Kota Mataram

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kota Mataram
Lambang Kota Mataram.png
Lambang Kota Mataram


Moto: Kota Mataram Maju, Religius dan Berbudaya



Lokasi NTB Kota Mataram.svg
Peta lokasi Kota Mataram di Nusa Tenggara Barat
Koordinat: 116°07'BT dan 8°35'LS
Provinsi Nusa Tenggara Barat
Tanggal peresmian 31 Agustus 1993
Pemerintahan
-Walikota H. Ahyar Abduh
-Wakil Wali Kota Mohan Roliskana
APBD
-APBD Rp.1.412.049.871.000,-[1]
-PAD Rp. 350.255.500.000,-
-DAU Rp. 598.318.257.000,-(2018)[1]
Luas 61,30 km²[2]
Populasi
-Total 419.506 jiwa (2017)[2]
-Kepadatan 6.843 jiwa/km2 (2017)
Demografi
-Agama Islam 82.48%
Hindu 13.99%
Kristen Protestan 1.67%
Katolik 0.75%
Buddha 0.95%
Konghucu 0.01%
Lain-lain 0.14% [3]
-Bahasa Indonesia
-IPM 77,20 (2016)[4]
-Zona waktu UTC +8/WITA
-Kode area telepon 0370
-Bandar udara Bandar Udara Selaparang
Pembagian administratif
-Kecamatan 6[2]
-Kelurahan 50[2]
-Desa -[2]
Simbol khas daerah
Situs web http://www.mataramkota.go.id/
Universitas Mataram, Rektorat
Gedung Kotapraja
Gereja Katolik Maria Immaculata

Kota Mataram merupakan ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Adat Sasak dan Adat Bali cukup mewarnai masyarakat di kota ini.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada masa pulau Lombok diperintah oleh para raja-raja, Raja Mataram pada tahun 1842 menaklukkan Kerajaan Pagesangan. Setahun kemudian tahun 1843 menaklukkan kerajaan Kahuripan. Kemudian ibukota Kerajaan dipidahkan ke Cakranegara dengan ukiran Kawi pada nama Istana Raja.

Raja Mataram (Lombok) selain terkenal kaya raya juga adalah raja yang ahli tata ruang kota, melaksanakan sensus penduduk kerajaan dengan meminta semua penduduknya mengumpulkan jarum. Penduduk laki - laki dan perempuan menggunakan jarum untuk menandakan suatu ikatan.

Setelah raja Mataram jatuh oleh pemerintah Hindia Belanda meskipun harus dibayar mahal, yaitu dengan tewasnya Jend. P.P.H. van Ham (monumennya ada di Karang Jangkong), Cakranegara mulai menerapkan sistem pemerintahan dwitunggal berada di bawah Afdeling Bali Lombok yang berpusat di Singaraja, Bali.

Pulau Lombok dalam pemerintahan dwitunggal terbagi menjadi 3 (tiga) onder afdeling, dari pihak kolonial sebagai wakil disebut kontrolir dan dari wilayah disebut Kepala Pemerintahan Setempat (KPS) sampai ke tingkat Kedistrikan. Adapun ketiga wilayah administratif masih disebut West Lombok (Lombok Barat), Middle Lombok (Lombok Tengah) dan East Lombok (Lombok Timur) dipimpin oleh seorang kontrolir dan Kepala Pemerintahan Setempat (KPS).

Untuk wilayah West Lombok (Lombok Barat) membawahi 7 (tujuh) wilayah administratif yang meliputi Kedistrikan Ampenan Barat di Dasan Agung, Kedistrikan Ampenan Tmur di Narmada, Kedistrikan Bayan di Bayan Belek, Asisten Distrik Gondang di Gondang, Kedistrikan Tanjung di Tanjung, Kedistrikan Gerung di Gerung, dan Kepenggawaan Cakranegara di Mayura.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kota Mataram memiliki topografi wilayah berada pada ketinggian kurang dari 50 meter di atas permukaan laut (dpl) dengan rentang ketinggian sejauh 9 km, terletak pada 08° 33’ - 08° 38’ Lintang Selatan dan 116° 04’ - 116° 10’ Bujur Timur. Struktur geologi Kota Mataram sebagian besar adalah jenis tanah liat dan tanah endapan tuff yang merupakan endapan alluvial yang berasal dari kegiatan Gunung Rinjani, secara visual terlihat seperti lempengan batu pecah, sedangkan di bawahnya terdapat lapisan pasir.

Suhu udara di Kota Mataram berkisar antara 20.4 °C sampai dengan 32.10 °C. Kelembapan maksimum 92% terjadi pada bulan Januari, April, Oktober dan November, sedangkan kelembapan minimum 67% terjadi pada bulan Oktober. Rata-rata penyinaran matahari maksimum pada bulan Februari. Sementara jumlah hari hujan tertinggi terjadi pada bulan November sebanyak 27 hari, dengan curah hujan rata-rata mencapai 1.256,66 mm per tahun, dan jumlah hari relatif 110 hari per tahun.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Secara administratif Kota Mataram memiliki luas daratan 61,30 km dan 56,80 km perairan laut, terbagi atas 6 kecamatan, yaitu Kecamatan Ampenan, Cakranegara, Mataram, Sandubaya, Selaparang dan Sekarbela dengan 50 kelurahan dan 297 lingkungan.

