Kabupaten Muna Barat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kabupaten Muna Barat
Lambang Kabupaten Muna Barat
Lambang Kabupaten Muna Barat



Peta lokasi Kabupaten Muna Barat
Koordinat:
Provinsi Sulawesi Tenggara
Dasar hukum UU No 14 Tahun 2014
Tanggal Peresmian 23 Juli 2014
Ibu kota Laworo
Pemerintahan
 - Bupati Drs. Laode Muhammad Rajiun Tumada, M.Si.
Luas 1022,89km2
Populasi
 - Total 83.362 jiwa
 - Kepadatan
Demografi
Pembagian administratif
 - Kecamatan 11
Simbol khas daerah

Kabupaten Muna Barat atau disingkat Mubar merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara, hasil pemekaran dari Kabupaten Muna pada pertengahan tahun 2014. Ibukota Kabupaten Muna Barat terletak di Laworo, Kecamatan Sawerigadi.[1]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Pemerintahan Daerah[sunting | sunting sumber]

Pemerintahan Kabupaten Muna Barat berbentuk daerah kabupaten otonom yang dipimpin oleh seorang Bupati dan Wakil Bupati. Untuk sementara daerah ini dipimpin oleh Pelaksana Tugas Bupati yang ditunjuk langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara. Pelaksana Tugas Bupati Kabupaten Muna Barat saat ini dilaksanakan oleh Radjiun Tumada.

Wilayah Administratif[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Muna Barat dengan ibukotanya Laworo secara administratif terdiri atas 11 kecamatan definitif yang selanjutnya terdiri atas 86 unit desa dan 5 Unit Pemukiman Transimigrasi (UPT).
Berikut adalah kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Muna Barat.

  1. Kecamatan Lawa
  2. Kecamatan Tiworo Kepulauan
  3. Kecamatan Sawerigadi
  4. Kecamatan Maginti
  5. Kecamatan Barangka
  6. Kecamatan Kusambi
  7. Kecamatan Wadaga
  8. Kecamatan Tiworo Tengah
  9. Kecamatan Tiworo Utara
  10. Kecamatan Tiworo Selatan
  11. Kecamatan Napano Kusambi

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah Kabupaten Muna Barat adalah sebagai berikut:

  1. Utara : Kabupaten Konawe Selatan
  2. Selatan : Kabupaten Muna
  3. Barat : Kabupaten Bombana
  4. Timur : Kabupaten Muna

Topografi[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar Kabupaten Muna Barat merupakan dataran rendah.

Agama[sunting | sunting sumber]

Masyarakat Kabupaten Muna Barat sebagian besar beragama Islam dan hanya ada sebagian kecil beragama Hindu dan Kristen Protestan. Minoritas Hindu dan Kristen umumnya dapat dijumpai pada unit pemukiman transmigran.

Sosial Kependudukan[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan Sensus Ekonomi Kependudukan tahun 2010, jumlah populasi penduduk Kabupaten Muna Barat adalah sebanyak 83.364 jiwa, dengan kepadatan penduduk mencapai 81,5 jiwa/km2.
Masyarakat Kabupaten Muna Barat merupakan masyarakat heterogen yang berpendudukkan beragam suku. Suku utama yang mendiami daerah ini adalah Suku Muna. Selain itu di daerah ini dihuni pula oleh penduduk transmigran yang berasal dari Jawa, Bali, dan Maluku.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Pendapatan daerah Kabupaten Muna Barat sangat ditunjang oleh bidang perkebunan dan pertanian yang tersebar merata hampir diseluruh wilayah daerah ini. Selain itu, di wilayah kecamatan Tiworo Kepulauan juga menyumbang pendapatan daerah dari sektor perikanan yang cukup besar.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Kondisi Jalan[sunting | sunting sumber]

Komposisi Jalan raya di Kabupaten Muna Barat terdiri atas jalan provinsi dan jalan kabupaten. Kondisi jalan yang ada di daerah ini sekitar 40% rusak dan sedang dalam perbaikan.

Transportasi Darat[sunting | sunting sumber]

Untuk transportasi masyarakat setiap harinya di daerah ini dilayani oleh angkutan darat, seperti mobil sewaan, Damri ataupun angkutan umum. Angkutan umum ini melayani rute transportasi Lawa-Raha, Kambara-Raha, Masara-Raha dan Tondasi-Kendari(Damri).

Transportasi Laut[sunting | sunting sumber]

Untuk transportasi laut masyarakat di daerah ini telah tersedia Pelabuhan Laut Tondasi, yang melayani rute pelayaran Tondasi-Makassar maupun Tondasi-Dongkala.

Transportasi Udara[sunting | sunting sumber]

Untuk transportasi udara masyarakat di Kabupaten Muna Barat bisa menggunakan pesawat terbang yang melayani rute Guali-Makassar maupun sebaliknya pada Bandar Udara Sugi Manuru.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Muna Barat merupakan daerah potensial untuk pengembangan agrowisata dan wisata sejarah.

Pengembangan agrowisata didaerah ini ditunjang oleh banyaknya perkebunan yang ada di wilayah kecamatan Tiworo Kepulauan.

Selain agrowisata di Kabupaten Muna Barat juga banyak tempat bersejarah untuk wisata sejarah, diantaranya adalah benteng-benteng tua di wilayah Kecamatan Tiworo Kepulauan.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "DPR Sahkan RUU Pembentukan Kabupaten Baru" 2014-06-26. Diakses 2014-08-21.