Sulawesi Tenggara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Sulawesi Tenggara
Lambang
Lambang
Semboyan: Bolimo Karo Somanamo Lipu
Locator sultra final.png
Hari jadi 27 April 1964
Dasar hukum UU 13/1964
Ibu kota Kota Kendari
Area
 - Total luas 38140 km2
Populasi
 - Total 2.500.000 Jiwa
Pemerintahan
 - Gubernur Nur Alam
 - Wagub Saleh Lasata
 - Ketua DPRD Abdulrahman Saleh
 - Sekda Lukman Abunawas
 - Kabupaten 15
 - Kota 2
 - Kecamatan 209
 - Kelurahan 2272
APBD
 - DAU Rp. 981.035.741.000.-
Demografi
 - Etnis Buton 26%
Tolaki 36%
Muna 19%
Morenene 10%
Wawonii 9% Suku Bali
 - Agama Islam 95%
Hindu 2.04%
Kristen Protestan 1.84%
Katolik 0.58%
Buddha 0.04%
Lain-lain 0.27%
 - Bahasa Bahasa Indonesia, Wolio, Pancana, Suai,Cia-Cia, Bajo, Kaimbulawa, Moronene, Tolaki Mekongga,
Lagu daerah Ngkururio (Buton) Tana Wolio (Buton), Kaki Dhisaku (Buton). Sope-Sope (Buton), Bentena Wolio (Buton), Botuki Pojanjita (Buton), Campaga Kapalute (Buton), Nana Maelu (Buton), Kasamea (Buton), Yinca Motobori (Buton), Poraeku (Buton), Kamboi Tepandona Matamu (Buton), Konowiana Ahadi (Buton), Kaliwu-liwu Kampou (Buton), Hune (Buton), Lalaala (Buton), Kamba Yimasiaka (Buton), Baraungga Mpaempea (Buton), Baralalou (Buton), Apokia Upara-Para (Buton), Lagu Wolio (Buton), Bula (Buton), Kanturu Maynawa (Buton), Mancuana Momakesana (Buton), Lawana Anto (Buton), Kampo Tangkeno (Buton – Kabaena), Kaena Yinca (Buton), Pongipiku (Buton), Wulele Sanggula (Kendari), Symponi Bahteramas, Peja Tawa-Tawa
Situs web www.sulawesitenggaraprov.go.id

Sulawesi Tenggara merupakan sebuah provinsi di Indonesia yang terletak bagian tenggara pulau Sulawesi dengan ibukota Kendari.

Provinsi Sulawesi Tenggara terletak di Jazirah Tenggara Pulau Sulawesi, secara geografis terletak di bagian selatan garis khatulistiwa di antara 02°45' – 06°15' Lintang Selatan dan 120°45' – 124°30' Bujur Timur serta mempunyai wilayah daratan seluas 38.140 km² (3.814.000 ha) dan perairan (laut) seluas 110.000 km² (11.000.000 ha).

Daftar isi

Perwakilan[sunting | sunting sumber]

DPRD Sulawesi Tenggara
2014–2019
Partai Kursi
Lambang PAN PAN 9
Lambang Partai Golkar Partai Golkar 7
Lambang Partai Demokrat Partai Demokrat 6
Lambang PDI-P PDI-P 5
Lambang PKS PKS 5
Lambang Partai Gerindra Partai Gerindra 4
Lambang Partai Hanura Partai Hanura 3
Ppp-logo.jpg PPP 2
Lambang PKB PKB 1
Total 45

Pada Pemilu Legislatif 2014 lalu, DPRD Sulawesi Tenggara berjumlah 45 orang dengan perwakilan delapan partai politik.

Sejarah Daerah[sunting | sunting sumber]

Sulawesi Tenggara awalnya merupakan nama salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara Sulselra dengan Baubau sebagai ibukota kabupaten.

