Lompat ke isi

Jalur trem lintas Jakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Trem Batavia)
Jalur trem lintas Jakarta
Steamtram in Batavia with the iron-works factory of Carl Schlieper in the background. The building was destroyed in a fire and on its place the Factorij was constructed.
Operasi
LokasiBatavia, Hindia Belanda
Jakarta, Indonesia
StatusTutup
Infrastruktur
Lebar rel1.188 mm (3 ft 10+2532 in)
Jari-jari lengkung terkecil?
Trem Kuda era: 1869 (1869)1883 (1883)
Status Tutup
Operator Bataviasche Tramweg-Maatschappij
Lebar rel 1188 mm
Sistem penggerak Kuda
Trem Uap era: 1883 (1883)1933 (1933)
Status Tutup
Operator Dummler & Co.
Lebar rel 1188 mm
Sistem penggerak Uap
Trem listrik era: 1899 (1899)1962 (1962)
Status Tutup
Jalur 6
Pemilik Bataviasche Verkeers Maatschappij, Pemerintah Indonesia
Operator Bataviasche Verkeers Maatschappij, Pengangkutan Penumpang Djakarta
Lebar rel 1188 mm
Sistem penggerak Listrik
Depot Kramat
Keseluruhan

Jalur trem lintas Jakarta adalah salah satu jaringan jalur trem yang ada di Indonesia, khususnya pada wilayah Jakarta yang dahulu digunakan sebagai transportasi massal pada masa Hindia Belanda hingga Orde Lama.

Peta Jakarta pada tahun 1920 yang menampilkan jaringan trem lintas Jakarta

Sejarah trem Batavia berawal dari sebuah trem kuda yang dioperasikan oleh Bataviasche Tramweg Maatschappij (BTM). Jalur trem kuda pertama di Batavia tersebut diresmikan pada 20 April 1869 jauh sebelum trem ada di Belanda dengan menggunakan lebar sepur (gauge) 1.188 mm (3 ft 10+2532 in), jalur tersebut menghubungkan daerah Jakarta Kota dengan daerah Weltevreden.[1][2] Kala itu, trem kuda dapat menampung 40 orang penumpang dengan ditarik 3-4 kuda. Pada April 1869, diperkirakan sebanyak 1500 penumpang telah dilayani dan pada September 1869 meningkat lagi menjadi 7000 penumpang.[3]

Pada tahun 1880 sebagai akibat dari kendala operasional yang dialami BTM dalam pengoperasian trem kuda, maka operasional BTM untuk sementara waktu diambil alih oleh Firma Dummler and Co.. Selang dua tahun kemudian atau tepatnya pada 19 September 1881, Bataviasche Tramweg Maatschappij (BTM) resmi berganti nama menjadi Nederlandsch-Indische Tramweg Maatschappij (NITM) dan mengambil alih layanan trem di Batavia yang sebelumnya dikelola oleh Firma Dummler and Co..[4] Pada era NITM tersebut dilakukan perombakan armada serta prasarana secara bertahap, dari yang sebelumnya bertenaga kuda digantikan dengan tenaga sebuah lokomotif uap produksi Hohenzollern. Lokomotif uap pertamanya dibeli dengan biaya sebesar ƒ 8.800, dan proses peralihan armada ini selesai pada tahun 1884. Sementara itu, layanan trem kuda mulai ditutup pada tanggal 12 Juni 1882. Layanan NITM mulai dibuka kembali pada tanggal 1 Juli 1883 dengan diresmikannya layanan trem uap bersamaan dengan peresmian lintas Jakarta Kota-Harmoni.[3]

Tabel segmentasi pembangunan jalur trem lintas Jakarta[5]
Dibangun olehLintasSegmenPanjang RelTanggal DiresmikanTanggal Elektrifikasi
Nederlandsch-Indische Tramweg MaatschappijJakarta Kota–Kampung MelayuJakarta Kota–Harmoni41 Juli 1883April 1933
Harmoni–Kramat45 Agustus 1883Oktober 1933
Kramat–Jatinegara415 September 1884April 1934
Jatinegara–Kampung Melayu128 Februari 1891
Batavia Elektrische Tram MaatschappijHarmoni–Jakarta KotaHarmoni–Dierentuin510 April 1899
Dierentuin–Cipayersweg229 April 1900
Cipayersweg–Jakarta Kota529 April 1900
Kalibesar Timur–Pelabuhan Tanjung Priok115 Februari 1907
Menteng–Medan Merdeka (Koningsplein)–Harmoni316 Oktober 1912
Medan Merdeka–Vrijmetselaarsweg22 Januari 1913
Bataviasche Verkeers MaatschappijHarmoni–Tanah Abang–Pasar Senen??
?–Sawah Besar??
Gunung Sahari–Jacatraweg–Voorrij Zuid??
?–Asemka–Jembatan Lima??

