Kabupaten Kolaka Utara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Kolaka Utara
Lambang Kabupaten Kolaka Utara
Lambang Kabupaten Kolaka Utara


Lokasi Sulawesi Tenggara Kabupaten Kolaka Utara.svg
Peta lokasi Kabupaten Kolaka Utara
Koordinat: 2.00° LS- 122.045° – 124.060° BT
Provinsi Sulawesi Tenggara
Dasar hukum UU No. 29 Tahun 2003
Tanggal 18 Desember 2003
Ibu kota Kecamatan Lasusua
Pemerintahan
 - Bupati Rusda Mahmud
 - Wakil Bupati Bobby Alimuddin Page
 - DAU Rp. 385.721.156.000.-(2013)[1]
Luas 3.391 km2
Populasi
 - Total 113.317 jiwa (2005)
 - Kepadatan 33,42 jiwa/km2
Demografi
Pembagian administratif
 - Kecamatan 12
 - Kelurahan 81
 - Situs web http://www.kolutkab.go.id/

Kabupaten Kolaka Utara adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia dengan ibukota Kecamatan Lasusua. Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Kolaka yang disahkan dengan UU Nomor 29 tahun 2003 tanggal 18 Desember 2003.

Jumlah penduduk dari hasil registrasi akhir tahun 2005, yaitu sebesar 113.317 jiwa terdiri dari penduduk laki-laki sebesar 57.438 jiwa atau 50.69% dan perempuan sebesar 56.879 jiwa atau 49.31%.

Sumber pendapatan utama kabupaten ini adalah perkebunan kakao, kelapa dan cengkeh. Sekitar 80% penduduk kabupaten ini bergantung pada perkebunan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

PDRB Kabupaten Kolaka Utara atas dasar harga konstan 2000 pada tahun 2005 adalah sebesar Rp. 653.102,42,- juta dan bilamana dibandingkan dengan angka PDRB Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun yang sama dengan jumlah sebesar Rp. 8.026.856,22,- juta sehingga menunjukan bahwa peranan Kabupaten Kolaka Utara terhadap provinsi tersebut sebesar 8,14%.

Berdasarkan harga berlaku PDRB perkapita Kabupaten Kolaka Utara tahun 2004 Rp. 9.398.723,48,- meningkat menjadi Rp. 10.462.021,81,- tahun 2005 atau sebesar 11,31%.

Keadaan Wilayah[sunting | sunting sumber]

Senja di Pantai Lasusua, Kab. Kolaka Utara

Luas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kolaka mencakup wilayah daratan dan kepulauan yang memiliki daratan seluas 3.391 km2 dan wilayah perairan (laut) diperkirakan seluas ± 5.000 km2.

Letak Geografis[sunting | sunting sumber]

Secara geografis terletak memanjang dari utara ke selatan berada di antara 2.00° Lintang Selatan dan membentang dari Barat ke Timur di antara 122.045° – 124.060° Bujur Timur, berbatasan dengan:

Utara Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan
Selatan Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara
Barat Teluk Bone
Timur Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara

Topografi[sunting | sunting sumber]

Keadaan permukaan wilayah Kabupaten Kolaka Utara umumnya terdiri dari gunung dan bukit yang memanjang dari utara ke selatan. Di antara gunung dan bukit terbentang dataran-dataran yang merupakan daerah potensial untuk pengembangan sektor pertanian.

Hidrologis[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kolaka Utara memiliki beberapa sungai yang tersebar pada 6 (enam) kecamatan. Sungai tersebut pada umumnya memiliki potensi yang dapat dijadikan sebagai sumber tenaga, kebutuhan industri, kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan irigasi serta pariwisata. Dipandang dari sudut oceanografi memiliki perairan (laut) yang sangat luas, yaitu diperkirakan mencapai lebih dari 5.000 km2. Perairan ini masih belum begitu dimanfaatkan secara optimal walaupun potensial untuk usaha perikanan.