Sulawesi Tenggara ditetapkan sebagai Daerah Otonom berdasarkan Perpu No. 2 tahun 1964 Juncto UU No.13 Tahun 1964.

Masa Pemerintahan Negara Kesultanan – Kerajaan Nusantara[sunting | sunting sumber]

Sulawesi Tenggara pada masa pemerintahan Negara Kesultanan – Kerajaan Nusantara hingga terbentuknya Kabupaten Sulawesi Tenggara pada tahun 1952, sebelumnya merupakan Afdeling. Onderafdeling ini kemudian dikenal dengan sebutan Onderafdeling Boeton Laiwoi dengan pusat Pemerintahannya di Bau-Bau. Onderafdeling Boeton Laiwui tersebut terdiri dari :

  • Afdeling Boeton;
  • Afdeling Muna;
  • Afdeling Laiwui.

Yang perlu diketahui bahwa Onderafdeling secara konsepsional merupakan suatu wilayah administratif setingkat kawedanan yang diperintah oleh seorang (wedana bangsa Belanda) yang disebut Kontroleur (istilah ini kemudian disebut Patih) pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Sebuah onderafdeling terdiri atas beberapa landschap yang dikepalai oleh seorang hoofd dan beberapa distrik (kedemangan) yang dikepalai oleh seorang districthoofd atau kepala distrik setingkat asisten wedana.

Status Onderafdeling diberikan oleh pemerintah Hindia Belanda kepada daerah-daerah yang memiliki kekuasaan asli dan kedaulatan yang dihormati bahkan oleh pemerintah Hindia Belanda sendiri. Pengakuan kekuasaan ini diberikan karena daerah-daerah tersebut bukanlah daerah jajahan Belanda namun sebagai daerah yang memiliki jalinan hubungan dengan Belanda.

Dalam beberapa anggapan bahwa Onderafdeling merupakan jajahan kiranya tidaklah benar, karena dalam kasus Onderafdeling Boeton Laiwoi terdapat hubungan dominasi yang agak besar oleh Belanda sebagai pihak yang super power pada masa itu dengan Kesultanan dan Kerajaan di Sulawesi Tenggara khususnya Kesultanan Buton, sehingga diberikanlah status Onderafdeling Boeton Laiwoi.

Afdeling Kolaka pada waktu itu berada di bawah Onderafdeling Luwu (Sulawesi Selatan), kemudian dengan Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 1952 Sulawesi Tenggara menjadi satu Kabupaten, yaitu Kabupaten Sulawesi Tenggara dengan ibu Kotanya Baubau. Kabupaten Sulawesi Tenggara tersebut meliputi wilayah-wilayah bekas Onderafdeling Boeton Laiwui serta bekas Onderafdeling Kolaka dan menjadi bagian dari Provinsi Sulawesi Selatan Tenggara dengan Pusat Pemerintahannya di Makassar ( Ujung Pandang ).

Masa Orde Lama 1964[sunting | sunting sumber]

Selanjutnya dengan Undang-Undang No. 29 Tahun 1959, Kabupaten Sulawesi Tenggara yang dimekarkan menjadi empat kabupaten, yaitu:

  1. Kabupaten Buton
  2. Kabupaten Kendari,
  3. Kabupaten Kolaka, dan
  4. Kabupaten Muna.

Keempat Daerah Tingkat II tersebut merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara. Betapa sulitnya komunikasi perhubungan pada waktu itu antara Daerah Tingkat II se Sulawesi Selatan Tenggara dengan pusat Pemerintahan Provinsi di Ujung Pandang, sehingga menghambat pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan maupun pelaksanaan tugas pembangunan. Disamping itu gangguan DI/TII pada saat itu sangat menghambat pelaksanaan tugas-tugas pembangunan utamanya dipedesaan.

