Museum UGM

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Museum UGM atau Museum Universitas Gajah Mada adalah sebuah museum yang terletak di Kompleks Bulaksumur, Yogyakarta, Indonesia. Sebelum menjadi museum, tempat tersebut pernah menjadi tempat tinggal dari kelak Presiden Amerika Serikat ke-44 Barrack Obama (nama Indonesia:Barry Soetoro) saat sedang liburan ke Yogyakarta dengan keluarganya semasa ia tinggal di Indonesia. Pada 11 Juni 2013, adik tiri Obama sendiri, Maya Soetoro mengunjungi rumah tersebut didampingi Rektor UGM Pratikno.[1] Pada 19 Desember 2013, tempat tersebut dijadikan museum yang mempamerkan perjuangan para tokoh UGM seperti Sardjito, Notonagoro Mubyarto dan lainnya.[2] Semenjak itu, museum tersebut dikunjungi oleh wisatawan dan pelajar dari dalam negeri serta Amerika Serikat, Afrika, Belgia serta Jepang.[3]

Pada 15 September 2013, museum tersebut menjadi juara harapan dalam Parade Museum Goes to Campus yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan DIY.[4]

Koleksi Unggulan Museum UGM[5][sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2014 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta menerbitkan buku berisi koleksi unggulan museum di Daerah Istimewa Yogyakarta, di antaranya adalah koleksi unggulan yang dimiliki oleh Museum UGM. Koleksi unggulan Museum UGM adalah sebagai berikut:

  1. Memorabilia Prof. Dr. Sardjito, Foto Prof. Dr. Sardjito terpasang di salah satu sudut ruangan bersama mesin ketik kuna, meja, dan radio tua ynag dahulu mengisi ruangan kerja dokter yang menjadi rektor pertama Universtas Gadjah Mada. Di dalam ruangan tersebut juga terpampang kalimat Prof. Dr. Sardjito " Yang merusak Indonesia adalah manusia-manusia ber-ego kera: banyak bicara, pandai menganjurkan, tapi maunya mengambil terus. Serkah. Dengan orang-orang semacam itu, cita-cita masyarakat adil dan makmur, masyarakat sosial Indonesia, tidak mungkin akan dapat dicapai. Orang harus mengerjakan tugasnya sebaik mungkin, tetapi janganlah melekatkan diri pada buah hasil karya-karyanya itu. Karena hidup ini, sebetulnya adalah jalan kembali kepada Yang Mahabesar."
  2. Prototipe satelit, prototipe yang merupakan karya satelit pertama dari perguruan tinggi di Indonesia. Hal ini adalah bukti sejarah atas capaian teknologi yang muncul dari dunia pendidikan di Yogyakarta.
  3. Tungku hemat energi, Tungku hemat energi ini merupakan karya kampus UGM yang tepat guna. Tungku tanah liat berbahan bakar briket arang biomassa diciptakan oleh Professor Herman Johannes yang berguna bagi kalangan rakyat kecil.

Referensi[sunting | sunting sumber]