Daftar Wali Kota[sunting | sunting sumber]

No. Wali Kota[5] Awal menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Wali Kota
1
Wali Kota Mataram H.L. Mujitahid.png H.L. Mujitahid
1978
1989
2
Wali Kota Mataram Lalu Mas’ud.png Lalu Mas’ud
1989
1999
3
Wali Kota Mataram Moh Ruslan.png Moh.Ruslan
1999
2005
2005
2010
Ahyar Abduh
4
Wali Kota Mataram Ahyar Abduh.jpg Ahyar Abduh
10 Agustus 2010
10 Agustus 2015
Mohan Roliskana
Putu Selly Handayani
(Penjabat)
10 Agustus 2015
17 Februari 2016
[6]
(4)
Wali Kota Mataram Ahyar Abduh.jpg Ahyar Abduh
17 Februari 2016
Petahana
[7]
Mohan Roliskana

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

DPRD kota Mataram 2009-2014
Partai Kursi
Lambang Partai Demokrat Partai Demokrat 7
Lambang Partai Golkar Partai Golkar 4
Lambang PDI-P PDI-P 4
Lambang PKS Partai Keadilan Sejahtera 3
Lambang PAN PAN 3
Lambang PPP PPP 3
Lambang Partai Gerindra Partai Gerindra 3
Lambang Partai Hanura Partai Hanura 3
Lambang Partai Bintang Reformasi Partai Bintang Reformasi 2
Lambang PKPB PKPB 2
Lambang PPI PPI 1
Total 35
Sumber:[8]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Museum Nusa Tenggara Barat
Kampus Universitas Mataram

Batas-batas wilayah Kota Mataram adalah sebagai berikut:

Utara Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat
Selatan Kecamatan Labu Api, Kabupaten Lombok Barat
Barat Selat Lombok
Timur Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat

Demografi[sunting | sunting sumber]

Suku bangsa[sunting | sunting sumber]

Suku Sasak merupakan suku bangsa mayoritas penghuni Kota Mataram, selain Suku Bali, Tionghoa, Melayu dan Arab. Keharmonisan kehidupan antar suku di Mataram sempat terganggu oleh peristiwa pecahnya Kerusuhan Lombok 17 Januari 2000 yang menyeret isu agama dan ras sebagai penyebab kerusuhan.

Agama[sunting | sunting sumber]

Islam adalah agama mayoritas penduduk Mataram, sekitar 82.48‰ (Sensus 2010). Agama lain yang dianut adalah Hindu 13.99‰,Kristen 1.67%, Katolik 0.75%, Buddha 0.95% dan Konghucu 0.01%. Walaupun Islam merupakan agama mayoritas di Mataram, namun kerukunan umat beragama dengan saling menghormati, menghargai dan saling menolong untuk sesamanya cukup besar adalah niat masyarakat Mataram dalam menjalankan amal ibadahnya, sesuai dengan visi kota Mataram untuk mewujudkan Kota Mataram maju, religius, dan berbudaya.

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Masyarakat Kota Mataram sebagian menggunakan Bahasa Sasak dalam keseharian, selain Bahasa Indonesia, Bahasa Bali, Bahasa Samawa, serta bahasa Bima. Bahasa Sasak itu sendiri terbagi atas beberapa dialek, bergantung daerah masing-masing pengguna di Pulau Lombok, serta dapat digunakan sebagai acuan perbedaan strata sosial di masyarakatnya.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Udara[sunting | sunting sumber]

Keberadaan Bandar Udara Selaparang merupakan pintu masuk melalui udara ke Kota Mataram khususnya serta Pulau Lombok dan Nusa Tenggara Barat umumnya. Dan seiring dengan perkembangan Mataram dan NTB pada umumnya, saat ini Bandar Udara Selaparang sudah ditutup dan digantikan dengan Bandar Udara Internasional Lombok, Bandara tersebut berlokasi di wilayah Lombok Tengah.

Darat[sunting | sunting sumber]

Terminal Induk di Kota ini bernama Terminal Mandalika yang terletak di sebelah Timur di kelurahan Bertais Kota Mataram, disamping itu juga ada Terminal Kebon Roek yang berada di sebelah barat di wilayah Ampenan. Terminal Kebon Roek merupakan sarana transportasi darat melayani angkutan kota di Kota Mataram. Untuk sarana transportasi darat lainnya di kota ini dikenal dengan nama Cidomo, kendaraan seperti Bemo serta Ojek.

