Partai Gerakan Indonesia Raya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Gerindra)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Partai Gerakan Indonesia Raya
Ketua umumPrabowo Subianto
Sekretaris JenderalSandiaga Salahuddin Uno
Ketua fraksi di DPRAhmad Muzani
Dibentuk6 Februari 2008; 13 tahun lalu (2008-02-06)
Kantor pusatJl. RM. Harsono No. 54
Ragunan Pasar Minggu Jakarta
Selatan 12550
Sayap pemudaTIDAR (Tunas Indonesia Raya)
Sayap wanitaPIRA (Perempuan Indonesia Raya)
Sayap IslamGEMIRA (Gerakan Muslim Indonesia Raya)
Sayap KristenGEKIRA (Gerakan Kristiani Indonesia Raya)
Sayap Hindu-BuddhaGEMA SADHANA (Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara)
Ideologi
Posisi politikSayap-kanan[5]
Kursi di DPR (2019)
78 / 575
Kursi di DPRD Provinsi (2019)
288 / 2.232
Situs web
partaigerindra.or.id

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) adalah partai politik di Indonesia. Dibentuk pada tahun 2008, Gerindra berfungsi sebagai kendaraan politik mantan jenderal Prabowo Subianto. Saat ini partai terbesar ketiga di DPR, di mana ia memiliki 78 kursi. Gerindra telah memposisikan dirinya sebagai partai oposisi, tetapi pada 2019 ia bergabung dengan Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo, meskipun Prabowo telah mencalonkan diri melawan Widodo dalam pemilihan presiden Indonesia 2014 dan 2019.

Ketua Umum[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah daftar Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya.

No. Potret Ketua Umum Mulai menjabat Selesai menjabat Kongres Ket.
1 Suhardi Chairman of Gerindra Party.jpg Suhardi
(1952–2014)
6 Februari 2008 28 Agustus 2014[a] ditunjuk
Lowong 28 Agustus 2014 20 September 2014 [6]
2 KIM Prabowo Subianto.jpg Prabowo Subianto[b]
(l. 1951)
20 September 2014 8 April 2015 1
(2014)
8 April 2015 8 Agustus 2020 2
(2015)
[7]
8 Agustus 2020 Petahana 3
(2020)
[8]


Catatan
  1. ^ Meninggal dunia pada saat menjabat.
  2. ^ Merangkap jabatan sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.

Kepengurusan[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah susunan kepengurusan utama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra (2020–2025)[9]

Jati Diri Partai[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan dokumen Manifesto Partai Gerindra,[10] jati diri Partai Gerindra adalah:

Kebangsaan = Partai Gerindra adalah partai yang berwawasan kebangsaan yang berpegang teguh pada karakter nasionalisme yang kuat, tangguh, dan mandiri. Wawasan kebangsaan ini menjadi jiwa dalam mewujudkan segala aspek kehidupan bernegara yang sejahtera, jaya dan sentosa .

Kerakyatan = Partai Gerindra adalah partai yang dibentuk dari, oleh, dan untuk rakyat sebagai pemilik kedaulatan yang sah atas Republik Indonesia. Keberpihakan pada kepentingan rakyat merupakan sebuah keniscayaan dalam arti semua pihak yakin untuk mewujudkan secara optimal hak-hak seluruh rakyat dalam segala aspek kehidupannya utamanya di bidang kehidupan politiknya terlebih lagi kehidupan kegiatan ekonominya.

Religius = Partai Gerindra adalah partai yang memegang teguh nilai‐nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kebebasan menjalankan agama dan kepercayaan masing‐ masing. Nilai‐nilai religius senantiasa menjadi landasan bagi setiap jajaran pengurus, anggota, dan kader Partai Gerindra dalam bersikap dan bertindak.

Keadilan Sosial = Partai Gerindra adalah partai yang mencita‐citakan suatu tatanan masyarakat yang berkeadilan sosial, yakni masyarakat yang adil secara ekonomi, politik, hukum, pendidikan, dan kesetaraan gender. Keadilan sosial harus didasari atas persamaan hak, pemerataan, dan penghargaan terhadap hak asasi manusia.

