Gua Pindul

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Koordinat: 7°55′46″LS 110°38′25″BT / 7,929429°LS 110,640349°BT / -7.929429; 110.640349

Gua Pindul
Pemandangan dari dalam Gua Pindul
Tempat Desa Bejiharjo,Karangmojo, Gunungkidul, Indonesia
Panjang 350 meter (1,150 ft)
Pembukaan gua 10 Oktober 2010

Gua Pindul adalah objek wisata berupa gua yang terletak di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul.[1] Gua Pindul dikenal karena cara menyusuri gua yang dilakukan dengan menaiki ban pelampung di atas aliran sungai bawah tanah di dalam gua, kegiatan ini dikenal dengan istilah cave tubing.[1] Aliran sungai bawah tanah dimulai dari mulut gua sampai bagian akhir gua, di dalam gua terdapat bagian sempit yang hanya bisa dilewati satu ban pelampung, sehingga biasanya wisatawan akan bergantian satu per satu untuk melewati bagian ini.[2] Panjang gua Pindul adalah 350 meter dengan lebar 5 meter dan jarak permukaan air dengan atap gua 4 meter.[3][4] Penelusuran gua Pindul memakan waktu kurang lebih selama satu jam yang berakhir pada sebuah dam.[3] Aliran sungai yang berada di dalam Gua Pindul berasal dari mata air Gedong Tujuh.[3] Obyek wisata Gua Pindul diresmikan pada 10 Oktober 2010.[3]

Wisata[sunting | sunting sumber]

Wisatawan yang akan melakukan cave tubing dilengkapi dengan peralatan kelesamatan serta ban pelampung untuk menyusuri gua.

Desa Bejiharjo terletak di kawasan pebukitan karst sehingga didominasi oleh batuan.[5] Gua Pindul dapat dicapai dari kota Yogyakarta menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor atau mobil melewati jalan Wonosari, letaknya sekitar 7 km ke arah utara kota Wonosari, setelah memasuki Desa Bejiharjo, perjalanan dilanjutkan mengikuti jalan aspal.[4][3] Lokasi sekretariat Gua Pindul berada di ujung jalan.[3] Penulusuran di dalam gua akan terdapat formasi bebatuan stalaktit, yaitu yaitu sejenis mineral sekunder yang menggantung di langit-langit gua kapur.[6] Bahkan ada stalaktit yang sudah tumbuh sampai bawah dan menjadi seperti pilar.[5] Beberapa batuan karst masih hidup dan meneteskan air.[7] Gua Pindul terbagi menjadi tiga zona, yaitu zona terang, remang dan gelap.[6] Salah satu bagian Gua Pindul terdapat tempat yang cukup lebar sehingga terlihat seperti kolam dan terdapat celah yang cukup lebar tempat sinar matahari masuk.[4] Celah ini juga dapat dilalui sebagai jalur masuk dengan cara memasuki gua secara vertikal.[4] Tempat wisata sekitar Gua Pindul terdapat Gua Gelatik (gua kering), monumen peninggalan Jenderal Soedirman, serta situs purbakala Sokoliman.[4]

Legenda[sunting | sunting sumber]

Legenda penamaan Gua Pindul yang dipercayai dan dikisahkan turun temurun oleh masyarakat sekitar berasal dari kisah perjalanan Joko Singlulung yang menelusuri hutan lebat, sungai, hingga gua untuk mencari ayahnya.[4][6] Saat sedang menyusuri 7 gua yang memiliki aliran sungai di bawahnya, kepala Joko terbentur sebuah batu sesar yang ada di dalam gua.[4] Gua tempat Joko terbentur tersebut dinamai Gua Pindul yang berasal dari kata dalam bahasa Jawa pipi gebendul yang berarti pipi yang terbentur.[4][1][8]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c "Cave Tubing Gua Pindul: Petualangan Mengarungi Sungai Bawah Tanah yang Sarat Kisah". Yogyes.com. Diakses tanggal 30 April 2014. 
  2. ^ "Gua Pindul". Obyek Wisata Indonesia. Diakses tanggal 3 Mei 2014. 
  3. ^ a b c d e f "Bertualang di Sungai Bawah Tanah Gua Pindul". Detik Travel. Diakses tanggal 30 April 2014. 
  4. ^ a b c d e f g h "Gua Pindul Yogyakarta". Gudeg.net. Diakses tanggal 30 April 2014. 
  5. ^ a b Hadiwerdoyo, C.H. "Desa Wisata Gua Pindul". Okezone.com. Diakses tanggal 30 April 2014. 
  6. ^ a b c "Berpetualang ke Goa Pindul Wonosari DIY". HMPG Universitas Negeri Yogyakarta. Diakses tanggal 30 April 2014. 
  7. ^ "Eksotisme Gua Pindul Bejiharjo". Tribun Jogja. Diakses tanggal 30 April 2014. 
  8. ^ "Wisata Jogjakarta ke Cave Tubing Gua Pindul". Obyek Wisata Indonesia. Diakses tanggal 30 April 2014.