Stasiun Manggarai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Stasiun Manggarai
  • Singkatan: MRI
  • Nomor: 0440
Manggarai sta 100210-0803.jpg
Stasiun Manggarai, 2010
Lokasi
Provinsi DKI Jakarta
Kota Jakarta Selatan
Kecamatan Tebet
Kelurahan Manggarai
Alamat Jalan Manggarai Utara 1
Kode pos 12850
Koordinat 6°12′36″LS 106°50′58″BT / 6,2098917°LS 106,8493142°BT / -6.2098917; 106.8493142Koordinat: 6°12′36″LS 106°50′58″BT / 6,2098917°LS 106,8493142°BT / -6.2098917; 106.8493142
Informasi lain
Operator Daerah Operasi I Jakarta
Kelas stasiun[1] Besar tipe A
Ketinggian +13 m
Letak[2]
  • km 9+890 lintas JakartaManggaraiBogor
  • km 6+026 lintas TanahabangManggarai
  • km 0+010 lintas ManggaraiJatinegara
  • km 0+000 lintas Manggarai–Dipo KRL Bukit Duri
Layanan KRL Commuter Line
Pemesanan tiket Hanya melayani kartu single trip/multi trip Commuter Line
Operasi
Stasiun sebelumnya   Logo kcj baru.png   Stasiun berikutnya
menuju Bogor
Bogor-Jatinegara
menuju Jatinegara
menuju Depok
Depok-Jatinegara
menuju Angke
Angke-Nambo
menuju Nambo
menuju Bogor
Bogor-Jakarta Kota
menuju Depok
Depok-Jakarta Kota
menuju Bekasi
Bekasi-Jakarta Kota
Lewat Manggarai
menuju Cikarang
Cikarang-Jakarta Kota
Manggarai
  Layanan penghubung  
Stasiun sebelumnya   Transjakarta   Stasiun berikutnya
Koridor 4
Bersambung di: Manggarai
Lokasi pada peta
Stasiun Manggarai is located in Jakarta
Stasiun Manggarai
Stasiun Manggarai (Jakarta)

Stasiun Manggarai (MRI) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Manggarai, Tebet Jakarta Selatan. Stasiun yang terletak pada ketinggian +13 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta dan merupakan stasiun kereta api terbesar di DKI Jakarta.

Stasiun ini hanya melayani KRL Commuter Line tujuan Bogor, Depok, Jatinegara, Jakarta Kota, dan Bekasi. Letak stasiun berada di persimpangan tujuh: ke Jatinegara, Jakarta Kota, Tanah Abang, Bogor, dipo KRL Bukit Duri, Pengawas Urusan Kereta, serta Balai Yasa Manggarai.

Stasiun Manggarai mempunyai 10 jalur kereta api. Tujuh jalur digunakan untuk pemberhentian KRL Commuter Line, sedangkan tiga sisanya digunakan untuk langsiran menuju Pengawas Urusan Kereta, Dipo Bukit Duri, maupun ke Balai Yasa Manggarai. Jalur 1 dan 2 digunakan untuk pemberhentian KA Commuter Line Jakarta Kota–Bekasi dan KA Commuter Loopline. Jalur 3 dan 4 digunakan sebagai sepur lurus untuk kereta api jarak jauh serta untuk pemberhentian KA Commuter Line Jakarta Kota–Bekasi. Jalur 5, 6, dan 7 digunakan untuk pemberhentian KA Commuter Line Jakarta Kota–Bogor dan KA Commuter Loopline.

Saat ini stasiun tersebut sudah menmiliki underpass seperti di Stasiun Pasar Senen, supaya memudahkan untuk mencapai peron dan tak ketinggalan kereta api.[3] Tidak ada kereta api jarak jauh berhenti di stasiun ini, kecuali jika terjadi persilangan atau persusulan antarkereta api.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pembangunan Stasiun Manggarai sekitar tahun 1910-an.

Wilayah Manggarai, sudah dikenal sejak abad ke-17. Dahulu merupakan tempat tinggal dan pasar budak asal Manggarai, Flores, kemudian berkembang menjadi Gementee Meester Cornelis. Meskipun jalur Batavia-Buitenzorg dibangun oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) pada tahun 1873, di daerah ini baru dibangun stasiun Manggarai pada tahun 1914 dan selesai 1 Mei 1918.[4]

Sejak dibangun, tidak ada perubahan yang berarti pada bangunan stasiun ini. Pada saat diresmikan, bangunan ini sebenarnya belum selesai secara keseluruhan. Atap besi tidak dapat didatangkan karena meletusnya Perang Dunia I. Sejak 1913, Staatsspoor en Tramwegen (SS, dulu Staatsspoorwegen) menguasai seluruh jalur KA di Batavia dan Meester Cornelis. SS kemudian menata ulang jalur KA di kedua kotapraja tersebut, antara lain membongkar stasiun Bukitduri (dipo KRL saat ini) eks-NIS dan membangun stasiun baru di Manggarai. Pembangunan dipimpin oleh arsitek Belanda bernama Ir. J. van Gendt. Ia juga mengarsiteki sekolah pendidikan perkeretaapian dan rumah-rumah dinas pegawai di sekitar kompleks stasiun.[4]

Stasiun ini menjadi saksi bisu perjuangan bangsa Indonesia yakni pada tanggal 3 Januari 1946, kereta luar biasa (KLB) mengangkut rombongan Presiden Soekarno ke Kota Yogyakarta. Di sini, berbagai persiapan sangat rahasia dilakukan. Deretan gerbong barang ditaruh pada jalur 1. Sekitar pukul tujuh malam, KLB melintas sangat perlahan dari arah Pegangsaan melalui jalur 4.[4]