Iklim[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kolaka Utara mempunyai ketinggian umumnya dibawah 1.000 meter dari permukaan laut dan berada di sekitar daerah khatulistiwa maka daerah ini beriklim tropis. Suhu udara minimum sekitar 10 °C dan maksimum 31 °C atau rata-rata antara 24 °C - 28 °C.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Pemerintahan Daerah[sunting | sunting sumber]

Wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Kolaka Utara tahun 2005 terdiri atas 6 kecamatan, 78 desa dan 3 kelurahan. Adapun pembagian wilayah administrasi pemerintahan kecamatan, yaitu:

  1. Kecamatan Batu Putih dengan ibukotanya Batu Putih terdiri dari 13 desa dan 1 kelurahan
  2. Kecamatan Kodeoha dengan ibukotanya Mala-Mala terdiri dari 13 desa
  3. Kecamatan Lasusua dengan ibukotanya Lasusua terdiri dari 12 desa dan 1 kelurahan
  4. Kecamatan Ngapa dengan ibukotanya Lapai terdiri dari 11 desa
  5. Kecamatan Pakue dengan ibukotanya Olo-Oloho terdiri dari 17 desa dan 1 kelurahan
  6. Kecamatan Ranteangin dengan ibukotanya Ranteangin terdiri dari 12 des

Pemerintahan Desa[sunting | sunting sumber]

Jumlah desa/kelurahan pada tahun 2005 yang sudah mencapai tingkat swasembada baru sebanyak 6 desa atau 7,41% dari 81 desa, sedangkan sisanya sebanyak 75 desa atau 92,59% merupakan desa swakarya.

Dewan Perwakilan Rakyat[sunting | sunting sumber]

Jumlah anggota DPRD Kabupaten Kolaka Utara sebanyak 20 orang terdiri dari Fraksi Golkar sebanyak 4 orang, PNBK sebanyak 3 orang, PAN sebanyak 3 orang, PPDK sebanyak 1 orang, PBB sebanyak 2 orang, PPP sebanyak 2 orang, PKS sebanyak 2 orang, PBR sebanyak 2 orang dan Partai Pelopor 1 orang.

Kependudukan dan Tenaga Kerja[sunting | sunting sumber]

Kependudukan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2003 jumlah penduduk Kabupaten Kolaka Utara telah berjumlah 96.573 jiwa. Tahun 2004 meningkat menjadi 99.077 jiwa atau naik menjadi 2,59%. Pada tahun 2005 naik menjadi 113.317 jiwa atau naik 14,37%, tersebar di berbagai daerah kecamatan, meliputi: Ranteangin 14,67%, Lasusua 17,67%, Kodeoha 14,29%, Ngapa 17,46%, Pakue 22,48% dan Batu Putih 13,43%.

Laju pertumbuhan penduduk menurut kecamatan pada kurun waktu 2003-2005 yang berada di atas 9,00% per tahun adalah Pakue sebesar 11,32% kemudan Ngapa sebesar 10,32%.

Kepadatan penduduk pada tahun 2005 adalah 33 jiwa setiap 1 km2 dari enam kecamatan, kecamatan yang memiliki kepadatan di atas 50 jiwa setiap 1 Km2 adalah Lasusua yaitu 54 jiwa dan Ngapa 79 jiwa. Untuk Kecamatan Ranteangin, Kodeoha, Pakue dan Batu Putih kepadatannya dibawah 50 jiwa setiap 1 km2.

Tenaga Kerja[sunting | sunting sumber]

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) menurut jenis kelamin pada tahun 2005 TPAK laki-laki jauh lebih tinggi yaitu 81,37% dan untuk perempuan 69,75%.

Jumlah penduduk usia kerja pada tahun 2005 sebesar 73.619. Dari jumlah penduduk usia kerja tersebut, sebanyak 55.634 orang (75,57%) merupakan angkatan kerja dan sisanya 18.328 orang (24.43%) merupakan bukan angkatan kerja. Dari jumlah penduduk angkatan kerja yang bekerja menyerap sebanyak 83,91%, sedangkan pencari kerja (pengangguran terbuka) sebanyak 16,09%.

Sosial[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2004/2005 jumlah TK sebanyak 40 unit dan pada tahun 2005/2006 menjadi 46 unit atau meningkat 15%, kemudian guru meningkat 15%, yaitu dari 123 orang pada tahun 2004 menjadi 142 orang pada tahun 2005/2006 serta murid bertambah dari 1.221 orang pada tahun 2004/2005 menjadi 1.805 orang pada tahun 2005/2006 meningkat 47%.

Untuk SD tahun 2004/2005 berjumlah 78 unit, guru meningkat dari 464 orang pada tahun 2004/2005 menjadi 766 orang pada tahun 2005/2006 atau meningkat sebesar 65,08%. Sementara murid juga mengalami kenaikan dari 16.910 orang pada tahun 2004/2005 menjadi 17.571 orang pada tahun 2005/2006 atau meningkat 3,9%.

Untuk SMU tahun 2004/2005 berjumlah 3 unit. Guru menurun dari 73 orang tahun 2004/2005 menjadi 72 orang pada tahun 2005/2006 atau turun 1,36%. Sementara murid mengalami kenaikan dari 1.654 orang tahun 2004/2005 menjadi 1.714 orang tahun 2005/2006 atau meningkat 3,62%.