Empat tahun setelah beroperasinya trem uap lintas Jakarta Kota-Harmoni, trem listrik pun hadir di bawah operasi perusahaan Batavia Elektrische Tram Maatschappij (BETM), menjadikannya sebagai pesaing trem uap milik Nederlandsch-Indische Tramweg Maatschappij (NITM). BETM mulai berkarier sejak diresmikannya lintas HarmoniDierentuin (Kebun Binatang, sekarang Taman Ismail Marzuki) pada 10 April 1899. Pada November 1899, jaringan trem listrik ini diperpanjang sampai dengan Tanah Abang. Namun, perpanjangan jalur ini tidak bertahan lama. Pada tahun 1904, jalur ini sudah ditutup. Pada tahun 1900, BETM memperpanjang jaringan tremnya hingga menjangkau wilayah Jembatan Merah, Tanah Tinggi, dan Gunung Sahari dengan melintasi sungai Ciliwung. Semakin bertambahnya tahun, BETM terus melakukan ekspansi jaringan tremnya. Hingga memasuki tahun 1920, terjadi persaingan tidak sehat di antara BETM dengan NITM yang menyebabkan harga tiket terlalu tinggi, serta dari pihak pemerintah kota Batavia menuntut agar NITM melakukan peningkatan armada menjadi layanan trem listrik, tetapi hal ini ditolak oleh NITM itu sendiri.[3]

Sebagai akibat dari perselisihan antara NITM dengan BETM, maka kedua perusahaan ini mulai memberlakukan tiket transit dan jadwal khusus pada jam-jam sibuk. Puncak dari perselisihan ini terjadi pada 31 Juli 1930, di mana dilakukannya merger NITM dengan BETM membentuk Bataviasche Verkeers Maatschappij (BVM). Hasil dari pembentukan BVM tersebut menggabungkan 1 lintas trem uap, 2 lintas trem listrik, serta 7 rute bus yang dioperasikan NITM dan BETM.[3]

Di bawah kendali Bataviasche Verkeers Maatschappij (BVM), trem di Batavia mengalami perubahan yang signifikan, terutama pada lintas-lintas warisan NITM dilakukan program elektrifikasi secara bertahap dari April 1933 hingga 1934. Hasil dari elektrifikasi ini menjadikan waktu tempuh perjalanan dari Jakarta Kota ke Jatinegara menjadi 47 menit saja, memangkas waktu 10 menit. BVM pun mengalami puncak kejayaan pada tahun 1934, di mana mengoperasikan 5 lintas trem listrik dengan total panjang lintasan 41 kilometer.[3]

Kemunduran era trem Batavia dimulai pada tahun 1935, sebagai akibat dari Depresi Besar yang membuat keuangan BVM bermasalah serta munculnya moda transportasi lain seperti bemo dan oplet yang mengancam popularitas dari trem listrik. Sebagai akibat dari kendala keuangan tersebut, layanan bus BVM ditutup dan perusahaan hanya akan berfokus kepada layanan trem listrik saja. Layanan bus BVM pun baru dibuka kembali pada tahun 1941.[3]

Pada Maret 1942, Hindia Belanda memasuki Indonesia yang saat itu sedang di bawah kedudukan Jepang. Kedudukan Jepang atas Hindia Belanda memberikan dampak yang besar bagi sejarah perkembangan trem di Jakarta. Layanan trem Jakarta yang dikelola BVM diambil alih oleh tentara Jepang, dan namanya pun diubah namanya menjadi Tentara Nippon Batavia Tram. Lalu pada Juni 1942, namanya diubah lagi menjadi Seibu Rikuyo Batavia Shiden, yang kemudian diubah kembali menjadi Jakaruta Shiden. Di bawah kendali Jakaruta Shiden (ジャカルタ市電) trem Jakarta mengalami berbagai perombakan, seperti dihapuskannya sistem kelas, dipecatnya para pekerja BVM yang merupakan warga Belanda, dilakukannya periasan simbol-simbol Jepang pada body trem, dan dibangunnya jalur ganda (double track) pada lintas Gunung Sahari sampai dengan Pal Putih.[3]

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia dikumandangkan, pada 13 Oktober 1945 terjadi pengambilalihan perusahaan Jakaruta Shiden kepihak Indonesia, serta mengubah namanya menjadi Trem Djakarta Kota yang pada tahun 1957 dinasionalisasi menjadi Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD). Walaupun diambilalih, PPD hanya mengoperasikan trem tersebut selama beberapa waktu saja dan akhirnya dihapus karena dianggap tidak cocok dengan tata ruang kota besar.[3][6]

Banyak dari jalur-jalur trem yang sudah tidak terpakai ini kemudian ditimbun oleh aspal. Perlahan waktu, rel-rel trem tersebut mulai muncul kembali ke permukaan tanah dan dapat dilihat kembali, seperti contohnya jalur trem di area Glodok.

