertengahan Tahun 2009, Garuda Indonesia menyampaikan ketertarikannya untuk bergabung didalam Aliansi Skyteam. Pada Bulan Desember 2009, Korean Air, KLM dan Delta Air Lines menjadi sponsor utama pendukung Garuda agar bergabung dengan Skyteam. Tahun berikutnya, Garuda Indonesia menandatangani persetujuan yang berisi tentang komitmen gabung Aliansi yang akhirnya secara resmi bergabung pada Tahun 2014.

Armada[sunting | sunting sumber]

Armada Garuda Indonesia Explore untuk rute perintis.
Armada Garuda Indonesia untuk rute Domestik, Regional dan Internasional.

Saat ini, Armada Garuda Indonesia menggunakan pesawat Airbus A330-200;Airbus A330-300 dan Boeing 777-300ER untuk menerbangi rute Amsterdam, Asia Timur (China,Korea Selatan dan Jepang) dan Australia (Perth,Melbourne dan Sydney) kemudian, ATR 72-600, Boeing 737-800 dan Bombardier CRJ1000 NextGen digunakan untuk menerbangi rute domestik dan Regional.

Terhitung pada tanggal 15 Juni 2015, armada Garuda Indonesia adalah sebagai berikut:

Pesawat Beroperasi Pesanan Pasti Pesanan Pilihan Kelas Catatan
F B E Total
ATR 72–600 8 17 70 70 Pesawat penghubung untuk Indonesia's Secondary City dan dioperasikan oleh Garuda Explore
Bombardier CRJ1000 15 12 84 96 Pesawat penghubung untuk Indonesia's Secondary City dan dioperasikan oleh Garuda Explore Jet
PK-GRA menggunakan livery Skyteam
Airbus A330-200 11 36 186 222 Melayani rute domestik Indonesia dan Internasional menuju Singapura dan Hongkong
Airbus A330-300 5 13 215 251 Melayani rute Internasional menuju Melbourne, Sydney dan China serta Jepang
6 42 257
Airbus A350 30 TBA Mendampingi Boeing 777-300ER dan Airbus A330 untuk operasional rute jarak jauh menengah.[65]
Boeing 737-300 1 16 94 110 Dipensiunkan mulai tahun 2015
Boeing 737-500 2 12 84 96 Dipensiunkan mulai tahun 2015
Boeing 737-800 80 12 144 156 PK-GFM memakai skema warna retro GIA 1961-1969, PK-GFN memakai skema warna retro GIA 1969-1985, PK-GEQ memakai skema warna retro GIA 1986-2009 dan PK-GMH menggunakan livery Skyteam
Boeing 737 MAX 8 50 30 TBA Mengganti peran Boeing 737-800 NG secara bertahap.[66]
Boeing 747-400 2 42 386 428 Melayani penerbangan menuju Jeddah dari Makassar, Medan dan Surabaya
Boeing 777-300ER 6 8 38 268 314 Melayani rute jarak jauh ke Inggris dan Belanda
1 3 26 367 393 Melayani rute Jepang dan Saudi Arabia[67]
Boeing 787-9 30 TBA Mendampingi Boeing 777-300ER dan Airbus A330 untuk operasional rute jarak jauh menengah.[68]
Total 137 144 30

.

Mantan Armada[69]
Pesawat Diperkenalkan Dipensiunkan Catatan
Airbus A300B4-600FF 1982 2002 Pengguna Pertama.
Satu pesawat jatuh di Medan.
Boeing 737-400 1992 2012 Digantikan pesawat Boeing 737-800.
Satu jatuh di Yogyakarta.
Boeing 747-200 1980 2004 Digantikan Pesawat Airbus A330-300 & Boeing 747-400.
Convair 240 1950 1965
Convair 340 1952 1968 Digunakan pertama kali untuk penerbangan Haji.
Convair 440 1956 1970
Convair 990 1962 1975 Pesawat jet pertama.
Satu pesawat jatuh di Mumbai.
de Havilland Heron 1952 1956 Pengguna Pertama.
Douglas DC-3 1949 1970 Pesawat Pertama yang diterbangkan.
Douglas DC-8-50 1966 1980
Fokker F27-200 1967 1975 Satu pesawat kecelakaan di Lampung.
Fokker F28 Mk-1000 1969 1983 Digantikan oleh Fokker F28 Mk-3000.
Tiga hancur pada tahun 1975-1982.
Fokker F28 Mk-3000 1973 1998 Pengguna Pertama.
Fokker F28 Mk-4000 1978 2001
Lockheed L-188 Electra 1960 1977 Satu pesawat jatuh di Manado.
McDonnell Douglas DC-9-30 1970 1993 Digantikan oleh Boeing 737s.
Satu pesawat berada di Museum Transportasi, TMII.
McDonnell Douglas DC-10-30 1973 2004 Satu pesawat tergelincir di Fukuoka.
McDonnell Douglas MD-11 1990 1998
PBY 5 Catalina 1950 1953 Warisan Pesawat dari KNILM

