Lompat ke isi

Penataan daerah di Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Penataan daerah di Indonesia dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia dalam rangka pelaksanaan kewenangan desentralisasi dan berdasarkan pertimbangan kepentingan strategis nasional. Penataan daerah dikelompokkan ke dalam dua bentuk, yaitu pembentukan daerah dan penyesuaian daerah. Selain berdasarkan kesepakatan daerah dan/atau hasil evaluasi, penataan daerah dapat dicanangkan berdasarkan pertimbangan kepentingan strategis nasional oleh Pemerintah.[1]

Landasan hukum bagi penataan daerah tersebut ditetapkan dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Pembentukan daerah

[sunting | sunting sumber]

Pembentukan daerah merupakan proses penetapan status daerah pada wilayah tertentu di Indonesia. Penetapan tersebut dapat berupa pemekaran daerah atau penggabungan daerah, serta dilaksanakan pada tingkat provinsi atau tingkat kabupaten/kota.[2]

Pemekaran daerah

[sunting | sunting sumber]
Animasi pemekaran provinsi di Indonesia pada tahun 1945–2012
Animasi pemekaran provinsi di Indonesia pada tahun 1945–2012

Pemekaran daerah di Indonesia berupa hal-hal berikut ini.[2]

  • Pemecahan daerah provinsi atau daerah kabupaten/kota untuk menjadi dua atau lebih daerah baru.
  • Penggabungan bagian daerah dari daerah yang bersanding dalam suatu daerah provinsi menjadi satu daerah baru.

Menurut UU Pemerintahan Daerah, daerah yang akan dimekarkan perlu memenuhi sejumlah persyaratan terlebih dahulu. Setelah terpenuhi, calon daerah akan ditetapkan sebagai daerah persiapan terlebih dahulu. Daerah persiapan yang telah lolos evaluasi akan ditetapkan sebagai daerah otonom baru melalui undang-undang (UU).

Persyaratan

[sunting | sunting sumber]

Bagian daerah yang akan diusulkan menjadi daerah otonom yang baru perlu memenuhi syarat-syarat kewilayahan berikut.[3]

  • Luas wilayah minimal/maximal, yang ditentukan berdasarkan pengelompokan pulau atau kepulauan.
  • Jumlah penduduk minimal/maximal, yang ditentukan berdasarkan pengelompokan pulau atau kepulauan.
  • Batas wilayah, yang dibuktikan dengan titik koordinat pada peta dasar.
  • Cakupan wilayah, yang meliputi syarat di bawah ini. Cakupan wilayah yang wilayahnya berupa pulau-pulau perlu mendaftar perincian nama pulau di dalamnya.
    • Paling sedikit 5 kabupaten/kota untuk membentuk daerah provinsi baru
    • Paling sedikit 5 kecamatan untuk membentuk daerah kabupaten baru
    • Paling sedikit 4 kecamatan untuk membentuk daerah kota baru
  • Batas usia minimal/maximal, yang memiliki maksud berikut.
    • Provinsi-provinsi yang bersangkutan telah berdiri minimal 10 tahun sejak pembentukan
    • Kabupaten-kabupaten dan/atau kota-kota yang bersangkutan telah berdiri minimal 7 tahun sejak pembentukan
    • Kecamatan yang menjadi cakupan wilayah pemekaran daerah telah berdiri minimal 5 tahun sejak pembentukan

Calon daerah yang akan dimekarkan perlu mendapat persetujuan dari pihak-pihak terkait agar dapat diusulkan ke pusat. Syarat administratif untuk pemekaran daerah provinsi mencakup tahapan berikut.[4]

  1. Persetujuan bersama antara DPRD kabupaten/kota dengan bupati/wali kota dari setiap daerah kabupaten dan/atau kota yang akan menjadi cakupan wilayah daerah provinsi baru.
  2. Persetujuan bersama antara DPRD provinsi dengan gubernur dari daerah provinsi induk.

Sementara syarat administratif untuk pemekaran daerah kabupaten/kota mencakup tahapan berikut.[4]

  1. Keputusan musyawarah desa dari setiap desa yang akan menjadi cakupan wilayah daerah kabupaten/kota.
  2. Persetujuan bersama antara DPRD kabupaten/kota dengan bupati/wali kota dari daerah kabupaten/kota induk.
  3. Persetujuan bersama antara DPRD provinsi dengan gubernur dari daerah provinsi yang mencakupi calon daerah kabupaten/kota yang akan dibentuk.

Pengusulan

[sunting | sunting sumber]

Calon daerah yang telah memenuhi syarat kewilayahan dan mendapat semua persetujuan kemudian diusulkan oleh gubernur yang bersangkutan ke pusat (Pemerintah Pusat, DPR, atau DPD). Pemerintah Pusat kemudian memverifikasi persyaratan tersebut, kemudian menyampaikan hasilnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Pemerintah, dengan persetujuan DPR dan DPD, kemudian membentuk tim kajian independen yang akan menyelidiki apakah daerah tersebut memenuhi persyaratan kapasitas daerah. Persyaratan kapasitas daerah ialah kemampuan suatu daerah untuk berkembang dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat setempat yang didasarkan pada parameter-parameter sebagai berikut.[5]

Geografi

  • Lokasi ibu kota
  • Hidrografi
  • Kerawanan bencana

Demografi

  • Kualitas sumber daya manusia
  • Distribusi penduduk

Keamanan

  • Tindakan kriminal umum
  • Konflik sosial

Sosial politik, adat, dan tradisi

  • Partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum
  • Kohesivitas sosial
  • Organisasi kemasyarakatan

Potensi ekonomi

  • Pertumbuhan ekonomi
  • Potensi unggulan daerah
  • Keuangan daerah

Keuangan

  • Kapasitas pendapatan asli daerah induk
  • Potensi pendapatan asli calon daerah baru
  • Pengelolaan keuangan dan aset daerah

Kemampuan penyelenggaraan pemerintahan

  • Aksesibilitas pelayanan dasar pendidikan
  • Aksesibilitas pelayanan dasar kesehatan
  • Aksesibilitas pelayanan dasar infrastruktur
  • Jumlah pegawai aparatur sipil negara di daerah induk
  • Rancangan rencana tata ruang wilayah calon daerah baru

Hasil penyelidikan tim kajian tersebut kemudian dilaporkan kepada Pemerintah untuk selanjutnya dikonsultasikan dengan DPR dan DPD. Hasil konsultasi tersebut menjadi bahan pertimbangan untuk membentuk daerah persiapan.[5]

