Stasiun Manggarai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Stasiun Manggarai
KAI Commuter Kereta Api Indonesia#Kereta api bandara
A01B09C13

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun MRI.png
Bangunan utama Stasiun Manggarai, 2021.jpg
Tampak depan Stasiun Manggarai dengan papan nama versi baru 2020, April 2021
LokasiJalan Manggarai Utara 1
Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, 12850
Indonesia
Ketinggian+13 m
OperatorKereta Api Indonesia
Daerah Operasi I Jakarta
KAI Commuter
KAI Bandara
Letak dari pangkal
Jumlah peron7 (satu peron sisi dan dua peron pulau rendah yang bertangga di jalur 1-3, serta empat peron pulau tinggi di antara jalur 3-4, 5-6, 10-11, dan 12-13)
Jumlah jalur13
  • jalur 1: sepur lurus arah Jakarta Kota
  • jalur 2: Ditutup Total
  • jalur 3-4 penomoran lama: Nonaktif untuk sementara waktu, dan perubahan penomoran Jalur.
  • jalur 3 penomoran baru : sepur lurus arah Jatinegara
  • jalur 4 penomoran baru : sepur belok arah Jatinegara
  • jalur 6: sepur lurus arah Tanah Abang dan arah Depo KRL Bukit Duri
  • jalur 7: sepur lurus dari arah Cikarang/Bekasi
  • jalur 8: sepur lurus dari arah Tanah Abang/Duri/Angke
  • jalur 9: jalur terminus KAI Bandara
  • jalur 10: sepur belok jalur layang arah Jakarta Kota
  • jalur 11: sepur lurus jalur layang arah Jakarta Kota
  • jalur 12: sepur lurus jalur layang arah Bogor
  • jalur 13: sepur belok jalur layang arah Bogor
Konstruksi
ArsitekIr. J. van Gendt
Gaya arsitekturNieuw Indische Bouwstijl
Informasi lain
Kode stasiun
  • MRI
  • 0440
[2]
KlasifikasiBesar tipe A[2]
Sejarah
Dibuka1 Mei 1918; 104 tahun lalu (1918-05-01)
Elektrifikasi1 Mei 1927
Operasi layanan
KRL Commuter Line dan Lin Soekarno-Hatta (KAI Bandara)
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Cikini
ke arah Jakarta Kota
Lin Bogor Tebet
ke arah Bogor
Lin Bogor Tebet
ke arah Nambo
Sudirman
ke arah Cikarang
Lin Lingkar Cikarang
Full racket
Cikarang-Manggarai-Cikarang via Pasar Senen
Matraman
ke arah Cikarang
Terminus Lin Soekarno-Hatta Sudirman Baru
Layanan penghubung
Stasiun sebelumnya Transjakarta Stasiun berikutnya
Matraman 2 Koridor 4
transfer di Manggarai
Pasar Rumput
ke arah Tosari
Koridor 4
transfer di Manggarai
Pasar Rumput
Koridor 4
transfer di Manggarai
Pasar Rumput
ke arah Ragunan
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir sepeda Eskalator Lift Tangga naik/turun Musala Toilet Mesin tiket Pemesanan langsung di loket Cetak tiket mandiri 
Isi baterai Parkir Pertokoan/area komersial Galeri ATM Ruang/area tunggu Restoran Tempat naik/turun Ruang menyusui 
Tipe persinyalan
Logo Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman.png Cagar budaya Indonesia
Stasiun Kereta Api Manggarai
KategoriBangunan
No. RegnasRNCB.19990112.04.000470
Tanggal SK1993 dan 1999
PemilikMilik negara cq Direktorat Jenderal Perkeretaapian
PT Kereta Api Indonesia (Persero)
PengelolaPT Kereta Api Indonesia (Persero)
KAI Commuter
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Lokasi pada peta

Stasiun Manggarai (MRI) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan; pada ketinggian +13 meter; termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api terbesar di DKI Jakarta dengan luas ±2,47 ha.[5]

Stasiun ini melayani KAI Commuter tujuan Bogor, Depok, Jatinegara, Jakarta Kota, dan Cikarang serta KAI Bandara tujuan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Letak stasiun berada di persimpangan tujuh: ke Jatinegara, Jakarta Kota, Tanah Abang, Bogor, Depo KRL Bukit Duri, Pengawas Urusan Kereta, serta Balai Yasa Manggarai.

