Kabupaten Muna

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kabupaten Muna
Lambang Kabupaten Muna Revisi.png
Lambang Kabupaten Muna


Moto: Sowite ( Demi Tanah Ku )



Lokasi Sulawesi Tenggara Kabupaten Muna.svg
Peta lokasi Kabupaten Muna di Sulawesi Tenggara
Koordinat: 4.06°–5.15° LS dan 120.00°–123.24° BT
Provinsi Sulawesi Tenggara
Dasar hukum UU No. 29 Tahun 1959
Tanggal peresmian -
Ibu kota Kota Raha
Pemerintahan
-Bupati L.M. Rusman Emba, S.T
APBD
-DAU Rp. 635.053.318.000.-(2013)[1]
Luas 2.057,69 km²
Populasi
-Total 304.753 jiwa (2005)
-Kepadatan 62
Demografi
-Kode area telepon 0403
Pembagian administratif
-Kecamatan 22
-Kelurahan 158/26
Simbol khas daerah
Situs web http://www.munakab.go.id/

Kabupaten Muna adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia, dengan Ibu kota di Raha. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.057,69 km² atau ± 205.769 ha. dan berpenduduk sebanyak 215.442 jiwa (2014).

Keadaan Wilayah[sunting | sunting sumber]

Letak Geografis[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Muna terletak di jazirah sulawesi bagian tenggara, meliputi bagian utara pulau muna, serta pulau-pulau kecil yang tersebar di sekitar kawasan tersebut, Secara astronomis, Kabupaten Muna terletak di bagian selatan garis khatulistiwa, memanjang dariutara ke selatan di antara 4015’ – 5015’ Lintang Selatan dan membentang dari Barat ke Timur di antara 122030’ – 123015’ Bujur Timur.

Luas dan Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Luas daratan Kabupaten Muna seluas 2.057,69 km² atau 205.769 ha, berbatasan dengan:

Utara Kabupaten Konawe Selatan dan Selat Tiworo
Selatan Kabupaten Buton Tengah
Barat Selat Muna dan Kabupaten Muna Barat
Timur Kabupaten Buton Utara dan Pulau Kajuangi

Topografi dan Hidrologi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Muna, setelah dimekar dengan Kabupaten Muna Barat, memiliki luas wilayah daratan ± 2.057,69 km2 atau ± 205.769 ha. Secara garis besar, ketinggian daratan Kabupaten Muna bervariasi antara 0->1000 m di atas permukaan laut (dpl). Namun, sebagian besar dari luas daratan Kabupaten Muna berada pada ketinggian 25-100 m dpl, yaitu sebesar 33,13% dari luas daratan Kabupaten Muna. Sedangkan luas daratan yang mempunyai ketinggian >1000 m dpl hanya sekitar 0,02% dari luas keseluruhan daratan Kabupaten Muna. Secara geologis, Kabupaten Muna terdiri dari beberapa batuan. wilayah muna bagian selatan terdiri dari tanah podsolik merah dan kuning.

Keadaan Iklim[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Muna mempunyai iklim tropis seperti sebagian besar daerah di Indonesia, dengan suhu rata-rata sekitar 26–30 °C. Demikian juga dengan musim, Kabupaten Muna mengalami dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau.

Pada umumnya musim hujan terjadi pada bulan Desember sampai dengan Juni dimana angin yang mengandung banyak uap air bertiup dari Benua Asia dan Samudra Pasifik sehingga menyebabkan hujan. Sedangkan musim kemarau terjadi antara Juli sampai November, pada bulan ini angin bertiup dari Benua Australia yang sifatnya kering dan sedikit mengandung uap air.

Secara rata-rata, banyaknya hari hujan tiap bulan pada tahun 2016 adalah 16 hari dengan rata-rata curah hujan 172,00 mm. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Februari sebesar 432,50 mm dengan jumlah hari hujan sebesar 21 hari hujan.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Wilayah Administratif[sunting | sunting sumber]

Secara administratif Kabupaten Muna terdiri dari 22 kecamatan definitif, selanjutnya terbagi atas 158 desa dan kelurahan dan 2 unit pemukiman transmigrasi (UPT).

