Daerah tingkat II

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Daerah Tingkat II)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pembagian administratif Indonesia
Garuda Pancasila
Tingkat I

Provinsi
Daerah khususDaerah istimewa

Tingkat II

KabupatenKota
Kabupaten administrasi
Kota administrasi

Tingkat III

Kecamatan
Distrik (Papua)

Antara tingkat III dan IV

Mukim (khusus Aceh)

Tingkat IV

KelurahanDesa
Gampong (Aceh)
Nagari (Sumatera Barat)
Dusun (Bungo)
Kampung (Riau)
Kampung (Lampung)
Pekon (Lampung)
Tiyuh (Lampung)
Kampung (Kalimantan Timur)
Lembang (Toraja)
Negeri (Maluku Tengah)
Kampung (Papua)

Tingkat V

Dusun
Rukun warga
Jorong (Sumatra Barat)
Korong (Padang Pariaman)
Kampung (Bungo)
Rukun (Jawa)
Padukuhan (Jateng dan DIY)
Banjar (Bali)
Kampung (NTT)
Lingkungan (NTT)
Lingkungan (Sulsel)
Kampong (Sulsel)
Bori (Sulsel)
Wanua (Sulsel)

Tingkat VI

Rukun warga
Rukun kampung (Siak)

Lihat pula

Rukun kampung
Rukun tetangga
Kampung adat
Kampung kota
Kepenghuluan (Riau)

sunting

Daerah Tingkat II (disingkat Dati II) adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah Daerah Tingkat I. Dati II dapat berupa Kabupaten Dati II atau Kotamadya Dati II. Perbedaan Kabupaten dengan Kotamadya adalah pada aspek demografi, luas wilayah, dan sektor usaha utama daerah.

Istilah ini muncul sejak berlakunya UU no. 5 tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Daerah, sekaligus menghapus istilah "Daerah Swatantra", yang diperkenalkan dalam UU no. 1 tahun 1959.

Sejak berlakunya UU no. 22 tahun 1999 istilah Daerah Tingkat I maupun Daerah Tingkat II tidak dipergunakan lagi. Kabupaten Daerah Tingkat II disebut sebagai Kabupaten saja, dan Kotamadya Daerah Tingkat II disebut Kota. Begitu pula, istilah Propinsi Daerah Tingkat I (memakai p) diganti dengan istilah Provinsi saja (memakai v). Penghapusan tingkat berimplikasi pada peningkatan peran mandiri (otonom) dari masing-masing wilayah.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]