Stasiun Batavia (Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Stasiun Batavia
Batavia
COLLECTIE TROPENMUSEUM Het voormalige station van de BOS ( Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij) het latere station Batavia Zuid van de Staatsspoorwegen (SS) in Batavia TMnr 10013995.jpg
Bangunan Stasiun Batavia BOS
LokasiPinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11110
Indonesia
Koordinat6°08′15″S 106°48′53″E / 6.1375786°S 106.8146342°E / -6.1375786; 106.8146342Koordinat: 6°08′15″S 106°48′53″E / 6.1375786°S 106.8146342°E / -6.1375786; 106.8146342
Pengelola
Informasi lain
Kode stasiun[1]
Sejarah
Dibuka31 Maret 1887
Ditutup1923
Lokasi pada peta

Stasiun Batavia (disebut juga Stasiun Batavia BOS untuk membedakan dengan Stasiun Batavia milik NIS) adalah stasiun kereta api nonaktif yang terletak sekitar 200 meter dari Stasiun Batavia NIS. Pada tahun 1923, stasiun ini dibongkar serta dibangun ulang menjadi stasiun yang lebih megah, & diberi nama baru Stasiun Batavia Benedenstad (kini namanya sudah berubah menjadi Stasiun Jakarta Kota).

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Stasiun ini dibangun oleh perusahaan kereta api Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij (BOS) yang telah diberi konsesi untuk mengoperasikan kereta api di lintas BataviaKrawang (Karawang). Terhitung pada tanggal 31 Maret 1887, jalur di segmen BataviaBekassie (Bekasi BOS) selesai dibangun & kereta-kereta mulai beroperasi di lintas ini.[2] Pada saat awal BOS beroperasi, perusahaan ini sebenarnya telah memperkirakan adanya indikasi kerugian akibat harga bahan pokok yang kala itu masih rendah dengan hasil panen rendah pula. Bila dibandingkan dengan pengangkutan lewat jalur sungai, juga menemukan kendala akibat dari faktor cuaca. BOS diketahui memiliki masalah keuangan dengan pendapatan yang diperolehnya, yang dimana pendapatan ini hanya cukup untuk menutup biaya operasi saja. Bahkan, BOS pun harus meminjam dana ke pemerintah kolonial agar perusahaan tetap dapat bisa beroperasi.[3]

Pada tahun 1898, Staatsspoorwegen (SS) resmi membeli jalur dari BOS.[4] Sesudah dibeli, sejumlah perhentian/halte eksisting kemudian digantikan dengan bangunan ala SS, seperti contohnya Stasiun Klender & Stasiun Bekasi, yang dokumentasi foto-foto lawasnya masih bisa dijumpai. Pada masa-masa ini, SS langsung mengganti nama Stasiun Batavia BOS menjadi Stasiun Batavia SS.

Setelah SS mengakuisisi jalur kereta api lintas BataviaBuitenzorg dari NIS, SS mengganti nama stasiun ini menjadi Stasiun Batavia Zuid untuk membedakan dengan Stasiun Batavia Noord yang merupakan bekas stasiun milik NIS.[5]

Pada tahun 1923, Stasiun Batavia Zuid ini ditutup & dibongkar oleh SS karena adanya rencana pembangunan stasiun baru yang lebih besar di lokasi tersebut, keseluruhan bangunan Stasiun Batavia Zuid pun sudah terbongkar pada tahun 1926. Sebagai gantinya, Stasiun Batavia Noord untuk sementara dijadikan stasiun pusat oleh SS untuk mengangkut penumpang.

Pada tanggal 8 Oktober 1929, keseluruhan area stasiun ini pun sudah selesai dibangun serta diresmikan, & diberi nama baru Stasiun Batavia Benedenstad (kini namanya sudah berubah menjadi Stasiun Jakarta Kota).[6]

Stasiun Batavia Zuid sempat memiliki jalur yang menuju ke Stasiun Angke melalui Jalan Pasar Asemka. Saat dibuat jalur baru dari Stasiun Angke yang memutar melewati daerah Kota Intan & Kampung Bandan, jalur dari Stasiun Batavia Zuid hingga Jalan Pasar Asemka ini pun diputus (hanya diputus saja). Kemudian, sempat didirikan sebuah stasiun di Jalan Pasar Asemka ini yang diberi nama Stasiun Pasar Pagi, stasiun ini digunakan sebagai stasiun pemberangkatan awal dari kereta-kereta penumpang yang menuju ke Stasiun Tangerang. Stasiun beserta jalur ini dibongkar pada suatu waktu, lalu bekas lokasinya sudah mejadi Pasar Asemka & flyover Jalan Asemka Raya. Masih terdapat pula peninggalan dari jalur ini yang tersisa & masih dapat dilihat, yaitu 2 buah bekas pondasi jembatan rel yang menyebrangi kali Krukut, lokasinya berada di bawah flyover Jalan Asemka Raya.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  2. ^ Reitsma, Steven Anne (1915). Eenige Bladzijden : Indische : Spoorwegpolitiek II (De Poerwodadi-Goendih Stoomtram Maatschappij). Tegal: J.D. Boer. hlm. 1-7. 
  3. ^ "Verkort Jaarverslag der Bataviasche Oosterspoorweg-Maatschappij over 1887". de Locomotief. 30 Januari 1889. 
  4. ^ van der Stok, P.J.C. (1913). Gouvernements-exploitatie in Nederlandsch-Indië. Amsterdam: Electrische Drukkerij het Vanderland. 
  5. ^ Tjandrasasmita, U. (2000). Sejarah perkembangan Kota Jakarta. Jakarta: Dinas Museum dan Pemugaran. 
  6. ^ Media, Kompas Cyber. "Menggali Jejak Stasiun Batavia Noord dan Batavia Zuid". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-06-15. 
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Terminus Batavia–Krawang Goenoengsarie