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Tahun 2005 jumlah fasilitas kesehatan terdiri dari 7 unit Puskesmas, Puskesmas Pembantu 15 unit dan Puskesmas Plus 1 unit.

Tenaga kesehatan terdiri dari 14 orang dokter, apoteker 5 orang, perawat 65 orang, bidan 27 orang dan tenaga kesehatan lainnya 30 orang.

Agama[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2005 terdapat 143 unit tempat peribadatan yang terdiri dari 123 unit masjid, 19 unit mushola dan 1 buah gereja.

Pada tahun 2004 jumlah penduduk Kabupaten Kolaka Utara 113.317 jiwa, di antaranya 112.675 jiwa (99,43%) pemeluk agama Islam, 253 jiwa (0,23%) pemeluk agama Kristen Protestan, 313 jiwa (0,27%) pemeluk agama Katolik dan pemeluk agama Hindu/Budha 16 jiwa (0,01%).

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan[sunting | sunting sumber]

Dari jenis tanaman bahan makanan, produksi paling besar pada tahun 2005 adalah produksi padi sawah sebesar 12.701 ton atau 78,51% dari total produksi dari jenis tanaman bahan makanan, diikuti padi ladang sebesar 1.313 ton atau 8,12% ubi kayu sebesar 928 ton atau 5,74%, ubi jalar 816 ton atau 5,04%. Dari seluruh jenis tanaman bahan makanan yang paling terkecil produksinya adalah kacang kedelai.

Pada tahun 2005 dari beberapa jenis produksi seluruh tanaman perkebunan rakyat, lima jenis perkebunan rakyat merupakan lima terbesar hasil produksinya, yaitu: coklat sebesar 55.978,38 ton atau 86,76% dari seluruh produksi tanaman perkebunan rakyat, kelapa sebesar 5.116,99 ton atau 7,93%, cengkeh sebesar 2.706,65 ton atau 4,20%, kopi sebesar 286,33 ton atau 0,44%, jambu mete sebesar 187,61 ton atau 0,29%.

Dari luas hutan 2005 seluas 257.434,29 ha, kecamatan yang memiliki hutan terluas adalah Kecamatan Batu Putih seluas 104.4247,29 ha atau 40,56% dan luas hutan terendah adalah Kecamatan Ngapa seluas 9.976,47 ha atau 3,88%.

Peternakan dan Perikanan[sunting | sunting sumber]

Jenis populasi ternak yang dikembangkan terdiri dari ternak besar, ternak kecil dan ternak unggas. Untuk ternak besar meliputi sapi, kerbau dan kuda, sedangkan ternak kecil adalah kambing, domba dan ternak unggas meliputi ayam kampung dan ayam ras serta itik.

Pada tahun 2005 produksi ikan tercatat sebesar 6.938,2 ton terdiri dari produksi ikan laut 5.737,0 ton dan produksi ikan darat 1.201,2 ton dengan produksi ikan tertinggi berada di Kecamatan Pakue sebesar 2.361,3 ton.

Industri dan Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2005 jumlah perusahaan industri Logam, yaitu 35 perusahaan dengan tenaga kerja sebanyak 175 orang dan industri aneka berjumah 99 buah dengan tenaga kerja 297 orang.

Sarana penunjang kepariwisataan berupa hotel pada tahun 2005 mengalami kenaikan, yaitu sebanyak 11 buah atau naik 57,14% dibandingkan tahun 2004 dan 2003 yang hanya ada 7 buah hotel. Pada tahun 2005 jumlah kamar hotel sebanyak 97 kamar dan untuk tempat tidur sebanyak 119 unit.

Perdagangan[sunting | sunting sumber]

Dalam kegiatan perdagangan antar pulau, barang-barang yang diperdagangkan terdiri dari barang-barang hasil pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan.

Pada tahun 2004 volume perdagangan sebesar 8.267.392,50 ton yang terdiri dari hasil pertanian sebesar 24.575,00 ton atau 0,30% dari total volume perdagangan Kolaka Utara, hasil perkebunan sebesar 8.015.243,00 ton atau 96,95%, hasil hutan sebesar 227.090,00 ton atau 2,75% dan hasil perikanan sebesar 484,50 ton atau 0,01% dengan nilai perdagangan sebesar Rp. 2.135.044,-[rujukan?]

Daerah pelabuhan tujuan seluruhnya ada di Ujung Pandang dengan volume 8.267.392,50 ton dengan nilai perdagangan sebesar Rp. 2.135.045,- pada tahun 2004.[rujukan?]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]