Stasiun ini pernah memiliki lorong bawah tanah, seperti di Stasiun Pasar Senen, supaya memudahkan penumpang untuk berpindah antarperon.[6] Akan tetapi, lorong bawah tanah di stasiun ini kini telah ditutup seiring dengan proyek pembangunan stasiun yang saat ini tengah berlangsung. Saat ini, tidak ada kereta api jarak jauh yang berhenti di stasiun ini, kecuali jika terjadi penyusulan dan antrian antarkereta api.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Stasiun Manggarai, sekitar tahun 1920-an.

Wilayah Manggarai sudah dikenal sejak abad ke-17, merupakan tempat tinggal dan pasar budak asal Manggarai, Flores yang kemudian berkembang menjadi Gementee Meester Cornelis. Meskipun jalur BataviaBuitenzorg dibangun oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) pada tahun 1873, Stasiun Manggarai dibangun pada tahun 1914 dan selesai pada 1 Mei 1918.[7]

Sejak dibangun, tidak ada perubahan yang mencolok pada bangunan stasiun ini. Pada saat diresmikan, bangunan ini sebenarnya belum selesai secara keseluruhan—atap besi tidak dapat didatangkan karena terjadi Perang Dunia I. Sejak 1913, Staatsspoor en Tramwegen (SS) menguasai seluruh jalur KA di Batavia dan Meester Cornelis, kemudian menata ulang jalur KA di kedua kotapraja tersebut, antara lain membongkar Stasiun Bukit Duri eks-NIS (depo KRL saat ini) dan membangun stasiun baru di Manggarai. Pembangunan dipimpin oleh arsitek Belanda, Ir. J. van Gendt, yang juga merancang bangunan sekolah pendidikan perkeretaapian dan rumah-rumah dinas pegawai di sekitar kawasan stasiun.[7]

Stasiun ini menjadi saksi perjuangan bangsa Indonesia, yakni pada 3 Januari 1946, ketika kereta luar biasa (KLB) mengangkut rombongan Presiden Soekarno ke Kota Yogyakarta. Berbagai persiapan yang bersifat rahasia dilakukan. Deretan gerbong barang diletakkan di jalur 1. Sekitar pukul tujuh malam, KLB melintas dengan sangat perlahan dari arah Pegangsaan melalui jalur 4.[7]

Pembangunan stasiun pusat[sunting | sunting sumber]

Pada 12 Agustus 2016, PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) bersama komunitas pecinta KRL Commuter Line menyelenggarakan diskusi mengenai rencana pengembangan Stasiun Manggarai. Untuk menjawab keluhan antrean penumpang KCI yang terus meningkat setiap tahunnya, penyelesaian jalur dwiganda Cikarang—Manggarai dikebut. Selain itu, stasiun ini akan dibuat bertingkat yang dapat mengakomodasi kereta api jarak jauh dan KRL Commuter Line dengan jalur masing-masing. Stasiun ini diharapkan akan menjadi stasiun pusat bagi KRL Commuter Line dan juga terminus untuk KRL Bandara Soekarno-Hatta.[8]

Terkait dengan hal tersebut, Direktorat Jenderal Perkeretaapian mulai melakukan renovasi stasiun ini pada tahun 2017 dengan menambahkan bangunan baru dengan arsitektur modern minimalis futuristik menjadi sebanyak tiga lantai—lantai 1 stasiun merupakan emplasemen KRL Commuter Line dan KRL bandara, lantai 2 merupakan tempat penyediaan fasilitas penumpang dan kios (area komersial), dan lantai 3 digunakan untuk pemberhentian KRL Commuter Line dan juga kereta api jarak jauh.[9][10] Bangunan lama stasiun ini, peninggalan Staatsspoorwegen, akan tetap dipertahankan karena berstatus sebagai cagar budaya. Dengan selesainya proyek Stasiun Manggarai sebagai stasiun sentral ini, direncanakan semua kereta penumpang jarak jauh dan menengah dengan terminus di Stasiun Gambir akan dipindahkan ke Stasiun Manggarai.[11][12]

