Museum Gunungapi Merapi
ꦩꦸꦱꦶꦪꦸꦩ꧀ꦒꦸꦤꦸꦁꦩꦼꦫꦥꦶ | |
Museum Gunung Merapi tampak dari depan | |
![]() | |
| Didirikan | 1 Oktober 2009 |
|---|---|
| Lokasi | Hargobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta[1] |
| Koordinat | 7°36′57″S 110°25′28″E / 7.6159272°S 110.4243329°E |
| Jenis | Museum geologi |
| Arsitek | A. Adib Abadi |
| Pemilik | Pemerintah Kabupaten Sleman |
| Situs web | mgm |
Museum Gunungapi Merapi (bahasa Jawa: ꦩꦸꦱꦶꦪꦸꦩ꧀ꦒꦸꦤꦸꦁꦩꦼꦫꦥꦶ, translit. Musiyum Gunung Merapi) merupakan museum geologi yang terletak di Hargobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia; tepatnya sekitar lima kilometer di sebelah selatan kawasan objek wisata Kaliurang. Museum ini diresmikan pada tanggal 1 Oktober 2009 oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Purnomo Yusgiantoro.[2] Museum ini menempati lahan seluas 3,5 hektare dan dilengkapi dengan taman, area parkir, dan plasa; serta mengusung slogan "Merapi Jendela Bumi".[3]
Museum ini berfokus pada pendidikan kegunungapian dan kebencanaan geologi lainnya dengan pendekatan rekreatif-edukatif untuk masyarakat luas dengan tujuan untuk memberikan wawasan dan pemahaman tentang aspek ilmiah, sosial-budaya, dan lain-lain yang berkaitan dengan gunung berapi dan sumber kebencanaan geologi. Museum ini juga menjadi pusat layanan informasi kegunungapian dalam upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat, serta sebagai media dalam meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat tentang manfaat dan ancaman bahaya letusan gunung berapi serta bencana geologi lainnya.[4]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Museum Gunungapi Merapi mulai dibangun pada tahun 2005 melalui kerja sama antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Pemerintah Kabupaten Sleman. Pembangunannya berlangsung selama empat tahun hingga diresmikan pada 1 Oktober 2009. Museum kemudian melakukan pembukaan awal untuk umum pada 1 Januari 2010. Pengelolaan museum berada di bawah Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman.[5]
Pada Januari 2020, pengelolaan Museum Gunungapi Merapi diserahterimakan oleh Badan Geologi kepada Pemerintah Kabupaten Sleman. Sebelumnya, pengelolaan museum dilaksanakan melalui kerja sama pemerintah daerah dengan Badan Geologi.[6]
Arsitektur
[sunting | sunting sumber]Museum dirancang oleh arsitek A. Adib Abadi dengan memadukan unsur arsitektur modern dan tradisional Jawa. Bentuk bangunannya mengacu pada karakteristik visual gunung api yang menyerupai kerucut. Tangga di depan pintu utama terinspirasi dari Candi Ratu Boko, sedangkan teras depan mengacu pada pelataran Candi Sambisari. Rancangan bangunannya juga mengadopsi konsep sumbu imajiner utara–selatan dalam tata ruang tradisional Yogyakarta.[7]
Pameran
[sunting | sunting sumber]Ruang pamer Museum Gunungapi Merapi menyajikan informasi mengenai kegunungapian, gempa bumi, tsunami, dan gerakan tanah. Koleksinya meliputi batuan vulkanik, material hasil erupsi, serta benda-benda yang rusak akibat letusan Gunung Merapi. Museum juga dilengkapi maket Gunung Merapi, alat peraga gempa dan tsunami, serta ruang pemutaran film tentang kegunungapian.[8][9]
Peragaan interaktif dan fasilitas edukasi
[sunting | sunting sumber]Museum Gunungapi Merapi memiliki replika interaktif yang menggambarkan sebaran awan panas dan aliran lava pada letusan Gunung Merapi tahun 1969, 1994, dan 2006. Pengunjung dapat menekan tombol untuk memilih peristiwa letusan dan menyaksikan simulasi yang disertai efek suara.[10]
