Pramono Edhie Wibowo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Pramono Edhie Wibowo
Danjen Kopassus Pramono Edhie Wibowo.jpg
Pramono Edhie Wibowo saat menjadi Danjen Kopassus
[[Kepala Staf TNI Angkatan Darat]] 27
Masa jabatan
30 Juni 2011 – 20 Mei 2013
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Pendahulu Jenderal TNI George Toisutta
Pengganti Letjen TNI Moeldoko
[[Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat]] 32
Masa jabatan
30 September 2010 – 9 Agustus 2011
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Pendahulu Letjen TNI Burhanudin Amin
Pengganti Mayjen TNI Azmyn Yusri Nasution
[[Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi]] 29
Masa jabatan
Oktober 2009 – 30 September 2010
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Pendahulu Mayjen TNI Rasyid Qurnuen Aquary
Pengganti Mayjen TNI Moeldoko
[[Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus]] 23
Masa jabatan
1 Juli 2008 – 4 Desember 2009
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Pendahulu Mayjen TNI Soenarko
Pengganti Brigjen TNI Lodewijk Freidrich Paulus
Informasi pribadi
Lahir 5 Mei 1955 (umur 63)
Bendera Indonesia Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
Partai politik Partai Demokrat
Pasangan Kiki Gayatri Soepono
Anak Panti Astuti Dewian
Dewanto Edhie Wibowo
Alma mater AKABRI (1980)
SESKOAD (1995)
Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (2001)
Pekerjaan Purnawirawan
Politikus
Situs web pramonoedhiewibowo.com
Dinas militer
Pihak  Indonesia
Dinas/cabang Lambang TNI AD.png TNI Angkatan Darat
Masa dinas 1980 - 2013
Pangkat Pdu jendtni staf.png Jenderal TNI
Satuan Infanteri (Kopassus)

Jenderal TNI (Purn.) Pramono Edhie Wibowo (lahir di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia, 5 Mei 1955; umur 63 tahun) adalah mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang dilantik berdasarkan Surat Keputusan Presiden nomor: 40/TNI/2011, menggantikan Jenderal TNI George Toisutta.[1] Ketika itu, pengangkatannya sebagai KSAD menuai protes dari berbagai kalangan seperti KontraS yang menganggap bahwa terdapat unsur nepotisme karena Pramono Edhie merupakan ipar dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri.[2]

Sebelumnya, Pramono pernah menjabat sebagai Panglima Kostrad dan pada tahun 2009 juga pernah menjabat sebagai Pangdam III Siliwangi.[3][4] Ayahnya, Sarwo Edhie Wibowo, juga merupakan mantan Komandan RPKAD yang turut andil dalam penumpasan pemberontakan G 30 S/PKI.

Pada Mei 2013, karena ia telah memasuki masa pensiun, posisinya sebagai KSAD digantikan oleh Letjen TNI Moeldoko.

Karier militer[sunting | sunting sumber]

Dengan latar belakang keluarga yang juga berasal dari militer, perjalanan karier militer Pramono Edhie Wibowo terbilang cukup bersinar. Sebagai lulusan terbaik Akademi Militer pada tahun 1980, Pramono Edhie ditunjuk sebagai Komandan Pleton Grup I Kopassandha. Setelah menjadi perwira Operasi Grup I Kopassandha pada tahun 1981, pada tahun 1984 Pramono ditunjuk sebagai Komandan Kompi 112/11 grup I Kopassandha. Pada tahun 1995, Pramono menempuh Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad). Satu tahun kemudian, Pramono menjabat sebagai Perwira Intel Operasi grup I Kopassus. Bernaung dalam tenda Kopassus, Pramono kemudian menjabat sebagai wakil komandan Grup 1/Kopassus pada tahun 1996, dan terpilih menjadi Komandan Grup 1/Kopassus dua tahun kemudian.[5]

Setelah reformasi bergulir, karier Pramono terus berkembang. Apalagi saat Megawati Soekarnoputri terpilih sebagai Presiden menggantikan Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Pramono terpilih menjadi Ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 2001. Pada tahun yang sama, Pramono menempuh Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI), dan kemudian menjabat sebagai Perwira Tinggi Staf Ahli Bidang Ekonomi Sesko TNI 2004. Karier Pramono terus meningkat, sehingga dia menjadi Wakil Danjen Kopassus pada 2005, Kepala Staf Kodam IV/Diponegoro pada tahun 2007, dan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD pada tahun 2008 hingga tahun 2009. Pada tahun 2009, Pramono menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi serta ditunjuk menjadi Panglima Kostrad (Pangkostrad) pada tahun 2010.[5]

Pada tahun 2011, Pramono dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Darat menggantikan Jenderal TNI George Toisutta. Inilah puncak karier Pramono Edhie sebelum akhirnya pensiun secara resmi dari militer pada Mei 2013.[5]

Pendidikan militer[sunting | sunting sumber]

Riwayat Jabatan[sunting | sunting sumber]

  • Komandan Pleton Grup I Kopassandha (1980-1981)
  • Perwira Operasi Grup I Kopassandha (1981)
  • Komandan Kompi 112/11 grup I Kopassandha (1984)
  • Dik Seskoad (1995)
  • Kasi Ops Grup 1 Kopassus (1994-1996)
  • Perwira Intel Operasi grup I Kopassus (1996)
  • Wakil komandan Grup 1/Kopassus (1996-1998)
  • Komandan Grup 1/Kopassus (1998-2001)
  • Ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri (2001)
  • Dikreg Sesko TNI (2001)
  • Perwira Tinggi Staf Ahli Bidang Ekonomi Sesko TNI (2004-2005)
  • Wakil Danjen Kopassus (2005-2007)
  • Kasdam IV/Diponegoro (2007-2008)
  • Danjen Kopassus (2008-2009)
  • Pangdam III/Siliwangi (2009-2010)
  • Panglima Kostrad (2010-2011)
  • Kepala Staf Angkatan Darat (2011-2013)

Karier politik[sunting | sunting sumber]

Setelah pensiun dari dunia militer, ia masuk ke dunia politik, bergabung dengan Partai Demokrat dan menjadi salah satu anggota Dewan Pembina partai sejak Juni 2013.[6] Pramono Edhie Wibowo juga menjadi salah satu kandidat peserta Konvensi Capres Partai Demokrat bersama 10 orang kandidat lainnya.[5] Kesepuluh peserta konvensi lainnya adalah Hayono Isman, Marzuki Alie, dan Sinyo Harry Sarundajang yang merupakan kader partai. Ali Masykur Musa, Anies Baswedan, Dahlan Iskan, Dino Patti Djalal, Gita Wirjawan, Irman Gusman dan Endriartono Sutarto yang berasal dari luar partai. Ia dan Endriartono merupakan peserta yang berasal dari latar belakang militer.

Pada 16 Mei 2014, Partai Demokrat mengumumkan hasil Konvensi Capres, Pramono Edhie Wibowo menempati posisi kedua setelah Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan.[7].

Rujukan[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan militer
Didahului oleh:
George Toisutta
Kepala Staf TNI Angkatan Darat
2011–2013
Diteruskan oleh:
Moeldoko
Didahului oleh:
Burhanudin Amin
Pangkostrad
2010–2011
Diteruskan oleh:
Azmyn Yusri Nasution
Didahului oleh:
Rasyid Qurnuen Aquary
Pangdam Siliwangi
2009–2010
Diteruskan oleh:
Moeldoko
Didahului oleh:
Soenarko
Danjen Kopassus
2008–2009
Diteruskan oleh:
Lodewijk Freidrich Paulus