Untuk mengakomodasi pelayanan KRL Bandara Railink, perjalanan yang semula hanya melayani rute Sudirman Baru/BNI City—Bandara Soekarno-Hatta diperpanjang menjadi Manggarai—Bandara Soekarno-Hatta—sebelumnya sempat diperpanjang menjadi Bekasi—Bandara Soekarno-Hatta selama beberapa bulan. Dengan selesainya bangunan KA Bandara, Stasiun Manggarai sudah resmi melayani penumpang KRL Bandara tersebut sejak 5 Oktober 2019.[13]

Hak penamaan[sunting | sunting sumber]

Sebagai inovasi dalam mengoptimalkan asetnya, KAI menawarkan program hak penamaan (Exclusive Naming Rights). Program ini dijalankan kembali setelah terakhir dilaksanakan pada Stasiun BNI City pada 2018 dan Stasiun Metland Telagamurni pada 2019. Melalui program ini, jenama (brand) dari mitra yang menjalin kontrak dapat diterapkan pada berbagai aspek media KAI meliputi papan petunjuk (signage, wayfinding), peta jalur, hingga pengumuman (announcement) baik di stasiun maupun di dalam kereta.[14]

KAI menargetkan program hak penamaan stasiun fase 1 dapat selesai tahun ini. Oleh karena itu pada 20 September 2022, KAI melaksanakan Exclusive Meeting Gathering bagi para calon mitra di Hotel Mulia, Jakarta. Untuk fase 1 ini, hak penamaan ditawarkan bagi Stasiun Manggarai serta beberapa stasiun lain di Jakarta antara lain Stasiun Pasar Senen, Stasiun Jatinegara, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Tebet, Stasiun Cikini, Stasiun Sudirman, Stasiun Juanda, Stasiun Gondangdia, dan Stasiun Palmerah.[15]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Lantai 3 Stasiun Manggarai

Bersebelahan dengan depo dan bangunan stasiun terdapat Balai Yasa Manggarai, yang merupakan bengkel untuk melakukan perawatan rutin dan reparasi kereta penumpang. Tidak jauh di selatan stasiun ini terletak depo KRL Bukit Duri, tempat penyimpanan dan perawatan harian aneka kereta rel listrik. Pada awalnya, depo ini juga menyimpan lokomotif diesel, tetapi semuanya dipindahkan ke depo di Cipinang dan Tanah Abang.

Stasiun Manggarai awalnya memiliki sembilan jalur kereta api yang digunakan untuk pemberhentian KRL ditambah masing-masing satu jalur untuk langsiran menuju Pengawas Urusan Kereta, Depo Bukit Duri, maupun ke Balai Yasa Manggarai. Jalur 1 dan 2 digunakan untuk pemberhentian Lin Cikarang. Jalur 3 dan 4 digunakan sebagai sepur lurus untuk kereta api jarak jauh serta untuk pemberhentian Lin Cikarang. Jalur 5-7 digunakan untuk pemberhentian Lin Sentral (Lin Bogor). Jalur 8 dan 9 digunakan untuk pemberhentian KRL Bandara Soekarno Hatta.

Per 25 September 2021, pengembangan tahap pertama stasiun ini sudah selesai dikerjakan. Pengembangan tersebut berupa bangunan baru bertingkat yang dibangun di sisi barat stasiun beserta jalur atas yang terdiri dari empat jalur kereta api sehingga jumlah jalur stasiun bertambah menjadi tiga belas jalur. Bersamaan dengan itu, layanan Lin Sentral diubah namanya menjadi Lin Bogor serta jalurnya dipindahkan melalui jalur atas Stasiun Manggarai yang diberi nomor jalur 10 sampai 13. Jalur 10 dan 11 berturut-turut merupakan sepur belok dan sepur lurus pemberhentian KRL tersebut untuk arah Jakarta Kota, sedangkan jalur 12 dan 13 berturut-turut merupakan sepur lurus dan sepur belok pemberhentian KRL tersebut untuk arah Bogor. Selain itu, akses peron melalui pintu utama di sisi barat stasiun juga terintgrasi dengan Transjakarta melalui Halte Manggarai.[16]

Sejak pengoperasian KRL Commuter Line, stasiun ini menjadi semakin padat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya jumlah penumpang naik-turun, serta banyak perusahaan restoran dan pertokoan waralaba internasional yang membuka cabang di sini.