Sisa jalur trem yang timbul di daerah Glodok.
Sisa jalur trem yang timbul di daerah Glodok.

Terdapat pula sebuah potongan jalur trem yang muncul di area Museum Fatahillah, dan potongan rel tersebut sudah dijadikan sebuah monumen oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2013.

Bekas jalur trem yang dijadikan monumen di Museum Fatahillah.
Bekas jalur trem yang dijadikan monumen di Museum Fatahillah.
Jalur trem yang dijadikan monumen di Museum Fatahillah.
Jalur trem yang dijadikan monumen di Museum Fatahillah.
Rel trem yang dijadikan monumen di Museum Fatahillah.
Rel trem yang dijadikan monumen di Museum Fatahillah.

Berikut adalah jadwal layanan trem Jakarta per 1 Juni 1948

Kereta No.TujuanJenis keretaSelang waktuKeberangkatan terakhir
1Jakarta Kota–Jatinegara2 kereta dan pikolanwagenSetiap 9 menit00.09
2Menteng–Pasar Ikan (Amsterdamschepoort)1 keretaSetiap 15 menit23.45
3Kramat–Jakarta Kota1 keretaSetiap 15 menit23.55
4Tanah Abang–Jakarta Kota1 kereta dan pikolanwagenSetiap 10 menit23.58
5Pasar Tanah Abang–Industrie1 keretaSetiap 12 menit23.13
6Asemka–Jembatan Lima1 kereta?

Jalur trem dibagi menjadi tiga kelas yaitu kelas 1, kelas 2 dan kelas 3. Kelas terakhir ini ditujukan bagi penduduk pribumi yang umumnya cuma berbentuk seperti bak terbuka atau disebut pikolanwagen, fasilitas ini dipergunakan untuk mengangkut ikan, sayuran, buah-buahan dan sejenisnya. Rata-rata penumpang biasanya terdiri dari kelas 1 sebanyak 15%, sedangkan sisanya untuk kelas 2 dan 3.

Daftar stasiun

[sunting | sunting sumber]

Kampung Melayu-Pasar Ikan

[sunting | sunting sumber]
NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Lintas Kampung Melayu–Pasar Ikan
Segmen Kampung Melayu–Jatinegara
Panjang segmen 1 Km
Diresmikan pada tanggal 28 Februari 1891
- Kampung Melayu Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timurkm 00+000Tidak beroperasi
- Grote Pasar -Tidak beroperasi
- Meester Cornelis Jl. Bukit Duri, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatankm 1+xxxTidak beroperasi
Segmen Jatinegara–Kramat
Panjang segmen 4 Km
Diresmikan pada tanggal 15 September 1889
- Koningin Emmalaan -Tidak beroperasi
- Berenlaan -Tidak beroperasi
- Koning Willem III -Tidak beroperasi
- Salemba SLBKenari, Senen, Jakarta Pusatkm ?
km 00+700 lintas Pegangsaan-Salemba
km 00+000 lintas Salemba-Percetakan Negara
Tidak beroperasi
- Pulo -Tidak beroperasi
0473KramatKMTJl. Percetakan Negara III, Paseban, Senen, Jakarta Pusatkm ?
km 00+000 lintas Kramat-Salemba
km 8+685 lintas Jakarta Kota-Jatinegara-Cikampek
+10 mBeroperasi
Segmen Kramat–Harmoni
Panjang segmen 4 Km
Diresmikan pada tanggal 5 Agustus 1883
- Tramremise -Tidak beroperasi
- Stoviaweg -Tidak beroperasi
- Waterlooplein -Tidak beroperasi
- Schouwburg -Tidak beroperasi
- Noordwijk -Tidak beroperasi
- Rijswijk Gambir, Gambir, Jakarta Pusat-Tidak beroperasi
- Harmoni Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusatkm ?
km 00+000 lintas Harmoni-Pasar Senen
Tidak beroperasi
Segmen Harmoni–Pasar Ikan
Panjang segmen 4
Diresmikan pada tanggal 1 Juli 1883
- Kaligoot -Tidak beroperasi
- Prinsenlaan -Tidak beroperasi
- Glodok Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat-Tidak beroperasi
- Batavia Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat-Tidak beroperasi
- Amsterdamse Poort -Tidak beroperasi
- Pasar Ikan km 13+xxxTidak beroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [7][8]
  • Pengidentifikasi stasiun: [9]
  • Tanggal pembukaan jalur: [10]:106–124