Daerah Sulawesi Tenggara terdiri dari wilayah daratan dan kepulauan yang cukup luas, mengandung berbagai hasil tambang yaitu aspal dan nikel, maupun sejumlah bahan galian lainya. Demikian pula potensi lahan pertanian cukup potensial untuk dikembangkan. Selain itu terdapat pula berbagai hasil hutan berupa rotan, damar serta berbagai hasil hutan lainya. Atas pertimbangan ini tokoh – tokoh masyarakat Sulawesi Tenggara, membentuk Panitia Penuntut Daerah Otonom Tingkat I Sulawesi Tenggara.

Tugas Panitia tersebut adalah memperjuangkan pembentukan Daerah Otonom Sulawesi Tenggara pada Pemerintah Pusat di Jakarta. Berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, cita-cita rakyat Sulawesi Tenggara tercapai dengan keluarnya Perpu No. 2 Tahun 1964 Sulawesi Tenggara di tetapkan menjadi Daerah Otonom Tingkat I dengan ibukotanya Kendari.

Realisasi pembentukan Daerah Tingkat I Sulawesi Tenggara dilakukan pada tanggal 27 April 1964, yaitu pada waktu dilakukannya serah terima wilayah kekuasaan dari Gubernur Kepala Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tenggara, Kolonel Inf.A.A Rifai kepada Pejabat Gubernur Kepala Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, J. Wajong.Pada saat itu Provinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Tenggara mulai berdiri sendiri terpisah dari Provinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan. Oleh karena itu tanggal 27 April 1964 adalah hari lahirnya Provinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Tenggara yang setiap tahun diperingati

Masa Orde Baru Tahun 1995[sunting | sunting sumber]

Dibentuk satu kota yaitu Kota Kendari, pemekaran dari Kabupaten Kendari, sekarang Kabupaten Konawe (3 Agustus 1995).

Masa Era Reformasi Tahun 1999[sunting | sunting sumber]

Masa Awal Reformasi[sunting | sunting sumber]

Dibentuk satu kota Baru yaitu : Kota Baubau, pemekaran dari Kabupaten Buton (21 Juni 2001).

Masa Berikutnya Reformasi[sunting | sunting sumber]

Terbentuk beberapa kabupaten baru :

  1. Kabupaten Bombana, pemekaran dari Kabupaten Buton (18 Desember 2003)
  2. Kabupaten Wakatobi, pemekaran dari Kabupaten Buton (18 Desember 2003)
  3. Kabupaten Kolaka Utara, pemekaran dari Kabupaten Kolaka (18 Desember 2003)
  4. Kabupaten Konawe Selatan, pemekaran dari Kabupaten Konawe (25 Februari 2003)
  5. Kabupaten Konawe Utara, pemekaran dari Kabupaten Konawe (2 Januari 2007)
  6. Kabupaten Buton Utara, pemekaran dari Kabupaten Muna (2 Januari 2007)
  7. Kabupaten Kolaka Timur, pemekaran dari Kabupaten Kolaka (14 Desember 2012)
  8. Kabupaten Konawe Kepulauan, dimekarkan dari Kabupaten Konawe (12 April 2013)
  9. Kabupaten Buton Tengah, dimekarkan dari Kabupaten Buton (Juli 2014)
  10. Kabupaten Buton Selatan, dimekarkan dari Kabupaten Buton (Juli 2014)
  11. Kabupaten Muna Barat, dimekarkan dari Kabupaten Muna (Juli 2014)

Setelah pemekaran, Sulawesi Tenggara mempunyai 15 kabupaten dan 2 kota. Saat ini Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki Kantor Penghubung Provinsi Sulawesi Tenggara pada Gedung Menara Global yang berlokasi di Jalan Gator Subroto DKI Jakarta.

Demografi Daerah[sunting | sunting sumber]

Jumlah Penduduk[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1990 jumlah penduduk Sulawesi Tenggara sekitar 1.349.619 jiwa. Kemudian tahun 2000 meningkat menjadi 1.776.292 jiwa dan berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional Badan Pusat Statistik tahun 2005 adalah sejumlah 1.959.414 jiwa.