Berikut tata letak peron di Stasiun Manggarai beserta layanan kereta komuter yang melayaninya per 31 Mei 2022:[17]

PapanKeretaApi 2020.svg

KRL CL icon.svgKA Bandara icon.svg A01B09C13 PapanNamaStasiunKomuter MRI.svg

Lantai 2 Jalur 10 (Cikini)      Lin Bogor tujuan Jakarta Kota
Peron pulau, pintu peron 10 terbuka di sisi kiri
pintu peron 11 terbuka di sisi kanan
Jalur 11 (Cikini)      Lin Bogor tujuan Jakarta Kota

Sepur lurus langsung arah Jakarta Kota

Jalur 12      Lin Bogor tujuan Bogor/Nambo (Tebet)

Sepur lurus langsung arah Bogor

Peron pulau, pintu peron 12 terbuka di sisi kanan
pintu peron 13 terbuka di sisi kiri
Jalur 13      Lin Bogor tujuan Bogor/Nambo (Tebet)
Lantai G Pintu tiket barat, mesin tiket, dan loket (KA komuter dan bandara)
G Gerbang timur, pintu tiket, mesin tiket, loket, dan kios retail (KA komuter), bangunan cagar budaya
Peron sisi
Jalur 1 Sepur lurus langsung arah Jakarta Kota
Jalur 1 (Baru) Nonaktif
Peron pulau
Jalur 2 (Baru) Nonaktif
Jalur 3 Sepur lurus langsung arah Jatinegara
Peron pulau
Jalur 4 Sepur belok langsung arah Jatinegara
Peron sisi (temporer), pintu terbuka di sebelah kanan
Jalur 6 (Sudirman)      Lin Lingkar Cikarang tujuan Cikarang (via Angke)
Peron pulau, pintu peron terbuka di sisi kiri atau kanan
Jalur 7 (Sudirman)      Lin Lingkar Cikarang tujuan Cikarang (via Angke) dan feeder tujuan Angke/Kampung Bandan

Sepur langsung arah Tanah Abang

Jalur 8      Lin Lingkar Cikarang tujuan Cikarang (Matraman)

Sepur langsung arah Bogor

Peron pulau (khusus KA komuter), pintu peron terbuka di sisi kanan (hanya jalur 8)
Jalur 9 (Sudirman Baru)      Lin Soekarno-Hatta tujuan Bandara Soekano-Hatta
Peron sisi (khusus KA bandara), pintu terbuka di sebelah kiri
Jalur akses Balai Yasa Manggarai
Gerbang barat

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Komuter[sunting | sunting sumber]

Nama kereta api Tujuan akhir Keterangan
Lantai atas
B Lin Bogor Jakarta Kota -
Bogor
Nambo Hanya beberapa perjalanan
Lantai bawah
C Lin Lingkar Cikarang (half racket) Angke -
Kampung Bandan
Cikarang
C Lin Lingkar Cikarang[a] Cikarang Perjalanan berlawanan arah jarum jam
C Lin Lingkar Cikarang[b] Cikarang Perjalanan searah jarum jam

Kereta api bandara[sunting | sunting sumber]

Nama kereta api Tujuan akhir Keterangan
Lantai bawah
A Lin Soekarno—Hatta Manggarai -
Bandara Soekarno-Hatta

Antarmoda pendukung[18][sunting | sunting sumber]