Galeri[sunting | sunting sumber]

Peristiwa yang menimpa Garuda Indonesia[sunting | sunting sumber]

Beberapa peristiwa yang terjadi pada maskapai Garuda Indonesia antara lain adalah:

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Artikel:"Ini Susunan Direksi dan Komisaris Baru Garuda Indonesia" di Detik.com
  2. ^ "List of airlines banned within the EU". European Commission's "Transport" website. Diakses tanggal 21 Juni 2009. 
  3. ^ Filght Blight. Diakses 7 Januari 2011
  4. ^ Garuda meraih penghargaan World's Most Improved Airline
  5. ^ Garuda Indonesia menandatangani perjanjian kerjasama dengan Liverpool FC
  6. ^ Garuda Indonesia resmi menjadi anggota ke-20 alaiansi global SkyTeam
  7. ^ Garuda Indonesia layani penerbangan langsung pertama dari Indonesia ke Eropa
  8. ^ The European Airline Banlist: Garuda to apply for Amsterdam flights
  9. ^ http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20150414133945-92-46528/garuda-indonesia-jajaki-penerbangan-ke-paris-dan-frankfurt/
  10. ^ http://thejakartaglobe.beritasatu.com/business/garuda-and-lot-polish-airlines-prepare-new-jakarta-warsaw-flight-route/
  11. ^ http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2015/05/12/395667/garuda-air-nugini-buka-rute-jakarta-port-moresby
  12. ^ https://www.garuda-indonesia.com/id/id/news-and-events/garuda-indonesia-catat-pertumbuhan-positif-di-awal-tahun-2015.page?
  13. ^ https://www.garuda-indonesia.com/id/id/news-and-events/garuda-indonesia-perluas-kemitraan-lindung-nilai.page?
  14. ^ https://www.garuda-indonesia.com/id/id/news-and-events/garuda-laksanakan-kerjasama-cash-management-dengan-beberapa-bank.page?
  15. ^ http://centreforaviation.com/news/warba-bank-successfully-leads-usd-500-million-sukuk-issuance-by-garuda-indonesia-455073
  16. ^ http://centreforaviation.com/analysis/garuda-resumes-international-expansion-with-787-9s-a350s-2-class-777-300ers-single-class-a330s-229960
  17. ^ Garuda Indonesia SBU
  18. ^ Abacus Distribution Systems Indonesia
  19. ^ Tentang Aero Systems Indonesia
  20. ^ Garuda Indonesia Training Center
  21. ^ Garuda Indonesia Cargo
  22. ^ Garuda Sentral Medika
  23. ^ "Garuda forms partnership with Liverpool FC". Diakses tanggal 11 Juli 2012. 
  24. ^ https://garudamiles.com/TopHome-id-ID/tentang-garudamiles/
  25. ^ https://www.garuda-indonesia.com/id/id/garuda-indonesia-experience/first-class/lounge/index.page
  26. ^ https://www.garuda-indonesia.com/id/id/garuda-indonesia-experience/on-ground/premium-service/lounge/index.page
  27. ^ Garuda Indonesia Experience
  28. ^ Garuda Indonesia: Immigration on Board
  29. ^ Garuda Indonesia wins Best International Airline
  30. ^ Garuda Indonesia raih The Worlds Most Improves Airline Award pada tahun 2010
  31. ^ Garuda Indonesia raih dua penghargaan internasional
  32. ^ Garuda kini jadi maskapai terbaik Asia dan Australia
  33. ^ Garuda Indonesia terima penghargaan maskapai dengan makanan terlezat
  34. ^ Garuda raih Worlds Best Economy Class 2013 dari Skytrax
  35. ^ Garuda Indonesia awared The Worlds Best Cabin Staff
  36. ^ Artikel:"Prestasi Terakhir Emirsyah Satar di Garuda Indonesia" di metrotvnews.com