Dari publikasi Proyeksi Penduduk Indonesia 2010–2035 disebutkan bahwa jumlah penduduk Sulawesi Tenggara berturut-turut (dalam ribuan) 2.243,6 (2010), 2.499,5 (2015), 2.755,6 (2020), 3.003,3 (2025), 3.237,7 (2030) dan 3.458,1 (2035).

Pertumbuhan Penduduk[sunting | sunting sumber]

Laju pertumbuhan penduduk Sulawesi Tenggara selama tahun 1990–2000 adalah 2,79% per tahun dan tahun 2004–2005 menjadi 0,02%.[butuh rujukan] Laju pertumbuhan penduduk menurut kabupaten selama kurun waktu 2004–2005 hanya kota Kendari dan Kabupaten Muna yang menunjukan pertumbuhan yang positif, yaitu 0,03 % dan 0,02 % per tahun, sedangkan kabupaten yang lain menunjukkan pertumbuhan negatif.

Struktur Penduduk[sunting | sunting sumber]

Struktur umur penduduk Sulawesi Tenggara pada tahun 2005, penduduk usia di bawah 15 tahun 700.433 jiwa (35,75%) dari total penduduk, sedangkan penduduk perempuan mencapai 984.987 jiwa (20.27%) dan penduduk laki-laki mencapai 974.427 jiwa (49,73%).

Jumlah penduduk tahun 1971–2010[sunting | sunting sumber]

Tahun 1971 1980 1990 1995 2000 2010
Jumlah penduduk Green Arrow Up.svg 714.120 Green Arrow Up.svg 942.302 Green Arrow Up.svg 1.349.619 Green Arrow Up.svg 1.586.917 Green Arrow Up.svg 1.776.292 Green Arrow Up.svg 2.232.586
Sejarah kependudukan Sulawesi Tenggara
Sumber:[1]

Potensi Perekonomian Daerah[sunting | sunting sumber]

Komoditi unggulan[sunting | sunting sumber]

  1. Pertanian, meliputi: kakao, kacang mede, kelapa, cengkeh, kopi, pinang lada dan vanili
  2. Kehutanan, meliputi: kayu gelondongan dan kayu gergajian
  3. Perikanan, meliputi: perikanan darat dan perikanan laut
  4. Peternakan, meliputi: sapi, kerbau dan kambing
  5. Pertambangan, meliputi: aspal[2] , nikel, emas, marmer, batu setengah permata, onix, batu gamping dan tanah liat

Potensi Kepariwisataan Daerah[sunting | sunting sumber]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Wisata Sejarah[sunting | sunting sumber]

  • Benteng Keraton Buton, di Kota Baubau yang merupakan benteng terluas di dunia;
  • Istana Kamali Baadia, di Kota Baubau yang merupakan Istana dari Sultan Ke-38 La Ode Falihi dan Sultan Ke-39 Drs. H. La Ode Manarfa;
  • Istana Malige, di Kota Baubau dengan arsitektur khas Suku Buton dan merupakan bangunan adat yang tidak menggunkan paku;
  • Istana Kamali Kara, di Kota Baubau yang terletak di dalam benteng keraton Buton;
  • Istana Kamali Bata, di Kota Baubau yang letaknya bersebelahan dengan Istana Kamali Kara;
  • Kasulana Tombi, di Kota Baubau yang merupakan bekas tiang bendera Kesultanan Buton yang umurnya lebih dari tiga abad;
  • Masjid Agung Keraton Buton (Masigi Ogena), di Kota Baubau yang merupakan masjid pertama yang berdiri di Sulawesi Tenggara;
  • Kampua, di Kota Baubau yang merupakan mata uang Kerajaan dan Kesultanan Buton;
  • Petilasan Arung Palakka; yang merupakan tempat persembunyian Arung Palakka ketika berlindung di Tanah Buton;
  • Benteng Kerajaan Kabaena (Benteng Istana Tangkeno dan Benteng Tontontari) di pulau Kabaena Kabupaten Bombana