Harmoni-Tanah Abang

[sunting | sunting sumber]
NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Lintas Harmoni—Pasar Senen
Segmen Harmoni-Tanah Abang
- Harmoni Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusatkm 00+000Tidak beroperasi
- Koningsplein Noordwest -Tidak beroperasi
- Kebonjahe Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat-Tidak beroperasi
- Jatibaru -Tidak beroperasi
- Pasar Tanah Abang PTHB-Tidak beroperasi
Segmen Tanah Abang—Pasar Senen
- Kampung Lima -Tidak beroperasi
- Gang Jaksa -Tidak beroperasi
- Menteng Menteng, Menteng, Jakarta Pusatkm ?
km 00+000 lintas Menteng-Pasar Ikan
Tidak beroperasi
0473KramatKMTJl. Percetakan Negara III, Paseban, Senen, Jakarta Pusatkm ?
km 00+000 lintas Kramat-Salemba
km 8+685 lintas Jakarta Kota-Jatinegara-Cikampek
+10 mBeroperasi
0470Pasar SenenPSEJl. Stasiun Senen, Senen, Senen, Jakarta Pusatkm ?
km 6+145 lintas Jakarta Kota-Jatinegara-Cikampek
+4,7 mBeroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [7][11]
  • Pengidentifikasi stasiun: [12]
  • Tanggal pembukaan jalur: [10]:106–124

Menteng-Pasar Ikan

[sunting | sunting sumber]
NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Lintas Menteng-Pasar Ikan
Segmen Menteng-Harmoni
- Menteng Menteng, Menteng, Jakarta Pusatkm 00+000Tidak beroperasi
- Kebonsirih -Tidak beroperasi
0430GambirGMRGambir, Gambir, Jakarta Pusatkm ?
km 5+540 lintas Jakarta Kota-Manggarai-Bogor/Nambo
+16 mBeroperasi
- Fromberg-park -Tidak beroperasi
- Koningsplein Noordwest -Tidak beroperasi
- Harmoni Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusatkm ?
km 00+000 lintas Harmoni-Pasar Senen
Tidak beroperasi
Lintas Menteng-Pasar Ikan
Segmen Harmoni-Pasar Ikan
- Kaligoot -Tidak beroperasi
- Prinsenlaan -Tidak beroperasi
- Glodok Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat-Tidak beroperasi
- Batavia Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat-Tidak beroperasi
- Amsterdamse Poort -Tidak beroperasi
- Pasar Ikan -Tidak beroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [7][13]
  • Pengidentifikasi stasiun: [14]
  • Tanggal pembukaan jalur: [10]:106–124

Dalam budaya populer

[sunting | sunting sumber]

Ismail Marzuki mengabadikan kebiasaan warga sekitar Jakarta yang membanjiri kota di hari Idulfitri untuk naik trem listrik dalam lagu Hari Lebaran (1954).

Sementara itu, dalam film Asrama Dara (1958), trem lintas Jakarta menjadi latar adegan dan lagu "Trem dan Bus Kota" yang dibawakan oleh Aminah Tjendrakasih.[15]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Shahab, Alwi (2009). Batavia Kota Banjir. Jakarta: Penerbit Republika.
  2. "NITM". Diakses tanggal 20 Desember 2017.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 Yasin Sulaeman, Adriansyah (November 2017). "Trem Batavia, Mutiara Transportasi Jakarta yang Terlupakan". Diakses tanggal 10 Juli 2019.
  4. (Belanda) Nederlands-Indische Tramweg Maatschappij. Batavia: Koninklijke Bibliotheek. 1881–1921. Pemeliharaan CS1: Format tanggal (link)
  5. (Belanda) S. A., Reitsma (1928). Korte geschiedenis der Nederlandsch-Indische spoor- en tramwegen. Batavia (Jakarta) – Weltevreden. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  6. Shahab, Alwi (2004). Saudagar Baghdad dari Betawi. Jakarta: Penerbit Republika.
  7. 1 2 3 Subdirektorat Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). ;
  8. Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa.
  9. Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
  10. 1 2 3 Reitsma, S.A. (1928). Korte Geschiedenis der Nederlandsch-Indische Spoor- en Tramwegen. Weltevreden: G. Kolff & Co.
  11. Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa.
  12. Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
  13. Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa.
  14. Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
  15. "Asrama Dara OST - Trem & Bis Kota - Sajekti / (Aminah Tjendrakasih) HD". Kharis Ekky (YouTube). Diakses tanggal 18 Januari 2023.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]