Fasilitas edukasi museum meliputi ruang teater dokumenter berkapasitas 100 tempat duduk di lantai kedua dan auditorium di lantai pertama yang dapat digunakan untuk rapat, diskusi, dan seminar. Di halaman belakang museum terdapat teater terbuka untuk kegiatan seni dan pertemuan komunitas.[11]
Menurut data Kementerian Kebudayaan, Museum Gunungapi Merapi terdaftar sebagai museum umum Tipe C dengan Nomor Pendaftaran Nasional Museum (NPNM) 34.04.K.04.0210. Luas bangunan museum mencapai sekitar 4.470 meter persegi, sedangkan luas lahannya 3,5 hektare.[12]
Rehabilitasi
[sunting | sunting sumber]Museum ditutup sementara mulai 21 November 2022 akibat kerusakan pada sejumlah bagian gedung, terutama atap yang mengalami kebocoran. Penutupan dilakukan untuk menjamin keselamatan pengunjung selama proses perbaikan bangunan.[13]
Setelah menjalani rehabilitasi secara bertahap, museum kembali dibuka untuk umum pada 27 Desember 2024. Selain perbaikan bangunan, pengelola melakukan penataan ulang koleksi dan menambahkan sejumlah batuan hibah dari Badan Geologi, termasuk batuan riolit dari Pulau Samosir, Sumatera Utara. Museum juga memperkenalkan film baru berjudul Cerita Langit dengan durasi sekitar 15 menit.[14]
Koleksi
[sunting | sunting sumber]Pada tahun 2014 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta menerbitkan buku berisi koleksi unggulan museum di Daerah Istimewa Yogyakarta, di antaranya adalah koleksi unggulan yang dimiliki oleh Museum Gunung Merapi.[15] Koleksi unggulan Museum Gunung Merapi adalah sebagai berikut:
- Miniatur Gunung Merapi, yaitu miniatur Gunung Merapi yang dilihat dari atas. Miniatur ini menampilkan kenampakan gunung berapi yang sedang mengeluarkan asap sehingga memberikan gambaran mengenai aktivitas vulkanik Gunung Merapi.
Jumlah dan jenis koleksi
[sunting | sunting sumber]Menurut publikasi Profil Museum 2022 yang diterbitkan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Museum Gunungapi Merapi memiliki 770 koleksi yang tersebar di lantai pertama dan kedua. Koleksi tersebut mencakup alat peraga kegunungapian, bencana gempa bumi, tsunami, gerakan tanah, sumber daya gunung api, pengamatan dan pemantauan aktivitas vulkanik, serta aspek sosial budaya masyarakat di sekitar Gunung Merapi. Museum juga memiliki diorama dinamis sebagai sarana penyampaian informasi kebencanaan.[6]
Koleksi erupsi 2010
[sunting | sunting sumber]Museum Gunungapi Merapi memiliki ruang pamer khusus yang mendokumentasikan dampak erupsi Gunung Merapi tahun 2010. Ruangan tersebut menampilkan foto, infografik, dan sejumlah benda yang terdampak erupsi. Sebelum memasuki ruang pamer, pengunjung dapat menjumpai patung penghormatan kepada lima anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Daerah Istimewa Yogyakarta yang gugur dalam peristiwa tersebut, yaitu Samiyo, Slamet Ngatiran, Ariyanto Prasetyo, Jupriyanto, dan Supriyadi.[16]
Salah satu bagian pameran menampilkan benda-benda milik Tugiman, warga Glagahmalang, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, yang rumahnya terdampak erupsi tahun 2010. Koleksi tersebut meliputi perabot rumah tangga, tandon air, sepeda motor, serta material abu vulkanik. Museum juga menampilkan kisah pengalaman Tugiman dan keluarganya ketika menghadapi peristiwa erupsi tersebut.[16]
Koleksi sosial budaya
[sunting | sunting sumber]Selain menampilkan benda-benda yang berkaitan dengan geologi dan aktivitas vulkanik, museum memiliki koleksi yang menggambarkan hubungan masyarakat Yogyakarta dengan Gunung Merapi. Salah satunya adalah lukisan karya Aloysius Heri yang menggambarkan prosesi Labuhan Merapi dan Labuhan Parangtritis.