Wisata Budaya[sunting | sunting sumber]

Wisata Atraksi[sunting | sunting sumber]

Wisata Alam[sunting | sunting sumber]

Sarana Infrastruktur Daerah[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pendidikan Tinggi[sunting | sunting sumber]

  1. Universitas Dayanu Ikhsanuddin (UNIDAYAN[3]), Baubau
  2. Univeristas Halu Oleo (UNHALU), Kendari
  3. Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Kendari
  4. Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), Baubau
  5. Universitas Islam Buton Nusantara (UNISBUN), Baubau
  6. AMIK Milan Dharma, Baubau
  7. Akademi Kebidanan Kabupaten Buton (AKBID Buton), Baubau
  8. Akademi Kebidanan Buton Raya (AKBID Buton Raya), Baubau
  9. Akademi Kebidanan YAPENAS (AKBID YAPENAS), Baubau
  10. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI), Baubau
  11. Universitas Sulawesi Tenggara (UNSULTRA), Kendari
  12. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN), Kendari
  13. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STIMIK Catur Sakti), Kendari
  14. Universitas Negeri Sembilanbelas November (UNSN), Kolaka
  15. AMIK Milenium kolaka
  16. SEkolah Tinggi Agama Islam Kolaka (STAI Kolaka)
  17. POLTEK Indotec kolaka
  18. STIK Avicena Kendari
  19. Akademi Kebidayan Konawe (AKBID KONAWE), Konawe
  20. Universitas Lakidende (UNILAKI)

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Bandara Udara[sunting | sunting sumber]

  1. Bandara Udara Haluoleo, Konawe Selatan
  2. Bandara Udara Matahora, Wakatobi
  3. Bandara Udara Tomia, Wakatobi
  4. Bandara Udara Betoambari, Baubau
  5. Bandara Udara Sagia Ni Bandera,Kolaka

Pelabuhan Laut[sunting | sunting sumber]

  1. Pelabuhan Murhum
  2. Pelabuhan Nusantara
  3. Pelabuhan Samudra Kolaka
  4. Pelabuhan Ferry (ASDP)Kolaka
  5. Pelabuhan Fery Wamengkoli Buton Tengah
  6. Pelabuhan Fery Batulo Baubau
  7. Pelabuhan Liana Banggai Buton Tengah
  8. Pelabuhan Simpu Buton Selatan
  9. Pelabuhan Transito Talaga Raya – Buton Tengah
  10. Pelabuhan Antam Pomalaa

Jalan[sunting | sunting sumber]

  1. Jalan Negara :
  2. Jalan Provinsi :
  3. Jalan Kota/Kabupaten :

Pemerintahan Provinsi[sunting | sunting sumber]

Daftar gubernur[sunting | sunting sumber]

No Gubernur Mulai Jabatan Akhir Jabatan Prd. Ket, Wakil Gubernur
1
Jwayong.gif J. Wayong
1964
1965
1
 
2
LHadi.gif Laode Hadi
1965
1967
2
 
3
Edysabara.gif Eddy Sabara
1967
1973
3
 
1973
1978
4
4
ASilondae.gif Abdullah Silondae
1978
1981
5
 
Edysabara.gif Eddy Sabara
1981
1982
Penjabat Gubernur
5
Alala.gif Alala
1982
1987
6
 
1987
1992
7
6
Kaemoedin.gif Laode Kaimuddin
1992
1997
8
 
1997
2003
9
Masa jabatan diperpanjang akibat terjadinya kerusuhan pasca pemilihan Gubernur
Hoesein Effendy
7
Ali-mazi.jpg Ali Mazi
18 Januari 2003
18 Januari 2008
10
 
Yusran Silondae
Zainal Arifin
18 Januari 2008
18 Februari 2008
Pelaksana Harian Gubernur merangkap Sekda Sultra
8
Gubernur Sultra Nur Alam.png Nur Alam
18 Februari 2008
18 Februari 2013
11
 
Saleh Lasata
18 Februari 2013
Petahana
12

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)[sunting | sunting sumber]

Tahun 2011 ADHB/Atas dasar harga berlaku : Rp. 32.113,1 miliar.

