Stasiun Maguwo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Maguwo
Y03

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun MGW.png
Stasiun Maguwo 2019.jpg
Stasiun Maguwo Baru, 2019
LokasiJalan Bandara Adisucipto
Maguwoharjo, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Indonesia
Ketinggian+118 m
OperatorKAI Commuter
Letak dari pangkalkm 158+975 lintas Semarang Tawang-Brumbung-Gundih-Solo Balapan-Yogyakarta[1]
Jumlah peronDua peron sisi yang tinggi; satu sama lainnya dihubungkan dengan jalan setapak dan lorong bawah tanah
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • MGW
  • 3101
KlasifikasiII[2]
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Brambanan
ke arah Solo Balapan
Yogyakarta Line Lempuyangan
ke arah Yogyakarta
Brambanan
ke arah Klaten
Yogyakarta Line
Layanan
KRL Commuter Line
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalanElektrik tipe Sinyal Interlocking Len-02
Pemesanan tiketHanya melayani kartu multi-trip dan kartu uang elektronik dari perbankan yang beredar yang bekerjasama dengan KAI Commuter dan aplikasi LinkAja.
Lokasi pada peta
Stasiun Maguwo berlokasi di Sleman
Stasiun Maguwo
Stasiun Maguwo
Lokasi di Sleman

Stasiun Maguwo (MGW) (bahasa Jawa: ꦱꦼꦠꦠ꧀ꦱꦶꦪꦸꦤ꧀ꦩꦒꦸꦮꦲꦚꦂ, translit. Setatsiyun Maguwa Anyar) adalah stasiun kereta api bandara kelas II yang terletak di kalurahan Maguwoharjo, kapanéwon Depok, kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Stasiun ini yang terletak pada ketinggian +118 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta dan merupakan stasiun aktif yang lokasinya paling timur dan utara di Daerah Istimewa Yogyakarta. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api bandara pertama di Indonesia serta kini memiliki empat jalur kereta api dengan jalur 2 dan 3 merupakan sepur lurus.

Ke arah timur stasiun ini, sebelum Stasiun Brambanan, terdapat Stasiun Kalasan yang sudah tidak aktif sejak jalur ganda lintas Kutoarjo-Solo beroperasi.

Untuk mendukung operasional jalur ganda di lintas tersebut, sistem persinyalan mekanik di stasiun ini diganti dengan sistem persinyalan elektrik buatan PT Len Industri (Persero) yang sudah dipasang sejak tahun 2013 dan kemudian mulai dioperasikan pada tanggal 1 Oktober 2018.[3][4]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Stasiun Maguwo lama sebelum direnovasi
Pascarenovasi pertama tahun 2010, dipotret 2014
Stasiun Maguwo lama sebelum direnovasi
Pascarenovasi kedua tahun 2019
Stasiun Maguwo Lama yang menjadi cagar budaya. Jalur 1 kini dijadikan sebagai tempat langsiran Pusri Palembang ke gudang yang terletak di barat stasiun

Pada awalnya, stasiun ini hanyalah stasiun kecil yang fungsinya hanya menjadi titik persilangan KA jarak jauh, bongkar muat gerbong Pupuk Sriwidjaja Palembang ke emplasemen gudang, dan titik langsir untuk gerbong ketel untuk memasok Avtur.

Menurut Gapeka 2004, Stasiun Maguwo lama ini memiliki empat jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Terdapat empat sepur badug (dua menyambung di jalur 1 dan sisanya menyambung di jalur 4). Sepur badug di jalur 4 dahulu digunakan untuk langsiran kereta api ketel avtur Pertamina relasi Cilacap–Maguwo pp, sedangkan sepur badug di jalur 1 digunakan untuk langsiran dan penyimpanan KA angkutan Pupuk Sriwidjaja Palembang yang gudangnya berada di sebelah barat stasiun.[5] Selama masa-masa transisi ke jalur ganda, stasiun ini tetap digunakan.

Dengan selesainya pembangunan jalur ganda Yogyakarta-Solo[6][7] dan karena letaknya yang berdekatan dengan Bandar Udara Adisucipto, dibangunlah Stasiun Maguwo baru yang berada beberapa ratus meter di sebelah timurnya untuk memudahkan akses penumpang dari dan menuju bandara tersebut. Stasiun Maguwo baru mulai diuji coba pada tanggal 2 Juni 2008.[8] Begitu diuji coba, beberapa bulan kemudian bangunan Stasiun Maguwo lama resmi ditutup dan dijadikan cagar budaya oleh Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur PT KAI karena memiliki nilai sejarah dan pernah ditampilkan dalam film Janur Kuning (1979).