Pencapaian dalam pemilihan umum[sunting | sunting sumber]

Pemilihan umum legislatif 2009[sunting | sunting sumber]

Pada pemilihan umum legislatif Indonesia 2009, Partai Gerindra menempati 26 kursi (4.64%) di Dewan Perwakilan Rakyat, setelah meraih 4.646.406 suara (4,5%).[11]

Pemilihan umum legislatif 2014[sunting | sunting sumber]

Pada pemilihan umum legislatif Indonesia 2014, Partai Gerindra berhasil menjadi partai politik ketiga terbesar di Indonesia[12] dan menempati 73 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat setelah meraih 14.760.371 suara (11,81%).[13]

Pemilihan umum legislatif 2019[sunting | sunting sumber]

Pada pemilihan umum legislatif Indonesia 2019, Partai Gerindra berhasil menjadi partai politik kedua terbesar di Indonesia[14] dan menempati 78 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat setelah meraih 17.594.839 suara (13,57%).[15]

Rekapitulasi[sunting | sunting sumber]

Pemilu Total kursi Total pemilihan Persentase Hasil Status Urutan
2009
26 / 560
4.646.406 4,5% Partai baru Oposisi 8
2014
73 / 560
14.760.371 11,81% Kenaikan47 kursi Oposisi 3
2019
78 / 575
17.594.839 13,57% Kenaikan5 kursi Oposisi (- 2019) Koalisi Pemerintah 2

Sayap Partai[sunting | sunting sumber]

Sayap Partai Gerindra untuk pemuda, Tunas Indonesia Raya kerap menyelenggarakan kegiatan yang menyasar pemilih muda, misalkan kompetisi sepak bola U-15, dan diskusi politik untuk pemuda

Seperti partai politik lainnya, Partai Gerindra memiliki sayap-sayap untuk dapat mengakomodasi aspirasi dari berbagai kalangan masyarakat. Misalkan, Tunas Indonesia Raya untuk pemuda,[16] Perempuan Indonesia Raya untuk perempuan, dan lain sebagainya.[17]

Berikut ini adalah daftar lengkap organisasi sayap Partai Gerindra saat ini:

Dukungan kepada Kepala Daerah Populer[sunting | sunting sumber]

Selama kurun waktu 2012 hingga 2013, Gerindra secara mengejutkan mampu meloloskan dua anggotanya sebagai kepala daerah populer, yaitu Basuki Tjahaja Purnama sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta dan Ridwan Kamil sebagai Wali Kota Bandung.[19] Keduanya diberi kebebasan besar untuk menjalankan tugasnya. Basuki Tjahaja Purnama dengan tegas menolak menjadi alat politik Gerindra karena telah diberitahu bahwa ia diwakafkan bagi Jakarta.[20] Namun ia sempat hadir di kampanye Gelora Bung Karno.[21]