ADHK/Atas dasar harga konstan 2000 : Rp. 12.698,1 miliar.

Tahun 2012 ADHB : Rp. 36.600,8 miliar.

ADHK : Rp. 14.020,3 miliar.

Pendapatan Asli Daerah[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan data tahun 2013, Sulawesi Tenggara memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan rincian sebagai berikut :

  • Pajak dan Retribusi Daerah : Rp 417.11 Miliar
  • Dana Perimbangan, seperti Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), serta dana bagi hasil pajak/bukan pajak : Rp. 1,12 Triliun
  • Dana lain-lain yang sah : Rp. 344, 15 Milliar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada bulan Agustus 2013 mengalami surplus 19,55 juta dolar AS di mana impor mencapai 41,04 juta dolar dan ekspor 60,59 juta dolar AS. Angka kumulatif neraca perdagangan Januari-Agustus 2013 juga mengalami surplus yang mencapai 300,09 juta dolar AS di mana perbandingannya, impor sebesar 285,21 juta dolar AS dan ekspor mencapai angka 585,30 juta dolar AS.

Total APBD[sunting | sunting sumber]

APBD Tahun 2013[sunting | sunting sumber]

Rancangan Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) Sultra Tahun 2013 dengan Estimasi sebesar Rp. 1,88 Triliun lebih.

Pendapatan Domestik Bruto (PDRB) Perkapita[sunting | sunting sumber]

Nominal PDRB dalam Triwulan Tahun 2013[sunting | sunting sumber]

- Nominal PDRB triwulan I tahun 2013 mencapai 9,56 triliun rupiah.

- Nominal PDRB Triwulan II-2013 mencapai 9,93 triliun rupiah.

Pendapatan[sunting | sunting sumber]

Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2013[sunting | sunting sumber]

Pajak dan Retribusi Daerah[sunting | sunting sumber]

Total sebesar Rp 417.11 Milyiar

Dana perimbangan[sunting | sunting sumber]

- Dana Alokasi Umum (DAU), - Dana Alokasi Khusus (DAK), - dana bagi hasil pajak/bukan pajak Total sebesar Rp. 1,12 Trilyun

Dana lain-lain pendapatan yang sah[sunting | sunting sumber]

Dana penyusuaian Otonomi Khusus Total sebesar Rp. 344, 15 Milyar.

Neraca Perdagangan[sunting | sunting sumber]

Neraca Perdagangan Tahun 2013[sunting | sunting sumber]

Badan Pusat Statistik Pada Agustus 2013 mengalami surplus 19,55 juta dolar AS di mana impor mencapai 41,04 juta dolar dan ekspor 60,59 juta dolar AS.

Angka kumulatif neraca perdagangan Januari-Agustus 2013 juga mengalami surplus yang mencapai 300,09 juta dolar AS di mana perbandingannya, impor sebesar 285,21 juta dolar AS dan ekspor mencapai angka 585,30 juta dolar AS.

Pertumbuhan Ekspor dan Impor[sunting | sunting sumber]

Pertumbuhan Ekspor dan Impor Tahun 2013[sunting | sunting sumber]

Ekspor[sunting | sunting sumber]

Badan Pusat Statistik Sulawesi Tenggara Sekitar 66,24 persen dari total ekspor non migas Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Januari-Agustus 2013 atau senilai 387,72 juta dolar AS ditujukan ke China

Tujuan ekpor terbesar kedua adalah Belanda yakni 105,40 juta dolar AS dan Korea Selatan menempati posisi ketiga tujuan ekspor dengan capaian 72,07 juta dolar AS.