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Stasiun ini difungsikan menjadi stasiun bandar udara yang akan melayani KA bandara untuk mengangkut penumpang antara Bandara Adisucipto dengan Yogyakarta maupun Solo, sekaligus menjadi titik sistem transportasi terpadu di Yogyakarta. Stasiun ini sekarang dilengkapi dengan jalur bawah tanah yang menghubungkan penumpang pesawat terbang langsung dari stasiun. Di halaman depan juga telah berfungsi halte pemberhentian sistem angkutan dalam kota TransJogja.

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

KRL Commuter Line[sunting | sunting sumber]

Y Yogyakarta Line, tujuan Yogyakarta dan tujuan Solo

Jadwal kereta api[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Maguwo per 10 Februari 2021 (sesuai Gapeka 2021).

Y Yogyakarta Line
No. KA Tiba Berangkat No. KA Tiba Berangkat
Tujuan Yogyakarta Tujuan Solo Balapan
645 06.01 06.02 646 05.26 05.27
7101 07.27 07.28 648 06.39 06.40
649 09.25 09.26 7102 07.13 07.14
651 09.57 09.58 7104 08.33 08.34
7103 11.00 11.01 652 10.13 10.15
657 13.21 13.22 7106 12.06 12.07
661 15.26 15.27 7108 15.00 15.01
7105 17.12 17.13 664 16.01 16.03
667 18.38 18.39 7110 17.42 17.43
669 20.29 20.20 670 19.22 19.23

Antarmoda pendukung[sunting | sunting sumber]

Jenis angkutan umum Trayek Tujuan
Trans Jogja[9] 1A Bandara–Janti–Plaza Ambarrukmo–Mandala Bhakti Wanitatama–Sudirman–Margo Utomo–Jalan Malioboro–Kusumanegara–Kebun Binatang Gembira LokaJEC–Bandara–Kalasan–Terminal Prambanan–Bandara
1B Bandara–Janti–Babarsari–Gedongkuning–Kebun Binatang Gembira Loka–Kusumanegara–Senopati–Bhayangkara–Stasiun Tugu–Tentara Pelajar–Cik Di Tiro–Colombo–De Britto–Plaza Ambarrukmo–Bandara
3A Bandara–UPN Veteran–Terminal Angkutan Umum Condongcatur–UGMRSUP SardjitoKotabaru–Sudirman–Samsat–Stasiun TuguJalan Malioboro–Ngabean–Kol. Sugiyono–Lowanu–Terminal Giwangan–Tegalgendu (Kotagede)–Gedongkuning–Janti–Bandara
3B Bandara–Janti–Gedongkuning–Tegalgendu–Terminal Giwangan–Lowanu–Kol. Sugiyono (Museum Perjuangan)–Taman Parkir Ngabean–Bhayangkara–Stasiun Tugu–Tentara Pelajar–Tugu–UGM–RSUP Sardjito–Kentungan–Terminal Condongcatur–Amikom/UPN Veteran–Bandara

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Mohamad, Ardyan (21 Juni 2013). "Kalahkan Siemens, BUMN Elektronik Raup Pendapatan Rp23 Triliun". Merdeka.com. Diakses tanggal 5 Oktober 2017. Saat ini, masih ada pesanan proyek dari Kemenhub untuk menggarap persinyalan kereta di jalur Jogja-Solo, Duri-Tangerang, dan Parung-Maja. 
  4. ^ "Len Tandatangani Dua Kontrak dengan Nilai Total Rp 464 Milyar | PT Len Industri (Persero)" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-02-12. 
  5. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api 2004
  6. ^ "Uji Coba Rel Ganda Yogya-Solo Bikin Bikers Senewen". detiknews. Diakses tanggal 2019-07-08. 
  7. ^ "Rel Ganda Yogyakarta-Solo Diresmikan". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2003-12-15. Diakses tanggal 2019-07-08. 
  8. ^ Media, Kompas Cyber. "Sekarang ke Bandara Bisa Lebih Hemat". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-07-08. 
  9. ^ "Trans Jogja Bus Stop (Halte)/Shelter". Yogya Backpacker. Diakses tanggal 22 Oktober 2017. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Stasiun sebelumnya DJKA Kemenhub Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Lempuyangan
ke arah Kutoarjo
Kutoarjo–Purwosari–Solo Balapan Kalasan
ke arah Solo Balapan


Koordinat: 7°47′06″S 110°26′12″E / 7.7849683°S 110.4367698°E / -7.7849683; 110.4367698