Stasiun kereta api di DKI Jakarta
JICT (untuk Pelabuhan Tanjung Priok)
Jalan Tol Akses Tanjung Priok
Pasoso
Sungai Lagoa
Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta
Tanjung Priuk TP 10 10D 10H 12 Terminal Tanjung Priok
Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta
Ancol
Jakarta Gudang
B TP 1 4M 5K 9B 12 Jakarta Kota
Kampung Bandan C 5 5D 5H 10H
Jayakarta
Rajawali
Mangga Besar
Jembatan Layang Bandengan
Terowongan Kemayoran
Sawah Besar
Kemayoran
2 2A 2D 3 5H 7F 8A 12M Juanda
Jembatan Layang Angke
C Angke
T A Duri
Gambir Kereta Api Indonesia 2 2A 2D 5C 7F
Gondangdia
Jembatan Layang Tanah Abang
R Tanah Abang
Cikini
Karet
Pasar Senen Kereta Api Indonesia 2 2A 2D 5 5D 5K 7F 11V 14 Terminal Pasar Senen
Terowongan Senen
1 4 6B 9B 13C M A CB BK Sudirman
Gang Sentiong
Mampang
Kramat
Terowongan Pramuka
4 4D 4H A Terminal Manggarai Manggarai
Pondok Jati
Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta
9 9A Grogol
Matraman 5 5C 5D 5K 11V
2A 2D 3 3F 8 Pesing
Palmerah
Jembatan Layang Pesing
2A 2D 3 3F T Taman Kota
Kebayoran 8 13 13B 13C 13D 13E 13F R
Bojong Indah
ke Serpong
Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta
Rawa Buaya
Jatinegara Kereta Api Indonesia 4K 5 5C 5D 5E 5K 7F 7M 10 11 11V
Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta
Kalideres
Cipinang
Jembatan Layang Klender
ke Tangerang
Klender
Depo KRL Bukit Duri
Buaran 11 11V
Jembatan Layang Tebet
Jembatan Layang Penggilingan
Tebet
Klender Baru
CB BK 4K 9 9A 9B 9C 13F Cawang
Cakung C 11T
Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta
Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta
Duren Kalibata
ke Cikarang
Pasar Minggu Baru
Pasar Minggu B Terminal Pasar Minggu
Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta
Tanjung Barat
Lenteng Agung
Univ. Pancasila
ke Bogor/Nambo
Jenis angkutan umum Trayek Tujuan
BRT Transjakarta 4 Pulo Gadung 2—Tosari (di halte Manggarai)
4D Pulo Gadung 2—Patra Kuningan (di halte Manggarai)
4H Pulo Gadung 2—Ragunan (di halte Manggarai)
Bus kota Transjakarta 4B (MetroTrans) Stasiun Manggarai—Universitas Indonesia
6F (Non BRT) Terminal Manggarai—Kebun Binatang Ragunan
6M (Non BRT) Terminal Manggarai—Terminal Blok M
RoyalTrans Transjakarta B23 (RoyalTrans) Terminal Manggarai—Terminal Bekasi (via Bekasi Timur)
Mikrotrans Transjakarta JAK 86 Terminal Manggarai—Terminal Rawamangun
JR Connexion (Perum PPD) x9 Stasiun Bogor—Stasiun Manggarai

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada 24 Juni 2022, seorang penumpang KRL Commuter Line terjatuh ke bawah peron. Dikatakan bahwa penumpang tersebut jatuh saat hendak masuk ke KRL 5551 relasi Cikarang—Kampung Bandan di peron jalur 6-7 Stasiun Manggarai. Hal ini memicu kepanikan seluruh penumpang di Stasiun Manggarai mengingat kereta sedang melintas saat korban terjatuh. Beruntung, korban selamat dan segera dibawa ke Pos Kesehatan Stasiun untuk diberikan pertolongan pertama. Setelah ditangani di pos kesehatan dan kondisi kesehatannya dipastikan baik, penumpang itu kembali melanjutkan perjalanan menggunakan KRL.[19]

Pada 8 Juli 2022, dua minggu berselang sejak insiden sebelumnya, seorang anak terperosok ke bawah peron Jalur 6 Stasiun Manggarai saat akan naik KRL TM 6000 New Livery bersama dengan ibunya dan adiknya yang masih kecil. Beruntung anak tersebut langsung diselamatkan oleh Petugas Keamanan Dalam (PKD) diduga anak tersebut terperosok karena penuhnya kapasitas kereta sebagai akibat penyesuaian pascaperubahan rute.[20]

Dalam budaya populer[sunting | sunting sumber]

Stasiun Manggarai pernah digunakan sebagai latar tempat salah satu adegan pada film Kereta Hantu Manggarai dan Kereta Setan Manggarai yang diadaptasi dari film horor.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ via Pasar Senen (Cikarang—Jatinegara—Pasar Senen—Kampung Bandan—Manggarai—Jatinegara—Cikarang)
  2. ^ via Manggarai (Cikarang—Jatinegara—Manggarai—Kampung Bandan—Kemayoran—Jatinegara—Cikarang)

