Djoko Santoso

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Djoko Santoso
Jenderal TNI Djoko Santoso.png
Panglima Tentara Nasional Indonesia ke-16
Masa jabatan
28 Desember 2007 – 28 September 2010
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
PendahuluDjoko Suyanto
PenggantiAgus Suhartono
Kepala Staf TNI Angkatan Darat ke-24
Masa jabatan
18 Februari 2005 – 28 Desember 2007
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
PendahuluRyamizard Ryacudu
PenggantiAgustadi Sasongko Purnomo
Anggota DPR/MPR RI Fraksi ABRI
Masa jabatan
1992–1995
PresidenSoeharto
Ketua Umum PBSI ke-11
Masa jabatan
2008 – 2012
PendahuluSutiyoso
PenggantiGita Wirjawan
Informasi pribadi
Lahir(1952-09-08)8 September 1952
Indonesia Surakarta, Jawa Tengah
Meninggal10 Mei 2020(2020-05-10) (umur 67)
Indonesia Jakarta
Kebangsaan Indonesia
Partai politik  Gerindra [1]
Suami/istriAngky Retno Yudianti
Anak
Alma mater
Pekerjaan
Karier militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabangInsignia of the Indonesian Army.svg TNI Angkatan Darat
Masa dinas1975—2010
PangkatPdu jendtni komando.png Jenderal TNI
SatuanInfanteri

Jenderal TNI (Purn.) Djoko Santoso, M.Si. (8 September 1952 – 10 Mei 2020) adalah Panglima Tentara Nasional Indonesia sejak 28 Desember 2007 hingga 28 September 2010 dan seorang pejuang politik Indonesia. Sebelumnya Djoko pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat dari 18 Februari 2005 hingga 28 Desember 2007. Karier Djoko di militer dimulai dengan menjabat sebagai Komandan Peleton 1 Kompi Senapan A Yonif 121/Macan Kumbang. Ketika telah menjadi perwira tinggi ia memulai kariernya dengan menjabat Waassospol Kaster TNI (1998), Kasdam IV/Diponegoro (2000), Pangdivif 2/Kostrad (2001).

Nama Djoko Santoso mulai berkibar setelah menjabat Panglima Kodam XVI/Pattimura dan Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan (Pangkoopslihkam) 2002—2003 yang berhasil gemilang meredam konflik di Maluku, diteruskan dengan jabatan berikutnya sebagai Panglima Kodam Jaya Maret 2003 — Oktober 2003.

Setelah itu karier seorang Djoko Santoso terus melejit hingga menjadi Wakil Kepala Staf TNI-AD (Wakasad) tahun 2003, Kepala Staf TNI-AD (Kasad) pada tahun 2005, dan akhirnya Panglima TNI pada tahun 2007—2010.[2][3]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Djoko Santoso menyelesaikan sekolah menengah atasnya di SMA Negeri 1 Surakarta. Ia kemudian masuk Akabri dan lulus pada tahun 1975.[4] Ia juga mengikuti Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (Sussarcabif) pada tahun 1976, Kursus Lanjutan Perwira Tempur (Suslapapur) tahun 1987, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) tahun 1990 dan Lemhannas tahun 2005. Selain itu ia juga melanjutkan S1 (Sarjana Ilmu Politik) dan S2 (Manajemen Politik) di Universitas Terbuka, Jakarta.

Perjuangan politik[sunting | sunting sumber]

Kiprah Djoko Santoso di ranah politik dimulai tahun 2017, ketika ia menjadi tim sukses pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2017. Ia juga bergabung dalam struktur Partai Gerakan Indonesia Raya sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina[5].

Pada Pemilihan umum Presiden Indonesia 2019, Djoko Santoso menjadi Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno[6].

Riwayat jabatan[sunting | sunting sumber]

Letnan Dua s/d Kapten
  • Danton-I/A/121/II (1976)
  • ADC Pangdam I/Bukit Barisan (1978)
  • ADC Pangkostrad (1980)
  • Danki-A Yonif Linud 502 (1980)
  • Kasi-2/Ops Yonif Linud 502 (1983)
Mayor
  • Kasipam Dispamsanad (1987)
  • Wakil Komandan Yonif Linud 328/Kostrad (1988)
  • Ps. Danyonif linud 330/Kostrad (1990)
Letnan Kolonel
Kolonel
Brigadir Jenderal
  • Waassospol Kassospol ABRI (1998)
  • Waassospol Kaster ABRI (1998)
  • Kepala Staf Kodam IV/Diponegoro (2000)
Mayor Jenderal
Letnan Jenderal
  • Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (2003)
Jenderal