Masing-masing kecamatan memiliki ibu kota kecamatan yang merupakan pusat pemerintahan dari kecamatan tersebut

Pemerintahan Daerah[sunting | sunting sumber]

Bupati Kabupaten Muna hasil pemilihan kepala daerah tahun 2016 adalah Rusman Emba, ST.

Dewan Perwakilan Rakyat[sunting | sunting sumber]

Komposisi jumlah anggota DPRD Kabupaten Muna yang merupakan hasil pemilu tahun 2016 sebanyak 30 orang, terdiri dari Fraksi Golkar 14 orang, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 5 orang dan Fraksi Reformasi yang merupakan gabungan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa, PAN, PKS, PSI dan Partai Nasdem

Jumlah anggota DPRD kab. Muna adalah 30 orang yang terdiri dari 3 perempuan dan 27 laki-laki. Jumlah keputusan DPRD yang dihasilkan selama tahun 2016 adalah 148 buah.

Penduduk dan Tenaga Kerja[sunting | sunting sumber]

Jumlah Penduduk[sunting | sunting sumber]

Penduduk Kabupaten Muna berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2016 sebanyak 215.442 jiwa yang terdiri atas 103.596 jiwa penduduk laki-laki dan 111.846 jiwa penduduk perempuan dengan jumlah rumah tangga sebanyak 47.534 rumah tangga. Sementara itu besarnya angka rasio jenis kelamin tahun 2016 penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan sebesar 92,62.

Kepadatan penduduk di Kabupaten Muna tahun 2016 mencapai 105 jiwa/km2 dengan rata-rata jumlah penduduk per rumah tangga adalah 5 orang. Kepadatan Penduduk di 22 kecamatan cukup beragam dengan kepadatan penduduk tertinggi terletak di Kecamatan Katobu dengan kepadatan sebesar 2.413 jiwa/km2 dan terendah di Kecamatan Tongkuno dan Batukara masing-masing sebesar 36 jiwa/km2.

Ketenagakerjaan[sunting | sunting sumber]

Jumlah Pencari Kerja Terdaftar di Kabupaten Muna Pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Muna pada Tahun 2015 sebesar 1.899 pekerja yang terdiri dari 874 laki-laki dan 1.027 perempuan.

Proporsi terbesar pencari kerja yang mendaftar pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi berpendidikan terakhir S1 yaitu sebesar 32,23 persen (612 pekerja).

Sosial[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2016 jumlah sekolah Taman Kanak-kanak (TK) yaitu 233 unit, jumlah guru pada tahun 2016/2017 yaitu 739 orang . Demikian pula jumlah murid pada tahun 2016/2017 menjadi 5.011 orang. Rasio antara guru terhadap sekolah TK adalah 47 orang, rasio murid terhadap sekolah rata-rata 47 orang dan murid terhadap guru rata-rata 20 orang. Rasio murid terhadap sekolah rata-rata 3 orang dan murid terhadap guru rata-rata 20 orang.

Jumlah Sekolah Dasar pada tahun ajaran 2016 berjumlah 232 unit, jumlah guru sebanyak 2.567 orang, sedangkan jumlah murid sebanyak 52.137 orang. Rasio guru terhadap sekolah pada tahun ajaran 2005/2006 rata-rata 7 orang setiap sekolah, rasio murid terhadap sekolah rata-rata 144 orang, sedangkan rasio murid terhadap guru rata-rata 20 orang.

Pada tahun ajaran 2016 jumlah sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) berjumlah 74 unit , guru berjumlah 1.324 orang dan murid sebanyak 16,934. Rasio antara guru dan sekolah rata-rata 20 orang per sekolah, rasio murid terhadap sekolah rata-rata 261 orang dan rasio murid terhadap guru rata-rata 13 orang.

Jumlah Sekolah Tanjutan Tingkat Atas (SLTA) pada tahun ajaran 2016 berjumlah 55 unit, jumlah guru 857 orang dan murid sebanyak 11.976 orang. Rasio guru per sekolah pada tahun ajaran 2005/2006 rata-rata 24 orang, rasio murid terhadap sekolah rata-rata 24 orang, rasio murid sekolah rata-rata 292 orang dan murid terhadap guru rata-rata 14 orang.