Agustus 2013 paian nilai ekspor kedua negara itu masing-masing dengan nilai 105,40 juta dolar AS dan 56,50 juta dolar AS.

Total ekspor itu, terbesar dari bijih logam terak dan abu yakni mencapai 67,20 persen dengan nilai 393,33 juta dolar AS dan ekspor besi dan baja mencapai nilai 176,25 juta dolar AS dengan nilai 30,11 persen.

Pada Agustus 2013 lalu deng nilai mencapai 348,54 juta dolar AS, sementara besi dan baja nilainya mencapai 160,68 juta dolar AS.

Impor[sunting | sunting sumber]

Badan Pusat Statistik Sulawesi Tenggara Pangsa impor terbesar datangnya dari negara tetangga Singapura yang nilainya mencapai 193,74 juta dolar AS atau 67,93 persen dari seluruh impor yang terhitung dari januari-Agustus 2013 mencapai 285,21 juta dolar AS atau naik 33,36 persen.

Urutan kedua dan tiga negara pengimpor ditempati Malaysia yang mencapai nilai 77,89 juta dolar atauy 27,31 persen dan impor Cina hanya mnecapai nilkai 12,43 juta dolar AS atau 4,36 persen dari total impor seluruhnya.

Laju Inflasi dan Deflasi[sunting | sunting sumber]

Upah Minimum Provinsi (UMP)[sunting | sunting sumber]

Upah Minimum Tahun 2013[sunting | sunting sumber]

Badan Pusat Statistik Sulawesi Tenggara Upah minimum sektoral provinsi 2013 bidang pertambangan menjadi Rp1.192.720 atau naik 10,05%.

UMP sektor bangunan sebesar Rp1.237.730 atau naik 9% dibanding tahun 2012.

Daerah Kota dan Kabupaten[sunting | sunting sumber]

Daftar Kota, Kabupaten dan Pertumbuhan Penduduk[sunting | sunting sumber]

No. Kabupaten/Kota Pusat pemerintahan Bupati/Wali Kota Kecamatan Kelurahan/desa Logo
Coat of arms of Southeast Sulawesi.svg
1 Kabupaten Bombana Rumbia Sitti Saleha (Pj.)
menggantikan Tafdil
22 22/121
Lambang Kabupaten Bombana.png
2 Kabupaten Buton Pasarwajo La Bakry (Plt.) 7 12/83
Kabupaten Buton.png
3 Kabupaten Buton Selatan Batauga Agus Feisal Hidayat 7 10/60
Kabupaten Buton Selatan (Busel).png
4 Kabupaten Buton Tengah Labungkari Samahuddin 7 10/67
Kabupaten buton tengah (buteng).png
5 Kabupaten Buton Utara Buranga Abu Hasan 6 12/78
Coat of arms of Buton utara.jpg
6 Kabupaten Kolaka Kolaka Ahmad Safei 12 35/100
Lambang Kab Kolaka.png
7 Kabupaten Kolaka Timur Tirawuta Tony Herbiansyah 12 16/117
Logo Kabupaten Kolaka Timur.jpg
8 Kabupaten Kolaka Utara Lasusua Rusda Mahmud 15 6/128
Lambang Kabupaten Kolaka Utara.png
9 Kabupaten Konawe Unaaha Kery Saiful Konggoasa 23 57/241
Lambang Kabupaten Konawe.png
10 Kabupaten Konawe Kepulauan Langara Amrullah 7 7/72
Logo Konawe Kepulauan.png
11 Kabupaten Konawe Selatan Andolo Surunuddin Dangga 22 15/343
Lambang Kabupaten Konawe Selatan.png
12 Kabupaten Konawe Utara Wanggudu Ruksamin 13 11/157
Logo konawe utara.jpg
13 Kabupaten Muna Raha La Ode M. Rusman Emba 22 26/125
Lambang Kabupaten Muna Revisi.png
14 Kabupaten Muna Barat Sawerigadi La Ode M. Rajiun Tumada 11 5/81
Logo-muna-barat-1-638.png
15 Kabupaten Wakatobi Wangi-Wangi Arhawi 8 26/76
Lambang Kabupaten Wakatobi.png
16 Kota Bau-Bau - AS Thamrin 8 43/-
Baubau.png
17 Kota Kendari - Asrun 11 75/-
Lambang Kota Kendari.png