Rencana[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 12 Agustus 2016, PT KAI Commuter Jabodetabek menggandeng komunitas pecinta KRL Commuter Line menyelenggarakan diskusi mengenai rencana pengembangan stasiun Manggarai. Untuk menjawab keluhan antrean penumpang KCJ yang terus meningkat setiap tahunnya, penyelesaian jalur dwiganda (double-double track) Cikarang-Manggarai dikebut. Selain itu, stasiun Manggarai akan segera dibuat bertingkat, sehingga kereta api jarak jauh dan KRL Commuter Line memiliki jalurnya sendiri-sendiri. Diharapkan stasiun Manggarai akan menjadi stasiun pusat bagi KRL Commuter Line.[5]

Fasilitas lain[sunting | sunting sumber]

KRL JR Seri 205 sedang berhenti di Stasiun Manggarai
Suasana di peron Stasiun Manggarai.

Stasiun Manggarai sekaligus berfungsi sebagai dipo penyimpanan kereta-kereta besar. Banyak kereta kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi diparkir di stasiun ini yang selanjutnya akan menuju ke Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir. Jalur kereta api dari Bandara Soekarno-Hatta yang telah diselesaikan pada tanggal 26 Desember 2017 akan berakhir di stasiun ini.

Bersebelahan dengan dipo dan stasiun Manggarai ini terdapat Balai Yasa Manggarai, yang merupakan bengkel untuk melakukan perawatan rutin dan mereparasi kereta-kereta penumpang. Kemudian, tidak jauh di selatan stasiun ini terletak dipo KRL Bukit Duri, tempat penyimpanan dan perawatan harian aneka kereta rel listrik. Awalnya dipo ini juga menyimpan lokomotif diesel, namun semuanya dipindahkan ke dipo di Jatinegara dan Tanah Abang.

Sejak pengoperasian Commuter Line stasiun ini menjadi semakin padat. Jumlah penumpang naik dan turun yang banyak membuat perusahaan restoran dan pertokoan waralaba internasional membuka cabang di sini.

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar kereta api yang berhenti adalah KRL Commuter Line tujuan Bogor, Nambo, Bekasi, Cikarang, Depok, Jakarta Kota, Angke dan Jatinegara via Kampung Bandan. Kadangkala terdapat KLB (kereta luar biasa) yang membawa rangkaian KRL rusak tujuan pabrik PT Inka di Madiun. Kadangkala terdapat rangkaian KRL baru yang baru tiba dari Jepang yang diparkir disini sebelum dibawa ke Depo Bukit Duri atau Depo Depok.

Stasiun Manggarai tidak lagi melayani kereta jarak jauh setelah berlakunya Gapeka 2015, ketika itu, kereta api Argo Parahyangan sudah tidak lagi berhenti di Manggarai. Dahulu, stasiun ini melayani KRD ekonomi Manggarai-Nambo pp. Sayangnya layanan kereta api itu ditutup pada tahun 2006 karena kereta api yang sudah tua. Petak rel Citayam-Nambo saat ini sudah diaktifkan kembali, dan menggunakan kabel listrik aliran atas, sehingga KRL dapat masuk. Untuk saat ini petak ini sudah melayani KRL Jabotabek dengan relasi Nambo-Angke pp dan kereta api angkutan barang.

KRL/CommuterLine Jabodetabek[sunting | sunting sumber]

Antarmoda pendukung[sunting | sunting sumber]

Jenis angkutan umum Trayek Tujuan
Mikrolet[6] M34 Terminal Manggarai-Pancoran-Terminal Pasar Minggu
Kopaja[7] 66 Manggarai–Blok M
66 AC Manggarai–Blok M patas AC
620 Manggarai–Rasuna Said–Tendean–Blok M
MetroMini[7] 17 Terminal Pasar Senen–Cikini–Terminal Manggarai
49 Terminal Pulo Gadung–Rawamangun–Terminal Manggarai
60 Terminal Kampung Melayu–Supomo–Terminal Manggarai
61 Terminal Kampung Melayu–Bukit Duri–Terminal Manggarai
62 Terminal Pasar Minggu–Terminal Manggarai
Transjakarta Roundeltjk4.png Pulo Gadung 2–Dukuh Atas 2
4B (MiniTrans) Manggarai–Universitas Indonesia
6F (MiniTrans) Manggarai–Ragunan
6M (MiniTrans) Manggarai–Blok M
RoyalTrans Manggarai–Bekasi (via Bekasi Timur)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ "Melihat Underpass Stasiun Manggarai yang Ramai Jadi Perbincangan". Detikcom. 20 Maret 2017. Diakses tanggal 3 Agustus 2017. 
  4. ^ a b c Majalah KA Edisi Agustus 2014
  5. ^ PT KCJ Mengadakan Focus Group Discussion bersama Pengguna KRL
  6. ^ "Mikrolet – TransportUmum – Jakarta". www.transportumum.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-06-27. 
  7. ^ a b "Rute Metro Mini dan Kopaja di Jakarta". e-transportasi. Diakses tanggal 2018-06-27. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Stasiun sebelumnya   Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg Lintas Kereta Api Indonesia Logo of the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia.svg   Stasiun berikutnya
menuju Tanahabang
Lintas Jakarta
Tanahabang–Manggarai
Terminus
Terminus Lintas Jakarta
Manggarai–Jatinegara
Terminus
Lintas Jakarta
Jakarta Kota–Manggarai
Terminus
Terminus Manggarai–Padalarang
menuju Padalarang