Organisasi[sunting | sunting sumber]

  • Ketua Dewan Penasihat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI)
  • Ketua Dewan Pembina IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia)
  • Ketua Dewan Penasehat Forum Sekretaris Desa Indonesia (Forsekdesi)
  • Ketua Dewan Penasehat Pandu Petani Indonesia (Patani)
  • Federasi Pekerja Informal Indonesia
  • Lembaga Insan Indonesia Sejahtera (LIIS)
  • Pendiri, penasehat serta pembina Strategic Study Center
  • Ketua Dewan Pembina Gerakan Indonesia ASA (Adil, Sejahtera, Aman)
  • Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Tanda Jasa dan Brevet[7][sunting | sunting sumber]

Dada kanan Dada kiri
Brevet Kualifikasi Raider.png
Brevet Hiu Kencana.png
Wing Penerbang TNI AU.png
Wing Penerbang TNI AD.png
Brevet Komando Kopassus.png
Brevet Jump Master (TNI AD).png
Brevet Sat Gultor 81 Kopassus.png
Brevet Kualifikasi Raider
Brevet Hiu Kencana
Wing Penerbang TNI AU
Wing Penerbang TNI AD
Brevet Brevet Kualifikasi Komando Kopassus
Brevet Brevet Jump Master
Baris ke-1 Bintang Mahaputera Adipradana (2 Oktober 2011)[8] Bintang Dharma Bintang Yudha Dharma Utama
Baris ke-2 Bintang Kartika Eka Paksi Utama Bintang Jalasena Utama Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama
Baris ke-3 Bintang Bhayangkara Utama Bintang Yudha Dharma Pratama Bintang Kartika Eka Paksi Pratama
Baris ke-4 Bintang Yudha Dharma Nararya Bintang Kartika Eka Paksi Nararya Commander of the Royal Order of Sahametrei - Kamboja
Baris ke-5 Pingat Jasa Gemilang - Tentera (P.J.G.) - Singapura Pingat Panglima Gagah Angkatan Tentera (P.G.A.T.) - Malaysia Darjah Paduka Keberanian Laila Terbilang Yang Amat Gemilang - Peringkat Pertama (D.P.K.T.) - Brunei
Baris ke-6 Darjah Utama Bakti Cemerlang - Tentera (D.U.B.C.) - Singapura Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun
Baris ke-7 Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun Satyalancana Dharma Nusa Satyalancana Seroja
Baris ke-8 Satyalancana Dwidya Sistha Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia Lencana Melati - Gerakan Pramuka
Brevet Brevet Kualifikasi Penanggulangan Teror (Gultor)

Meninggal Dunia[sunting | sunting sumber]

Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso (67), meninggal dunia sekitar pukul 6.30 WIB, Minggu pagi, 10 Mei 2020 akibat sakit di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Jenazahnya Dimakamkan di Sandiego Hills, Karawang, Jawa Barat.[9]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Menengok Wajah-wajah Baru Pengurus Partai Gerindra". Viva.co.id. 8 April 2015. Diakses tanggal 25 September 2017. 
  2. ^ "Eks Panglima TNI Jenderal Purn Djoko Santoso Meninggal Dunia". Detik. Diakses tanggal 10 Mei 2020. [pranala nonaktif permanen]
  3. ^ "Panglima TNI Pimpin Upacara Pemakaman Djoko Santoso di San Diego Hills". Kompas. Diakses tanggal 11 Mei 2020. 
  4. ^ ALUMNI - 1975 lihat bagian infanteri no. 64
  5. ^ Tim. "Djoko Santoso, dari TNI Kini Pimpin Perjuangan Prabowo-Sandi". nasional. Diakses tanggal 2022-05-10. 
  6. ^ antaranews.com (2018-08-14). "Prabowo tunjuk Djoko Santoso Ketua Tim Pemenangan". Antara News. Diakses tanggal 2022-05-10. 
  7. ^ Dinas Sejarah TNI AD 2011, hlm. 162.
  8. ^ Daftar WNI Yang Memperoleh Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Tahun 2004 - Sekarang (PDF). Diakses tanggal 25 Agustus 2021. 
  9. ^ "Mantan Panglima TNI, yang Juga Mantan Kasad, Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso Tutup Usia"

Bibliografi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan militer
Didahului oleh:
Djoko Suyanto
Panglima Tentara Nasional Indonesia
2007—2010
Diteruskan oleh:
Agus Suhartono
Didahului oleh:
Ryamizard Ryacudu
Kepala Staf TNI Angkatan Darat
2005—2007
Diteruskan oleh:
Agustadi Sasongko Purnomo