Kontroversi Pemilihan Presiden[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2014, Partai Gerindra yang diwakili oleh Prabowo Subianto secara sepihak melakukan claim kemenangan pada Pemilihan Presiden Indonesia 2014[22] ketika bersaing dengan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, dan pada tahun 2019 Prabowo Subianto[23] juga secara mengejutkan kembali melakukan claim kemenangan secara sepihak kembali dilakukan pada Pemilihan Presiden Indonesia 2019[24] berdasarkan Quick Count dan Exit Poll dari BPN Prabowo-Sandi ketika bersaing dengan pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Former Indonesian dictator's son builds momentum towards 2019 election". Asian Correspondent. 11 March 2017. 
  2. ^ Bourchier, David (2014). Illiberal Democracy in Indonesia. Routledge. hlm. 255. 
  3. ^ Lee, Doreen (2016). Activist Archives: Youth Culture and the Political Past in Indonesia. Duke University Press. 
  4. ^ van Klinken, Gerry (2009). "Patronage Democracy in Provincial Indonesia". Rethinking Popular Representation. Springer. hlm. 157. 
  5. ^ "Voters Are Going to the Polls in an Election Seen as a Barometer of Indonesian Secularism". Time. 15 Februari 2017. 
  6. ^ "4 Calon Plt Ketum Gerindra, Prabowo Suka Siapa?". Liputan6.com. 1 September 2014. Diakses tanggal 1 Juni 2021. 
  7. ^ "Ini Susunan Pengurus Inti Gerindra, Prabowo Ketum Sekaligus Ketua Wanbin". detikNews. 8 April 2015. Diakses tanggal 1 Juni 2021. 
  8. ^ Sah, Prabowo Subianto Kembali Jadi Ketum Partai Gerindra Kompas.com (5/6/2020). Diakses tanggal 1 Juni 2021
  9. ^ "Ini Struktur Kepengurusan DPP Gerindra 2020-2025". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-10-24. 
  10. ^ "Manifesto Partai GERINDRA" (PDF). Situs web resmi Partai Gerindra. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2018-12-10. Diakses tanggal 3 Mei 2014. 
  11. ^ "Inilah Hasil Akhir Perolehan Suara Nasional Pemilu". Kompas.com. 9 Mei 2009. Diakses tanggal 10 Mei 2009. 
  12. ^ Dahi, Dahlan, ed. (10 April 2014). "Data Pemilu Legislatif 2009 vs 2014: Fenomena Gerindra dan PKB". Tribunnews.com. Diakses tanggal 11 April 2014. 
  13. ^ Wibowo, Efendi Ari (14 Mei 2014). "Ini perolehan kursi resmi parpol Pemilu 2014". Merdeka.com. Diakses tanggal 15 Mei 2014. 
  14. ^ "Gerindra Peringkat Dua Pemenang Pileg, NasDem Lima Besar". CNN Indonesia. 21 Mei 2019. Diakses tanggal 1 Juli 2019.  Teks "editor-" akan diabaikan (bantuan); Teks "editor-" akan diabaikan (bantuan)
  15. ^ Wibowo, Efendi Ari (21 Mei 2019). "Sah! PDIP Menang Pileg 2019, Gerindra Nomor Dua". Beritasatu.com.  Teks "https://www.beritasatu.com/politik/555344/sah-pdip-menang-pileg-2019-gerindra-nomor-dua" akan diabaikan (bantuan);
  16. ^ Hafiz, Abdul (22 Oktober 2017). Tarso, ed. "Tidar Bidik Pemuda Calon Pemimpin". Tribunnews.com. Diakses tanggal 23 Oktober 2017. 
  17. ^ Andwika, Rizky (18 Agustus 2018). "Perempuan Indonesia Raya usung 8 program menangkan Prabowo-Sandiaga". Merdeka.com. Diakses tanggal 19 Agustus 2018. 
  18. ^ a b c d "Kukuhkan 4 Kepengurusan Sayap Partai, Gerindra Menjadi Wadah Perekat Agama". Gema Sadhana. 3 Oktober 2016. Diakses tanggal 4 Oktober 2016. 
  19. ^ "Kepemimpinan Ahok dan Ridwan Kamil Merupakan Kampanye Bagi Gerindra". Metrotvnews.com. 19 Maret 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-05-04. Diakses tanggal 3 Mei 2014. 
  20. ^ "Ahok Tolak Jadi Juru Kampanye Partai Gerindra". BeritaSatu.com. Diakses tanggal 3 Mei 2014. 
  21. ^ "Ahok Hadiri Kampanye Gerindra di GBK". Detik.com. 23 Maret 2014. Diakses tanggal 3 Mei 2014. [pranala nonaktif permanen]
  22. ^ Riza, Budi (2014-07-09). "Klaim Menang, Prabowo-Hatta Sujud Syukur". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-04-24. 
  23. ^ Erwanti, Marlinda Oktavia. "Tanpa Sandiaga, Prabowo Klaim Menang 62% dan Sujud Syukur". detiknews. Diakses tanggal 2019-04-24. 
  24. ^ Alaidrus, Fadiyah. "Prabowo Klaim Menang Pilpres 2019: Mengulang Narasi 2014". tirto.id. Diakses tanggal 2019-04-24. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]