Stasiun Gondangdia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Stasiun Gondangdia
KAI Commuter
B07

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun GDD.png
Gondangdia sta 100210-0811.jpg
Stasiun Gondangdia tahun 2010
LokasiJalan Srikaya No. 1
Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, 10340
Indonesia
Ketinggian+17 m
PengelolaKAI Commuter
Letak dari pangkalkm 6+550 lintas Jakarta-Manggarai-Bogor/Nambo[1]
Jumlah peronDua peron sisi yang tinggi
Jumlah jalur2
Informasi lain
Kode stasiun
  • GDD
  • 0432
[2]
KlasifikasiII[2]
Tanggal penting
Dibuka kembali1992 (stasiun layang)
Operasi layanan
KRL Commuter Line
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Juanda
ke arah Jakarta Kota
Lin Bogor Cikini
ke arah Bogor
Lin Bogor Cikini
ke arah Nambo
Fasilitas dan teknis
FasilitasTangga naik/turun Eskalator Pemesanan langsung di loket Mesin tiket Pusat informasi Musala Toilet Restoran Pertokoan/area komersial Isi baterai Galeri ATM Parkir 
Lokasi pada peta

Stasiun Gondangdia (GDD) adalah stasiun kereta api kelas II yang terletak di Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Meskipun diberi nama Gondangdia, stasiun ini sebenarnya tidak terletak di Kelurahan Gondangdia, tetapi terletak agak sedikit ke utara dari Kelurahan Gondangdia itu sendiri. Stasiun yang terletak pada ketinggian +17 meter ini hanya melayani rute KRL Commuter Line.

Stasiun Gondangdia yang aktif sekarang merupakan stasiun layang di jalur segmen Manggarai-Jakarta Kota. Pada tanggal 5 Juni 1992, Presiden Soeharto beserta Ibu Tien dan jajaran di pemerintahan meresmikan jalur layang tersebut dengan naik KRL dari Gambir menuju Stasiun Jakarta Kota.[3]

Letaknya cukup strategis karena berada di dekat perkantoran. Di lantai bawah kompleks stasiun ini dahulu terdapat kios-kios yang ditempati oleh pedagang yang membayar sewa ke PT Kereta Api, tetapi saat ini ruang-ruang komersial tersebut sudah dibongkar.[4][5] Kantor pusat PT Kereta Api Logistik (Kalog) juga berada di stasiun ini. Area sekitar stasiun ini sedang dilakukan renovasi untuk mempererat integrasi antarmoda (dengan Transjakarta), menata kembali pedagang kaki lima sekitar stasiun dan mempermudah akses pejalan kaki. Diperkirakan selesai pada 2021, penataan ini dilakukan di bawah payung PT Moda Integrasi Transportasi Jakarta, perusahaan patungan MRT Jakarta dan PT KAI.[6][7]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Bangunan Stasiun Gondangdia ini modern dengan sentuhan panel berwarna kuning cerah yang sampai hari ini masih dipertahankan dan tidak pernah diubah catnya. Diketahui, proyek tersebut yang telah dimulai pada Februari 1988 menghabiskan dana sebesar Rp432,5 miliar rupiah dan pada saat diresmikan belum sepenuhnya selesai hingga akhirnya bisa beroperasi penuh setahun kemudian.[8][9]

Stasiun ini memiliki dua jalur kereta api.

PapanKeretaApi 2020.svg

KRL CL icon.svg PapanNamaStasiunKomuter GDD.svg

P
Lantai peron
Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan
Jalur 1 (Gambir)      Lin Bogor menuju Jakarta Kota
Jalur 2      Lin Bogor menuju Bogor/Nambo (Cikini)
Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan


Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Komuter[sunting | sunting sumber]

Antarmoda pendukung[sunting | sunting sumber]

Jenis angkutan umum Trayek Rute
Bus kota Transjakarta 1H Stasiun Gondangdia-Stasiun Tanah Abang
2P Stasiun Gondangdia-Terminal Pasar Senen
2Q Stasiun Gondangdia-Balai Kota DKI Jakarta
6H Terminal Pasar Senen-Lebak Bulus
Mikrotrans 10A Stasiun Gondangdia-Stasiun Cikini (via Salemba Raya)
10B Stasiun Gondangdia-Stasiun Cikini (via Kramat Raya)

Pada Budaya Populer[sunting | sunting sumber]

  • Stasiun Gondangdia pernah dijadikan sebagai salah satu lokasi pengambilan video musik band asal Yogyakarta, The Rain pada lagu yang berjudul "Ujung Pertemuan" yang dirilis pada tahun 2019.[10]
  • Jauh sebelum point diatas, pada tahun 2015 grup musik Duo Anggrek pernah merilis sebuah lagu yang bertajuk Cikini ke Gondangdia, yang judulnya diambil dari stasiun ini, juga Stasiun Cikini.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Rudi, Alsadad (30 Agustus 2013). "Setelah 22 Tahun, Proyek Jalur Layang Kereta Jakarta Dilanjutkan". Kompas.com. Diakses tanggal 30 Agustus 2017. 
  4. ^ "Pembongkaran Kios di Stasiun Gondangdia, Pedagang Ikut Membantu". detiknews. Diakses tanggal 2018-06-20. 
  5. ^ "Kios di Bawah Stasiun Gondangdia Dibongkar - Poskota News". Poskota News. 2013-07-03. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-06-20. Diakses tanggal 2018-06-20. 
  6. ^ Indonesia, C. N. N. "Anies Ingin Tambah 5 Stasiun Terpadu Baru, Biaya Capai Rp40 M". nasional. Diakses tanggal 2021-09-20. 
  7. ^ antaranews.com (2021-09-29). "Penataan Stasiun Tebet dan Palmerah wujudkan integrasi antarmoda". Antara News. Diakses tanggal 2021-09-29. 
  8. ^ Kayang, U. (2019). Keping-keping Kota. Bantul: Basabasi. hlm. 92. 
  9. ^ "Kereta Layang: Melayang di Atas Jalur Kumuh". Majalah Tempo. 22: 32. 1992. 
  10. ^ The Rain. (8 Desember 2019). The Rain - Ujung Pertemuan (Official Music Video). https://www.youtube.com/watch?v=RQxPwBbpDh8
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Gambir
ke arah Jakarta Kota
Lintas Jakarta
Jakarta Kota–Manggarai
Cikini
ke arah Manggarai

Koordinat: 6°11′9.9″S 106°49′57.6″E / 6.186083°S 106.832667°E / -6.186083; 106.832667