Kontunaga, Muna

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kontunaga
Kecamatan
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Tenggara
KabupatenMuna
Pemerintahan
 • Camat-
Kodepos93625
Luas50,88 km²
Kepadatan164 jiwa/km²
Desa/kelurahan6

Kontunaga adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Indonesia.Kecamatan Kontunaga terdiri dari 6 desa, yaitu Desa Liabalano, Kontunaga, Mabodo, Masalili, Bungi, dan Lapodidi. Luas wilayah Kecamatan Kontunaga sekitar 50,88 Km².[1]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Dahulu desa Kontunaga bernama Kontudopi, kontu berarti batu dan dopi berarti papan. Jadi kontudopi berarti batu papan atau batu yang berbentuk seperti sebuah papan. Dinamakan Kontudopi karena di kampungku ada sebuah bongkahan batu besar yang berbentuk seperti papan. Namun, seiring dengan bergantinya waktu, berkembangnya zaman, maka nama kontudopi berganti nama menjadi kontunaga, kontu berarti batu, dan naga berarti naga. Jadi kontunaga adalah batu yang berbentuk naga, memang kedengarannya lain, tapi begitulah adanya. Bergantinya nama kontudopi menajdi kontunaga karena ditemukannya sebuah batu berbentuk naga di bagian molo (pegunungan).

Geografis[sunting | sunting sumber]

Secara astronomis, Kecamatan Kontunaga terletak di bagian barat daya Kabupaten Muna. Kecamatan Kontunaga merupakan salah satu kecamatan dari 22 Kecamatan yang ada di Kabupaten Muna. Kecamatan Kontunaga yang beribu kota di Desa Kontunaga memiliki batas – batas wilayah administratif sebagai berikut:

  • Sebelah Utara: Kecamatan Watopute
  • Sebelah Selatan: Kecamatan Lawa, Kab. Muna Barat
  • Sebelah Timur: Kecamatan.Lohia
  • Sebelah Barat: Kecamatan Kusambi, Kab. Muna Barat

Kecamatan Kontunaga terdiri dari 6 desa, yaitu Desa Liabalano, Kontunaga, Mabodo, Masalili, Bungi, dan Lapodidi. Pada tahun 2015 ada 2 desa pemekaran yaitu Desa Teweghu pemekaran dari Desa Bungi dan Desa Saungkaghito pemekaran dari Desa Mabodo. Kedua desa pemekaran tersebut datanya masih bergabung dengan desa induk Luas wilayah Kecamatan Kontunaga sekitar 50,88 Km². Desa terluas saat ini adalah Desa Bungi dengan luas 13,89 Km² atau sebesar 27,30 % dari total luas wilayah kecamatan. Desa yang memiliki luas terkecil adalah Desa Liabalano dengan luas hanya sebesar 5,40 Km² atau 10,61 % dari total luas Kecamatan Kontunaga.

Luas wilayah Kecamatan Kontunaga sekitar 50,88 Km². Desa terluas saat ini adalah Desa Bungi dengan luas 13,89 Km² atau sebesar 27,30 % dari total luas wilayah kecamatan. Desa yang memiliki luas terkecil adalah Desa Liabalano dengan luas hanya sebesar 5,40 Km² atau 10,61 % dari total luas Kecamatan Kontunaga. Adapun luas daerah di kecamtan kontunaga adalah:

  1. Desa Liabalano dengan luas 5,40 km2
  2. Desa Kontunaga dengan luas 6,17 km2
  3. Desa Mabodo dengan luas 11,23 km2
  4. Desa Masalili dengan luas 7,95 km2
  5. Desa Bungi dengan luas 13,89 km2
  6. Desa Lapodidi dengan luas 6,24 km2

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Kontunaga beribu kota di Desa Kontunaga terdiri dari 6 desa, yaitu Desa Liabalano beribu kota di Punto, Kontunaga beribu kota Dopi, Mabodo beribu kota Mabodo, Masalili beribu kota Masalili, Bungi beribu kota Tewehu, dan Lapodidi beribu kota Lapodidi. Pada tahun 2015 ada 2 desa pemekaran yaitu Desa Teweghu pemekaran dari Desa Bungi dan Desa Saungkaghito pemekaran dari Desa Mabodo. Kedua desa pemekaran tersebut datanya masih bergabung dengan desa induk Luas wilayah Kecamatan Kontunaga sekitar 50,88 Km². Desa terluas saat ini adalah Desa Bungi dengan luas 13,89 Km² atau sebesar 27,30 % dari total luas wilayah kecamatan.

Kependudukan[sunting | sunting sumber]

Penduduk Kecamatan Kontunaga berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2016 sebanyak 8.328 jiwa yang terdiri atas 4.011 jiwa penduduk laki-laki dan 4.317 jiwa penduduk perempuan dengan jumlah rumah tangga sebesar 1.922 rumah tangga. Sementara itu besarnya angka rasio jenis kelamin tahun 2016 penduduk lakilaki terhadap penduduk perempuan sebesar 92,91.