Daerah persiapan

[sunting | sunting sumber]

Calon daerah yang telah memenuhi seluruh persyaratan kemudian tersebut akan ditetapkan sebagai daerah persiapan melalui peraturan pemerintah (PP) dengan masa percobaan 3 tahun, serta dipimpin oleh kepala daerah persiapan dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Kepala daerah persiapan provinsi diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Dalam Negeri (Mendagri), sementara kepala daerah persiapan kabupaten/kota diangkat dan diberhentikan oleh Mendagri atas usul gubernur yang memimpin provinsi yang mencakup daerah persiapan tersebut.[6]

Selama masa percobaan, daerah persiapan berkewajiban untuk membentuk dan mengelola segala penyelenggaraan pemerintahan dan tata kelola daerah di dalam daerah tersebut, dengan bantuan dari daerah induk serta dukungan dan pengawasan dari unsur-unsur masyarakat setempat. Pemerintah memberikan bantuan dana serta melakukan pembinaan, pengawasan, dan evaluasi pada daerah persiapan. Proses persiapan mendapat pengawasan dari DPR dan DPD.[7]

Pada akhir masa percobaan, Pemerintah melakukan evaluasi akhir untuk menentukan kesanggupan daerah persiapan untuk menjadi daerah otonom sejati. Hasil evaluasi tersebut kemudian dikonsultasikan dengan DPR dan DPD. Jika tidak layak, daerah persiapan akan dibubarkan dan dikembalikan ke daerah asal induk. Jika layak, DPR akan mengesahkan undang-undang (UU) yang akan menetapkan daerah persiapan tersebut sebagai daerah otonom baru.[8]

Penggabungan daerah

[sunting | sunting sumber]

Penggabungan daerah di Indonesia meliputi hal-hal berikut ini.[9]

  • Penggabungan dua daerah kabupaten/kota atau lebih yang bersanding dalam satu daerah provinsi menjadi daerah kabupaten/kota baru
  • penggabungan dua daerah provinsi atau lebih yang bersanding menjadi daerah provinsi baru.

Tidak seperti pemekaran daerah, penggabungan daerah sangat jarang dilakukan di Indonesia. Beberapa contoh penggabungan wilayah yang pernah terlaksana yakni penggabungan Kabupaten Adikarto ke dalam Kabupaten Kulon Progo,[10] peleburan sejumlah kota administratif ke dalam kabupaten induknya,[11] serta pembatalan Daerah Istimewa Surakarta yang berakibat pada meleburnya wilayah tersebut ke dalam Jawa Tengah.[12]

Penggabungan daerah dapat diproses apabila terdapat kesepakatan untuk menggabungkan diri di antara semua daerah yang bersangkutan atau terdapat usulan dari Pemerintah Pusat untuk menggabungkan daerah tersebut berdasarkan hasil evaluasi.[9]

Berdasarkan kesepakatan

[sunting | sunting sumber]

Dalam kasus penggabungan daerah berdasarkan kesepakatan, dua atau lebih daerah yang akan digabungkan itu harus melalui tahapan persetujuan administratif, layaknya seperti pemekaran daerah dengan mutatis mutandis (adanya perubahan dan penyesuaian seperlunya). Syarat administratif untuk penggabungan daerah provinsi adalah sebagai berikut.[9]

  1. Persetujuan bersama antara DPRD kabupaten/kota dengan bupati/wali kota dari setiap kabupaten dan/atau kota yang menjadi cakupan daerah-daerah provinsi yang akan digabungkan.
  2. Persetujuan bersama antara DPRD provinsi dengan gubernur dari semua daerah provinsi yang akan digabungkan.

Sementara syarat administratif untuk penggabungan daerah kabupaten/kota adalah sebagai berikut.[9]

  1. Keputusan musyawarah desa dari setiap desa yang menjadi cakupan wilayah daerah-daerah kabupaten dan/atau kota yang akan digabungkan.
  2. Persetujuan bersama antara DPRD kabupaten/kota dengan bupati/wali kota dari semua daerah kabupaten dan/atau kota yang akan digabungkan.
  3. Persetujuan bersama antara DPRD provinsi dengan gubernur dari daerah provinsi yang mencakupi daerah-daerah kabupaten dan/atau kota yang akan dibentuk.

Setelah persyaratan administratif dari semua daerah tersebut tercapai, gubernur yang bersangkutan (dalam penggabungan daerah kabupaten dan/atau kota) atau semua gubernur dari daerah provinsi yang bersangkutan secara bersama-sama (dalam penggabungan daerah provinsi) mengusulkan penggabungan tersebut ke pusat (Pemerintah Pusat, DPR, atau DPD). Pemerintah Pusat kemudian memverifikasi persyaratan tersebut, kemudian menyampaikan hasilnya kepada DPR dan DPD. Pemerintah, dengan persetujuan DPR dan DPD, kemudian membentuk tim kajian independen yang akan menyelidiki apakah daerah tersebut memenuhi persyaratan kapasitas daerah, layaknya seperti pemekaran daerah dengan mutatis mutandis, dengan parameter-parameter yang kurang lebih sama seperti pada pemekaran daerah. Hasil penyelidikan tim kajian tersebut kemudian dilaporkan kepada Pemerintah untuk selanjutnya dikonsultasikan dengan DPR dan DPD. Hasil konsultasi tersebut menjadi bahan pertimbangan untuk melakukan penggabungan. Jika tidak layak, pusat akan menyampaikan penolakan beserta alasannya secara tertulis kepada gubernur yang bersangkutan. Jika layak, DPR akan mengesahkan undang-undang (UU) yang akan menetapkan daerah otonom baru hasil penggabungan daerah.[13]

Berdasarkan evaluasi

[sunting | sunting sumber]

Jika Pemerintah Pusat menilai bahwa salah satu atau beberapa daerah tidak mampu untuk menyelenggarakan otonomi daerah, Pemerintah dapat mengajukan rancangan undang-undang (RUU) mengenai penggabungan daerah tersebut kepada DPR dan DPD. Jika disetujui, RUU tersebut akan ditetapkan menjadi UU.[14]

Penyesuaian daerah

[sunting | sunting sumber]

Penyesuaian daerah merupakan salah satu dari lima hal berikut.[15]

  • Perubahan batas wilayah daerah
  • Perubahan nama daerah
  • Pemberian dan perubahan nama bagian rupa bumi pada suatu daerah
  • Pemindahan ibu kota daerah
  • Perubahan nama ibu kota daerah

Perubahan batas wilayah harus ditetapkan dengan undang-undang (UU), sementara poin-poin penyesuaian daerah lainnya ditetapkan dengan peraturan pemerintah (PP).[15]

Kepentingan strategis nasional

[sunting | sunting sumber]

UU Pemerintahan Daerah Pasal 31 ayat (4) menyebutkan bahwa pembentukan daerah dan penyesuaian daerah dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan kepentingan strategis nasional. Bagian tersebut bermaksud bahwa selain tata cara yang telah disebutkan di atas, Pemerintah Pusat juga dapat mengusulkan pembentukan dan penyesuaian daerah demi menjaga kepentingan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).[16]

Pembentukan daerah berdasarkan pertimbangan kepentingan strategis nasional dapat dilakukan pada daerah-daerah perbatasan, pulau-pulau terluar, atau daerah-daerah tertentu. Daerah yang dibentuk dengan cara demikian harus memiliki cakupan wilayah dengan batas-batas yang jelas dan mempertimbangkan parameter pertahanan dan keamanan, potensi ekonomi, serta paramater lain yang memperkuat kedaulatan NKRI. Rencana pembentukan daerah tersebut dikonsultasikan oleh Pemerintah kepada DPR dan DPD terlebih dahulu sebelum direalisasikan dengan membentuk daerah persiapan melalui peraturan pemerintah (PP) dengan masa percobaan 5 tahun. Daerah persiapan berkewajiban untuk membentuk dan mengelola segala penyelenggaraan pemerintahan dan tata kelola daerah di dalam daerah tersebut, dengan sokongan dana, sarana dan prasarana, serta tata personel dari Pemerintah. Pemerintah juga melakukan pembinaan, pengawasan, dan evaluasi pada daerah persiapan, sembari mendapat pengawasan dari DPR dan DPD. Pada akhir masa percobaan, Pemerintah melakukan evaluasi akhir untuk menentukan kesanggupan daerah untuk melaksanakan kewajiban daerahnya, lalu hasinya dikonsultasikan dengan DPR dan DPD. Jika tidak layak, daerah persiapan akan dibubarkan dan dikembalikan ke daerah induk. Jika layak, DPR akan mengesahkan undang-undang (UU) yang akan menetapkan daerah persiapan tersebut sebagai daerah baru.[17]

Pernyesuaian daerah berdasarkan pertimbangan kepentingan strategis nasional berupa perubahan batas wilayah daerah yang ditetapkan dengan UU dan pemindahan ibu kota yang ditetapkan dengan PP.[18]

Riwayat pembentukan daerah

[sunting | sunting sumber]

Pemekaran

[sunting | sunting sumber]

Catatan: Huruf miring menandakan bahwa wilayah tersebut telah bubar atau berganti nama. Nama masing-masing wilayah mengikuti pada saat pemekaran ditetapkan.

  • Istilah "kabupaten", "daerah tingkat II" (sebelum tahun 1999), dan "daerah" (hanya digunakan di Indonesia Timur sebelum 1960-an) semuanya memiliki kesamaan makna, begitu pula dengan "kota", "kotamadya", "kotapraja", dan "kota besar".

Aceh, pemekaran dari Sumatera Utara (1956)

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kotapraja SabangKabupaten Aceh Besar10 Juni 1965
Kabupaten Aceh TenggaraKabupaten Aceh Tengah4 Juni 1974
Kabupaten Aceh SingkilKabupaten Aceh Selatan20 April 1999
Kabupaten SimeulueKabupaten Aceh Barat4 Oktober 1999
Kabupaten BireuenKabupaten Aceh Utara4 Oktober 1999
Kota LhokseumaweKabupaten Aceh Utara21 Juni 2001
Kota LangsaKabupaten Aceh Timur21 Juni 2001
Kabupaten Aceh Barat DayaKabupaten Aceh Selatan10 April 2002
Kabupaten Gayo LuesKabupaten Aceh Tenggara10 April 2002
Kabupaten Aceh JayaKabupaten Aceh Barat10 April 2002
Kabupaten Nagan RayaKabupaten Aceh Barat10 April 2002
Kabupaten Aceh TamiangKabupaten Aceh Timur10 April 2002
Kabupaten Bener MeriahKabupaten Aceh Tengah18 Desember 2003
Kabupaten Pidie JayaKabupaten Pidie2 Januari 2007
Kota SubulussalamKabupaten Aceh Singkil2 Januari 2007

Sumatera Utara

[sunting | sunting sumber]
Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kabupaten DairiKabupaten Tapanuli Utara23 September 1964
Kabupaten Toba SamosirKabupaten Tapanuli Utara23 November 1998
Kabupaten Mandailing NatalKabupaten Tapanuli Selatan23 November 1998
Kota PadangsidimpuanKabupaten Tapanuli Selatan21 Juni 2001
Kabupaten Nias SelatanKabupaten Nias25 Februari 2003
Kabupaten Pakpak BharatKabupaten Dairi25 Februari 2003
Kabupaten Humbang HasundutanKabupaten Tapanuli Utara25 Februari 2003
Kabupaten SamosirKabupaten Toba Samosir18 Desember 2003
Kabupaten Serdang BedagaiKabupaten Deli Serdang18 Desember 2003
Kabupaten Batu BaraKabupaten Asahan2 Januari 2007
Kabupaten Padang Lawas UtaraKabupaten Tapanuli Selatan10 Agustus 2007
Kabupaten Padang LawasKabupaten Tapanuli Selatan10 Agustus 2007
Kabupaten Labuhanbatu SelatanKabupaten Labuhanbatu21 Juli 2008
Kabupaten Labuhanbatu UtaraKabupaten Labuhanbatu21 Juli 2008
Kabupaten Nias UtaraKabupaten Nias26 November 2008
Kabupaten Nias BaratKabupaten Nias26 November 2008
Kota GunungsitoliKabupaten Nias26 November 2008
  • Catatan: Kabupaten Toba Samosir berubah nama menjadi Kabupaten Toba pada tahun 2020

Sumatera Barat

[sunting | sunting sumber]

Sumatera Barat dibentuk tahun 1957 dan sebelumnya merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Tengah

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kotamadya PayakumbuhKabupaten Limapuluh Kota16 Desember 1970
Kotamadya SolokKabupaten Solok17 Desember 1970
Kabupaten Kepulauan MentawaiKabupaten Padang Pariaman4 Oktober 1999
Kota PariamanKabupaten Padang Pariaman10 April 2002
Kabupaten DharmasrayaKabupaten Sawahlunto Sijunjung18 Desember 2003
Kabupaten Solok SelatanKabupaten Solok18 Desember 2003
Kabupaten Pasaman BaratKabupaten Pasaman18 Desember 2003
  • Catatan: Kabupaten Sawahlunto Sijunjung berubah nama menjadi Kabupaten Sijunjung pada tahun 2008

Riau dibentuk tahun 1957 dan sebelumnya merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Tengah

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kabupaten Indragiri HilirKabupaten Indragiri14 Juni 1965
Kotamadya DumaiKabupaten Bengkalis20 April 1999
Kabupaten PelalawanKabupaten Kampar4 Oktober 1999
Kabupaten Rokan HuluKabupaten Kampar4 Oktober 1999
Kabupaten Rokan HilirKabupaten Bengkalis4 Oktober 1999
Kabupaten SiakKabupaten Bengkalis4 Oktober 1999
Kabupaten Kuantan SingingiKabupaten Indragiri Hulu4 Oktober 1999
Kabupaten Kepulauan MerantiKabupaten Bengkalis16 Januari 2009

Kepulauan Riau

[sunting | sunting sumber]

Kepulauan Riau, pemekaran dari Riau (2002)

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kabupaten KarimunKabupaten Kepulauan Riau4 Oktober 1999
Kabupaten NatunaKabupaten Kepulauan Riau4 Oktober 1999
Kota BatamKabupaten Kepulauan Riau4 Oktober 1999
Kota Tanjung PinangKabupaten Kepulauan Riau21 Juni 2001
Kabupaten LinggaKabupaten Kepulauan Riau18 Desember 2003
Kabupaten Kepulauan AnambasKabupaten Natuna21 Juli 2008
  • Catatan: Kabupaten Kepulauan Riau berubah nama menjadi Kabupaten Bintan pada tahun 2006

Jambi dibentuk tahun 1957 dan sebelumnya merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Tengah

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kabupaten KerinciKabupaten Pesisir Selatan Kerinci17 Juli 1958
Kabupaten Sarolangun BangkoKabupaten Merangin14 Juni 1965
Kabupaten Tanjung JabungKabupaten Batang Hari14 Juni 1965
Kabupaten Muaro JambiKabupaten Batang Hari4 Oktober 1999
Kabupaten SarolangunKabupaten Sarolangun Bangko4 Oktober 1999
Kabupaten Tanjung Jabung TimurKabupaten Tanjung Jabung4 Oktober 1999
Kabupaten TeboKabupaten Bungo Tebo4 Oktober 1999
Kota Sungai PenuhKabupaten Kerinci21 Juli 2008

Bengkulu, pemekaran dari Sumatera Selatan (1967)

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kabupaten MukomukoKabupaten Bengkulu Utara25 Februari 2003
Kabupaten SelumaKabupaten Bengkulu Selatan25 Februari 2003
Kabupaten KaurKabupaten Bengkulu Selatan25 Februari 2003
Kabupaten LebongKabupaten Rejang Lebong18 Desember 2003
Kabupaten KepahiangKabupaten Rejang Lebong18 Desember 2003
Kabupaten Bengkulu TengahKabupaten Bengkulu Utara21 Juli 2008

Sumatera Selatan

[sunting | sunting sumber]
Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kota PrabumulihKabupaten Muara Enim21 Juni 2001
Kota Lubuk LinggauKabupaten Musi Rawas21 Juni 2001
Kota Pagar AlamKabupaten Lahat21 Juni 2001
Kabupaten BanyuasinKabupaten Musi Banyuasin10 April 2002
Kabupaten Ogan Komering Ulu TimurKabupaten Ogan Komering Ulu18 Desember 2003
Kabupaten Ogan Komering Ulu SelatanKabupaten Ogan Komering Ulu18 Desember 2003
Kabupaten Ogan IlirKabupaten Ogan Komering Ilir18 Desember 2003
Kabupaten Empat LawangKabupaten Lahat2 Januari 2007
Kabupaten Penukal Abab Lematang IlirKabupaten Muara Enim11 Januari 2013
Kabupaten Musi Rawas UtaraKabupaten Musi Rawas10 Juli 2013

Kepulauan Bangka Belitung

[sunting | sunting sumber]

Kepulauan Bangka Belitung, pemekaran dari Sumatera Selatan (2000)

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kabupaten Bangka SelatanKabupaten Bangka25 Februari 2003
Kabupaten Bangka TengahKabupaten Bangka25 Februari 2003
Kabupaten Bangka BaratKabupaten Bangka25 Februari 2003
Kabupaten Belitung TimurKabupaten Belitung25 Februari 2003

Lampung, pemekaran dari Sumatera Selatan (1964)

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kabupaten Lampung BaratKabupaten Lampung Utara16 Agustus 1991
Kabupaten TanggamusKabupaten Lampung Selatan3 Januari 1997
Kabupaten Tulang BawangKabupaten Lampung Utara3 Januari 1997
Kabupaten Way KananKabupaten Lampung Utara20 April 1999
Kabupaten Lampung TimurKabupaten Lampung Tengah20 April 1999
Kotamadya MetroKabupaten Lampung Tengah20 April 1999
Kabupaten PesawaranKabupaten Lampung Selatan10 Agustus 2007
Kabupaten PringsewuKabupaten Tanggamus26 November 2008
Kabupaten MesujiKabupaten Tulang Bawang26 November 2008
Kabupaten Tulang Bawang BaratKabupaten Tulang Bawang26 November 2008
Kabupaten Pesisir BaratKabupaten Lampung Barat17 November 2012

Daerah Khusus Jakarta

[sunting | sunting sumber]

Daerah Khusus Jakarta, pemekaran dari Jawa Barat (1959/1961).

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kabupaten Kepulauan Seribu Kota Jakarta Utara 3 Juli 2001

Banten, pemekaran dari Jawa Barat (2000)

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kotamadya TangerangKabupaten Tangerang27 Februari 1993
Kotamadya CilegonKabupaten Serang20 April 1999
Kota SerangKabupaten Serang10 Agustus 2007
Kota Tangerang SelatanKabupaten Tangerang26 November 2008

Jawa Barat

[sunting | sunting sumber]
Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kabupaten SubangKabupaten Purwakarta29 Juni 1968
Kotamadya BekasiKabupaten Bekasi16 Desember 1996
Kotamadya DepokKabupaten Bogor27 April 1999
Kota CimahiKabupaten Bandung21 Juni 2001
Kota TasikmalayaKabupaten Tasikmalaya21 Juni 2001
Kota BanjarKabupaten Ciamis11 Desember 2002
Kabupaten Bandung BaratKabupaten Bandung2 Januari 2007
Kabupaten PangandaranKabupaten Ciamis17 November 2012

Jawa Tengah

[sunting | sunting sumber]
Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kabupaten BatangKabupaten Pekalongan14 Juni 1965

Daerah Istimewa Yogyakarta

[sunting | sunting sumber]

tidak pernah mengalami pemekaran daerah.

Jawa Timur

[sunting | sunting sumber]
Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kota BatuKabupaten Malang21 Juni 2001

Bali, pemekaran dari Nusa Tenggara (1958)

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kabupaten BadungDaerah Bali9 Agustus 1958
Kabupaten BangliDaerah Bali9 Agustus 1958
Kabupaten BulelengDaerah Bali9 Agustus 1958
Kabupaten GianyarDaerah Bali9 Agustus 1958
Kabupaten JembranaDaerah Bali9 Agustus 1958
Kabupaten KarangasemDaerah Bali9 Agustus 1958
Kabupaten KlungkungDaerah Bali9 Agustus 1958
Kabupaten TabananDaerah Bali9 Agustus 1958
Kotamadya DenpasarKabupaten Badung15 Januari 1992
  • Catatan: Daerah Bali adalah salah satu penyusun Provinsi Nusa Tenggara yang dibubarkan pada tahun 1958 bersamaan dengan pembentukan 8 kabupaten pada tabel di atas

Nusa Tenggara Barat

[sunting | sunting sumber]

Nusa Tenggara Barat, pemekaran dari Nusa Tenggara (1958)

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kabupaten Lombok BaratDaerah Lombok9 Agustus 1958
Kabupaten Lombok TengahDaerah Lombok9 Agustus 1958
Kabupaten Lombok TimurDaerah Lombok9 Agustus 1958
Kabupaten BimaDaerah Sumbawa9 Agustus 1958
Kabupaten DompuDaerah Sumbawa9 Agustus 1958
Kabupaten SumbawaDaerah Sumbawa9 Agustus 1958
Kotamadya MataramKabupaten Lombok Barat26 Juli 1993
Kota BimaKabupaten Bima10 April 2002
Kabupaten Sumbawa BaratKabupaten Sumbawa18 Desember 2003
Kabupaten Lombok UtaraKabupaten Lombok Barat21 Juli 2008
  • Catatan: Daerah Lombok dan Daerah Sumbawa adalah salah satu penyusun Provinsi Nusa Tenggara yang dibubarkan pada tahun 1958 bersamaan dengan pembentukan 6 kabupaten pada tabel di atas

Nusa Tenggara Timur

[sunting | sunting sumber]

Nusa Tenggara Timur, pemekaran dari Nusa Tenggara (1958)

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kabupaten AlorDaerah Timor dan Kepulauannya9 Agustus 1958
Kabupaten BeluDaerah Timor dan Kepulauannya9 Agustus 1958
Kabupaten EndeDaerah Flores9 Agustus 1958
Kabupaten Flores TimurDaerah Flores9 Agustus 1958
Kabupaten KupangDaerah Timor dan Kepulauannya9 Agustus 1958
Kabupaten ManggaraiDaerah Flores9 Agustus 1958
Kabupaten NgadaDaerah Flores9 Agustus 1958
Kabupaten SikkaDaerah Flores9 Agustus 1958
Kabupaten Sumba BaratDaerah Sumba9 Agustus 1958
Kabupaten Sumba TimurDaerah Sumba9 Agustus 1958
Kabupaten Timor Tengah SelatanDaerah Timor dan Kepulauannya9 Agustus 1958
Kabupaten Timor Tengah UtaraDaerah Timor dan Kepulauannya9 Agustus 1958
Kotamadya KupangKabupaten Kupang11 April 1996
Kabupaten LembataKabupaten Flores Timur4 Oktober 1999
Kabupaten Rote NdaoKabupaten Kupang10 April 2002
Kabupaten Manggarai BaratKabupaten Manggarai25 Februari 2003
Kabupaten NagekeoKabupaten Ngada2 Januari 2007
Kabupaten Sumba TengahKabupaten Sumba Barat2 Januari 2007
Kabupaten Sumba Barat DayaKabupaten Sumba Barat2 Januari 2007
Kabupaten Manggarai TimurKabupaten Manggarai14 Agustus 2007
Kabupaten Sabu RaijuaKabupaten Kupang26 November 2008
Kabupaten MalakaKabupaten Belu11 Januari 2013
  • Catatan: Daerah Timor dan Kepulauannya, Daerah Flores, dan Daerah Sumba adalah penyusun Provinsi Nusa Tenggara dan dibubarkan tahun 1958 bersamaan dengan pembentukan 12 kabupaten di atas

Kalimantan Barat

[sunting | sunting sumber]

Kalimantan Barat, pemekaran dari Kalimantan (1956)

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kabupaten BengkayangKabupaten Sambas20 April 1999
Kabupaten LandakKabupaten Pontianak4 Oktober 1999
Kota SingkawangKabupaten Bengkayang21 Juni 2001
Kabupaten MelawiKabupaten Sintang18 Desember 2003
Kabupaten SekadauKabupaten Sanggau18 Desember 2003
Kabupaten Kayong UtaraKabupaten Ketapang2 Januari 2007
Kabupaten Kubu RayaKabupaten Pontianak10 Agustus 2007

Kalimantan Tengah

[sunting | sunting sumber]

Kalimantan Tengah, pemekaran dari Kalimantan Selatan (1958)

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kabupaten Kotawaringin BaratKabupaten Kotawaringin26 Juni 1959
Kabupaten Barito SelatanKabupaten Barito26 Juni 1959
Kotapraja Palangka RayaKabupaten Kapuas14 Juni 1965
Kabupaten KatinganKabupaten Kotawaringin Timur10 April 2002
Kabupaten SeruyanKabupaten Kotawaringin Timur10 April 2002
Kabupaten SukamaraKabupaten Kotawaringin Barat10 April 2002
Kabupaten LamandauKabupaten Kotawaringin Barat10 April 2002
Kabupaten Gunung MasKabupaten Kapuas10 April 2002
Kabupaten Pulang PisauKabupaten Kapuas10 April 2002
Kabupaten Murung RayaKabupaten Barito Utara10 April 2002
Kabupaten Barito TimurKabupaten Barito Selatan10 April 2002

Kalimantan Selatan

[sunting | sunting sumber]

Kalimantan Selatan, pemekaran dari Kalimantan (1956)

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kabupaten Barito KualaKabupaten Banjarmasin26 Juni 1959
Kabupaten Hulu Sungai TengahKabupaten Kandangan26 Juni 1959
Kabupaten Tanah LautKabupaten Banjar14 Juli 1965
Kabupaten TapinKabupaten Hulu Sungai Selatan14 Juli 1965
Kabupaten TabalongKabupaten Hulu Sungai Utara14 Juli 1965
Kotamadya BanjarbaruKabupaten Banjar20 April 1999
Kabupaten Tanah BumbuKabupaten Kotabaru25 Februari 2003
Kabupaten BalanganKabupaten Hulu Sungai Utara25 Februari 2003
  • Catatan: Kabupaten Banjarmasin dan Kabupaten Kandangan berubah nama menjadi Kabupaten Banjar dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada tahun 1959 bersamaan dengan pembentukan Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Kalimantan Timur

[sunting | sunting sumber]

Kalimantan Timur, pemekaran dari Kalimantan (1956)

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kotapraja BalikpapanDaerah Istimewa Kutai26 Juni 1959
Kotapraja SamarindaDaerah Istimewa Kutai26 Juni 1959
Kabupaten KutaiDaerah Istimewa Kutai26 Juni 1959
Kabupaten Pasir[a]Kabupaten Kotabaru26 Juni 1959
Kabupaten Kutai BaratKabupaten Kutai4 Oktober 1999
Kabupaten Kutai TimurKabupaten Kutai4 Oktober 1999
Kota BontangKabupaten Kutai4 Oktober 1999
Kabupaten Penajam Paser UtaraKabupaten Pasir10 April 2002
Kabupaten Mahakam UluKabupaten Kutai Barat11 Januari 2013

Kalimantan Utara

[sunting | sunting sumber]

Kalimantan Utara, pemekaran dari Kalimantan Timur (2012)

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kotamadya TarakanKabupaten Bulungan8 Oktober 1997
Kabupaten MalinauKabupaten Bulungan4 Oktober 1999
Kabupaten NunukanKabupaten Bulungan4 Oktober 1999
Kabupaten Tana TidungKabupaten Bulungan14 Agustus 2007

Sulawesi Utara

[sunting | sunting sumber]

Sulawesi Utara, pemekaran dari Sulawesi (1960)

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Daerah Bolaang MongondowDaerah Sulawesi Utara19 Maret 1954
Kotamadya BitungKabupaten Minahasa15 Agustus 1990
Kabupaten Kepulauan TalaudKabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud10 April 2002
Kabupaten Minahasa SelatanKabupaten Minahasa25 Februari 2003
Kota TomohonKabupaten Minahasa25 Februari 2003
Kabupaten Minahasa UtaraKabupaten Minahasa18 Desember 2003
Kota KotamobaguKabupaten Bolaang Mongondow2 Januari 2007
Kabupaten Minahasa TenggaraKabupaten Minahasa Selatan2 Januari 2007
Kabupaten Bolaang Mongondow UtaraKabupaten Bolaang Mongondow2 Januari 2007
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang BiaroKabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud2 Januari 2007
Kabupaten Bolaang Mongondow TimurKabupaten Bolaang Mongondow21 Juli 2008
Kabupaten Bolaang Mongondow SelatanKabupaten Bolaang Mongondow21 Juli 2008
  • Catatan: Daerah Sulawesi Utara dibubarkan pada tahun 1959
  • Catatan: Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud berubah nama menjadi Kabupaten Kepulauan Sangihe pada tahun 2014

Gorontalo

[sunting | sunting sumber]

Gorontalo, pemekaran dari Sulawesi Utara (2000)

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kotapraja GorontaloDaerah Sulawesi Utara4 Juli 1959
Kabupaten GorontaloDaerah Sulawesi Utara4 Juli 1959
Kabupaten BoalemoKabupaten Gorontalo4 Oktober 1999
Kabupaten Bone BolangoKabupaten Gorontalo25 Februari 2003
Kabupaten PohuwatoKabupaten Boalemo25 Februari 2003
Kabupaten Gorontalo UtaraKabupaten Gorontalo2 Januari 2007
  • Catatan: Daerah Sulawesi Utara, beribukota di Gorontalo, dibubarkan pada tahun 1959 bersamaan dengan pembentukan 1 kabupaten dan 1 kota di atas

Sulawesi Tengah

[sunting | sunting sumber]

Sulawesi Tengah, pemekaran dari Sulawesi Utara (1964)

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Daerah DonggalaDaerah Sulawesi Tengah12 Agustus 1952
Daerah PosoDaerah Sulawesi Tengah12 Agustus 1952
Kabupaten BanggaiDaerah Poso4 Juli 1959
Kabupaten Buol Toli-Toli[b]Daerah Donggala dan Daerah Sulawesi Utara4 Juli 1959
Kotamadya PaluKabupaten Donggala22 Juli 1994
Kabupaten BuolKabupaten Buol Toli-Toli4 Oktober 1999
Kabupaten MorowaliKabupaten Poso4 Oktober 1999
Kabupaten Banggai KepulauanKabupaten Banggai4 Oktober 1999
Kabupaten Parigi MoutongKabupaten Donggala10 April 2002
Kabupaten Tojo Una-UnaKabupaten Poso18 Desember 2003
Kabupaten SigiKabupaten Donggala21 Juli 2008
Kabupaten Banggai LautKabupaten Banggai Kepulauan11 Januari 2013
Kabupaten Morowali UtaraKabupaten Morowali15 Mei 2013
  • Catatan: Daerah Sulawesi Tengah dipecah menjadi 2 daerah pada tahun 1952
  • Catatan: Daerah Poso dan Daerah Donggala dibubarkan pada tahun 1959

Sulawesi Tenggara

[sunting | sunting sumber]

Sulawesi Tenggara, pemekaran dari Sulawesi Selatan (1964)

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Daerah Sulawesi TenggaraDaerah Sulawesi Selatan12 Agustus 1952
Kabupaten ButonDaerah Sulawesi Tenggara4 Juli 1959
Kabupaten KendariDaerah Sulawesi Tenggara4 Juli 1959
Kabupaten KolakaDaerah Sulawesi Tenggara4 Juli 1959
Kabupaten MunaDaerah Sulawesi Tenggara4 Juli 1959
Kotamadya KendariKabupaten Kendari3 Agustus 1995
Kota Bau-BauKabupaten Buton21 Juni 2001
Kabupaten Konawe SelatanKabupaten Kendari25 Februari 2003
Kabupaten BombanaKabupaten Buton18 Desember 2003
Kabupaten WakatobiKabupaten Buton18 Desember 2003
Kabupaten Kolaka UtaraKabupaten Kolaka18 Desember 2003
Kabupaten Konawe UtaraKabupaten Konawe2 Januari 2007
Kabupaten Buton UtaraKabupaten Muna2 Januari 2007
Kabupaten Kolaka TimurKabupaten Kolaka11 Januari 2013
Kabupaten Konawe KepulauanKabupaten Konawe15 Mei 2013
Kabupaten Muna BaratKabupaten Muna23 Juli 2014
Kabupaten Buton SelatanKabupaten Buton23 Juli 2014[19]
Kabupaten Buton TengahKabupaten Buton23 Juli 2014[19]
  • Catatan: Daerah Sulawesi Tenggara yang beribukota di Baubau dibubarkan tahun 1959 bersamaan dengan pemekaran 4 kabupaten di atas
  • Catatan: Kabupaten Kendari berubah nama menjadi Kabupaten Konawe pada tahun 2004

Sulawesi Selatan

[sunting | sunting sumber]

Sulawesi Selatan, pemekaran dari Sulawesi (1960)

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Daerah BonthainDaerah Sulawesi Selatan12 Agustus 1952
Daerah BoneDaerah Sulawesi Selatan12 Agustus 1952
Daerah MakassarDaerah Sulawesi Selatan12 Agustus 1952
Daerah LuwuDaerah Sulawesi Selatan12 Agustus 1952
Daerah ParepareDaerah Sulawesi Selatan12 Agustus 1952
Daerah Jeneponto-TakalarDaerah Makassar17 Januari 1957
Kabupaten SoppengDaerah Bone17 Januari 1957
Kabupaten WajoDaerah Bone17 Januari 1957
Kabupaten Tana TorajaDaerah Luwu17 Januari 1957
Kabupaten Pangkajene dan KepulauanDaerah Makassar4 Juli 1959
Kabupaten MarosDaerah Makassar4 Juli 1959
Kotapraja ParepareDaerah Parepare4 Juli 1959
Kabupaten BarruDaerah Parepare4 Juli 1959
Kabupaten EnrekangDaerah Parepare4 Juli 1959
Kabupaten PinrangDaerah Parepare4 Juli 1959
Kabupaten Sidenreng RappangDaerah Parepare4 Juli 1959
Kabupaten BulukumbaDaerah Bonthain4 Juli 1959
Kabupaten SelayarDaerah Bonthain4 Juli 1959
Kabupaten SinjaiDaerah Bonthain4 Juli 1959
Kabupaten TakalarDaerah Jeneponto-Takalar4 Juli 1959
Kabupaten Luwu UtaraKabupaten Luwu20 April 1999
Kota PalopoKabupaten Luwu10 April 2002
Kabupaten Luwu TimurKabupaten Luwu Utara25 Februari 2003
Kabupaten Toraja UtaraKabupaten Tana Toraja21 Juli 2008
  • Catatan: Daerah Makassar, Daerah Jeneponto-Takalar, Daerah Luwu, Daerah Bone, Daerah Bonthain, dan Daerah Parepare dibubarkan pada tahun 1959 bersamaan dengan pembentukan 19 kabupaten dan 1 kota di atas
  • Catatan: Kabupaten Bonthain berubah nama menjadi Kabupaten Bantaeng pada tahun 1962
  • Catatan: Kabupaten Selayar berubah nama menjadi Kabupaten Kepulauan Selayar pada tahun 2008

Sulawesi Barat

[sunting | sunting sumber]

Sulawesi Barat, pemekaran dari Sulawesi Selatan (2004)

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Daerah MandarDaerah Sulawesi Selatan12 Agustus 1952
Kabupaten MajeneDaerah Mandar4 Juli 1959
Kabupaten MamujuDaerah Mandar4 Juli 1959
Kabupaten Polewali MamasaDaerah Mandar4 Juli 1959
Kabupaten MamasaKabupaten Polewali Mamasa10 April 2002
Kabupaten Mamuju UtaraKabupaten Mamuju25 Februari 2003
Kabupaten Mamuju TengahKabupaten Mamuju11 Januari 2013
  • Catatan: Daerah Mandar dengan ibukota di Majene dibubarkan pada tahun 1959 bersamaan dengan pembentukan 3 kabupaten di atas
  • Catatan: Kabupaten Polewali Mamasa berubah nama menjadi Kabupaten Polewali Mandar pada tahun 2005
  • Catatan: Kabupaten Mamuju Utara berubah nama menjadi Kabupaten Pasangkayu pada tahun 2017

Maluku Utara

[sunting | sunting sumber]

Maluku Utara, pemekaran dari Maluku (1999)

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kabupaten Halmahera TengahKabupaten Maluku Utara15 Agustus 1990
Kotamadya TernateKabupaten Maluku Utara20 April 1999
Kabupaten Halmahera UtaraKabupaten Maluku Utara25 Februari 2003
Kabupaten Halmahera SelatanKabupaten Maluku Utara25 Februari 2003
Kabupaten Kepulauan SulaKabupaten Maluku Utara25 Februari 2003
Kabupaten Halmahera TimurKabupaten Halmahera Tengah25 Februari 2003
Kota Tidore KepulauanKabupaten Halmahera Tengah25 Februari 2003
Kabupaten Pulau MorotaiKabupaten Halmahera Utara26 November 2008
Kabupaten Pulau TaliabuKabupaten Kepulauan Sula11 Januari 2013
  • Catatan: Kabupaten Maluku Utara berubah nama menjadi Kabupaten Halmahera Barat pada tahun 2003 bersamaan dengan pemekaran Halmahera Selatan, Halmahera Utara, dan Kepulauan Sula
Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kabupaten Maluku TengahDaerah Maluku Selatan12 Agustus 1952
Kabupaten Maluku TenggaraDaerah Maluku Selatan12 Agustus 1952
Kabupaten BuruKabupaten Maluku Tengah4 Oktober 1999
Kabupaten Maluku Tenggara BaratKabupaten Maluku Tenggara4 Oktober 1999
Kabupaten Seram Bagian TimurKabupaten Maluku Tengah18 Desember 2003
Kabupaten Seram Bagian BaratKabupaten Maluku Tengah18 Desember 2003
Kabupaten Kepulauan AruKabupaten Maluku Tenggara18 Desember 2003
Kota TualKabupaten Maluku Tenggara14 Agustus 2007
Kabupaten Maluku Barat DayaKabupaten Maluku Tenggara Barat21 Juli 2008
Kabupaten Buru SelatanKabupaten Buru21 Juli 2008
  • Catatan: Daerah Maluku Selatan dengan ibukota di Ambon dibubarkan pada tahun 1952 bersamaan dengan pembentukan 2 kabupaten di atas
  • Catatan: Kabupaten Maluku Tenggara Barat berubah nama menjadi Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada tahun 2019