Laut[sunting | sunting sumber]

Sebelum pelabuhan Lembar di Kabupaten Lombok Barat dikembangkan, Ampenan merupakan pelabuhan laut yang ramai, Pelabuhan Ampenan ini berada di sebelah barat Kota Mataram, Namun karena faktor keganasan arus laut Selat Lombok, dipilihlah lokasi yang lebih ideal untuk pelabuhan Laut yaitu sekarang ini di Lembar

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Kota Mataram yang terletak di Pualu Lombok yang eksotis, merupakan sentra dari perjalanan wisata di Pulau Lombok. Kota Mataram saat ini dikembangkan menjadi salah satu kota pariwisata.

Akomodasi dan Penginapan[sunting | sunting sumber]

Jika anda berkunjung ke kota Mataram, anda tidak perlu khawatir dengan masalah akomodasi dan Penginapan. Sebagai Kota Pariwisata, kota ini menyediakan beragam kelas hotel sesuai dengan budget anda, mulai dari hotel kelas Melati sampai Hotel Berbintang. Beberapa di antaranya adalah Hotel Lombok Raya, Hotel Grand Legi, Hotel Lombok Garden, Hotel Lombok Plaza, Hotel Santika Mataram, Hotel Nitour, Hotel Chandra, dan Hotel Handayani.

Obyek wisata[sunting | sunting sumber]

Wisata Alam[sunting | sunting sumber]

Pulau Lombok dengan pusat di Kota Mataram, merupakan tempat yang sangat terkenal dengan eksotisme alamnya. Dari kota ini anda bisa menuju tempat wisata alam yang sangat terkenal di antaranya Pantai Senggigi, Gili Trawangan, Pantai Kuta, Pesona Gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia yaitu Rinjani.

Wisata Budaya[sunting | sunting sumber]

Untuk wisata budaya, perpaduan antara budaya Lombok dan Bali dan sentuhan dari etnis lainnya, melahirkan suatu kolaborasi budaya yang sangat menarik, dan ada beberapa tempat menarik yang layak untuk dikunjungi terkait dengan hal tersebut antara lain, Kuburan Tionghoa Bintaro, Taman Mayura, Pura Meru, Pura Segara, Museum Nusa Tenggara Barat, Loang Baloq, Kota Lama Ampenan

Belanja[sunting | sunting sumber]

Kota ini juga memiliki berbagai pusat perbelanjaan, misalnya Mataram Mall,Lombok Epicentrum Mall, Pusat Kerajinan Mutiara Pagesangan dan Ampenan Cerah Ceria. Disamping itu untuk anda yang suka belanja oleh-oleh Senggigi Square, Sukarara, Pusat Mutiara Di desa Sekarbela, bisa menjadi pilihan anda.

Kuliner[sunting | sunting sumber]

Kota ini menyajikan sajian khas Lombok di antaranya adalah ayam taliwang, beberuk terong, sate bulayak, plecing kangkung, nasi balap puyung, ares, sate rembiga, sate tanjung, poteng jaje tujak, iwel, dan bebalung.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Fasilitas pendidikan di Kota Mataram tersedia dengan cukup memadai, di Kota ini terdapat beberapa perguruan tinggi baik Negeri maupun Swasta.

Perguruan Tinggi Negeri yang cukup terkenal di kota ini adalah Universitas Mataram dan UIN Mataram.

Sementara Perguruan Tinggi Swasta di antaranya adalah

dan berbagai macam akademi-akademi atau perguruan tinggi lainnya.

Media massa[sunting | sunting sumber]

Online[sunting | sunting sumber]

  1. Lombok Post
  2. Suarantb.com

Televisi[sunting | sunting sumber]

  1. TVRI Nusa Tenggara Barat
  2. RCTI
  3. SCTV
  4. MNCTV
  5. ANTV
  6. Indosiar
  7. Metro TV
  8. Trans TV
  9. Trans7
  10. tvOne
  11. GTV
  12. Lombok TV
  13. Lombok Post TV
  14. TV9 Lombok
  15. Sasambo TV
  16. Bima TV
  17. NET.
  18. Kompas TV
  19. RTV
  20. iNews

Radio[sunting | sunting sumber]

1. RADIO RONAL FM 88.88

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "APBD 2018 ringkasan update 04 Mei 2018". 2018-05-04. Diakses tanggal 2018-07-06. 
  2. ^ a b c d e "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 05-12-2018. 
  3. ^ Sensus Penduduk 2010. Biro Pusat Statistik
  4. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2016". Diakses tanggal 6 Juli 2018. 
  5. ^ "Mantan Wali Kota Mataram". Pemerintah Kota Mataram. Pemerintah Kota Mataram. Diakses tanggal 30 Desember 2017. 
  6. ^ Subaidi, Ahmad (10 Agustus 2015). "Pelantikan Penjabat Walikota - Bupati". AntaraNews. Diakses tanggal 30 Desember 2017. 
  7. ^ Joko (17 Februari 2016). Guswan, ed. "Setelah Dilantik, H Ahyar : Semua Akan Mendapat Pelayanan Sama". Mataram News. Diakses tanggal 30 Desember 2017. 
  8. ^ "35 ANGGOTA DPRD KOTA MATARAM DILANTIK", Antara

Pranala luar[sunting | sunting sumber]