Kepadatan penduduk di Kecamatan Kontunaga tahun 2016 mencapai 164 jiwa/km2 dengan rata-rata jumlah penduduk per rumah tangga 4 orang. Kepadatan Penduduk di kecamatan Kontunaga cukup beragam dengan kepadatan penduduk tertinggi terletak di Desa Liabalano dengan kepadatan sebesar 234 jiwa/km2 dan terendah di Desa Lapodidi sebesar 75 jiwa/km2. Adapun jumlah penduduk di tiap desa kecamatan kontunaga adalah:

  • Desa Liabalano dengan luas 5,40 km2 dengan jumlah penduduk 1.261 jiwa
  • Desa Kontunaga dengan luas 6,17 km2 dengan jumlah penduduk 1.393 jiwa
  • Desa Mabodo dengan luas 11,23 km2 dengan jumlah penduduk 2.146 jiwa
  • Desa Masalili dengan luas 7,95 km2 dengan jumlah penduduk 1.356 jiwa
  • Desa Bungi dengan luas 13,89 km2 dengan jumlah penduduk 1.707 jiwa
  • Desa Lapodidi dengan luas 6,24 km2 dengan jumlah penduduk 465 jiwa

Sosial[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pelaksanaan pembangunan pendidikan di Kecamatan Kontunaga selama ini mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Indikator yang dapat mengukur tingkat perkembangan pembangunan pendidikan di Kabupaten Muna seperti banyaknya sekolah, guru dan murid

Tingkat Pendidikan Sekolah Guru Murid
TK 7 30 137
Sekolah Dasar 8 81 1.249
SMP 2 35 431
SMA/SMK 2 55 492

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Jumlah fasilitas kesehatan yang ada di Kecamatan Kontunaga pada tahun 2016 yaitu terdiri dari puskesmas 1 unit, posyandu 6 unit.

Agama[sunting | sunting sumber]

Kegiatan pembangunan di bidang agama seperti pembangunan sarana peribadatan di Kecamatan Kontunaga Pada tahun 2016 ada 7 unit masjid.

Pertanian[sunting | sunting sumber]

Tanaman Pangan[sunting | sunting sumber]

Pertanian tanaman pangan di Kecamatan Kontunaga berupa padi, baik padi sawah maupun padi ladang, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah. Secara umum, luas panen dan produksi tanaman pangan tahun 2016 ada yang mengalami kenaikan juga ada yang mengalami penurunan.

Perkebunan[sunting | sunting sumber]

Komoditas utama perkebunan Kecamatan Kontunaga berupa jambu mete, coklat, kelapa, kopi dan kemiri. Data produktivitas perkebunan tahun 2016 belum tersedia. Pada tahun 2014 produksi tanaman perkebunan terbesar adalah jambu mete yang mencapai 14,0 ton.

Industri dan Energi[sunting | sunting sumber]

Industri[sunting | sunting sumber]

Di Kecamatan Kontunaga tahun 2016 tercatat ada 536 industri dengan tenaga kerja sebanyak 868 orang.

Listrik[sunting | sunting sumber]

Kegiatan pembangunan perlistrikan di Kecamatan Kontunaga yang dikelola oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Jumlah pelanggan listrik di Kecamatan Kontunaga tahun 2016 sebanyak 1.917 pelanggan atau mengalami peningkatan jika dibandingkan jumlah pelanggan listrik tahun 2015 sebanyak 1.730 pelanggan.

Perdagangan[sunting | sunting sumber]

Sektor perdagangan merupakan salah satu sektor yang mampu menggerakkan perekonomian suatu wilayah. Di Kecamatan Kontunaga terdapat 3 unit pasar dan 192 unit kios. Sedangkan jumlah pedagang sebanyak 244 orang dengan jumlah pedagang besar sebanyak 12 orang dan pedagang kecil sebanyak 232 orang.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Sarana angkutan dan komunikasi merupakan salah satu faktor penting dalam kehidupan masyarakat yang dapat mendukung terciptanya kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat. Panjang jalan di Kecamatan Kontunaga tahun 2015 adalah 44,2 km yang terdiri dari 21,5 km jalan aspal, 7,8 km jalan diperkeras dan 14,9 km jalan tanah.

Keuangan Daerah[sunting | sunting sumber]

Kelancaran kegiatan pemerintah dan pembangunan sangat tergantung tersedianya biaya, baik untuk administrasi maupun kegiatan lainnya. Pada tahun 2016 penerimaan dana subsidi di Kecamatan Kontunaga sebesar RP. 1.068.800.000 dengan besaran masing-masing desa Rp. 144.800.000 dan untuk desa pemekaran masingmasing RP. 100.000.000.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "