Tongkuno Selatan, Muna

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Tongkuno Selatan
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Tenggara
KabupatenMuna
Populasi
 • Total5,945 jiwa jiwa
Kode Kemendagri74.03.32 Edit the value on Wikidata
Luas57,26 km²
Desa/kelurahan6

Tongkuno Selatan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Kecamatan Tongkuno Selatan terdiri atas 6 Desa/Kelurahan, yaitu Kelurahan Katumpu, Desa Labasa, Desa Lianosa, Desa Oe Waungka, Desa Kulidawa dan Desa Wale-ale.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Secara astronomis, Kecamatan Tongkuno Selatan terletak di bagian Selatan Pulau Muna. Secara geografis, Tongkuno Selatan terletak di bagian selatan garis khatulistiwa, memanjang dari utara ke selatan di antara 4.490 – 4.500 Lintang Selatan dan membentang dari barat ke timur diantara 122.42°- 122.43° Bujur Timur.

Batas wilayah administrasi Kecamatan Tongkuno Selatan sebagai berikut:

  • Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Tongkuno.
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Tongkuno.
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kab. Buton Tengah.
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Bone.

Secara administratif, Kecamatan Tongkuno Selatan terdiri dari 6 Desa. Dari jumlah desa yang ada, yang memiliki wilayah terluas adalah Desa Oe Waungka dengan luas 14,11 Km2 (24,64 %), sedangkan Desa yang memiliki Wilayah terkecil adalah desa Katumpu dengan luas 0,55 Km2 (8,44 %) dari luas Kecamatan Tongkuno Selatan yaitu 57,26 Km2.

Kabupaten Muna mempunyai iklim tropis seperti sebagian besar daerah di Indonesia, dengan suhu rata-rata sekitar 26°C–30°C. Demikian juga dengan musim, Kabupaten Muna mengalami dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau.

Pada umumnya musim hujan terjadi pada bulan Desember sampai Juni dimana angin yang mengandung banyak uap air bertiup dari Benua Asia dan Samudra Pasifik sehingga menyebabkan hujan. Sedangkan musim kemarau terjadi antara Juli sampai November, pada bulan ini angin bertiup dari Benua Australia yang sifatnya kering dan mengandung uap air.

Secara rata-rata, banyaknya hari hujan tiap bulan pada tahun 2018 adalah 14 hari dengan rata-rata curah hujan 214,8 mm. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Juni sebesar 477,0 mm dengan jumlah hari hujan sebesar 16 hari hujan.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Tongkuno Selatan terdiri dari 6  desa. Desa di kecamatan Tongkuno Selatan yaitu Kulidawa, Waale ale, Labasa, Katumpu, Oe Waungka dan Lianosa.

Dalam membantu menjalankan pemerintahan, aparat desa dibantu oleh kepala dusun dan kepala RT. Rerata 1 dusun terdiri dari dari 2 RT. Jumlah dusun di kecamatan Tongkuno Selatan sebanyak 13 dusun. Sedangkan jumlah RT mencapai 13 RT.

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Penduduk Kecamatan Tongkuno Selatan berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2018 sebanyak 5.945 jiwa yang terdiri atas 2.769 jiwa penduduk laki-laki dan 3.176 jiwa penduduk perempuan dengan jumlah rumah tangga sebanyak 1.404 rumah tangga. Sementara itu besarnya angka rasio jenis kelamin tahun 2018 penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan sebesar 87.

Sosial[sunting | sunting sumber]

Pelaksanaan pembangunan pendidikan di kecamatan Tongkuno Selatan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Salah satu indikator yang dapat mengukur tingkat perkembangan pembangunan pendidikan di kecamatan Tongkuno Selatan adalah banyaknya sekolah, guru dan murid. Jumlah fasilitas pendidikan di kecamatan Tongkuno Selatan sebanyak 17 unit yang terdiri dari 8 unit TK sederajat, 6 unit SD sederajat, 2 unit SMP sederajat, dan 1 unit SMA sederajat.

Salah satu indicator untuk mengukur perkembangan kesehatan di kecamatan Tongkuno Selatan adalah ketersediaan infrastruktur kesehatan hingga ke desa-desa. Jumlah fasilitas kesehatan yang ada di Kecamatan Tongkuno Selatan hingga tahun 2018 yaitu 3 unit, yang terdiri dari 1 unit puskesmas, 1 unit poskesdes, Tongkuno Selatan unit posyandu, 2 unit klinik/balai kesehatan, dan 24 unit polindes.

Tenaga medis yang ada di Kecamatan Tongkuno Selatan yaitu 2 orang Dokter umum, 8 orang bidan, 5 orang perawat, dan 5 tenaga kesehatan lainnya. Perkembangan keagamaan di kecamatan Tongkuno Selatan juga dapat dilihat dari ketersediaan saranan peribadatan. Pada tahun 2018 jumlah tempat peribadatan di kecamatan Tongkuno Selatan berjumlah 7 unit, terdiri dari 5 unit mesjid, dan 2 unit gereja.

Pertanian[sunting | sunting sumber]

Penggunaan lahan di kecamatan Tongkuno Selatan digunakan untuk perumahan dan pekarangan. Luas lahan jagung tahun 2018 mencapai 270 ha. Tanaman pangan yang diusahakan di kecamatan Tongkuno Selatan yang utama yaitu; kacang tanah, ubi kayu, dan ubi jalar.

Jambu mete dan Kakao menjadi komoditi perkebunan yang paling banyak diusahakan di kecamatan Tongkuno Selatan. Tahun 2018 luas panen jambu mete dan kakao mencapai 1.964 hektar dan 1.885 hektar. Selain itu, terdapat tanaman kelapa, kopi, enau dan kapuk dengan luas tanam masing-masing sebesar 418,68 hektar, 5 hektar, 5 hektar dan 22 hektar.

Produksi peternakan di kecamatan Tongkuno Selatan terdiri dari Sapi, Kambing dan Kuda. Pada tahun 2018 produksi peternakan mencapai 3.649 ekor. Produksi peternakan di kecamatan Tongkuno Selatan sebagian besar didominasi oleh sapi.

Industri dan Energi[sunting | sunting sumber]

Pembangunan dibidang industri ditujukan untuk memperluas kesempatan kerja, meratakan kesempatan berusaha, meningkatkan ekspor, menunjang pembangunan daerah, serta memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia.

Di Kecamatan Tongkuno Selatan tahun 2018 tercatat ada 329 usaha dan menyerap tenaga kerja sebanyak 611 orang . Jumlah industri terbanyak terdapat di desa Lianosa berjumlah 119 industri .

Kebutuhan listrik rumah tangga di kecamatan Tongkuno Selatan sebagian besar diperoleh dari PLN. Jumlah rumah tangga pengguna listrik di Kecamatan Tongkuno Selatan tahun 2018 yaitu sebanyak 1.401 rumah tangga.

Pemenuhan kebutuhan air bersih di Kecamatan Tongkuno Selatan sebagian besar diperoleh dari air sumur dan galon isi ulang. Pada tahun 2018, jumlah pengguna sumur sebanyak 1.013.

Perdagangan[sunting | sunting sumber]

Sektor perdagangan merupakan salah satu sektor yang mampu menggerakkan perekonomian suatu wilayah. Kecamatan Tongkuno Selatan terletak di wilayah kepulauaan sehingga transaksi yang terjadi sebagian merupakan perdagangan antar pulau.

Salah satu indikator menilai perkembangan perdagangan adalah ketersediaan sarana perdagangan mandiri. Hingga tahun 2018, di kecamatan Tongkuno Selatan terdapat 2 unit pasar tidak permanen, 409 unit kedai makan dan minuman, dan 192 unit toko kelontong.[[1]]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Muna kecamatan Tongkuno Selatan[1]Diakses pada Tanggal 25-04-2020