Jumlah perguruan tinggi tahun ajaran 20016 sebanyak 3 (tiga) unit dengan jumlah mahasiswa sebanyak 1.265 orang dan tenaga pengajar/dosen tetap dan tidak tetap sebanyak 159 orang.

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Jumlah fasilitas kesehatan (Rumah Sakit, Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Puskesmas Plus) pada tahun 2004 berjumlah 127 unit . Fasilitas kesehatan tersebut terdiri dari Rumah Sakit sebanyak 1 unit, Puskesmas 19 unit, Puskesmas Pembantu 100 unit dan Puskemas Plus 7 unit. Tenaga kesehatan (tenaga medis dan paramedis) tahun 2005 berjumlah 554 orang yang terdiri atas tenaga dokter 33 orang, bidan 73 orang, perawat 325 orang, SKM/Apoteker 15 orang dan tenaga kesehatan lainnya 94 orang.

Agama[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2005 terlihat bahwa jumlah sarana peribadatan sebanyak 493 buah yang terdiri atas masjid 350 buah, langgar/surau/mushallah 97 buah, gereja 24 buah dan pura/vihara 22 buah.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Muna atas dasar harga berlaku pada tahun 2000 adalah sebesar Rp. 740.105,04 juta. Bila dihubungkan dengan angka PDRB Sulawesi Tenggara pada tahun yang sama, yaitu sebesar Rp. 5.774.652,61 juta, maka peranan PDRB Kabupaten Muna relatif kecil yaitu sebesar 12,82%. Hingga tahun 2004 PDRB Kabupaten Muna mencapai Rp. 1.291.020,44 juta atau sebesar 12,57% dari PDRB Sulawesi Tenggara. Keadaan tersebut menurun dibanding dengan keadaan tahun 2002 yang memberikan kontribusi sebesar 12,75% terhadap PDRB Sulawesi Tenggara.

Sementara itu pertumbuhan PDRB Kabupaten Muna dalam kurun waktu 2001-2004 atas dasar harga konstan 2000 naik rata-rata sebesar 2,89%. Pertumbuhan rata-rata tersebut lebih kecil dibandingkan dengan angka pertumbuhan rata-rata Sulawesi Tenggara yang mencapai 3,88% per tahun. Pertumbuhan PDRB pada tahun 2004 sebesar 6,05%. Angka ini lebih rendah bila dibandingkan dengan pertumbuhan Sulawesi Tenggara pada tahun 2004 sebesar 7,51%.

Berdasarkan harga berlaku PDRB per kapita tahun 2000 sebesar Rp. 2.774.287,65,- tahun 2001 sebesar Rp. 3.261.386,81,- dan tahun 2002 sebesar 3.730.022,42,- tahun 2003 PDRB per kapita berdasarkan harga berlaku menjadi Rp. 3.902.669,75,- dan tahun 2004 naik menjadi Rp. 4.491.615,11,- atau mengalami kenaikan sebesar 11,09% dari tahun 2003.

Pertanian dan Perkebunan[sunting | sunting sumber]

Produksi padi tahun 2005 berjumlah 11.899 ton yang terdiri atas padi sawah sebanyak 3.940 ton (33,11persen) dan padi ladang 7.959 ton (66,89 persen). Dibanding dengan jumlah produksi tahun 2004 sebesar 14.904 ton berarti produksi padi selama tahun 2005 mengalami penurunan sebesar 20,17 persen.

Produksi jagung mengalami peningkatan sebesar 8,54 persen dari 40.477 ton tahun 2004 menjadi 43.933 ton pada tahun 2005. Peningkatan tersebut di sebabkan meningkatnya luas panen sebesar 2,30 persen dari 18.992 hektare tahun 2004, meningkat menjadi 19.428 hektare tahun 2005. Produksi ubi kayu juga mengalami peningkatan dari tahun 2004 sebesar 51.016 ton meningkat menjadi 53.276 ton pada tahun 2005 atau mengalami peningkatan sebesar 4,43 persen. Sedangkan produksi ubi jalar mengalami penurunan dari 10.010 ton pada tahun 2004 menurun menjadi 6.744 ton pada tahun 2005 atau mengalami penurunan sebesar 32,63 persen.

Produksi tanaman kacang-kacangan seperti kacang tanah meninkat 4,14 persen dari tahun 2004 sebesar 5.006 ton menjadi 5.213 ton pada tahun 2005, demikian juga dengan produksi kacang kedelai mengalami peningkatan dari 81 ton pada tahun 2004 menjadi 150 ton pada tahun 2005 atau meningkat sebesar 85,18 persen. Sementara itu produksi kacang hijau menurun sebesar 4,69 persen dari 456 ton pada tahun 2004 menurun menjadi 244 ton pada tahun 2005.

Areal tanaman kakao mengalami peningkatan yang relatif besar dibanding dengan jenis tanaman lainnya, yaitu dari 7.271,6 ha tahun 2004 menjadi 7.511,0 ha tahun 2005 atau naik sekitar 3,29 persen, sedangkan untuk jenis tanaman lainnya juga mengalami peningkatan namun dalam jumlah yang relatif kecil.

Kehutanan[sunting | sunting sumber]

Luas kawasan hutan adalah 235.759 ha atau 8,24 persen dari total luas Kabupaten Muna, yaitu 488.700 ha. Rincian masing-masing kawasan adalah seluas 39,685 ha (16,83 persen) hutan produksi biasa, 11,693 ha (4,95 persen) hutan produksi terbatas, 46.363 ha (19,67 persen) hutan lindung, 82.009 ha (34,79 persen) hutan wisata PPA dan seluas 56,009 ha (23,76 persen) hutan produksi yang dapat dikonversi.

Produksi hasil hutan dalam tahun 2005 meliputi kayu jati log sebanyak 14,421,23 M3 kayu jati konversi sebanyak 6.455,45 M3, rimba log sebanyak 4.364,28 M3, kayu rimba konversi sebanyak 2.967,71 M3 dan 1.601,95 M3.

Peternakan[sunting | sunting sumber]

Secara umum populasi ternak besar dan kecil pada tahun 2005 mengalami kenaikan, seperti ternak sapi dan kambing masing-masing sekitar 7,36 persen dan 13,51 persen dari populasi tahun 2004 sebesar 29.501 ekor dan 8.266 ekor menjadi 32.959 ekor serta 8.401 ekor pada tahun 2005.

Perkembangan populasi unggas khususnya ayam buras mengalami peningkatan. Pada tahun 2004 sebanyak 2.070.00 ekor meningkat menjadi 2.081.350 ekor pada tahun 2005 atau meningkat sebesar 0,55 persen. Demikian pula peningkatan yang relatif besar terjadi pada jenis unggas ayam ras dari 7.500 ekor tahun 2004 menjadi 54.100 ekor pada tahun 2005. Ternak itik juga mengalami peningkatan dari 10.500 ekor pada tahun 2004 menjadi 64.100 ekor pada tahun 2005.

Pemotongan sapi meningkat dari 1.539 ekor pada tahun 2004 sebanyak 1.625 ekor pada tahun 2005. Sementara untuk ternak kambing dan ayam buras mengalami penurunan, kecuali unggas jenis ayam ras mengalami peningkatan yang relatif besar dibanding dengan tahun 2004.

Perikanan[sunting | sunting sumber]

Tampo, Muna
Tampo, Muna

Produksi ikan tahun 2004 terdapat sebanyak 30.695,12 ton dan tahun 2005 sebanyak 34.383,58 ton ini berarti produksi perikanan tahun 2005 mengalami peningkatan sebanyak 12,02 persen dibanding tahun 2004. Produksi perikanan tersebut terdiri atas perikanan tangkap dan budidaya. Produksi perikanan budidaya terbesar terdapat di Kecamatan Kulisusu dengan produksi sebesar 561,13 ton khusus di Kecamatan Napabalano dengan jumlah produksi sebesar 420,40 ton. Kemudian untuk perikanan tangkap ada 3 kecamatan produsen ikan terbanyak, yaitu Kecamatan Napabalano, disusul Kecamatan Duruka dan Kecamatan Kulisusudengan dengan produksi masing-masing 7.680,90 ton (24,83 persen), 6.303,60 ton (20,58 persen) dan 2.818,00 ton (9,20 persen) dari total produksi ikan.

Industri[sunting | sunting sumber]

Dari hasil survei tersebut dapat dilihat bahwa jumlah perusahaan industri besar/sedang di Kabupaten Muna tahun 2005 tercatat sebanyak 15 buah perusahaan dan menyerap tenaga kerja sebanyak 568 orang.

Dibandingkan dengan tahun sebelumnya jumlah perusahaan industri besar/sedang tahun 2005 berkurang sebanyak 3 perusahaan atau menurun sebesar 16,67 persen, di mana dari 18 perusahaan tahun 2004 menjadi 15 perusahanan tahun 2005. Kondisi ini diikuti dengan penurunan tenaga kerja sebesar 18,97 persen pada tahun 2005. Pengeluaran untuk tenaga kerja mengalami penurunan sebesar 42,62 persen, yaitu dari 2.846.718 ribu rupiah tahun 2004 menjadi 1.633.422 ribu rupiah tahun 2005.

Jumlah tenaga listrik yang di produksi tahun 2005 menunjukan penurunan sebesar 1,28 persen, yaitu dari 19.662.579 Kwh pada tahun 2004 menjadi 19.410.386 Kwh Tahun 2005.

Perdagangan[sunting | sunting sumber]

Data volume dan nilai perdagangan antar pulau dan hasil bumi dan laut tahun 2005 berjumlah 52.929,09 juta rupiah, terdiri dari hasil pertanian tanaman pangan sebesar 877,71 juta rupiah (1,65%), hasil perkebunan sebesar 17.326,74 juta rupiah (32,73%), hasil hutan sebesar 33.442,28 juta rupiah (50,13%), hasil peternakan 700,75 juta rupiah (1,32%) dan hasil perikanan sebesar 7.452,66 juta rupiah (14,08%). Dibanding tahun 2004, nilai perdagangan antar pulau tahun 2005 mengalami penurunan yang relatif besar di mana tahun 2004 bernilai 52.929,08 juta rupiah.

Stasiun TV di Kota Raha[sunting | sunting sumber]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Angkutan Darat[sunting | sunting sumber]

Panjang jalan di Kabupaten Muna tahun 2005 tercatat sepanjang 1.224,2 km yang terdiri atas jalan provinsi sepanjang 268,5 km untuk jalan provinsi dan jalan kabupaten sepanjang 955,7 km. di mana jalan provinsi sudah termasuk bagian bagian dari jalan kabupaten.

Kondisi Jalanan[sunting | sunting sumber]

Sekitar 91% jalan di Kabupaten Muna rusak parah, terutama jalanan Kabupaten yang tak kunjung ada perbaikan. Masyarakat yang bermukim di sepanjang jalan Kabupaten mengekspresikan rasa kekesalannya dengan meletakan batang kayu di pinggir jalan, menanam pisang di tengah jalan karena jalan yang berlubang cukup parah, sehingga bisa ditanami pohon pisang.

Angkutan Laut[sunting | sunting sumber]

Jumlah kunjungan kapal pada tahun 2005 meningkat sebesar (26,29%) dibandingkan tahun 2004, yaitu dari 2.077 meningkat menjadi 2.623 kunjungan. Jumlah penumpang yang turun tahun 2004 tercatat 144.243 orang dan pada tahun 2005 sebanyak 60.435 orang atau turun sebesar 58,09%, sedangkan jumlah penumpang yang naik mengalami penurunan sebesar 65,87%, yaitu dari 118.029 orang tahun 2004 menjadi 40.280 orang tahun 2005.

Pemekaran Daerah[sunting | sunting sumber]

langkah pembentukan dua wilayah otonomi baru Kota Raha dalam waktu dekat ini ibarat jauh panggang dari api. Masyarakat Muna Timur dan Kota Raha, dipastikan harus menunggu lama untuk mewujudkan keinginan berpisah dari Kabupaten Muna, mengingat kemampuan keuangan daerah induk Kabupaten Muna menjadi salah satu faktor penyebab jalan menuju pemekaran menjadi sedikit terhambat.[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ Peluang Mekar Muna Barat-Kota Raha Tipis beritakendari.com

Pranala luar[sunting | sunting sumber]