Papua Barat Daya

[sunting | sunting sumber]

Papua Barat Daya, pemekaran dari Papua Barat (2022)

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kota SorongKabupaten Sorong4 Oktober 1999
Kabupaten Sorong SelatanKabupaten Sorong11 Desember 2002
Kabupaten Raja AmpatKabupaten Sorong11 Desember 2002
Kabupaten Tambrauw[c]Kabupaten Sorong dan Kabupaten Manokwari26 November 2008
Kabupaten MaybratKabupaten Sorong[d]16 Januari 2009

Papua Barat

[sunting | sunting sumber]

Papua Barat, pemekaran dari Papua (1999)

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kabupaten KaimanaKabupaten Fakfak11 Desember 2002
Kabupaten Teluk BintuniKabupaten Manokwari11 Desember 2002
Kabupaten Teluk WondamaKabupaten Manokwari11 Desember 2002
Kabupaten Manokwari SelatanKabupaten Manokwari17 November 2012
Kabupaten Pegunungan ArfakKabupaten Manokwari17 November 2012

Papua Tengah

[sunting | sunting sumber]

Papua Tengah, pemekaran dari Papua (2022)

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kabupaten PaniaiKabupaten Nabire4 Oktober 1999
Kabupaten Puncak JayaKabupaten Nabire4 Oktober 1999
Kabupaten MimikaKabupaten Fakfak4 Oktober 1999
Kabupaten PuncakKabupaten Puncak Jaya4 Januari 2008
Kabupaten DogiyaiKabupaten Nabire4 Januari 2008
Kabupaten Intan JayaKabupaten Paniai26 November 2008
Kabupaten DeiyaiKabupaten Paniai26 November 2008
Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kotamadya JayapuraKabupaten Jayapura2 Agustus 1993
Kabupaten SarmiKabupaten Jayapura11 Desember 2002
Kabupaten KeeromKabupaten Jayapura11 Desember 2002
Kabupaten WaropenKabupaten Yapen Waropen11 Desember 2002
Kabupaten SupioriKabupaten Biak Numfor18 Desember 2003
Kabupaten Mamberamo Raya[e]Kabupaten Sarmi dan Kabupaten Waropen15 Maret 2007

Papua Pegunungan

[sunting | sunting sumber]

Papua Pegunungan, pemekaran dari Papua (2022)

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kabupaten Pegunungan BintangKabupaten Jayawijaya11 Desember 2002
Kabupaten YahukimoKabupaten Jayawijaya11 Desember 2002
Kabupaten TolikaraKabupaten Jayawijaya11 Desember 2002
Kabupaten Lanny JayaKabupaten Jayawijaya4 Januari 2008
Kabupaten Mamberamo TengahKabupaten Jayawijaya4 Januari 2008
Kabupaten NdugaKabupaten Jayawijaya4 Januari 2008
Kabupaten YalimoKabupaten Jayawijaya4 Januari 2008

Papua Selatan

[sunting | sunting sumber]

Papua Selatan, pemekaran dari Papua (2022)

Hasil pemekaran Asal pemekaran Tanggal pemekaran
Kabupaten Boven DigoelKabupaten Merauke11 Desember 2002
Kabupaten MappiKabupaten Merauke11 Desember 2002
Kabupaten AsmatKabupaten Merauke11 Desember 2002

Penggabungan

[sunting | sunting sumber]

Jawa Tengah

[sunting | sunting sumber]
  1. Penggabungan Kabupaten Kutoarjo dengan Kabupaten Purworejo (tahun 1933)
  2. Penggabungan Kabupaten Karanganyar dengan Kabupaten Kebumen (1 Januari 1936)
  3. Penggabungan Kabupaten Purwokerto dengan Kabupaten Banyumas (1 Januari 1936)

Daerah Istimewa Yogyakarta

[sunting | sunting sumber]
  1. Penggabungan Kabupaten Adikarto dengan Kabupaten Kulon Progo (tahun 1951)
  1. Provinsi Irian Jaya Tengah yang dimekarkan tahun 1999 dibatalkan pada tahun 2004 oleh Mahkamah Konstitusi sehingga bergabung kembali ke Provinsi Irian Jaya

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]
  1. diserahkan dari wilayah Kalimantan Selatan
  2. gabungan bekas swapraja Toli-Toli dan Buol dari dua daerah yang berbeda
  3. wilayah yang berasal dari Manokwari resmi digabungkan oleh Mahkaman Konstitusi pada tahun 2013
  4. awalnya merupakan bagian dari Kabupaten Sorong Selatan, namun wilayah Maybrat terlebih dahulu dititipkan ke Kabupaten Sorong agar memenuhi syarat pemekaran
  5. gabungan dari masing-masing 5 dan 3 distrik dari kabupaten yang berbeda

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. UU23 2014, hlm. 24.
  2. 1 2 UU23 2014, hlm. 25.
  3. UU23 2014, hlm. 35.
  4. 1 2 UU23 2014, hlm. 28.
  5. 1 2 UU23 2014, hlm. 27–29.
  6. UU23 2014, hlm. 29.
  7. UU23 2014, hlm. 30–31.
  8. UU23 2014, hlm. 31.
  9. 1 2 3 4 UU23 2014, hlm. 32.
  10. "PEMKAB - Sejarah". kulonprogokab.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-10-13.
  11. "Penghapusan Kota Administratif Kisaran, Kota Administratif Rantau Prapat, Kota Administratif Batu Raja, Kota Administratif Cilacap, Kota Administratif Purwokerto, Kota Administratif Klaten, Kota Administratif Jember, dan Kota Administratif Watampone". Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 2003.
  12. Matanasi, Petrik (2020-12-29). "Penculikan Pakubuwono XII dan Dihapusnya Daerah Istimewa Surakarta". tirto.id. Diakses tanggal 2024-10-13.
  13. UU23 2014, hlm. 32–34.
  14. UU23 2014, hlm. 34.
  15. 1 2 UU23 2014, hlm. 34–35.
  16. UU23 2014, hlm. 24,35.
  17. UU23 2014, hlm. 35–37.
  18. UU23 2014, hlm. 37.
  19. 1 2 "Sekretariat Negara Republik Indonesia" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2015-09-24. Diakses tanggal 2015-05-23.