Kutipan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2020-02-27. Diakses tanggal 2020-05-09. 
  4. ^ Rahayu, Juwita Trisna. Galiartha, Gilang, ed. "Sistem persinyalan Manggarai-Jatinegara diperbarui". ANTARA News. Diakses tanggal 2019-02-27. 
  5. ^ Adhiprasasta & Noerwasito 2018, hlm. G14.
  6. ^ Mustaqim, Akhmad (20 Maret 2017). "Melihat Underpass Stasiun Manggarai yang Ramai Jadi Perbincangan". detikcom. Detikcom. Diakses tanggal 3 Agustus 2017. 
  7. ^ a b c Pratiwi, R.; Soviana, N.; Sudarsih, A. (2014). "Manggarai: Stasiun Simpang Tujuh Dilengkapi Bancik Terpanjang". Majalah KA. 97: 19-21. 
  8. ^ Pratama, TB Gemilang (2016-08-13). "PTKCJ Adakan Focus Group Discussion Bersama Pengguna KRL". Railway Enthusiast Digest. Diakses tanggal 2019-10-08. 
  9. ^ Pablo, Samuel. "Pengumuman! Stasiun Manggarai Bakal Disulap Seperti Ini". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2019-10-08. 
  10. ^ Pribadi, Max Agung. "Stasiun Manggarai Bakal Jadi Tiga Lantai". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2019-10-08. 
  11. ^ Anwar, Muhammad Choirul. "Meraba Masa Depan Stasiun Gambir & Manggarai, Sekeren Apa Ya?". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2019-10-08. 
  12. ^ Hamdani, Trio. "Mengintip Suasana Stasiun Manggarai yang Bakal Gantikan Gambir". detikcom. Diakses tanggal 2019-10-08. 
  13. ^ Mulai 5 Oktober, Stasiun Manggarai Layani KA Bandara Soekarno-Hatta
  14. ^ Arini, Shafira Cendra (2022-09-09). "KAI Buka Peluang Perusahaan Kasih Nama Stasiun Manggarai-Jatinegara, Minat?". detikcom. Jakarta. Diakses tanggal 2022-09-14. 
  15. ^ Artada, Yessy (2022-09-09). "Tawarkan Hak Penamaan 10 Stasiun, KAI Bakal Gelar Exclusive Marketing Gathering, Catat Tanggalnya!". JPNN.com. Jakarta. Diakses tanggal 2022-09-22. 
  16. ^ Pratama, Akhdi Martin (2021-09-24). "Besok, Jalur Layang Bogor Line di Stasiun Manggarai Mulai Dioperasikan". Kompas.com. 
  17. ^ @CommuterLine (May 31, 2022). "#RekanCommuters yg dari arah Cikarang/Bekasi & ingin ke Jakarta Kota bisa memanfaatkan KRL Loop Line via Pasar Senen & transit di Kampung Bandan" (Tweet) – via Twitter. 
  18. ^ "Daftar Trayek Angkutan Umum DKI Jakarta". Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Diakses tanggal 30 Desember 2017. 
  19. ^ Fea (2022-06-25). "Penumpang Selamat Usai Jatuh dari Peron St Manggarai Saat KRL Jalan". CNN Indonesia. Diakses tanggal 2022-07-01. 
  20. ^ Nuraeni, Sri (2022-07-08). "Anak Kecil Terperosok ke Peron di Stasiun Manggarai, Warganet Minta Perbaikan Stasiun Manggarai". Hariane.com. Jakarta. Diakses tanggal 2022-09-22. 

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

Adhiprasasta, Muhamad Agra; Noerwasito, Vincentius Totok (2018-03-31). "Pengembangan Stasiun Pusat Regional di Manggarai – Jakarta selatan". Jurnal Sains dan Seni ITS. 7 (1): 14–18. doi:10.12962/j23373520.v7i1.29233. ISSN 2337-3520. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Terminus Lintas Jakarta
Manggarai–Jatinegara
Matraman
ke arah Jatinegara
Mampang
ke arah Tanah Abang
Lintas Jakarta
Tanah Abang–Manggarai
Terminus
Cikini
ke arah Jakarta Kota
Lintas Jakarta
Jakarta Kota–Manggarai
Terminus Manggarai–Padalarang Tebet
ke arah Padalarang