Kota Administrasi Jakarta Pusat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kota Administrasi Jakarta Pusat
Seal of Central Jakarta.jpg
Lambang Kota Administrasi Jakarta Pusat


Moto: Rambutan - Alap - Alap



Jakarta pusat.png
Peta lokasi Kota Administrasi Jakarta Pusat di DKI Jakarta
Koordinat: 6°12'-46.91" LS, 106°50'-26.4" BT

Koordinat: 6°12′46.91″S 106°50′26.4″E / 6.2130306°S 106.840667°E / -6.2130306; 106.840667

Provinsi DKI Jakarta
Ibu kota Menteng
Pemerintahan
- Wali Kota Bayu Meghantara
APBD
Luas 48,13 km2
Populasi
- Total 921.344 jiwa (2017)[1]
- Kepadatan 19.142,82 jiwa/km2
Demografi
- Agama Islam 81,42%
Kristen Protestan 9,88%
Katolik 4,59%
Budha 3,74%
Hindu 0,36%
Konghucu 0,01%[2]
- Bahasa Indonesia, Betawi
- Kode area telepon 021
Pembagian administratif
- Kecamatan 8
- Kelurahan 44
Simbol khas daerah
- Flora resmi Rambutan
- Fauna resmi Alap-alap
Situs web http://pusat.jakarta.go.id/

Kota Administrasi Jakarta Pusat adalah nama sebuah kota administrasi di pusat Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pusat Pemerintahannya berada Menteng. Di sebelah utara Jakarta Pusat berbatasan dengan Jakarta Utara, di sebelah timur dengan Jakarta Timur, di sebelah selatan dengan Jakarta Selatan dan di sebelah barat dengan Jakarta Barat. Jakarta Pusat adalah administrasi terkecil Provinsi DKI Jakarta.[1] Pada zaman Hindia Belanda disebut Batavia Centrum.[butuh rujukan]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kota Administrasi Jakarta Utara dan Kota Administrasi Jakarta Barat
Timur Kota Administrasi Jakarta Utara, Kota Administrasi Jakarta Timur, Kota Administrasi Jakarta Selatan
Selatan Kota Administrasi Jakarta Selatan dan Kota Administrasi Jakarta Timur
Barat Kota Administrasi Jakarta Utara, Kota Administrasi Jakarta Barat, Kota Administrasi Jakarta Selatan

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Wali Kota[sunting | sunting sumber]

No Wali Kota Administratif Mulai Jabatan Akhir Jabatan Ket. Wakil Wali Kota
1
E. Djadjang Djajaatmadja Wali Kota Jakarta Pusat.jpg E. Djadjang Djajaatmadja
1966
1979
2
Soeminto Wali Kota Jakarta Pusat.jpg Soeminto
1979
1985
3
Abdul Munir Wali Kota Jakarta Pusat.jpg Abdul Munir
1985
1991
4
Abdullah Kahfi Wali Kota Jakarta Pusat.jpg Abdula Kahfi
1991
1997
5
Andi Subur Abdullah.jpg Andi Subur Abdullah
1997
2001
6
Petra Lumbun Wali Kota Jakarta Pusat.jpg Petra Lumbun
2001
2004
7
Muhayat Wali Kota Jakarta Pusat.jpg Muhayat
2004
2008
8
Sylviana Murni.jpg Sylviana Murni
2008
2010
Rospen Sitinjak
9
Saefullah Jakpus.jpg Saefullah
2010
2014
 
Fatahillah
(2010–13)
Noor Syamsu Hidayat
(2013–14)
Rustam Effendi
(2014)
Rustam Effendi
(Pelaksana tugas)
15 Juli 2014
2 Januari 2015
10 Mangara Pardede
2 Januari 2015
5 Juli 2018
Arifin
(2015–16)
Bayu Meghantara
(2016–18)
11
Bayu Meghantara
5 Juli 2018
Petahana


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

DPRD Provinsi DKI Jakarta memiliki fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Selain itu DPRD Provinsi DKI Jakarta juga memberikan pertimbangan terhadap calon wali kota/bupati yang diajukan oleh Gubernur.[3] Berbeda dengan DPRD Provinsi lainnya, Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta berjumlah paling banyak 125% (seratus dua puluh lima persen) dari jumlah maksimal untuk kategori jumlah penduduk DKI Jakarta sebagaimana ditentukan dalam undang-undang.[3] Saat ini anggota DPRD DKI Jakarta terdiri dari 106 anggota yang dipilih berdasarkan daftar terbuka dari partai dalampemilihan umum legislatif. Pemilihan dilakukan setiap lima tahun sekali bersamaan dengan pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah seluruh Indonesia. Pemilihan umum terakhir dilaksanakan pada 17 April 2019. Dewan ini berkantor di Gedung DPRD DKI Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat. Pimpinan DPRD DKI Jakarta terdiri dari 1 Ketua dan 4 Wakil Ketua yang berasal dari partai politik pemilik jumlah kursi dan suara terbanyak. Anggota DPRD DKI Jakarta yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 26 Agustus 2019 oleh Plt. Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta di Gedung DPRD Provinsi DKI Jakarta. Komposisi anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 terdiri dari 10 partai politik dimana PDI Perjuangan adalah partai politik pemilik kursi terbanyak yaitu 25 kursi.[4][5][6]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah daftar kecamatan yang berada di Kota Jakarta Pusat;

  1. Gambir, Jakarta Pusat (GMBR)
  2. Tanah Abang, Jakarta Pusat (TNBG)
  3. Menteng, Jakarta Pusat (MNTG)
  4. Senen, Jakarta Pusat (SNEN)
  5. Cempaka Putih, Jakarta Pusat (CPTH)
  6. Johar Baru, Jakarta Pusat (JHBR)
  7. Kemayoran, Jakarta Pusat (KMYR)
  8. Sawah Besar, Jakarta Pusat (SWBS)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Provinsi DKI Jakarta Dalam Angka 2018". BPS DKI Jakarta. Diakses tanggal 20 Februari 2019. 
  2. ^ "Jumlah Penduduk DKI Jakarta Berdasarkan Agama 2017". www.data.jakarta.go.id. Diakses tanggal 20 Februari 2019. 
  3. ^ a b Undang-undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia
  4. ^ Amri Amrullah (26-08-2019). Esthi Maharani, ed. "Anggota DPRD DKI Jakarta 2019-2024 Dilantik". republika.co.id. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  5. ^ Sabik Aji Taufan (26-08-2019). Kuswandi, ed. "106 Anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 Dilantik". JawaPos.com. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  6. ^ Andry Novelino (26-08-2019). "Anggota DPRD DKI Jakarta 2019-2024 Resmi Dilantik". CNN Indonesia. Diakses tanggal 22-09-2019. 
Pandangan Jakarta Pusat dari puncak Monumen Nasional

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]