  37. ^ https://www.garuda-indonesia.com/id/id/news-and-events/garuda-indonesia-cabin-crew-once-again-voted-worlds-best-cabin-crew-2015.page?
  38. ^ http://www.air-journal.fr/2015-03-03-aeroflot-partage-avec-garuda-indonesia-plonge-dans-le-rouge-5138597.html
  39. ^ Centre for Aviation: Garuda Indonesia & Aeromexico poised to become first Southeast Asia-Latin America codeshare partner
  40. ^ Air France increases cooperation with Garuda Indonesia
  41. ^ Garuda Indonesia dan Air Niugini Buka Jalur Penerbangan
  42. ^ ANA and Garuda Indonesia agree comprehensive partnership
  43. ^ http://www.ch-aviation.com/portal/news/37974-air-timor-partners-garuda-for-indonesia-flights
  44. ^ Bangkok Airways and Garuda Indonesia announce Codeshare Agreement
  45. ^ Garuda Indonesia and China Airlines sign MOU
  46. ^ China Southern Airlines & Garuda Indonesia ink new code share pledge; carriers to offer new services nn Jakarta/Guangzhou run
  47. ^ https://www.garuda-indonesia.com/id/id/news-and-events/kerjasama-komersial-garuda-indonesia-dan-czech-airlines.page?
  48. ^ Garuda Indonesia - Delta Air Lines jalin kerjasama
  49. ^ Garuda Indonesia signs codeshare with Etihad Airways
  50. ^ https://www.garuda-indonesia.com/id/id/news-and-events/hongkong-airlines-and-garuda-indonesia-enter-a-codeshare.page?
  51. ^ Jet Airways: Garuda Indonesia
  52. ^ Shipping Online:Korean Air expands codeshare with Garuda Indonesia Airlines
  53. ^ Partners of Kenya Airways
  54. ^ KLM expands Garuda s codeshare service to Australia in S14
  55. ^ http://indo-aviation.com/2015/05/12/garuda-jalin-kerja-sama-codeshare-dengan-lot-polish-airlines/
  56. ^ Malaysia Airlines resumes codeshare agreement with Garuda Indonesia
  57. ^ Garuda Indonesia, MAI sign code share agreement
  58. ^ https://www.garuda-indonesia.com/id/id/news-and-events/ga-laksanakan-kerjasama-codeshare-dengan-oman-air.page?
  59. ^ PAL, Garuda start code-sharing scheme
  60. ^ Garuda Indonesia/Royal Brunei begins codeshare service
  61. ^ Codeshare partners of Singapore Airlines
  62. ^ http://indo-aviation.com/2014/09/20/garuda-akan-kerja-sama-dengan-tap-portugal-pada-rute-jakarta-lisbon/
  63. ^ Code share between Turkish Airlines and Garuda Indonesia
  64. ^ Codeshare flights of Vietnam Airlines
  65. ^ http://www.reuters.com/article/2015/06/15/us-airshow-france-garuda-airbus-idUSKBN0OV0V020150615
  66. ^ Garuda pesan Boeing 737 Max 8 untuk gantikan Boeing 737-800
  67. ^ http://indo-aviation.com/2015/06/20/garuda-indonesia-terima-kedatangan-boeing-777-300er-ketujuh/
  68. ^ http://www.ausbt.com.au/garuda-looks-to-expand-fleet-with-boeing-787-9s-737-max-8s
  69. ^ "Garuda Indonesia". Garuda Indonesia. Diakses tanggal 17 Juli 2013. 
  70. ^ Tempo Interaktif Pilot Garuda Diduga Meninggal Karena Serangan Jantung
  71. ^ Hatta: Identifikasi Korban Tewas Garuda Juga Gunakan Tes DNA
  72. ^ Penumpang Garuda Indonesia meninggal di udara
  73. ^ http://m.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/02/03/nj76e6-pesawat-garuda-indonesia-tergelincir-di-bandara-lombok

Pranala luar[sunting | sunting sumber]