Museum juga memamerkan pakaian dan berbagai perlengkapan yang digunakan dalam pelaksanaan upacara adat Labuhan Merapi. Koleksi tersebut memperlihatkan aspek kebudayaan dan tradisi masyarakat yang berkaitan dengan lingkungan Gunung Merapi.[17]
Layanan informasi digital
[sunting | sunting sumber]Museum Gunungapi Merapi menyediakan fasilitas kode QR pada koleksi yang terdapat di lantai pertama dan kedua. Berdasarkan informasi yang diterbitkan pengelola pada 28 April 2025, kode QR tersebut dapat dipindai menggunakan kamera telepon pintar untuk mengakses informasi koleksi melalui situs resmi museum.
Layanan ini memungkinkan pengunjung memperoleh penjelasan mengenai koleksi secara mandiri tanpa harus selalu bergantung pada pemandu museum. Penggunaan kode QR menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi digital dalam penyampaian informasi dan layanan edukasi museum.[18]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. Pakem". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 31 Mei 2025.
- ↑ "Museum Gunungapi Merapi (1): Merapi Jendela Bumi". Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. 2009-10-01. Diakses tanggal 2026-10-11.
- ↑ Diarsipkan 2012-12-17 di Wayback Machine, (id) http://www.jogjatrip.com Diarsipkan 2013-01-14 di Wayback Machine Museum Gunung Merapi.
- ↑ , (id) http://www.slemankab.go.id Situs Kabupaten Sleman.
- ↑ "Museum Gunungapi Merapi". Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Diakses tanggal 2026-10-11.
- 1 2 Profil Museum 2022. Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. 2022. hlm. 88. Diakses tanggal 2026-10-11.
- ↑ Safana, Nadia Farah (2022-03-09). "Implementasi Budaya Lokal pada Arsitektur Museum Gunungapi Merapi". Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Diakses tanggal 2026-10-11.
- ↑ Kurniandari, Rohmana (2026-01-31). "Museum Gunungapi Merapi Hadrikan Wisata Edukasi Vulkanologi". RRI. Diakses tanggal 2026-10-11.
- ↑ "Koleksi Museum Gunungapi Merapi". Museum Gunungapi Merapi. Pemerintah Kabupaten Sleman. Diakses tanggal 2026-10-11.
- ↑ "Info". Museum Gunungapi Merapi. Pemerintah Kabupaten Sleman. Diakses tanggal 2026-10-11.
- ↑ "Fasilitas MGM". Museum Gunungapi Merapi. Pemerintah Kabupaten Sleman. 2015-05-06. Diakses tanggal 2026-10-11.
- ↑ "Museum Gunungapi Merapi". Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Diakses tanggal 2026-10-11.
- ↑ Wawan S, Jauh Hari (2022-11-21). "Atap Rusak, Museum Gunung Merapi Sleman Ditutup Sementara". detikJateng. Diakses tanggal 2026-10-11.
- ↑ Wawan S, Jauh Hari (2024-12-27). "Info Dab! Museum Gunungapi Merapi Resmi Dibuka Kembali". detikJogja. Diakses tanggal 2026-10-11.
- ↑ Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. (2014). Koleksi Unggulan Museum Yogyakarta. Yogyakarta, Indonesia: Penulis.
- 1 2 Safana, Nadia Farah (2022-01-14). "Seberkas Kisah Lalu: Erupsi Merapi 2010". Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Diakses tanggal 2026-10-11.
- ↑ Safana, Nadia Farah (2022-04-06). "Labuhan Merapi: Mensyukuri Karunia Tuhan Melalui Wajah Yogyakarta". Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Diakses tanggal 2026-10-11.
- ↑ "QR Code koleksi Museum Gunungapi Merapi". Museum Gunungapi Merapi. Pemerintah Kabupaten Sleman. 2025-04-28. Diakses tanggal 2026-10-11.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Indonesia) Situs web resmi