Pemerintah Kota dan Kabupaten[sunting | sunting sumber]

Daftar Walikota dan Bupati[sunting | sunting sumber]

Daftar Walikota dan Bupati Se-Sulawesi Tenggara

Wali Kota[sunting | sunting sumber]

Kota Wali Kota Wakil Wali Kota Partai Pengusung Mulai Menjabat1 Selesai Menjabat
(direncanakan)
Sebelumnya Keterangan
Baubau A.S. Tamrin Wa Ode Maasra Manarfa PAN, PBB, dan PPN 30 Januari 2013 30 Januari 2018 Daftar
Kendari Asrun Musadar Mappasomba PKS, Golkar, PAN, PPP, dan Partai Demokrat 8 Oktober 2012 8 Oktober 2017 Daftar Periode Ke

Bupati[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bupati Wakil Bupati Partai Pengusung Selesai Menjabat (direncanakan) Sebelumnya Keterangan
Bombana Tafdil Masyhura PKNU, PSI,PKB, PKPB, REPUBLIKAN, dan PAN 2 Agustus 2011 2 Agustus 2016 Daftar
Buton Samsu Umar Abdul La Bakry PAN, PDB, PBR, dan PPRN 8 Agustus 2011 8 Agustus 2015 Daftar
Buton Utara Muhammad Ridwan Zakaria Hrmin Hari PAN, Partai Patriot, PPP, dan PKPI 10 Juni 2010 10 Juni 2015 Daftar
Kolaka Ahmad Safei Jayadin Partai Demokrat, Golkar, PPP, dan PKS 18 Juni 2012 18 Juni 2017 Daftar Bupati Definitif Dinonaktifkan
Kolaka Utara Rusda Mahmud Boby Alimudin Partai Demokrat, Golkar, PPP, dan PKS 18 Juni 2012 18 Juni 2017 Daftar
Kolaka Timur Pj. Tony Herbiansyah kosong PNS 18 Juni 2012 18 Juni 2017 Daftar Daerah Otonom Baru (DOB)
Konawe Kery Saiful Konggoasa Parinringi Partai Amanat Nasional 17 Juni 2013 17 Juni 2018 Daftar
Konawe Utara Aswad Sulaeman Ruksamin Partai Demokrat, PBB, dan PPDI 21 April 2011 21 April 2016 Daftar
Konawe Selatan Imran Sutoardjo Pondiu Partai Demokrat dan PAN 12 Agustus 2010 12 Agustus 2015 Daftar
Konawe Kepulauan Pj. Muhammad Nur Sinapoy kosong PNS 18 Juni 2012 18 Juni 2017 Daftar
Muna L.M. Baharuddin Abdul Malik Ditu PAN, PDI-P, dan Partai Demokrat 16 September 2010 16 September 2015 Daftar
Wakatobi Ir. Hugua H. Arhawi, SE Golkar, PKB, PAN, PDI-P, dan Barnas 28 Juni 2011 28 Juni 2016 Daftar

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Penduduk Sulawesi Tenggara dari tahun ke tahun terus meningkat". BPS Sultra. Diakses tanggal 1 October 2010. 
  2. ^ Produsen Aspal Buton
  3. ^ "Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau". und.ac.id (dalam id-ID). Diakses tanggal 2017-06-05. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Koordinat: 4°30′LU 122°44′BT / 4,5°LS 122,733°BT / -4.500; 122.733